Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )

Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )
Sah


__ADS_3

Bunda memijat kepalanya yang terasa pening. Sejak Dika datang menjemput Delia dari kampusnya kemarin malam, pria itu tiba-tiba mengejutkan Bunda dengan ucapannya yang membuat Bunda nyaris jatuh pingsan. Entah mengapa tiada angin tiada hujan, kemarin malam tepatnya saat semua sudah terlelap, tiba-tiba saja Dika datang menyelinap ke kamar Bunda dengan raut wajah nya yang sulit Bunda baca.


Dan yang paling membuat Bunda syok adalah ketika Dika mengutarakan keinginannya untuk menikahi Delia besok pagi, tepat nya hari ini.


" Kamu jangan ngawur yah Dik, kamu pikir nikah segampang itu? kita butuh persiapan matang untuk melaksanannya " kata Bunda sambil melotot malam itu.


" Gampang kok Bund, kan tinggal panggil penghulu saja,, nikah biasa aja dulu, pestanya belakangan " ujar Dika dengan ngotot dan terkesan merayu


" Delia itu anak perawan loh Dik, dia juga gadis baik baik, masa ia kamu nikahin dia dengan cara yang biasa,, pokoknya Bunda nggak setuju ah " balas Bunda


"Kan Dika bilang , pestanya belakangan Bund,, Dika juga pasti buat pesta yang meriah untuk Delia deh " Dika masih memaksa


" Memang kamu kenapa sih,, Tiba-tiba minta kawin besok? jangan bilang kamu sudah apa apa in Delia saat jemput dia tadi " todong Bunda dengan tatapan yang tajam


Dika menghembuskan nafasnya dengan kasarnya dengan kasar, memang dia sangat ingin menikah, tapi bukan berarti dia sebejat itu terhadap anak orang, apa lagi kepada gadis yang sangat ia kasihi.


" Aku nggak sebejat itu Bund " kata Dika


" Terus, kenapa kamu maksa mau nikah besok? " tanya Bunda


" Kan rencananya, memang seperti itu Bunda, setelah Delia pulang dan menyelesaikan KKN nya, kami akan menikah " jawab Dika.


" Iya betul, tapi tidak besok juga Dika,, paling tidak kita harus mempersiapkan segalanya, paling cepat bulan depan lah,, Delia juga belum memiliki gaun " ujar Bunda.


" Gampang itu Bund, butik teman aku punya koleksi banyak dan mewah " kata Dika


" Nggak bisa " tolak Bunda sarkas


" Ayolah Bunda,, nggak kasian apa sama anak bujangmu satu-satunya ini? " Dika terus membujuk


" Bunda lebih kasian sama Delia, masa mau di nikahin secara mendadak tanpa persiapan begitu " ujar Bunda


" Kan resepsianya bisa belakangan Bunda " kata Dika kekeh


" Pokoknya nggak,, udah kamu balik deh ke kamar kamu, Bunda ngantuk nih "


Dika pun kuar dari kamar Bunda dengan raut wajah yang kecewa dan merasa sedih. Namun dalam hatinya ia bertekad penuh bahwa besok ia harus menikahi Delia, entah itu pagi siang atau malam, yang pasti besok gadis itu harus sah jadi istrinya mulai besok.


Dan disini lah Dika, duduk berhadapan dengan penghulu dan beberapa para saksi dan juga para tetangga yang ikut menyaksikan acara ijab qabul dadakan itu.


Rupanya tadi pagi Dika telah mengurus segalanya di bantu oleh Anto asisten setianya. Tidak butuh waktu lama untuk menyiapkan semua berkas yang di perlukan, sebab ada Anto yang bisa di andalkan dalam segala hal. Termasuk dalam melaksanakan pernikahan dadakan ini.


Dan mau-mau tak mau, Bunda harus setuju dengan acara dadakan ini. Meski sempat syok sebab Dika baru memberitahukan nya siang tadi bahwa nanti sore akan ada acara ijab qabul. Dan semua persiapan sudah beres, sisa melangsungkan acaranya saja yang mungkin akan di Laksamana sore hari.

__ADS_1


Dan saat ini Dika sudah begitu siap mengucapkan ijab qabul. Pandangan, Dika tak pernah lepas dan begitu terpukau saat salah satu dari kerabat Bunda membawa Delia menuju tempat dimana Dika akan mengucapkan ikrar pernikahan.


" Ehem, bisa kita mulai acaranya? " tanya pak penghulu


" Bisa " jawab para saksi dan seluruh lerabat serta tetangga yang hadir sore ini.


Tapi rupanya Dika belum sadar dari rasa kagumnya, matanya tak henti menatap Delia yang nampak begitu ayu mengenakan kebaya putih yang duduk manis di sampingnya.


" Nak Dika " panggil Pak penghulu


" Eh, Sah "


Sontak semua yang ada disana tertawa dan ruangan terasa begitu riuh, akibat kekonyolan Dika.


" Ijab qabul dulu Pak, baru sah " ujar Anto yang saat itu menjadi salah satu saksi.


Dika menahan malu sebab ia merasa begitu bodonya tak bisa menahan diri. Ia akhirnya pasrah saja ketika semua orang menertawakan dirinya.


Sementara Delia sama, hanya saja gadis itu lebih memilih untuk menahan tawanya, meski sebenarnya dari tadi tawanya ingin meledak saja.


" Dasar anak bodoh " Bunda mengumpat merasa ikut malu dengan sikap Dika yang tidak fokus.


" Baiklah, kita mulai sekarang, kita jangan membuang waktu sebab calon pria nya sudah tak sabar mensahkan hubungan nya dengan calon istri nya " Pak penghulu ikut bercanda yang membuat suasana kembali riuh.


Dan pada akhirnya para saksi dan semua yang hadir di sana, mengucapkan kata ' Sah ' ketika kalimat sakral itu selesai di ucapkan Dika.


Penantian yang cukup lama akhirnya berbuah manis. Hari ini Dika dan Delia telah resmi menjadi suami istri. Bohong jika Delia tak bahagia, bahkan ia sempat meneteskan air mata haru, sebab Dika telah begitu bekerja keras dalam melakukan acara dadakan ini. Padahal baru kemarin malam Dika mengucapkan bahwa ia ingin menikah besok. Dan sore ini ucapan Om tampannya itu terbukti kan.


Yang paling bahagia di sini adalah Misha, dari tadi ia selalu tersenyum senang, ia juga sangat menantikan hari ini.


" Selamat menajadi Mama Misha " ucap Misha, gadis kecil itu memeluk erat mama barunya dan tak Henti-hentinya memberikan ciuman di wajah Delia


" Selamat menjadi anak Mama juga sayang " balas Delia. Ia juga melakukan hal yang sama. Memberi pelukan dan kecupan kepada gadis kecil itu.


" Ayah, nggak di kasi selamat nih " kata Dika


" Selamat Ayah, jadi suami yang baik yah "Misha berpindah memeluk sang Ayah.


" Iya tuan putri " balas Dika sambil memeluk putrinya dengan sayang


" Selamat jadi menantu Bunda yah sayang " Bunda pun ikut memberi selamat kepada Delia


" Selamat jadi mertua Delia juga Bunda "

__ADS_1


Kedua wanita beda usia itu saling berpelukan.


" Dika nggak di kasi selamat nih Bund? " Dika berucap


" Nggak,, Bunda masih kesel sama kamu " kata Bunda


" Masa sih, tapi Bunda keliatan bahagia tuh " kata Dika


" Dasar anak nakal "


Akhirnya Bunda memeluk anak semata wayangnya, meski sempat kesal sebab Dika mengadakan acara ini tanpa persetujuan darinya, namun harus ia akui bahwa ia begitu bahagia saat ini.


" Selamat yah sayang,, akhirnya kamu menikah juga, Bunda bahagia sekali " ujar Bunda, wanita tua itu sudah menangis


Tak ada kata yang bisa mendeskripsikan kebahagian keluarga Dika saat ini. Semua terlihat jelas bahwa acara ini memang penuh berkah dan hikmat. Meski hanya sedikit orang yang terlibat, namun tetap meriah dan berharga.


" Aku nggak nyangka bisa sampai di titik ini sekrang " ujar Dika.


Saat ini mereka berdua saja, sebab yang lainnya sibuk menikmati hidangan yang telah di sediakan.


" Aku juga nggak nyangka bisa se mendadak ini, padahal baru semalam loh kamu bilang kalau mau nikah, aku kira itu bercanda, ternyata serius " kata Delia


" Apapun yang menyangkut tentang kamu, aku nggak akan bercanda Bi, sebab cinta dan sayang aku itu nyata dan terasa " kalimat Dika sudah membuat pipi Delia merona.


" Makasih yah Hon " kata Delia


" Hem,, makasih juga karena sudah mau mau bersama sampai detik ini " balas Dika


Dika sedikit merapatkan tubuhnya, dan mendekat kepalanya ke telinga Delia.


" Gimana,, nanti malam mau di kamar aku, atau di kamar kamu? "


Mata Delia membulat, bisa-bisanya dalam suasana haru seperti ini, suaminya itu sudah menjurus kemana-mana.


" Jangan aneh-aneh deh Hon, masih siang ini,, dan tamu masih banyak " kata Delia


" Lah, aneh gimana? aku nanya kita tidur nya nanti mau di kamar kamu atau kamar aku, kita kan sudah sah suami istri, pasti udah sekamar dong " balas Dika.


" Memangnya kamu mikirnya apa? " tanya Dika jail, padahal memang maksudnya sudah menjurus kesana.


Sementara Delia sendiri lagi-lagi menahan malu, sebab ketahuan berpikir yang tidak-tidak. Padahal suaminya itu hanya menayangkan perilhal sekamar saja.


Dasar otak mes*m......

__ADS_1


_


__ADS_2