Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )

Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )
Misha


__ADS_3

Di sisi bumi yang lain.


Seseorang dengan wajah yang sangat lelah memaksakan diri untuk tetap terjaga. Sudah dua malam ia seperti itu. Wajahnya yang kuyu tak terurus bahkan penampilannya sangat berantakan lengkap dengan rasa kekhawatiran yang besar di sorot matanya.


Dika termenung memandang wajah pucat gadis kecil yang sedang tertidur di atas tempat tidur. Yah, terhitung dua hari, gadis kecil yang periang itu sedang sakit. Entahlah, mungkin cuaca sedang tidak baik, atau gadis kecil itu sedang kelelahan yang jelas Misha mendadak lemas dan suhu badannya naik.


Bunda masuk ke kamar, raut wajahnya pun sama khawatir nya. Bahkan wanita tua itu terlihat sangat pucat.


'' Bagaimana keadaan Misha Dik? "" tanya Bunda


"" Masih demam Bund "" jawab Dika lesu


Bunda menarik nafasnya dalam-dalam.


"" Kita bawa ke rumah sakit saja yah Dik, takutnya makin parah, padahal Misha tak pernah seperti ini loh ""


Memang benar, Misha termasuk salah satu anak yang kuat secara fisik dan mental. Bahkan selelah apapun anak itu, ia tak akan pernah merasa letih apa lagi sampai sakit. Dan ini untuk pertama kali nya Misha sakit lebih dari sehari.


'' Iya Bund, aku juga mikir nya gitu. kalau begitu kita bawa Misha ke rumah sakit nya sekarang saja""


"" Oke, kamu siapkan mobil, biar Bunda yang siapkan keperluan Misha ""


Dika mengangguk mengerti dan segera melaksanakan perintah Bunda.


Sesampainya dirumah sakit.


Setelah menjalani beberapa pemeriksaan dari dokter, akhirnya Misha di anjurkan untuk opname. Dari hasil tes yang dilakukan, Misha terkena gejala tipus.


Dika terheran lebih tepatnya shok, sebab ia tak menyangka anak gadis nya bisa sakit seperti sekarang.


"" sayang maafin ayah karena tidak memperhatikan kamu ""


Dika mencium punggung tangan gadis mungilnya.


Misha yang yang sedari tadi lemah di atas pembaringan, memaksakan diri untuk tersenyum. Bagaimana pun ia tak mau melihat Ayah nya sedih karena dirinya.


"" Ayah, Misha nggak apa-apa kok, Ini juga bukan salah Ayah, Misha saja yang kadang lupa waktu jika main. Bahkan suka ketiduran di lantai kalau lagi kerjain tugas sekolah, Maafin Misha karena sudah bikin Ayah dan Eyang sedih ""


Perkataan Misha malah semakin membuat Dika sedih, bahkan disaat lemahpun gadis kecilnya masih mencoba untuk terlihat baik-baik saja.


"" Sayang.... Kamu yang istrahat yah... Kamu sakit ini bukan salah siapa-siapa kok., terkadang Tuhan memberikan kita sakit hanya untuk menguji kesabaran kita, dan seberapa besar kita sanggup menjalani nya "" Eyang berkata bijak


"" Dan Eyang yakin, kamu pasti kuat dan bisa sembuh dengan cepat "" Bunda Memaksakan senyumnya. Bagaimanapun ia tak boleh ikut sedih, di antara mereka harus ada yang tegar.


"" Iya,, Misha kuat dan Misha pasti akan cepat sembuh "" kata gadis kecil itu semangat meski terdengat sangat lesu

__ADS_1


Dika tersenyum. Ia menciun puncak kepala anak semata wayang nya dengan sayang. Iapun harus memberi semangat pada gadis nya.


"" Yasudah, sekarang kamu istirahat yah, beberapa jam lagi suster akan datang membawakan kamu makanan, atau Misha mau makan sesuatu? nanti Ayah carikan ""


Sebenarnya Misha ingin sekali makan sup daging buatan Delia, tapi sayang Kakak kesayangan nya itu sedang pulang kampung. Dan terpaksa ia harus memendam keinginan itu.


"" Tidak usah Ayah, Misha makan makanan rumah sakit saja "" tolak nya


"" Anak pintar ""


*


Delia sejak kemarin merasa gelisah. Bahkan saat pergi berjalan-jalan di mall bersama Ryo dan kedua adiknya ia merasa tidak tenang.


Pikirannya sedang berada di tempat lain.


Namun ia sendiri tak tahu apa yang membuatnya sangat resah seperti sekarang.


Ada apa yah? kenapa aku merasa deg degan sejak tadi?


"" Kak Delia ""


ini yang ketiga kalinya putri adik bungsu dari Ryo memanggilnya


"" kamu dari tadi melamun, ada apa? ada maslah? "" tanya Ryo


"" Ah, tidak Kak.. Aku baik-baik saja "" balas Delia bohong


"" Kakak mau makan apa? kita semua sudah pesan "" kata putri


"" Samain saja sama kalian "" kata Delia


Semua makan dalam hening. Bahkan Delia sama sekali tak menikmati makanannya. Entah mengapa semua terasa hambar di tenggorokan nya.


Dari kemarin aku gelisah, sebenarnya ada apa yang?


Selesai makan Ryo Delia dan kedua adiknya memutuskan untuk pulang.


Dan dalam perjalanan pun Delia hanya diam. Bisanya ia akan banyak bicara dan menanyakan apapun kepada dia anak kecil yaitu adik-adik Ryo.


Tapi sekarang Delia seperti kehilangan selera untuk bersuara, dan Ryo menyadari hal itu.


"" Dari tadi kamu melamun loh Dek, nggak mungkin nggak ada apa-apa "" tebak Ryo


"" Emmm emang nggak ada apa-apa kok Kak "" Delia berkata sedikit gugup

__ADS_1


'' Kamu itu nggak bisa bohong Delia ""


Dan benar, di hadapan pria tampan yang selalu menemani nya di saat kecil duku, Delia tak akan mampu berpura-pura baik-baik saja. Bahkan saat ia memilih untuk tidak bicara sekalipun Ryo pasti sudah tahu jika ia sedang ada sesuatu.


"" Ada apa Hem? "" tanya nya lagi


"" Aku nggak tahu Kak, tapi sejak kemarin perasaan aku gelisah, aku kepikiran orang rumah "" kata Delia


"" Maksud kamu, orang rumah yang mana? ""


"" Ituloh Ayah angkat aku, Bunda dan juga Misha ""


"" Kamu sudah telfon mereka? ""


"" Tadi pagi aku telfon berkali-kali tapi nggak ada yang angkat, telfon rumah juga nggak di respon ,, bahkan sejak kemarin aku belum bertukar kabar dengan Misha ""


Delia berucap penuh dengan kekhawatiran.


"" Terus siang tadi kamu sudah coba menghubungi lagi? ""


"" Malah sejak siang salah satu pun tidak ada yang aktif nomornya Kak,, aku jadi khawatir nih ""


"" Kamu yang tenang, mungkin mereka lagi keluar dan lupa membawa pinsel, atau ada acara keluarga ""


"" Tapi, masa ketiga nya nggak ada yang bisa di hubungi Kak "" Misha mendadak takut


"" Mereka pasti baik-baik saja Delia, kamu pikirkan yang baik-baik juga dong, biar hatimu tenang """


"" Iya... Mereka pasti baik-baik saja.. Mereka mungkin sedang di luar ""


Delia mencoba untuk menenangkan hatinya. Ia ingin berpikir yang baik-baik saja seperti apa yang dikatakan oleh Ryo.


"" Nanti setelah sampai rumah, kamu coba hubungi lagi, mana tau sudah ada jawaban "" kata Ryo


"" Iya Kak ""


Sebenarnya sebesar apapun cara Delia mensugestikan pikiran nya bahwa semua yang ia khawatir kan tidak akan pernah terjadi, faktanya hati dan pikiran nya tetap merasa cemas.


Fokusnya saat ini berada pada Misha, gadis kecil yang setiap hari setiap jam akan selalu mengabarinya dan merayakan banyak hal. Namun sejak kemarin gadis kecil itu tak pernah mengganggu Delia lagi dengan berbagi telfon VC dan chatnya.


Misha,,, semoga kamu baik-baik saja sayang...


-


Silahkan berkomentar dan berikan like yah.. agar Author tetap semangat dalam mengembangkan karyanya..

__ADS_1


__ADS_2