
Hari berganti minggu bertukar beberapa bulan telah berlalu. Hari ini tepat dimana hari terakhir para Mahasiswa yang sedang melaksana tugas lapangan di desa yang sangat jauh dari peradaban kota. Besok para Mahasiswa itu akan kembali ke kampus. Banyak kenangan dan pelajaran yang mereka tinggalkan di desa ini, terlebih kekaraban dan rasa kekeluargaan sangat terasa di desa ini. Sedih? pastinya sangat terasa di hati para pelajar ini. Sebab selama tiga bulan mereka benar-benar menghabiskan waktu itu didalam didesa ini, setiap hari mereka berbagi cerita dengan warga sekitar. Bahkan setiap minggu mereka akan mengadakan makan bersama dengan warga desa.
Dan hari ini merupakan hari terakhir mereka makan bersama di desa ini.
" Terimakasih Kakak kakak Mahasiswa yang sudah menemani dan memberikan banyak manfaat untuk warga desa,, program kerja yang kalian jalankan sangat membantu bagi warga desa " ujar kepala Desa yang saat itu turut serta makan siang bersama.
" Kami juga terimakasih Pak, karena sudah di terima dengan baik di desa ini " ujar Bimo sang ketua dalam KKN di desa ini.
" Kami juga berterimakasih sebab sudah di ajar berbagai banyak hal terutama dalam memasak dan mengolah hasil kebun untuk dijadikan jajanan dan akhirnya bisa dk jual. Semua resep yang kalian ajarkan kepada Ibu ibu di sini sangatlah bermanfaat dan sangat membantu. Bahkan ada beberapa Ibu Ibu yang sudah berjualan di pasar pasar dekat " ini adalah Ibu desa yang berucap. Memang salah satu program mahasiswa KKN di desa ini adalah bagaimana cara mengolah hasil kebun agar bisa memiliki nilai jual.
" Terimakasih pada Delia dan kawan-kawan nya dsek fakultas Teknik tata boga Bu, sebab mereka lah yang punya ide untuk itu " kata Bimo
" Iya,, saya salut sama Neng Delia dan semua Kawan-kawannya, masih muda sidah pintar di dapur dan punya banyak resep makanan dan lagi kalian ini sangat terlatih di dapur, ibu sampai bangga sama kalian terutama sama Neng Delia yang sangat mahir dengan pekerjaan dapur "ujar salah satu Ibu warga desa yang juga ikut dalam acara makan bersama.
" Justru kami yang banyak belajar dari Ibu Ibu di sini,, apa lagi soal masak memasak, ternyata banyak teknik memasak, contohnya nya bagaimana cara memasak nasi agar tidak cepat basi, bagaimana cara mengulek sambel denga benar, itu semua cara sederhana dan bermanfaat namu tidak kami dapatkan di bangku kuliah, terutama saya sangat senang bisa mendapat pengalaman yang menurut saya sangat berharga "jelas Delia. Memang selama menjalani masa KKN di desa, Delia lah ping aktif jika menyangkut soal dapur dan makanan. Maka dari itu, Delia dan teman-teman yang se fakultasnya di beri tugas untuk mengatur kebutuhan dapur selama KKN berlangsung di desa ini. Dan pastinya dalam hal itu, mereka juga banyak belajar dari warga desa sebab setiap sekali seminggu warga setempat akan. menyumbang hasil kebun mereka untuk di olah oleh para Mahasiswa. Dan saat saat seperti itu lah Delia dan Kawan-kawannya bisa menambah ilmu.
Keesokan harinya. Akhirnya warga sekitar melepas kepergian Para mahasiswa KKN untuk kembali ke kampus. Tentu suasana saat ini penuh dengan rasa haru, meski berat saling melepaskan sebab beberapa bulan ini antara Mahasiswa dan warga desa sudah seperti keluarga. Kekaraban yang mereka bangun begitu kental, sehingga saat mereka ingin meninggalkan Desa ini, hampir semua warga desa berkerumun untuk sekedar mengucapkan selamat jalan serta do'a keselamatan agar perjalanan mereka di lancarkan dan tiba dengan selamat. Tak jarang pula ada beberapa warga yang memberikan mereka buah tangan berupa cemilan untuk mereka makan di saat perjalanan. Dan pastinya lara Mahasiswa menerima itu dengan penuh rasa syukur dan rasa terimakasih yang besar.
__ADS_1
" Kami berangkat yah Pak Bu,, sekali lagi terimakasih atas semua kebaikan Bapak dan Ibu warga desa kepada kami, dan terimakasih untuk buah tangan yang kalian berikan kepada kami " Bimo pamit, sebagai ketua dalam tim ia sudah memerintahkan anggotanya untuk duduk terlebih dahulu di dalam bus tentunya semua anggota sudah berpamitan dengan warga desa.
" Kami juga mengucapkan terimakasih untuk anak-anak muda yang sudah memotivasi kami agar membuat desa kami berkembang. InsyaAllah kedepannya kami akan lebih baik lagi dalam menjaga dan melestarikan desa ini " ujar Kepala Desa.
Akhirnya para Mahasiswa pun bertolak meninggalkan desa yang penuh kenangan menuju ketempat dimana mereka harus melanjutkan mimpi dan harapan dengan berbekal ilmu yang terus mereka gali yaitu di Universitas.
Sementara di sisi bumi yang lain, di sore hari.
Misha merengek ingin ikut menjemput Delia yang katanya akan pulang sebentar lagi. Dan mungkin di perkirakan bahwa Delia akan tiba sekita satu atau dua jam lagi.
" Tidak boleh sayang,, kamu sedang demam,, tunggu Mama di rumah saja yah sayang " Dika membujuk. Yang, sudah tiga hari Misha tak masuk ke sekolah sebab demam. Entahlah mungki cuaca yang terlalu ekstrim akhir-akhir ini sehingga banyak anak kecil yang tumbang dan jatuh sakit
" Tapi Yah,, "
" Misha,, dengar kata Ayah dong, Misha kan anak baik dan pintar " kata Dika lagi
" Tapi Misha kangen sama Mama Yah " kata anak itu dengan wajah yang murung
__ADS_1
" Iya, Ayah tau,, tapi kan Mama juga akan tiba di sini, jadi pasti akan ketemu Misha juga kan? " balas Dika
" Tapi bagaimana kalau Misha ketiduran saat menunggu Mama pulang Yah " kata Misha lagi, yang Misha takutkan ia akan ketiduran dan tak bisa menyambut kedatangan Delia. Sebab Misha tahu akhir-akhir ini ia akan sangat cepat tertidur jika sudah mengkonsumsi obat demam.
" Kalau Misha tertidur, nanti Ayah suruh Mama tidur di kamar kamu yah,, biar kamu bisa sambut Mama " Dika kembali membujuk
Akhirnya dengan segala bujukan itu, Misha mengangguk lemah dan setuju untuk tidak ikut bersama Dika.
Dalam perjalanan menjemput Delia, Dika tak henti-hentinya bersenandung riang di sepanjang perjalanan. Sangat jelas sekali jika saat ini ia sedang senang, bahkan sangat senang.
Bagaimana tidak, sang pujaan hati yang ia rindukan selama tiga bulan ini akhirnya kembali. Dan itu membuat Dika senang dan berbunga-bunga sejak kemarin.
Ah, entah apa yang akan Dika lakukan setelah bertemu Delia nanti? Apakah langsung memelukya atau ia lebih menahan dirinya hingga tiba di rumah lalu akhirnya menyalurkan rasa rindunya kepada gadis itu.
" Yang pasti aku sangat senang dengan kepulangan kamu Bi,, aku rasanya tidak sabar ingin segera bertemu "
_
__ADS_1