Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 77 - Berpisah sementara


__ADS_3

Albert mengantarkan Kyira ke bandara, karena Kyira harus kembali berkuliah, sedangkan Albert kembali fokus ke perusahaan dan perkuliahan online memiliki banyak tugas.


Sesampainya bandara, Kyira sedih harus berjauhan dengan Albert, padahal biasanya tidak cengeng begitu, beginilah cerita keduanya.


"Kamu yakin aku ke tempat kuliah ku sendirian," ucap Kyira bertanya.


"Iya lah, kamu kan sudah besar, lagian juga nanti sesekali aku ke sana ke tempat tinggal mu jadi kamu nggak bakal kesepian disana," ucap Albert memegang hidup calon istrinya tersebut.


"Iya, akan tetapi kalau aku rindu gimana?" ucap Kyira manja nya kumat.


"Kamu tenang saja, selama kamu berada di sana semuanya aman, dan juga ada mata-mata aku yang memantau di sana, kami hanya fokus kuliah dan berteman dengan teman kuliah mu seperti biasanya," ucap Albert menegaskan.


"Ehm, aku itu butuh kamu di sampingku, bukan hal lainnya, ih sungguh menyebalkan," ucap Kyira mulai manyun dan menghentakkan kaki nya ke lantai.


"Dengarkan aku dulu, kamu di sana kan untuk menempuh pendidikan, aku yakin kamu tidak mungkin berpaling dari ku, aku janji jika nanti ke sana, kita puas jalan-jalan di tempat yang kamu mau bagaimana?" ucap Albert memberikan dorongan semangat.


"Beneran yaa Albert, janji sama aku, jangan ingkar janji ya," ucap Kyira bertanya.


"Iya pastinya, kamu fokus saja dengan pendidikan mu, aku di sini aman bersama keluarga ku," ucap Albert memberikan semangat nya.


"Iya baiklah, aku pergi dulu ya mama dan papa, serta calon mertua ku," ucap Kyira melambaikan tangannya, karena sudah ada suara pengumuman, sehingga Kyira bergegas.


Albert sebenarnya sedih meninggalkan Kyira pergi sendirian, akan tetapi di sini juga memerlukan dirinya.


"Seperti nya kami berdua hanya bisa berkomunikasi melalui ponsel saja, dan kesepakatan kami ketika aku di malam hari, itu pun kalau Kyira tidak sibuk," gumam Albert dalam hati.


Sehingga Albert sebisa mungkin mengatur waktunya. Sebisa mungkin keduanya harus menyesuaikan waktu mereka.


Kyira pun memasuki pesawat dengan tenang, meskipun rindu sudah melanda dalam dirinya, karena biasanya untuk pertama kali dulu ditemani oleh Albert.


Di tempat berbeda.


Meisya masih sibuk dengan urusan kampusnya, hingga dia tanpa sengaja tabrakan dengan Dion dan hampir saja terjatuh.

__ADS_1


"Ih nyebelin, bisa nggak lihat mata dong," ucap Meisya mendengus kesal dan membersihkan tangannya yang kotor.


Lelaki tersebut pun mengulurkan tangannya agar Meisya berdiri, Meisya pun bangun dengan tangan tersebut, akan tetapi dia terkejut di depan matanya adalah Dion.


Saat Meisya ingin kabur, Dion berteriak dengan keras.


"Teman-teman sekalian, mulai sekarang Meisya adalah pacar ku, jadi jangan ada yang mendekatinya," ucap Dion berteriak di koridor kampus.


"Ya ampun nie cowok sudah gila kali ya, siapa juga yang mau jadi pacarnya, kalau dulu pernah punya keinginan kalau sekarang tidak dapat nilai sesuai keinginan papa bisa-bisa uang Jajang ku di sini bakal di potong," gumam Meisya ingin pergi, akan tetapi malah di tarik oleh Dion.


"Eeh apaan sih Dion?, sakit tangan aku kamu pegang begitu," ucap Meisya.


"Tenang sedikit, temani aku ke ruang UKS sejenak saja," ucap Dion melemas.


"Baiklah aku temani deh," ucap Meisya mengiyakan kemauan Dion.


Meisya dan Dion ke ruang UKS, saat keduanya hendak memasuki UKS ada yang berteriak.


Meisya hanya menggelengkan kepala yang tidak memahami hal itu. Karena dia tahu hal yang wajar jika banyak yang membicarakan Dion.


Dion pun beristirahat dan di temenin oleh Meisya.


"Meisya, mau kah kamu membantu ku, aku janji tidak menganggu perkuliahan mu kok," ucap Dion memohon dalam kelesuan nya.


"Ehm bener ya semua ini hanya pura-pura," ucap Meisya menekankan.


"Iya aku janji, tapi aki juga tidak bisa berjanji jika seiring berjalan nya waktu di antara kita tumbuh benih-benih cinta," ucap Dion sambil tersenyum.


"Idih, ogah aku sudah dapat ancaman dari papa, jika tidak fokus dengan study ku dan nilai ku anjlok, uang jajan ku bakal di potong atau bahkan di pindahkan ke Indonesia," ucap Meisya mengatakan dengan lugas.


"Oh hal itu gampang kok, tenang saja aku tidak akan menyibukkan dengan hal-hal tentang ku, intinya kamu bisa menjawab ketika mereka bertanya, itu sudah cukup bagiku," ucap Dion menjawab.


"Hey Dion, kamu sudah gila ya, kalau nilai ku anjlok gimana? bisa-bisanya aku tidak punya uang jajan lagi, otakku standar nggak kayak Kyira yang pintar itu," ucap Meisya ingin pergi meninggalkan UKS.

__ADS_1


Akan tetapi di larang oleh Dion.


"Nggak boleh pergi, apapun yang kamu minta aku penuhi, akan tetapi jawablah sesuai dengan yang bagus buat publik, kamu kan tahu tentang hal itu," ucap Dion memohon.


"Baiklah kalau begitu, kamu sudah janji sama aku, jadi kamu harus menepati janji ku loe Dion, aku tidak suka orang yang ingkar janji," ucap Meisya masih menetap di tempat itu.


Setengah jam pun berlalu, ternyata Meisya malah tertidur juga saat menjaga Dion. Dion pun tidak habis pikir, bagaimana dia bisa menyukai fans nya sendiri, untung saja Meisya tidak terekspos tentang hal itu.


[Argh, bagaimana mungkin aku terpaksa berlindung di bawah naungan wanita yang pernah ku benci, wajar saja jika dia tidak menyukai ku, intinya ke depannya aku harus memperlakukan nya dengan baik] gumam Dion dalam hati.


Saat Dion sibuk berbicara dengan dirinya sendiri, Meisya pun terbangun dari tidurnya dan melihat sosok Dion menatapnya.


[Iih, apaan sih nie cowok natap gue begitu, buat risih saja deh] gumam Meisya dalam hati.


Meisya pun mengucek matanya dan ingin pergi meninggalkan Dion, akan tetapi Dion menahan nya dan berkata ;


"Ingat, kamu janji loe untuk jadi kekasih ku, jadi aku mohon bantuannya," ucap Dion mengatakan dengan nada serius.


"Baiklah-baiklah aku akan mengabulkannya, tapi boleh yaa aku kembali ke kelas karena satu jam lagi aku akan masuk kelas," ucap Meisya memohon.


"Oke, terima kasih Meisya sayang," ucap Dion melambaikan tangan pada Meisya.


Meisya pun bergegas ke kelasnya, tiba di kelas semua teman-temannya bersorak ria mendengar kabar Meisya jadian dengan Dion. Meisya hanya tersenyum saja mendengar hal itu.


Meisya tidak memperdulikan hal tersebut, dia tetap saja melakukan tugasnya sebagai seorang mahasiswa.


[Arghhhhh peduli amat dengan omongan orang lain, lagian hal yang paling penting sekarang adalah belajar, tidak peduli dengan hal lainnya] gumam Kyira dalam hati dengan membolak-balikan buku kuliahnya.


❤️❤️❤️❤️


Penasaran, like dan comment yaa teman-teman.


Vote dan gift yaa terima kasih ☺️🤭

__ADS_1


__ADS_2