Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )

Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )
Salah


__ADS_3

Dika sedang menemani Misha berjalan-jalan pagi di hari libur. Sangat jarang anak itu meminta keluar jika hari libur seperti ini, padahal biasanya Mihsha akan sangat senang menghabiskan hari liburnya dirumah sambil meluks di taman belakang rumahnya. Namun kali ini gadis kecil itu sedang bosan dan ia ingin berjalan-jalan.


Dika pun dengan senang hati mengiyakan permintaan gadis kecilnya itu, sebab ia juga tak ada pekerjaan di hari libur, dan akhirnya mereka berdua pergi bersama dengan menggunakan sepeda motor.


Dika dan Misha memilih untuk sarapan terlebih dahulu di sebuah kedai yang memang selalu ramai di pagi hari. Sebab Bunda dari kemarin sedang pergi ke kampung halamannya, jadi Dika dan Misha tidak sempat sarapan tadi pagi, asisten rumah tangga juga sedang cuti beberapa hari lalu dan akan kembali sore nanti, jadi Misha dan Dika sejak semalam hanya makan makanan yang di pesan oleh Ayah Dika saja.


Saat sedang sibuk mencari tempat duduk yang kosong di kedai itu, Dika dan Misha langsung di kejutkan oleh kedatangan seorang wanita cantik.


" Dika,,," kata wanita itu girang dan langsung memeluk Dika dengan erat.


" Oh astaga Raisha " Dika juga tak kalah senangnya bertemu dengan sahabat lamanya itu.


" Ya ampun,, aku nggak nyangka bisa ketemu kamu di sini " kata Raisha


" Kamu sama siapa di sini? " tanya Dika


" Duduk dulu yuk Dik " Raisha menarik tangan Dika dan langsung membawa nya kemeja dimana ia duduk tadi.


" Aku kesini sama ipar aku, dia tinggal di kota ini juga Dik " jawab Raisha setelah mereka duduk. Dan pandangan Raisha beralih pada gadis kecil cantik yang duduk di samping Dika


" Dan,, siapa gadis cantik ini Dika" tanya Raisha akhirnya


" Oh iya,, ini Misha putriku" jawab Dika, ia lalu meminta Misha untuk berkenalan dengan sahabat nya.


" Halo, tante aku Misha " kata Misha


" Halo sayang,, nama Tante Raisha, sahabat Ayah kamu,, emmm tante pernah dengar nama kamu dari sahabat tante yang satu, ternyata memang kamu secantik ini " puji Raisha


Misha tersenyum manis " Makasih Tante " ucapnya


" Lalu, dimana ipar kamu Ra? " tanya Dika


" Dia sedang menemani anaknya ke toilet " jawab Raisha


Sambil mengobrol, Dika Raisha dan juga Misha pun memesan makanan, mereka tak jauh-jauh membahas tentang kenangan mereka di masa sekolah dan kuliah dulu. Hingga akhirnya mereka berpisah dan tak pernah bertemu lagi, hingga akhirnya mereka di pertemukan dalam keadaan berbeda.


Dika pun memberitahukan kepada Sahabat nya itu bahwa dalam beberapa bulan lagi ia akan menikah. Dan tentu itu membuat Raisha selaku sahabat yang paling tahu soal Dika sangat terkejut dan pasti bahagia.


" Aku turut bahagia Dik, akhirnya kamu akan menikah, aku rasanya sangat ingin bertemu dengan wanita yang spesial itu,, siapa namanya? " tanya Raisha


" Delia,, dia sedang menjalani masa KKN, mungkin dia bulan lagi selesai " jawab Dika


" Wah, hebat banget kamu Dik,, dapat daun muda " kata Raisha


Dika hanya tersenyum simpul, tentu ia sangat merasa sangat beruntung mendapatkan Delia.

__ADS_1


Tak lama setelah itu makanan yang mereka pesan datang, bersamaan dengan kedatangan ipar Raisha yang baru saja datang dari toilet bersama anak gadisnya.


" Lama banget sih Ris " kata Raisha.


" Biasalah Ra,, panggillan alam " ujar Risa.


Mereka akhirnya menikmati makan bersama-sama. Raisha dan Dika yang paling banyak mengobral di meja itu. Sementara Risa dan dua anak kecil yang lain hanya sibuk sebagai pendengar, toh mereka juga tak paham apa yang Dika dan Raisha sedang bahas. Intinya tak jauh-jauh dari kenangan mereka di masa sekolah dan masa kuliah dulu.


" Aku memang banyak melihat perubahan sama kamu Dik " kata Raisha


" Oh yah, menurut ku sama saja " balas Dika


" Tidak,, kamu sekrang lebih ke macho an di banding yang dulu,, aku jadi penasaran bagaimana kamu berproses " kata Raisha


" Ceritanya panjang Ra,, intinya ada dorongan yang kuat dari dalam diri aku yang meminta aku untuk sembuh, dan aku sadari sejak itu adalah ketika Delia masuk kedalam kehidupan aku " jelas Dika.


Raisha menganggukkan kepala, ia begitu tertarik dengan cerita Dika, sebab ialah salah satu manusia yang mengetahui bagaimana dulu Dika yang tak pernah tertarik dengan wanita. Dan tentunya hal yang membuatnya terkejut sekaligus bersyukur campur bahagia, karena sahabatnya itu bisa sembuh dan kembali pada kodratnya.


" Kiana pasti sangat bahagia mendengar kabar ini Dik " kata Raisha


" Yah,, dan aku harap kalian bisa hadir di hari pernikahanku nanti " ucap Dika


" Akan ku usahakan " balas Raisha


Tak lama kemudian, Misha merasa ingin pipis, ia berbisik kepada sang Ayah untuk di antarkan ke toilet.


Saat Raisha sedang mengobrol dengan saudara iparnya. Tiba-tiba ada suara getaran terdengar dari atas meja. Benda tipis itu tidak mengeluarkan suara namun menimbulkan getaran dan mengalihkan perhatian Raisha.


" Ini ponsel teman kamu Ra " kata Risa


" Biarin aja Ris, entar Dika juga balik " kata Raisha


Namun dalam beberapa menit Dika tak kunjung kembali dari toilet, sementara ponselnya tak berhenti bergetar dari tadi.


" Angkat dulu aja Ra, mana tau dari Ibunya atau orang yang penting " kata Risa lagi


Akhirnya Raisha memberanikan diri untuk meraih benda tipis itu. Raisha melihat nama si penelpon yang di beri nama ' My Del '.


" Halo Honn "


"iya Halo " balas Raisha


" Ini siapa? Dimana Dika? " tanya seseorang di balik telfon


" Oh, Dika sedang ke kamar kecil " jawab Raisha

__ADS_1


" Lalu, kenapa anda yang menjawab telfon Dika? Anda siapa? " tanya wanita itu terdengar begitu penasaran.


" Kebetulan kami bertemu dan sarapan bersama, aku adalah.... "


Belum sempat Raisha menjawab, ponsel Dika tiba-tiba mati. Raisha mencoba menghidupkan nya kembali, namun ternyata ponsel itu kehabisan daya.


Dan tak lama setelah itu Dika datang bersama Misha.


" Tadi ada yang telfon berkali-kali Dik, karena kamunya lama akhirnya aku angkat " kata Raisha


" Oh yah,, dari siapa? " tanya Dika


" Aku liat namanya tadi My Del" jawab Raisha


Seketika wajah Dika berubah ceria " Delia " katanya


" Hem,, tapi sayang ponsel kamu tiba-tiba mati " kata Raisha.


" Oh, astaga aku lupa mengisi daya sejak semalam, aku pikir masih full " Dika merutuki kecerobohan nya yang tidak memperhatikan ponselnya yang kehabisan baterai.


Delia pasti sekarang sedang berusaha menghubungi nya tapi tidak bisa, gadis itu pasti sedang keluar desa sehingga ia bisa menghubungi nya. Dan Dika tidak mewanti-wanti hal itu.


"Misha,, apa Misha bawa ponsel? " tanya Dika


" Nggak Yah,, Misha kalau keluarkan tidak pernah bawa HP " jawab Misha polos, tentu Dika tahu hal itu.


" Aduh,, mati aku... kalau gitu kita pulang sekarang yuk,, takut Mama telfon kamu " ujar Dika terburu-buru. Beruntung mereka sudah sarapan.


Dika lalu pamit kepada Raisha dan juga saudara ipar sahabat nya itu. Tak lupa Dika meninggalkan pesan agar Sahabat nya itu menyempatkan mampir ke rumah nya kapan-kapan atau bila ada waktu.


Dika dengan buru-buru mengendarai sepeda motor menuju ke rumah, ia tak sabar mengisi daya ponselnya atau sekedar menelfon Delia menggunakan ponsel Misha.


Dika begitu rindu mendengar suara Delia, dan ia tak mau kehilangan kesempatan kali ini. Ia berharap Delia masih di luar dan belum kembali ke desa itu.


Sesampainya di rumah, Dika langsung mengambil ponsel Misha di kamar, ia langsung menghubungi Delia. Dika bernafas legah setelah panggilan nya tersambung. Namun sayang Delia tak menjawab. Beberapa kali Dika mencoba namun lagi-lagi Delia tak menjawab.


" Argghh,,kamu ngapain sih Bi " Dika kesal sendiri jadinya.


Dan saat ia ingin menghubungi Delia kembali ponsel Delia ternyata sudah di luar jangkauan. Pupus sudah harapan Dika kali ini. Padahal ia sudah sangat rindu dengan calon istrinya.


Dika beralih ke aplikasi pesan singkat. Ternyata Delia sempat mengirim pesan singkat 30 menit yang lalu.


Misha dimana sayang? Lagi keluar sama Ayah yah? Tadi Mama telfon Ke Ayah, tapi yang angkat orang lain, Ayah lagi ada tamu yah?


Dika menepuk kepalanya. Ia baru sadar jika tadi yang menjawab panggilan Delia adalah Raisha. Dan pasti Raisha belum menjelaskan siapa dirinya sebelum ponsel nya mati. Dan sekarang pasti Delia sedang berpikiran yang macam-macam kepadanya.

__ADS_1


" Astagaaaaa.... pasti Delia salah paham "


-


__ADS_2