
Tiba masa liburan.
Misha lah yang paling bahagia saat ini. Sebab untuk sekian lamanya ia akan berlibur keluar kota. Sejak tadi gadis kecil itu bersenandung ria sambil memeluk boneka beruang kesayangan nya.
Dika juga sangat bahagia melihat putri kecilnya bahagia, baginya kebahagiaan Misha adalah hal yang paling utama, dan beruntung hari ini ia bisa mewujudkan keinginan Misha, sebab ia sudah menyelesaikan pekerjaan nya dan mengosongkan waktunya untuk beberapa hari selama liburan sekolah.
Dika nampak sibuk memasukkan barang-barang yang akan mereka bawa selama liburan kedalam bagasi mobil. Sementara Misha sudah menunggu di kursi penumpang sejak tadi, dimana ada Eyang yang selalu memberinya nasehat yang sama sejak tadi. Wanita paruh baya itu sayangnya tak bisa ikut, sebab ia harus menghadiri beberapa pengajian di kompleks.
" Ingat Yah, Misha harus nurut apa kata Ayah selama di sana, jangan bandel dan _ "
" makan dan tidur tepat waktu" Misha melanjutkan ucapan sang Eyang. Sepertinya gadis kecil itu sudah hapal dialog Eyangnya di luar kepala.
Bunda Dika malah tertawa.
" Uh, cucu Eyang memang pinter " pujinya
" Sudah 100 kali Eyang ngomong gitu, jadi Misha hapal " balas Misha.
Dika kemudian berpamitan kepada sang Bunda sambil mencium tangan wanita yang telah melahirkannya itu dengan sayang.
" Hati-hati yah Nak, jangan ngebut, kabarin Bunda kalau sudah sampai " kata Bunda
" Iya Bunda,, Bunda juga jaga diri yah, kabari Dika klw ada apa " kata Dika, sebetulnya ia sangat ingin membawa sang Bunda berlibur, namun wanita itu tak mau meninggalkan kegiatan pengajian nya yang memang sudah selama ini wanita itu jalani. Dan Dika juga tidak bisa memaksa .
" Titip salam sama Delia yah " Dika mengacungkan jempol sebagai tanda ia akan menyampaikan amanat sang Bunda.
Dika sudah duduk di kursi kemudi. Sebelum mengawali perjalanan, ia mendengarkan Misha membaca do'a berkendara sebelum berangkat. Yah, Dika memang mendidik putrinya sebaik itu.
" Oke.. siap tuan putri ? " tanya Dika
" Siap Baginda Raja " balas Misha.
Mobil mereka pun meninggalkan halaman rumah. Dengan hati riang dan gembira. Misha sangat tak sabar ingin segera sampai ke tempat tujuan.
Sementara Delia, gadis cantik sedang sibuk di dapur bersama Tante Nani. Mereka sedang membuat soto daging dan juga beberapa jenis kue untuk menyatakan Om Dika.
Sejak mendapat kabar dari Om Dika bahwa ia akan liburan ke kotanya, Tante Nani dan Om Rian sangat antusias menyambut. Bahkan keluarga itu juga akan ikut serta dalam liburan yang pasti akan menyenangkan kali ini.
" Sudah dapat kabar dari Om Dika Del ? " tanya Tante Nani
" Sudah Tante, tadi dia telfon katanya sudah berangkat dari 15 menit yang lalu " jawab Delia.
Tante Nani mengangguk lalu melanjutkan aktivitas memasaknya.
Ryo yang baru saja datang duduk di meja, lalu mencicipi kue kue yang sudah jadi. Sesekali ia berkomentar bahwa ada yang kurang pada kue itu. Kebiasaan anak itu memang suka jail, meski rasanya sudah sempurna tetap saja ada yang kurang baginya. Tentu komentar nya itu tidak benar, sebab ia hanya ingin membuat Delia kesal.
Namun, sayang kali ini Delia tak memperdulikan komentar Ryo, sebab ia lebih sibuk mencampur bahan-bahan kue di dalam loyang.
Hal itu membuat Ryo kehilangan akal.
" Ciee, yang lagi sibuk, sebab mau menyambut Om Om " Nah, kali ini Delia menatap Ryo dengan kesal. Sebab kata Om Om rasanya sangat menggelitik di telinga nya .
__ADS_1
" Bukan Om Om kak Ryo, tapi Om Dika " Delia meralat
" Sama aja,, kan dia memang Om Om kan ? " Ryo tak mau kalah, ia malah senang sebab sudah melihat kekesalan Delia
" Enak aja, itu kesannya aku kayak suka sama Om Om, yang benar tuh, Om Dika " balas Delia
Ryo malah semakin tertawa
" Om Dika itu nggak seperti Om Om pada umumnya yah Kak, malah dia seperti anak muda yang masih kuliah tuh " Delia menambahkan.
Ryo memang pernah bertemu Om Dika saat orang tua Delia meninggal, tapi tak begitu memperhatikan, sebab ia saat itu juga sedang sibuk. Sehingga di pikirannya Om Dika itu adalah Om yang pasti seperti Ayahnya .
" Masa ? " Ryo meragukan
" Iya lah, liat nanti deh kalau nggak percaya " kata Delia .
Tante Nani yang mendengar perdebatan
mereka hanya geleng-geleng kepala, selalu saja mereka seperti itu jika bertemu. Tapi jika tak bertemu pasti saling mencari.
*
Beberapa jam berlalu. Akhirnya Dika sudah sampai.
Delia dan Tante Nani menyambut kedatangan Dika.
" Loh, cuma sendiri ? " tanya Om Rian
" Terus, Misha nya mana Om ? " ini Delia yang bertanya
" Ada di mobil, Dia lagi tidur " jawab Dika.
" Biar Delia yang bangunin yah Om " pinta Delia dan di angguki oleh Dika
Delia dengan riang membuka pintu mobil dan melihat ada gadis kecil yang sangat cantik sedang tertidur lelap. Melihat betapa lelapnya Misha tertidur, Delia merasa tak tega membangunkannya. Ia lalu berinisiatif untuk menggendong nya.
" Biar Om yang gendong, dia berat, kamu nggak akan kuat " Dika datang dengan dialog ala Dilan yang membuat Delia melongo, sebab ia langsung mengingat film romantis itu.
" Ayo minggir Dulu Del, Om mau angkat Misha "
" Eh, iya "
Delia seperti kehilangan keseimbangan otak untuk berpikir, sebenarnya kenapa ia mendadak canggung. Padahal ia sudah merasa akrab dengan Om Dika.
_
"Gimana soal liburannya, udah ada tempat yang recommended? " tanya Dika
Saat ini ia beserta keluarga Om Rian sedang makan siang.
" Sudah Om, aku pilih tempat yang ada villa nya, sesi permintaan Om Dika " balas Delia.
__ADS_1
Dika tersenyum dan mengangguk. Memang ia meminta Delia untuk mencari tempat liburan yang nyaman, dan untuk masalah biaya selama liburan, tentu nya sudah di tanggung oleh Dika.
" Ayah "
Suara anak kecil yang terdengar begitu parau. Anak kecil itu rupanya baru bangun dari tidur nya . Semua yang ada di meja makan mengalihkan pandangan ke arah gadis kecil yang sibuk mengucek matanya.
Delia dengan sigap menghampiri Misha
" Hai, Misha " sapa Delia ramah
" Kakak Siapa, ini dimana ? " tanya Misha
" Kenalin, nama Kakak, Delia, dan ini di rumah Tante Nani, Dan semua orang ada di meja makan, termasuk ayah Misha " Delia menjelaskan
Delia menarik tangan mungil Misha, dan gadis kecil itu tidak menolak. Seketika Misha berbinar sebab rupanya ada banyak orang di meja makan termasuk ada anak kecil sepertinya meski anak itu terlihat lebih tua darinya .
" Misha sini sayang " Tante Nani memanggil nya ramah.
Misha duduk di samping Delia, dan Delia dengan telaten mengambilkan makanan untuk Misha.
Dika yang melihat itu merasa bahagia, sebab ia bisa merasakan betapa bahagia nya Misha sekarang. Terlihat jelas karena Misha tak henti-hentinya tersenyum.
Dan seperti nya. Delia akan menjadi teman yang baik untuk Misha ketika gadis itu tinggal bersama nya nanti .
" Ayah, kita liburan di rumah ini ? "
Kini mereka telah bertolak di halaman belakang menikmati beberapa makanan ringan dan juga kue buatan Delia dan Tante Nani.
" Iya Sayang, kamu suka ? " balas Dika
" Suka, Misha suka banget, apa lagi banyak kakak Kakak Misha di sini " ujar Gadis kecil itu bahagia. Yah, ia sudah sangat akrab dengan anak-anak Tante Nani. Dan seperti nya anak- Tante Nani juga sangat menyukai Misha.
" Besok baru kita berangkat ke tempat liburan yang sebenarnya yah, hari ini Misha sama Ayah nginap dulu di sini " kata Om Rian
" Wah, kita semua mau liburan Yah,? " ini kata anak Bungsu Tante Nani dan Om Rian.
" Iya sayang " jawab Om Rian.
Dan semua anak anak bersorak girang. Termasuk Delia, gadis itu sesekali melirik Dika, lelaki yang di percaya oleh Almarhum Ayahnya untuk menjaga dirinya. Ia dapat melihat dan menilai bahwa Dika adalah tipikal orang tua yang sangat penyayang.
Dan itu membuatnya semakin yakin bahwa keputusan untuk tinggal bersama Duda tampan itu adalah keputusan yang baik untuk masa depannya.
Sementara Dika secara tidak sengaja menatap mata Delia yang memang sedang menatapnya. Dika hanya tersenyum tak merasakan apapun. baginya tatapan Delia itu hanya biasa yang sering ia dapat dari gadis manapun.
Dika tersenyum, dan terlihat Delia seperti salah tingkah.
Seperti nya liburan kali ini akan lebih menyenangkan.
_
jangan lupa tinggalkan jejak yah gess...
__ADS_1