Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )

Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )
Membujuk


__ADS_3

Benda pipih itu bergetar sejak tadi, namun seseorang yang dari tadi memperhatikan benda itu nampak acuh saja, orang itu nampak acuh saja melihat benda yang sedari tadi berputar dengan lambat di atas meja rias. Entah ini sudah panggilan keberapa, yang jelas sejak ia bangun tadi ponsel itu dalam keadaan bergetar.


Delia tahu siapa yang sedang sibuk menghubungi nya pagi-pagi seperti ini. Dan ia sama sekali belum mau berbicara dengan orang itu. Rasanya ia sendiri masih kesal dengan pengabaian yang dilakukan Dika padanya. Hingga pada akhirnya ponsel itu tidak bergerak lagi Delia masih tak mengalihkan pandangannya dari benda pipih itu. Dan entah mengapa ia seketika gunda, lalu apa yang ia harapkan?


Delia meraih benda persegi itu, ia kembali membuka daftar chat yang dikirim Dika semalam untuknya, namun satupun tak ia balas. ia merasa ingin memberikan pelajaran pada calon suaminya itu, namun sisi lain hatinya merasa kasihan, ia juga menaruh rasa cemas terhada Dika yang jauh disana.


Lalu sekelebat muncul pikiran buruk dalam benaknya. Bagaimana jika Dika bertemu seseorang disana? Bagaimana jika Dika menghabiskan waktu bersama orang itu? Orang yang Delia maksud ialah seorang wanita, yang bisa saja tekan kerja Dika, atau orang yang kebetulan bertemu disana. Entah mengapa Delia jadi berpikiran seperti itu, padahal dulu ia begitu yakin bahwa tidak ada wanita selain dirinya yang mampu mengalihkan pandangan Dika.


Tapi sekarang situasi nya berbeda, Dika sekarang menjadi pria tulen yang keren, ia sekarang sudah tidak takut beradaptasi dengan makhluk yang bernama wanita. Dulu Delia menjamin jika Dika hanya akan melihat dirinya, itu karena memang awal awal Dika sudah sembuh pria itu memang membatasi dirinya bergaul dengan perempuan, namun makin lama Dika sudah terbiasa, dan ia mulai bisa berbaur dengan wanita. Yang artinya bisa saja tanpa disadari akan ada wanita lain yang akan membuat Dika mengalihkan pandangannya dari Delia.


Ah, kenapa Delia merasa takut sendiri membayangkan nya.


" Apakah aku harus mengirim pesan untuk meminta maaf yah? " Delia bergumam pada dirinya sendiri.


Lama ia berpikir sambil menatap dirinya di pantulan cermin, ia sudah rapi dengan pakaian casual nya, ia ingin ke kampus hari ini.


" Tapi,, kenapa aku yang harus minta maaf? Bukankah yang salah itu dirinya, siapa suruh mengabaikan ku dan juga Misha "


Delia memggrutu kesal, ia mengingat kembali bagaimana ia menghubungi Dika kemarin-kemarin seperti orang gila, namun yang di kabari tidak memberikan respon.

__ADS_1


" Ck,, biar saja seperti itu,, biarkan Om Dika merasa bersalah,, aku akan melihat bagaimana usaha nya nanti " ujarnya, ia lalu memasukkan benda segi panjang itu ke dalam totebag nya. Ia harus berangkat, banyak hal yang harus ia kerjakan di kampus nanti, saat ini ia juga harus mengesampingkan pikiran nya dari Om Dika, seperti Om Dika yang lebih mementingkan pekerjaan nya dari pada memberi sedikit waktu mengabari nya. Dan mulai hari ini, Delia ingin bersikap seperti Dika.


*


Malampun tiba. Di kota lain seorang pria sibuk mencari sesuatu untuk ia beli. Sebelum ketempat pusat perbelanjaan yang menyediakan bunga dan kado dan yang lain, Dika sempat bercerita kepada Anto, yaitu asisten yang menemaninya ke kota ini. Berhubung Anto sudah menikah, Dika merasa bahwa ia harus meminta pendapat dari asistennya itu. Dan Anto mengatakan bahwa, jika istrinya sedang merajuk, maka ia akan membujuknya dengan sebuah kado, atau mengajak wanitanya sekedar jalan-jalan berdua saja, dan setelah itu istri Anto akan kembali membaik lagi.


" apakah kado yang di berikan harus mahal dan mewah? " tanya Dika saat itu


" Tidak juga,, Ada wanita yang hanya di beri setangkai bunga maka ia akan luluh, ada wanita yang di berikan sebatang coklat maka moodnya akan baik lagi, sebenarnya tergantung apa yang di sukai wanita itu " jawab Anto.


Dan disinilah Dika berada dalam kebingungan, pasalnya ia tak tahu apa yang harus ia belikan untuk Delia, ia juga tak tahu apa yang benar-benar di sukai oleh calon istrinya itu. Dalam pandangannya Delia adalah gadis yang benar-benar tidak rewel, dalam artian Delia tidak terlalu menunjukan bahwa ia menyukai sesuatu atau tidak. Gadis itu tergolong manusia yang berjalan apa adanya. Tentang apa yang gadis itu suka dan tidak Dika tak tahu, sebab gadis itu hanya selalu menerima apa saja yang di berikan olehnya atau Bunda.


Tiba-tiba Dika terpikirkan sesuatu. Namun setelahnya keningnya mengkerut.


Dika tersenyum simpul, gadis itu memang sangat berbeda dengan beberapa wanita lain. Di saat wanita lain jika ingin di bujuk menggunakan barang mewah, bonek atau bunga,, Dika merasa bahwa Delia tidak bisa di bujuk dengan hal hal seperti itu.


Dika merasa tidak harus membeli apa apa untuk Delia, ia memilih untuk meninggalkan pusat toko kado itu. Sebab ia punya cara lain untuk membujuk calon istrinya itu.


Sesampainya di rumah Dika langsung merebahkan tubuhnya di ranjang empuk milik Delia. Dika mengambil ponselnya di dalam saku celana, dan ia mencari nama Delia disanan.

__ADS_1


Meski hatinya sedih, sebab Delia seharian ini telah mengabaikan nya. Gadis itu benar-benar mengabaikanya. Namun Dika harus akui bahwa sikap Delia yang seperti itu adalah ulah dirinya. Jadi ia harus menanggung resiko kemarahan Delia.


Dika mengetikkan sesuatu di ponselnya, tidak banyak, sepertinya ia hanya mengirim pesan yang singkat.


Aku sangat merindukan masakanmu Bi,, beberapa hari disini aku tidak makan dengan baik, sebab makanan yang aku beli di luar tidak ada yang seenak masakanmu 😞😔


Aku rasanya ingin pulang..


Dika tersenyum simpul saat ia berhasil mengirim pesan itu kepada Delia. Dika menunggu beberapa menit, pesan itu sudah tersampaikan, namun belum terbaca juga. Dan entah mengapa usahanya yang sekarang untuk membujuk calon istrinya akan membuahkan hasil.


Dan benar saja. Setelah sekian menit menunggu akhirnya pesan itu si baca juga oleh Delia dan sepertinya Delia sedang mengetikkan sesuatu disana.


Apa,, jangan sampai kamu sakit karena tidak makan dengan baik,, aku akan sangat marah Hon...


Dika melompat kegirangan saat pesannya akhirnya di balas oleh Delia. Ia semakin yakin bahawa memang calon istrinya itu sangat berbeda dengan wanita lain. Dan entah mengapa ia ingin segera menghalalkan calon istrinya itu.


Saat ini ia merasa bahwa rasa cinta nya terhadap Delia semakin besar saja.


Aku sangat mencintaimu Delia....

__ADS_1


Aku rindu kamu Bi....


_..


__ADS_2