
Kyira pun kembali ke aktivitasnya. Entah kenapa dia kembali bahagia dengan semangat yang diberikan oleh Albert.
Saat di mobil dia teringat dengan Veto, dan teringat dengan Leta yang mengatakan bahwa Veto sudah tidak pulang selama 2 hari. Bahkan keberadaannya tidak ada yang tahu, seperti di telan bumi. Kyira pun mencoba berkali-kali menelpon Veto, semuanya nihil tidak ada panggilan apapun.
"Apa yang terjadi dengan Veto? Kenapa dia belum kembali juga? sedangkan sekolah akan dimulai tinggal beberapa minggu lain," gumam Kyira dalam hati.
"Apa tindakan gue sudah berlebihan yaa membuat Veto sampai tersakiti gitu, tapi dia sendiri yang salah selingkuh dengan aku, harusnya kan bilang kalau ada tingkah ku yang tidak membuatnya senang," ucap Kyira terus saja bergelut dengan pikirannya sendiri.
...*****...
Tari pun sampai di kontrakkan yang cukup senderhana.
"Hey kamu laki-laki nie kartu aku sudah belikan," ucap Tari dengan nada kesal.
"Kenapa kamu kesal?, apa kehadiranku di rumah mu mengganggu?" ucap Veto bertanya kepada Tari karena wajah Tari berbeda.
"Akhirnya kamu bisa bicara juga ya," ucap Tari dengan kesal.
"Baik saya akan menceritakan saya siapa dan kenapa saya beginie?" ucap Veto mulai bicara.
"Silahkan aku menantikannya," ucap Tari.
Veto pun menjelaskan semuanya kepada Tari, Tari pun memahami itu semua. Tapi hanya satu hal yang membuat tak habis pikir, kalau laki-laki di putusi nggak bakal frustasi begini tapi kenapa dia frustasi ya.
Setalah dijelaskan oleh Veto, Tari mengizinkan Veto tinggal beberapa hari di sini karena ingin memulihkan diri dulu.
"Kak Tari, bolehkah pinjam ponsel nya untuk telpon mama," ucap Veto bertanya.
"Boleh." ucap Tari sambil menyodorkan ponsel nya ke Veto.
Veto pun menghubungi mama nya, untung saat itu mama nya berada di kantor.
Dering ponsel mamanya pun berdering.
📞"Ya, hallo ini siapa?" ucap Mama Veto.
📞"Ma, ini Veto sebelum mama bertanya yang lain ada satu hal yang ingin Veto sampaikan, mama bisakah membantuku," ucap Veto bertanya.
📞"Baik sayang mama akan membantu kamu, apa hal yang bisa mama bantu untu kamu?" ucap mama Veto.
📞"Ma, tolong urusi kepindahan Veto. Dan carikan sekolah online untuk Veto, karena Veto tidak ingin bertemu dengan siapapun untuk beberapa tahun ke depan," ucap Veto bicara serius.
📞"Tapi kenapa sayang, kamu baik dan sehatkan?" ucap mama Veto khawatir dengan anaknya.
__ADS_1
📞"Ma, Veto sudah selingkuh dari Kyira dengan Leta dan Meisya. Kalau Leta memang itu kesalahan Veto Ma, tapi yang nggak aku habis pikir Meisya menyukai ku melebihi saudari tiri ma, dan aku nggak suka prilaku mesra Meisya kepada ku, dan keduanya mengungkapkan fakta itu kepada Kyira, Kyira marah dan putus dengan ku, aku sekarang baik-baik saja, Veto hanya meminta itu saja dan tolong jangan sampai ada yang tahu kalau Veto menghubungi mama," ucap Veto menceritakan kepada mamanya.
📞"Baik sayang, mama akan mengatur semuanya, nanti mama akan kabari jika sekolah online mu yang baru sudah bisa belajar kembali," ucap mama Veto menjawab.
📞"Baik Ma, terima kasih ya Ma. Nanti, kapan-kapan Veto menghubungi Mama pas dikantor saja ya, agar tidak ada tahu tentang obrolan kita," ucap Veto ingin mematikan panggilan tersebut.
📞"Oke sayang, kamu jaga diri kamu ya, mama selalu ada buat Veto," ucap Mama Veto.
Meskipun Tari berada di samping Veto, tapi Veto tidak memperdulikan itu semua. Veto pun memberikan ponsel pada Tari.
"Terima kasih Kak Tari, " ucap Veto.
"Yaa sama-sama," ucap Tari.
"Ohya Kak, bisa kah aku tinggal di sini selama satu tahun nyelesaikan aku sekolah online, nanti aku bayar sewa kok," ucap Veto melakukan penawaran.
"Baik, nanti Kak Tari pikirin yaa, karena ada kamar di belakang bisa untuk kamu tinggalin biasanya itu buat ruang tamu," ucap Tari menunjukkan ruang belakang.
Tari pun kembali menggeluti aktivitasnya kembali.
"Kak Tari, boleh telpon lagi nggak," ucap Veto bertanya kembali.
"Boleh kok," ucap Tari memberikan ponselnya kembali.
📞"Ma, nanti Veto hubungi lagi jika kita ingin bertemu ya, aku tutup dulu ya, aku sayang mama dan mama jaga diri yaa," ucap Veto.
📞"Iya sayang," ucap mama Veto.
Panggilan pun terputus, keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing tanpa mengganggu satu sama lainnya.
Veto pun bersih-bersih tempat yang ditunjukkan oleh Tari. Tari pun hanya melihat saja yang dikerjakan Veto. Veto pun bertanya pada Tari.
"Kamu kenapa lihatku begitu?" ucap Veto bertanya.
"Ya nggak apa-apa? emang mau kamu ngapain?" ucap Tari menjawab.
"Yaa merapikan saja, dan memikirkan desain yang seperti apa begitu?" ucap Veto menjawab.
"Wah, kamu sudah memikirkan desain segala, kamar kecil seperti itu,"ucap Tari bertanya.
"Yaa begitulah," ucap Veto.
Veto pun melanjutkan aktivitasnya meskipun tempat tersebut belum ditempatinya. Tari melanjutkan tugas kuliahnya.
__ADS_1
Malam pun tiba.
"Veto, ayo makan aku sudah sediakan seadanya, jadi makanlah," ucap Tari memanggil Veto.
Veto pun datang dan duduk di kursi makan dan berkata :
"Kak, aku tidak mau gratis di sini, jadi apa yang aku lakukan sudah 3 hari di sini?" ucap Veto bertanya.
"Lakukan yang mau kamu lakukan saja, intinya jangan terpaksa," ucap Tari menjelaskan.
Keduanya pun makan bersama tanpa bicara.
Setelah selesai keduanya pun kembali ke kamar. Veto mencuci piring sedangkan Tari mengangkat telpon dari Marvin. Setelah Veto selesai mencuci piringnya, dia pun ke balkon buat bersantai tidak di sangka malah mendengar percakapan Tari.
📱"Tari kamu sedang apa?" ucap Marvin bertanya pada panggilan video.
📱"Baru selesai makan malam Marvin, kamu kenapa mau panggilan video segala sih, buat risih aja?" ucap Tari bicara.
📱"Aku rindu sama kamu Tari, entah kenapa malam ini tiba-tiba rindu kamu, apa karena aku sering di tolak ya, rinduku jadi menggunung," ucap Marvin sambil tersenyum.
📱"Idiih, gombalan kamu nggak mempan Marvin," ucap Tari sambil tersenyum.
📱"Tari kamu tahu nggak perbedaan kamu dengan ponsel," ucap Marvin bertanya.
📱"apa emangnya?" ucap Tari bertanya.
📱"Kalau ponsel selalu di bawa kemana-mana, kalau kamu tidak di bawa kemana-mana, tapi berada di satu tempat," ucap Marvin.
📱"Tempat kayak mana maksudnya Marvin," ucap Tari penasaran.
📱"Yaa di hatiku dong, masa' di hati orang lain," ucap Marvin menjawab.
📱"Hihi, ada-ada saja kelakuan kamu Marvin," ucap Tari sambil tersenyum.
📱"Ya sudah bidadari ku, sudah malam kita istirahat saja ya," ucap Marvin.
📱"Okey, met malam Marvin," ucap Tari.
Panggilan telpon pun terputus. Veto pun kembali ke kamarnya setelah mendengar percakapan itu.
🍂🌷🌷🌷🍂
Like and comment ya.
__ADS_1