Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )

Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )
My Suami


__ADS_3

Delia kembali beraktivitas seperti biasanya. Sebagai mahasiswa semester akhir, yang lumayan sibuk menyusun proposal akhir-akhir ini. Namun ada yang berbeda, sebab sejak seminggu yang lalu ia sudah bukan gadis lagi, melainkan wanita yang sudah bersuami.


Tapi maski sudah menjadi seorang istri, Delia merasa hari-harinya sama seperti kemarin saat ia masih gadis, tidak ada hal yang membuat nya kerepotan mwngurus suami atau anak. Mungkin karena dulu memang ia sudah melakukannya, seperti menyiapkan pakaian Misha dan sarapannya plus menyiapkan keperluan ayahnya. Bedanya sekarang Delia tidak tidur sendiri lagi, sejak kemarin Dika memutuskan agar Delia pindah dan menetepa di kamarnya saja.


" Sayang aku berangkat yah " Dika pamit setelah menyelesaikan sarapannya, tak lupa ia memberikan kecupan singkat di kepala Delia, hal yang rutin Dika lakukan selama menjadi seorang suami.


" Iya Sayang, hati-hati yah " kata Delia


" Aku juga berangkat Ma " Misha juga pamit kepada Delia


" Iya Sayangku, bekalnya jangan lupa makan yah " kata Delia, mencium gemas putri nya itu.


" Pasti dong Ma " balas Misha


" Kabarin aku kalau kamu sudah sampai ke kampus " Dika memberi pesan. Entah ini yang ke berapa kalinya Dika mengatakan kalimat yang sama.


" Iya Suamiku "


Akhirnya Delia tiba di kampus dan sudah berkumpul bersama para sahabatnya. Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat, mereka sudah melewati beberapa tahun bersama di kampus ini. Padahal baru kemarin mereka masih menggunakan pakaian putih abu-abu, namun sekarang mereka sudah hampir di tahap akhir dalam perkuliahan. Sungguh mereka sesekali mengucap takjup, bagaimana waktu bisa bergulir begitu saja, seperti hanya mwngedipkan mata, maka mereka sudah ada di masa depan.


" Gimana bimbingan sama Bu Hesti Wi? " tanya Devi.


Saat ini mereka sedang berada di bawah pohon tepatnya di taman kampus dengan laptop dan beberapa tumpukan fotocopy an berada di antara mereka.


Dewi memutar bola matanya malas, ekspresinya jelas tak menyukai pertanyaan Devi, bukan pertanyaan nya tapi nama yang ada dalam pertanyaan itu.


" Errggggghhh,, aku nggak bisa jelasin apa-apa deh,, yang jelas Nenek sihir yang menjelma menjadi dosen itu sangat menyebalkan " jawab Dewi geram


" Kenapa Wi,,? masih belum lolos revisi juga? " tebak Dinda


Dewi mengangguk lemah,, bahkan wajahnya sud za daah pasrah " Iya Din,, aku nggak tahu kalimat yang mana lagi harus aku pakai " keluhnya


" Memangnya, masalahnya apa lagi Wi? " tanya Delia


" Ini nih,, " Dewi sambil menunjukkan tulisan yang sudah di coret oleh Bi Hesti " Padahal ini ketiga kalinya kalimatnya aku ganti Del, dan aku nggak tahu salah nya apa, tapi nenek sihir itu masih bilang kalau kalimat nya belum tepat,, uhhh aku pengen teriak rasanya " sambungnya lagi


Delia memperhatikan kata demi kata yang tertulis dalam proposal sahabatnya. Lalu ia kepikiran sebuah kalimat yang pantas untuk mengubah kalimat yang di coret oleh Bu Hesti.


" Coba ganti kata ini dengan kata yang ini Wi " Delia mengambil pulpen dan menuliskan perbaikan kata yang menurutnya benar dan tepat.

__ADS_1


Dewi memperhatikan dan memahami kata-kata yang di tulis oleh Delia


" Gimana Wi? " tanya Delia


" Emmm,, aku rasa kalimat ini lebih tepat Del " jawab Dewi


" Hem,, aku juga setuju dengan perbaikan dari Delia " Dinda ikut berkomentar


" Yah,, semoga saja kali ini Bu Hesti sudah membebaskan aku dari revisi " harap Dewi.


" Iya, semoga, dan kita semua bisa mulai ujian proposal minggu depan " kata Delia


" Aamiin " kata mereka bersamaan


Saat riuh mereka mengobrol, tiba-tiba salah satu dari ponsel mereka berdering.


Semua mata tertuju pada sumber suara itu, dan mereka sangat terkejut saat melihat nama kontak si pemanggil.


" My Suami "


Delia buru-buru mengambil ponselnya dan langsung menyembunyikan di dada nya.


" Del,, jelasin " kata Devi


" Pasti yang menelfon itu adalah Om Dika kan? " tanya Dewi


" Apa kalian sudah sedeket itu,,, ? " tanya Dinda lagi


Delia gugup ia tak tahu harus menjelaskan dari mana.


" Jelasin Del " ketiga sahabatnya menolongnya untuk menjelaskan.


" Emmm, ,, begini sebenarnya aku sama Om Dika sudah,, emmm " mendadak lidah Delia keluh


" Sudah apa? " tanya Dewi tak sabar


" Sudah menikah " Dinda menebak


" Hah,, apa iya Del, kamu sama Om Dika sudah menikah? " tanya Devi

__ADS_1


Delia mengangguk lesu. Ini yang ia takutkan, pasti para sahabatnya akan berpikiran aneh-aneh sekarang, apa lagi kabar pernikahan nya terbilang mendadak dan tidak ada pemberitaan sama sekali.


" Jahat kamu yah Del,, nikah nggak kasih kabar " kata Dewi, ia sudah marah


" Kamu nggak anggap kita sahabat yah Del, sampai hari terpenting kamu, kamu nggak kasi tau kita " kata Dinda


" Atau jangan-jangan kamu _"


" Stop,, nggak ada Jangan-jangan... ini semua terjadi mendadak,, bukan mau aku, tapi ini kemauan Om Dika " kata Delia


" Memangnya ada apa dengan Om Dika? " tanya Devi


Delia lalu menjelaskan bagaimana awal muka pernikahan dadakan itu terjadi yang memang murni ia tak mengetahui apa-apa dalam rencana itu. Delia juga menjelaskan tentang Bunda yang tidak sengaja dengan rencana itu. Namun karena Dika keras kepala, sehingga pernikahan dadakan itu tetap terjadi sesuai keinginan Dika.


" Jadi kalian belum melangsungkan acara resepsi? " tanya Dewi


" Iya,, resepsi itu akan di lakukan selepas ujian skirpsi kita nanti. Jadi kalian tenang saja,, kalian tetap jadi bridesmaid kok nanti " jawab Delia


" Hah,,, aku pikir kamu nikah diam-diam Del,, sumpah aku hampir marah tadi " kata Dinda


" Sebenarnya itu juga sudah termasuk nikah diam-diam sih, heheh " balas Delia


" Huu, emang dasar kamu tega Del, masa hal sepenting itu kamu nggak ngabarin kita sih " kata Devi


" Yah, maaf... aku juga baru tahu pas di kasi kebaya, jadinya aku bingung mau ngapain, bahkan aku lupa pegang HP sama sekali saking bingungnya " balas Delia jujur


" Artinya,, Om Dika memang udah nggak tahan Del hihihihi " Dewi ketawa cekikikan, ia jadi geli sendiri.


" Jadi,, kamu udah nggak perawan Del? " kata-kata ini sontak dan kocak keluar dari mulut Devi


" Eh,, apaan sih " Delia menahan malu, tak menjawab pertanyaan sahabatnya itu.


Dan sekali lagi ponsel Delia berdering, dan itu panggilan dari orang yang sama ' My Suami'.


" Udah, angkat aja sih, dari My Suami kamu Del, siapa tau dia kangen dengan My Istri "


para sahabat nya itu meledek Delia dengan kata-kata geli yang membuat Delia semakin malu.


_

__ADS_1


__ADS_2