
Semua orang tengah sibuk mempersiapkan sebuah pesta. Yah, besok adalah hari ulang tahun Misha yang ke 7 tahun.
Dan kali ini Misha ingin sekali merayakan pesta dengan meriah seperti acara ulang tahun teman-temannya.
Di saat yang lain sibuk mengarahkan para pekerja yang bertugas untuk mendekkrasi halaman depan, Delia malah sibuk di dapur membuat kue ulang tahun spesial untuk Misha.
Awalnya Dika hanya ingin memesan kue khusus untuk Putri nya itu, namun Delia mengusulkan untuk kue dan cemilan untuk para tamu nanti dia yang akan membuatnya.
Kali ini ia ingin ambil bagian dihari bahagia untuk Misha,dan ia sudah bertekad akan membuat kue yang beda dan pastinya sangat istimewa untuk Misha nanti.
Misha sendiri memilih untuk di dapur bersama Delia, meski tidak membantu dan hanya banyak bertanya, Delia malah suka dan merasa tak bosan dalam mengerjakan tugasnya.
" Kak, kita undang semua teman-teman Misha terus bagaimana nanti kalau mereka tanya di mana Mama Misha? "
Hal ini pun tidak kepikiran di kepalan Delia. Pertanyaan itu mendadak membuatnya berhenti dari aktifitas mengaduk-aduk adonan kue.
" Lah, kok kakak bisa lupa sama hal itu yah? gimana dong Sha, nggak mungkin kan Kakak bisa membagi diri jadi dua? " ujar Delia
Misha memanyunkan bibirnya. Ia takut jika teman-temannya tahu jika sebenarnya ia tak punya Mama, maka ia kembali akan di bully dan akan di jauhi.
" Terus gimana dong Kak? "
Delia tak tega melihat Misha yang mendadak sedih. Ia tiba-tiba terpikir sebuah ide.
" Sudah sayang, jangan dipikirkan, Kakak yakin teman kamu nggak akan tahu jika kamu nggak punya Mama " kata Delia menenangkan
" Bagaimana caranya Kak? Kakak nggak mungkin kan menyamar jadi dua orang, sementara Kakak sendiri sudah pernah ketemu sama teman-teman Misha baik sebagai Mama atau sebagai Kakak " ujar Misha
" Kakak tahu sayang, tapi semua kan ada solusinya " Delia mengusap kepala Misha dengan sayang.
" Caranya? " tanya Misha penasaran
" Ada deh, besok kamu pasti tahu " Delia lagi-lagi tak ingin memberi tahu kan kepada Misha tentang apa yang ia rencanakan.
" Ah, Kakak Misha penasaran tahu " Misha merengek
" Kejutan dong sayang " kata Delia
" Tapi Kak -"
" Ssstttt... kamu percaya kan sama Kakak Sha? "
Misha mengangguk mantap, sudah pasti orang yang ia sangat percaya setelah Ayah Dika ada Delia. Jadi ia memilih untuk mengikuti saja apa yang di katakan okeh Kakak cantik nya itu.
Malam pun tiba... segala persiapan telah rampung. Semua orang sudah kembali beristirahat. Termasuk Delia, ia juga begitu lelah setelah seharian penuh berkutat di dapur untuk membuat kue dan bebraneka cemilan.
Saat ini sudah membersihkan diri, dan bersiap untuk tidur. Ia tiba-tiba ingat percakapannya dengan Misha di dapur tadi siang.
" Yah ampun untung aku ingat, hampir saja keburu tudur "
Delia bangun dari tempat tidurnya. Ia berniat menemui Om Dika di kamarnya.
__ADS_1
" Semoga Om Dik belum tidur " gumamnya
Sementara Dika sedang tidak berada di kamarnya. Pria itu sedang berada di ruang kerjanya.
Namun saat ia telah selesai dengan beberapa tumpukan berkas di atas mejanya. Ia berniat je dapur mengambil air minum setelah itu kembali ke kamarnya. Namun saat ia keluar dari ruang kerjanya, ia melihat Delia yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya sambil mengetuk lintu.
" Ada perlu apa Delia ke kamar ku jam begini? "
Tanpa pikir panjang Dika bergegas menghampiri Delia.
" Kamu belum tidur? "
Terlihat gadis itu kaget saat Tiba-tiba Dika berbicara di belakanganya.
" Eh, Om Dika, kirain Om di kamar " kata Delia, ia mendadak gugup
" Ada yang perlu kamu bicarakan? " tanya Dika
" Ada Om, dan ini penting, Om ada waktu? "
" Ada, yuk ke ruang keluarga saja bicara "
Delia mengekor di belakang Dika.
Saat kedua nya telah duduk di kursi yang berbeda. Dika mulai menunggu apa yang sebenarnya ingin diutarakan oleh Delia
" Ada apa? " tanyanya
" Begini Om, Delia harap Om jangan tersinggung dan sebelum nya Delia minta maaf " kata Demia, baru kali ini ia ingin mengutarakan sesuatu di sertai dengan rasa takut. Takut jika Om Dika tersinggung dan akan menolak.
" Begini Om, sekali lagi Maaf banget.... Emmm Begini " Mendadak Delia susah untuk berucap, padahal apa yang ingin ia sampai kan ke Om Dika tadi sudah ia susun rapi di kepalanya.
" Jangan sungkan Delia, Om nggak akan marah atau tersinggung kok " Dika sepertinya tahu jika saat ini Delia sedang takut. Dan ia memilih bahasa yang lembut agar Delia mau mengutarakan maksud dan tujuannya.
" Om, Besok Delia akan berubah jadi Mamanya Misha " cicit Delia, suaranya terdengar begitu pelan, namun masih bisa di dengar dengan jelas oleh Dika.
" Maksudnya gimana Del? " Meski ia mendengar dengan jelas, namun ternyata Dika sulit menerja maksud dari ucapan Delia barusan
Delia menarik nafas dalam-dalam, ia harus mengumpulkan tenaga serta keberanian untuk menjelaskan segalanya.
" Besok, saat acara ulang tahun Misha Aku ingin menjadi Mama bagi Misha Om,,, Hufttt... seperti yang kita ketahui bahwa dulu Misha sering di bully karena tak punya Mama, dan oleh karena itu aku pura-pura menjadi Mama nya Misha di hadapan teman-temannya. Dan besok kan kita mengundang semua teman sekolah Misha, dan pastinya mereka akan bertanya tentang Mama Misha "
Delia berhenti sejenak, ia kembali mengambil satu tarikan nafas panjang
" Aku cuma nggak mau Misha kembali di bully Om, jadi aku rasa ide ini cukup melindungi Misha dari teman-temannya yang mungkin sangat bandel itu " sambung nya lagi
Dika paham, ia bisa merasakan kekhawatiran Delia. Dan sebagai Ayah, tentu ia tak ingin hal buruk seperti bully terjadi pada putri kesayangannya.
" Om sih nggak apa- apa Delia, tapi apa kamu yakin bisa melakukan itu? " tanya Dika
Delia mengangguk mantap. Tentunya ia sangat bisa melakukan nya, toh, ia sudah beberapa kali berakting di hadapan anak-anak kecil itu.
__ADS_1
" Aku Yakin Om " katanya
" Baiklah, Om sendiri tidak masalah, lakukan yang terbaik menurut kamu " kata Dika
" Tapi... " Delia menunduk di part lidah kembali keluh, bahkan lebih kaku dari pertama tadi.
" Tapi apa? ada masalah lain? " tanya Dika
" Tapi, itu artinya Om Dika juga harus ikut beranting besok " kata Delia ragu
Dika malah bingung, kenapa ia harus ikut beranting?
" Kenapa? " tanya nya
" Om Dika kan Ayah nya Misha, dan jika besok aku berperan sebagai Mama bagi Misha, itu artinya aku adalah istri bagi Om besok "
Dika membulat kan matanya, sungguh ia tak memikirkan hal itu.
" Paling tidak, Om jangan sebut nama aku di depan para tamu " lanjut Delia
" Jadi Om harus memanggil kamu apa? " tanya Dika
Delia nampak berpikir sejenak...
" Emm, dulu Ayah sama Ibu kalau pergi ke acara-acara keluarga, aku sering dengar Ayah manggil Mama ke Ibu, dan Ibu manggil Papa ke Ayah, atau mereka saling memanggil sayang " jawab Delia polos, ia tak sadar jawabannya itu membuat sang Dika terkejut.
Bagaimana bisa Dika memanggil Delia dengan sebutan sayang atau Mamah di hadapan semua orang besok, padahal selama ini pengalaman nya terhadap wanita tidak ada. Dan bagaimana pula ia harus bersikap sebagai lelaki yang beristri?
Kini Dika sendiri nampak berpikir dan kalut.
" Memangnya Om juga wajib berakting yah? " tanya Dika
" Wajib dong Om, ini untuk kebaikan kita bersama terutama bagi Misha, Om nggak mau kan kalau Misha di jauhi teman-temannya? "
Dika membenarkan ucapan Delia, bagi seorang Ayah ia tentunya ingin semua yang terbaik untuk anaknya.
" Baiklah, Om akan coba " kata Dika pasrah
Delia bernafas legah, bersyukur sebab Om Dika mau di ajak bekerja sama.
" Pokoknya Om harus maksimal salam berakting, dan jangan sampai keceplosan, nggak lama kok Om, nggak sampai sehari kok " ujar Delia. Entah mengapa saat ini ia merasa lucu dengan tampang Om Dika yang seperti tertekan
" Iya Delia... " kata Dika pasrah
Setelah semua Deal dan rencana Delia tinggal di jalankan besok. Akhirnya gadis itu kembali ke kamarnya.
Berbeda dengan Dika, selepas kepergian Delia, ia memilih untuk duduk sejenak, memikirkan apa yang akan terjadi besok. Sepertinya ini sangat berat, namun ia harus mencoba.
" Jadi besok aku punya istri? Semoga aku bisa melakukan akting yang maksimal,,, hufftttt "
_
__ADS_1
Selamat berjuang Om Dik😄
Tolong likenya dan komentar nya teman-teman☺