
Dika tidak tahu harus berbuat apa lagi, ia benar-benar merutuki kebodohannya sebab tidak memperhatikan ponselnya sejak kemarin-kemarin. Itu juga karena Delia sangat susah ia hubungi selama calon istrinya itu menjalani masa KKN. Sebenarnya Dika memiliki dua ponsel namun ia tak pernah memegang ponsel itu sebab ponsel yang satu itu hanya untuk keperluan kerja, dan ponsel yang Dika selalu bawa kemana-mana ialah ponsel pribadinya yang saat ini sedang kehabisan daya.
" Aku yakin Delia pasti sedang berpikiran macam-macam " gumam Dika. ia tak pernah berpindah dari duduknya sambil melihat ponselnya yang sedang terhubung dengan kabel pengisi daya.
" Lagian, kenapa Raisha pake angkat telfon segala sih " Dika kemudian kesal sendiri, bukan hanya pada sahabatnya, tapi juga pada dirinya sendiri. Bukankah memang antara dirinya dan sahabatnya itu tak ada rahasia, dan meski mereka sudah tak pernah lagi bertemu untuk waktu yang lama, faktanya Dika ataupun sahabatnya tetap sama. Tidak ada batasan dalam privasi apa lagi jika tentang isi telpon genggam.
" Apa aku datang ke tempat Delia saja yah untuk menjelaskan? " Dika pun akhirnya memiliki ide yang terbilang konyol.
Sibuk berbicara dengan dirinya sendiri, Tiba-tiba Dika mendengar suara Bunda yang baru saja datang. Dika buru-buru menghampiri wanita yang telah melahirkannya itu.
" Bunda sudah pulang? " Dika berbasa-basi
" Hem,, Bunda kepikiran kamu sama Misha terus jadi Bunda putuskan untuk pulang hari ini deh " kata Bunda
Bunda memperhatikan wajah putra semata wayang nya yang terlihat begitu lesu. Bagi seorang Ibu pasti ia sangat peka terhadap perasaan anaknya, meski anak itu tak mengatakan apapun.
" Ada apa,? kelihatan nya kamu lemes banget " tanya Bunda
" Nggak ada apa-apa Bunda " sangkal Dika
Bunda tersenyum lalu menarik Dika untuk duduk di kursi sofa.
" Kamu itu anak Bunda, seumur hidupmu kamu hanya dekat dengan Bunda,, jadi Bunda tahu kapan kamu sedang senang atau sedih " ujar Bunda.
Tentunya Dika memahami hal itu, sebab memang seumur hidup nya selama ini, seseorang yang tak pernah bisa ia bohongi ada wanita yang telah melahirkan nya itu. Sekalipun ia mencoba menyembunyikan perasaan nya, tetap saja Bunda nya akan tahu tanpa harus ia jelaskan. Kadang Dika sendiri merasa bingung, apakah Bunda nya itu adalah seorang cenayang?
" Apa terjadi sesuatu? apakah ini tentang Delia? " tebak Bunda. Dika mengangguk lesu. Ia lalu menceritakan kejadian saat ia dan Misha keluar sekedar jalan-jalan pagi dan tanpa sengaja bertemu dengan Raisha sahabat lamanya. Hingga pada saat Delia menghubungi nya namun ia sedang ke toilet dan Raisha lah yang menjawab ponsel nya.
" Aku takut Bunda, Delia pasti sedang salah paham " kata Dika
" Delia itu gadis yang dewasa, Bunda yakin Delia tidak akan berpikiran macam-macam dengan mu. Sekalipun ia sebenarnya ragu, tapi Bunda sangat percaya bahwa sesungguhnya Delia masih ingin mendengar penjelasan kamu, namun sayang ia terhalang jaringan " jelas Bunda.
__ADS_1
" Aku tidak mau kalau sampai Delia berpikir kalau aku menghianati nya Bunda " Dika terlihat begitu Khawatir
" Lalu kamu mau apa? " tanya Bunda
Dika terdiam sejenaksejenak " Apa aku harus menyusulnya kesana dan menjelaskan yang sebenarnya terjadi? " katanya
" Bunda sih tidak akan melarang kamu Nak, tapi perjalanan kesana itu sangat jauh, Bunda hanya khawatir kamu kenapa kenapa di jalan " ujar Bunda,
" Tapi Bunda,, Dika yakin kalau -"
" Ayah,, ada telfon " Tiba-tiba Misha berteriak dari kamarnya.
" Dari siapa sayang? " tanya Dika
" Nggak tahu Yah,, nomornya baru " jawab Misha
" Nomor baru " Dika bergumam, tak mau banyak pikir Dika langsung menuju kamar Misha
Tanpa pikir panjang Dika menjawab panggilan itu.
" Halo "
" Halo, ini aku "
" Delia " wajah Dika berubah ceria, ternyata ia sangat hapal suara calon istrinya
" Iya Hon, ini aku "
" Astaga Sayang,, aku cemas dan frustasi menghubungi kamu sejak tadi,, maaf yah karena tadi aku tidak sempat menjawab telfon kamu " Dika menjelaskan penuh penyesalan
" Iya, justru itu yang aku ingin tanyakan sama kamu,, wanita yang menjawab telfon ku tadi siapa? " rupanya Delia langsung pada intinya
__ADS_1
" Ah itu, dia adalah sahabat ku namanya Raisha, kami tadi tidak sengaja bertemu di kedai, aku dan Misha tadi sedang ber jalan-jalan dan ingin sarapan "
Dika memjelaskan kronologi yang sebenarnya tanpa ada yang ia kurangi dan lebihkan. Dika juga menjelaskan bahwa Raisha itu sudah menikah, dan mereka tidak hanya bertemu berdua melainkan ada Ipar Raisha dan juga anaknya.
" Maaf kan aku Bi sudah membuat kamu cemas, pasti kamu sudah berpikiran macam-macam kan tadi? " tebak Dika
Terdengar helaan nafas panjang dari seberang sana, menandakan bahwa Delia mungkin saat ini sudah merasa legah sebab pertanyaannya terjawab sudah.
" Sejujurnya aku sedikit mencurigai mu Hon, tapi aku tidak ingin mengikuti firasat burukku,,, bagaimanapun aku percaya kepadamu " kata Delia.
Dika akhirnya bernafas legah. Ia bahkan menceritakan bagaimana rindunya ia dalam satu bulan ini. Delia juga sama, calon istrinya itu pun tak malu-malu mengakui bahwa ia juga merasakan hal yang sama.
" Jaga diri kamu baik-baik Bi,, aku tidak akan bisa kalau sampai kamu kenapa-kenapa di sana " ujar Dika
" Iya Hon,, kamu juga yah, makan dengan baik dan jangan telat sarapan makan siang dan malam, sampai kan juga ini pada Misha,, aku tidak mau saat aku pulang nanti, kamu atau Misha terlihat kurus " kata Delia, hal yang selalu Delia katakan jika sedang bertukar suara dengan Dika atau Misha, tak jauh jauh dari soal makan yang teratur.
" Dan sampaikan salam rindu ku untuk Bunda, ingatkan Bunda agar selalu meminum vitamin nya sebelum tidur " sambung Delia lagi. Gadis itu menjadi sangat cerewet sekali jika sedang tidak ada di rumah. Namun itulah yang membuat Dika samakin jatuh cinta kepada calon istrinya itu.
" Iya Sayang,, jangan khawatir, aku akan selalu mengingat pesan kamu " balas Dika
" Tapi ngomong-ngomong ini nomor siapa sayang, ?sepertinya bukan nomor HP" tanya Dika
" Oh, ini nomor wartel Sayang, aku sekarang di luar karena ada keperluan, aku lihat ada wartel di sini, lumayan jauh sih dari tempat aku KKN, makannya itu aku langsung menelfon kamu " jelas Delia
Dika merasa tambah jatuh cinta lagi, bahkan setelah ia membuat gadis itu cemas pun, Delia masih memikirkan untuk menghubunginya kembali. Benar apa yang dikatakan Bunda, Delia ini adalah gadis yang sempurna.
Sungguh Dika akan selalu di buat jatuh cinta berkali-kali oleh calon istri nya ini.
" Aku sayang sama kamu Bi,, sayaaaang sekali, cepatlah kembali, agar aku bisa menghalalkan mu secepatnya " kata Dika tulus, bahkan saat ini rasanya ia ingin sekali memeluk gadis yang sedang jauh disana.
" Dua bulan lagi Hon,, dan waktu itu akan segera berlalu, aku pun sangat merindukanmu "
__ADS_1
_