Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )

Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )
Hasrat


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu.


Akhirnya Delia dan para sahabatnya di nyatakan lulus dari Universitas. Tepat hari ini kampus mereka mengadakan hari kelulusan Wisuda bagi pada Mahasiswa semester akhir. Tentu hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan terutama bagi Delia. Meski sempat diliputi rasa sedih, sebab di hari yang bahagia ini ia begitu sangat merindukan kedua orang tuanya. Andai saja Tuhan tak memanggil mereka lebih dulu, maka Delia lah manusia yang paling bahagia hari ini. Namun sekali lagi Delia harus bersabar, sebab semua ynag telah terjadi merupakan takdir yang kuasa. Sehingga ia harus mengikhlaskan yang sudah terjadi.


Beruntung nya sekarang, sebab ia sudah menjadi bagian dari Dika. Sehingga hari ini iapun merasa penuh syukur sebab tak hanya sang Suami yang datang di acara wisudanya melainkan ada Misha dan juga Bunda yang tak mau ketinggalan.


" Selamat yah sayang, akhirnya kamu lulus juga, dan selamat juga buat kalian " kata Bunda kepada Delia dan juga kepada para sahabat Delia.


" Makasih Tante " kata Dinda Devi dan Dewi bersamaan.


" Selamat yah " Dika menyalami sahabat Delia satu per satu. Dan di sambut dengan baik oleh ketiga gadis itu.


" Emmm,, jadi kapan nih Om rencana acara resepsi pernikahan nya? " tanya Dewi


" Iya, kapan Om? kan Delia sudah lulus " ini kata Devi


" Uh, aku udah nggak sabar pengen jadi bridesmaid " Dinda ikut bersuara


Dika tersenyum melihat antusias para sahabat Delia yang begitu menantikan acara pernikahan dirinya dan Delia.


" InsyaAllah dua minggu lagi " jawab Dika


" Apa? Dua minggu lagi? bukannya itu terlalu cepat Hon? kita belum mempersiapkan apa-apa " Delia begitu terkejut sebab memang Dika tak memberitahukannya tentang hal ini.


" Kita juga belum buat gaun bridesmaid " kata Dewi


" Apa masih ada waktu untuk mempersiapkan gaun? dua minggu itu terlalu cepat loh Om " kata Devi


" Kenapa mendadak sih Om? " ini Dewi yang bertanya


Dika lagi-lagi tersenyum melihat tingkah dan respon istri dan para sahabat dari istrinya. Sangat lucu sekali.

__ADS_1


" Kalian tidak perlu menyiapkan gaun, kalian tinggal datang di butik dan designer langganan saya " ucap Dika


" Maksudnya? " Dewi Dindan Devi dan juga Delia bertanya serempak


" Sudah, kalian tenang saja.. Dika sudah mengatur segalanya, dan kalian tinggal terima beres, Dia memang selalu seperti itu.. Bunda saja sampai tidak tahu kalau dia sudah menyiapkan semuanya " ini Bunda yang menjawab. Dia bahkan baru tahu dua hari yang lalu, meski sempat kesal, namun ia tak mampu berbuat apa-apa, toh Dika sudah bekerja dengan baik dan sangat rapi.


" Oh,, syukurlah " ucap ke tiga sahabat Delia.


Malampun tiba.


Saat Delia sudah berbarin di tempat tidur yang sama.


" Sayang, kamu kenapa? aku perhatian sejak tadi kamu melamun? " tanya Dika


Dika kemudian menarik tubuh mungil itu supaya lebih dekat dan merapat ke tubuhnya.


" Hon,, apa kamu sudah memberitahu kan Om Ryan dan Tante Nani mengenai acara resepsi kita? aku takut mereka akan marah, sebab saat ijab kabul saja mereka tidak datang, dan sekarang acara resepsi juga terasa mendadak,, biar bagaimanapun mereka adalah keluarga ku " jelas Delia


" Kamu tenang saja sayang,, mereka sudah ku beritahu jauh sebelum aku merencanakan semuanya,, kamu ingat aku pernah keluar kota selama sehari? " tanya Dika dan mendapat anggukan dari Delia


Delia sedikit menjauhkan tubuhnya dari Dika, ia merasa tak percaya mendengar apa yang di katakan suaminya. Bahkan hal itupun ia tak tahu.


" Kamu ke rumah Om Ryan? " tanya Delia memastikan


" Iya "


" Dan kamu tidak bilang sama aku? " kata Delia merasa tak terima


" Sayang,, bukannya aku tak mau bilang,, aku memang tidak ingin melibatkan kamu dalam persiapan ini, sebab aku tahu kemarin-kemarin kamu pasti sangat sibuk mempersiapkan ujian skripsi kamu,, aku tidak mau kalau sampai tubuh dan otak kamu kelelahan " jelas Om Dika, untuk sesaat Delia merasa terharu, sebab Dika sangat memperhatikan dirinya.


" Tapi kamu jahat banget,, seharusnya kan kamu bisa diskusi sama aku " Delia cemberut

__ADS_1


" Maaf Sayang,, aku cuma tidak ingin kamu kelelahan,, dan Jagan khwatir,, semua aku pastikan sesuai impian kamu " kata Dika


Delia mengerutkan keningnya " Memang nya kamu tahu impian aku apa? " tanya nya


Dika kembali memeluk tubuh mungil itu


" Tahu dong, bahkan hal-hal kecil tentang kamu aku juga tahu " jawab Dika


" Masa sih? " Delia tak percaya


" Hem,, kamu akan tahu pada saat resepsi pernikahan kita " ujar Dika


Entah kenapa setelah menikah Delia merasa selalu dan merasa sangat di cintai. Dika selalu saja membuatnya nyaman, perbuatan manis suaminya itu bahkan membuat Delia jatuh cinta berkali-kali.


Delia lalu menatap lekat-lekat wajah tampan itu. Entah ia baru sadar, ia merasa bahwa suaminya itu sangat lah tampan.


" Aku memang tampan, tidak usah memandangku begitu " kata Dika sambil mencubit gemas hidung Delia


" Hem,, suamiku memang sangat tampan, entah mengapa aku tidak ingin membagi mu dengan orang lain " ujar Delia sambil terkikik geli


" Menggodaku nona? " tanya Dika


" Tidak,, aku jujur Hon " kata Delia, entah mengapa ada sedikit rasa cemburu di hati nya jika membayangkan ada wanita lain yang memandang suaminya.


" Kamu juga begitu cantik,, dan aku sangat beruntung menjadi suami kamu " kata Dika jujur


Dan entah sadar atau tidak, tangan Dika sudah merayap ke mana-mana di balik gaun malam milik Delia.


" Apa kamu tidak lelah Hon? " tanya Delia


" Tidak, jika tentang dirimu aku tidak akan pernah lelah "

__ADS_1


Suara Dika sudah terdengar parau, Dika tak sanggup lagi, ia harus menuntaska hasratnya yang bergejolak sejak tadi.


_


__ADS_2