Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 41-Perhatian


__ADS_3

Dwifa dan Athar bahagia atas jadian mereka, bahkan tanpa pikir panjang Athar video call dengan mama nya kalau dia sudah jadian sama Dwifa. melihat hal itu Dwifa tidak berkata apa-apa lagi.


"Aduuh aku lupa bilang sama Athar, kalau sementara jangan diumumkan ke orangtuanya takut tidak direstui," gumam Dwifa dalam hati.


Melihat ekspresi Dwifa yang tidak biasa, Athar pun mengakhiri obrolan dengan mamanya.


"Dwifa kamu tak perlu khawatir tentang orang tua ku terkait hubungan kita," ucap Athar.


"Tapi aku tidak menguntungkan apa-apa bagi orang tua mu," ucap Dwifa.


"Jangan terlalu dipikirkan yaa, tapi ada satu hal yang ingin aku katakan padamu," ucap Athar.


"Apa itu?" ucap Dwifa penasaran.


"Semalam aku dapat kabar dari kampus yang ku tuju di Austria dan aku dinyatakan lulus disana. kemungkinan berangkat 2 minggu lagi, apakah aku ambil atau tidak," ucap Athar penasaran dengan jawaban Dwifa.


"Menurut aku ambil saja, kapan lagi ada kesempatan? bukankah kamu mengambil kuliah di Austria sebelum bertemu aku," ucap Dwifa.


"Berarti kamu tidak sayang sama aku kalau mengizinkan aku kuliah jauh dan kita LDRan," ucap Athar.


"Hihi, kamu lucu Athar, aku sayang kamu lah dengan tulus bukan karena apapun, nanti seiring berjalannya waktu akan ada jawaban di tengah kerisauan kamu, ohya tadi kamu bilang ada pesan dari papa mu untuk aku, tentang apa itu," ucap Dwifa.


"Ohya papa mengundang besok malam ke rumah untuk makan malam, dan kamu tenang saja saudara laki-laki tidak ada ditempat, kedua adikku malam besok memiliki agendanya masing-masing,"ucap Athar.


"Bukan persoalan adik-adikmu tapi bagaimana hadapi papa mu," ucap Dwifa mulai membayangkan ketakutan yang nggak-nggak.


"Ehm kebiasaan nonton sinetron ya, papa ku nggak sekejam kok malah baik banget," ucap Athar.


Keduanya pun tertawa bareng dan bercanda bergurau atas jadian keduanya.


Di malam hari.


"Kak Dwifa, sedang apa sekarang?" ucap Athar malu-malu.


"Lagi ngerjain tugas nie, kamu sendiri lagi apa?" ucap Dwifa sambil mengerjai tugasnya.


"Ehm lihat sendiri aku nggak ngerjain apa-apa, cuma berpikir saja gimana kalau kita LDRan, aku mana tahan jauhan karena Kak Dwifa wanita pertama yang meluluhkan balok es di hatiku," ucap Athar menggoda.


"Hahaha, kakak nggak percaya dengan gombalanmu,"ucap Dwifa sambil tertawa.


"Ehmmm, aku serius loe kak, aku nggak pernah pacaran, sejak remaja kan aku sakit-sakitan terus disibukan dengan belajar jadi nggak ada fokus lain, meskipun ada wanita yang menembak duluan aku pun nggak terima karena nggak berminat menjalin hubungan," ucap Athar panjang lebar.

__ADS_1


"Kenapa bisa gitu, adakah hal yang melatar belakangi," ucap dwifa penasaran.


"Nggak ada sih, aku hanya ingin fokus belajar saja," ucap Athar.


Athar pun mengantarkan Dwifa ke kosannya. Namun, mereka berdua masih terlihat malu-malu sehingga tidak ada yang curiga jika keduanya menjalin hubungan.


Athar pun pergi meninggalkan kosan Dwifa.


Beberapa jam kemudian.


"Albert gue mau ketemu sama kamu," ucap Kyira.


"Bagaimana bisa bertemu aku sudah di Indonesia Kyi?, kenapa kamu nangis? ada yang nyakiti kamu atau kekasih online mu itu nggak ada kabar," ucap Albert bertanya.


"Iyaaa, ponselku rusak," ucap Kyira menangis sejadi-jadinya ini ganti ponsel baru, nggak tahu sampai kapan akan dibenerin atau nggak bisa sama sekali.


"Kalau kamu dengan dia jodoh pasti kalian akan bertemu, hubungan kalian kan sudah 3 bulan masa' kamu nggak ingat nomor ponselnya," ucap Albert berusaha menenangkan Kyira meskipun melalui video call.


"Nggak ada Albert, aaargh" ucap Kyira menangis.


"Duuh Kyira, kalau aku disana pasti membantu kamu, tapi aku di Indonesia harus menyediakan pekerjaan dari papa atau aku pindah study di sana saja nantinya," ucap Albert.


"Nggak perlu Albert, sudah ada kak Dion Nemani aku disini tapi kamu kan bestfriend aku, kak Dion hanya teman kampus saja," ucap Kyira.


"Kok wajah kamu berubah jadi cemburu, kamu suka aku yaa, ayok bilang suka aku apa nggak," ucap Kyira memaksa.


"Sudah yaa Kyira, kamu dengerkan aku dipanggil papa," ucap Albert menutup panggilan tersebut.


"Ehm kenapa sih Albert selalu menghindar ketika aku menanyakan tentang perasaan?, tapi analisis ku mengatakan kalau Albert menyukaiku," ucap Kyira senang dalam hati.


Kyira pun masih menangis atas kerusakan ponselnya. Meskipun Albert menghiburnya dengan mengirim video lucu.


"Kalau Albert jadi pacar aku bahagianya nggak terkira pastinya," gumam Kyira dalam hati.


Kyira pun tidak lagi menangis karena hiburan yang dibuat oleh Albert mampu membuatnya tertidur lelap.


"Syukur lah kalau Kyira sudah tidur, jadi tak perlu dipikirkan. maafin aku yaa Kyira belum bisa menjawab pertanyaan mu, karena saat ini aku sibuk dengan cabang perusahaan yang dibangun olehku, jadi untuk masa depanku harus dipersiapkan dengan matang," gumam Albert dalam hati.


******


"Kak Tari, kamu gimana sih bisa terluka begini," ucap Veto mengobati lukanya.

__ADS_1


"Cuma lecet kok, nanti juga sembuh," ucap Tari.


"Dengerin aku yaa, kamu itu calon istri aku jadi semuanya itu milikku juga jadi kalau kamu ada apa-apa aku harus bertanggung jawab mengobati nya," ucap Veto.


"Awww., saakit," ucap Tari teriak.


"Maaf, lain kali hati-hati kalau jalan yaa," ucap Veto.


"Iyaa, aku coba buat jalan dulu ya," ucap tari.


Saat Tari berusaha berjalan, kakinya keseleo dan hampir saja terjatuh, untung saja Veto sigap menangkap tubuh Tari.


Tari pun malu-malu tiada terkira.


"Ehm Veto, bisa kah antarkan aku ke apartemen tempat aku istirahat," ucap Tari.


"Bisalah," ucap Veto sambil mengendong Tari.


"Turunin malu dilihat oleh teman-temanku," ucap Tari menutup mukanya.


"Maaf yaa kakak-kakak, dimana kah kamar Kak Tari," ucap Veto bertanya pada teman Tari.


Veto pun mengantarkan ke kemar tempat Tari istirahat.


"Aku pulang dulu yaa, awas kalau banyak gerak," ucap Veto.


"Nama kakak Wirda kan, tolong jaga kak Tari yaa, ini uang jajan buat kakak Wirda please jagain pacar aku," ucap Veto sambil memberikan uang dan pergi.


"Oke Veto, thanks you," ucap Wirda kesenangan.


"Itu loe dengerin., gue jadi mata-mata dia biar loe nggak kemana-man," ucap Wirda.


"Iih Wirda mau aja Nerima uang dasar mata duitan," ucap tari sambil menjulurkan lidahnya.


"Uuuh biarin, kapan lagi dapat uang jajan tambahan dari calon suami kamu," ucap Wirda menjulurkan Wirda.


Keduanya pun tertawa bersama atas tingkah keduanya. Wirda dan Tari memang teman dekat, hanya mereka berdua yang memilih 1 kamar 2 kasur yang lainnya berbeda-beda kamar.


🍁💐💐💐🍁


Bagaimana kelanjutannya?

__ADS_1


like and comment ya🙂


__ADS_2