Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 32-Pesona


__ADS_3

"Ehm lama-lama bosen kayak ginie, ngga ada perhatian dari siapapun, masa' gue harus jadikan Albert pacar gue," gumam Kyira ngedumel dalam hati.


Kyira masih bergelut dengan pikirannya. Sedangkan Albert bergelut dalam tugasnya. Kyira pun lebih memilih tidur saja karena besok harus ke kampus lebih awal. Kyira pun tidur dengan sangat nyenyak. Albert masih saja bergelut dengan tugas yang diberikan oleh papanya.


Pagi pun menjelang.


"Albert," teriak Kyira sambil menekan bel apartemen Albert.


Albert pun membuka pintu apartemennya dan saat itu Albert belum mandi sama sekali.


"Hahahah, yaa ampun, kayak ginie toh parah kamu belum mandi, tapi masih tetap ganteng kok Albert, dan aku masih suka sama kamu, tenang saja," ucap Kyira sambil tertawa.


"Hehehe, suka-suka loe aja deh Kyira, btw ngapain loe kesini, mau sarapan ya, itu di atas meja sudah aku siapkan, makan saja," ucap Albert sambil tersenyum atas ucapan Kyira yang menyebut dirinya ganteng.


"Nie gue buatin kamu roti panggang untuk sarapan pagimu, maaf yaa jika agak gosong karena tadi bergegas sebab aku kelaparan," ucap Albert sambil memberikan piring yang ada ditangannya kepada Kyira.


"Waah kebetulan gue belum makan, makasih yaa Albert ganteng," ucap Kyira sambil tersenyum mengambil piring tersebut.


"Iya Kyira cantik, makan yang kenyang yaa, semoga kamu menyukainya," ucap Albert sambil tersenyum pada Kyira.


Albert pun langsung pergi begitu saja dan sambil senyum-senyum sendiri.


"Aduuuh, Albert kenapa juga bilangnya aku cantik, aku kan jadi merona wajahnya karena kata-kata itu, udah tahu kalau aku nggak bisa dipuji dikit langsung terpesona, awas aja loe Albert gue balas nantinya, buat aku malu begini seperti kepiting rebus," gumam kyira dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.


Kyira pun meninggalkan meja tersebut mencari tempat nyaman di apartemen tersebut dalam keadaan tersenyum. Begitu pun Kyira sambil memakan roti panggang yang dibuat oleh Albert.


"Ehm dasar Kyira, kalau dia cowok sudah aku ajak gelut saja, tapi aku bahagia dia bisa berbicara leluasa denganku, setidaknya dengan ku tidak ada jaim segala, layaknya dia kepada laki-laki lainnya," gumam Albert dalam hati.


Keduanya bergelut dengan hati mereka masing-masing. Seolah-olah keduanya nggak berhenti ngedumel atas pujian keduanya.


Setelah selesai Kyira pun berpamitan kembali ke apartemennya, Kyira begitu bahagia jika paginya disambut dengan Albert. Baginya, Albert salah satu dunianya meskipun dunianya nanti aku kembali ke Indonesia.


(Argh, aku pasti merindukan si tukang bawel itu dan tukang pengatur itu, dia lah yang mengajarkan aku beberapa hal, kalau dia tidak ada, bisakah aku beradaptasi dengan tempat yang baru ini," gumam Kyira dalam hati.


Pikiran Kyira memang ke Albert, tapi dia harus fokus ke kampus, kendaraan yang ditumpangi nya sampai dikampus.


Kyira pun tiba di kampus.

__ADS_1


Sedangkan Albert bersiap-siap menemui kliennya.


"Kyi, loe mau kemana?" ucap Dita berteriak.


"Mau ke kelas lah, mau kemana lagi emang gue?" ucap Kyira pada Dita.


"Gue mau membicarakan sesuatu hal yang sangat penting, kesini mendekat ke gue" ucap Dita keduanya saling mendekat satu sama lain.


"Waah, jadi penasaran apa thu?" ucap Kyira mendekati Dita.


Dita pun menjelaskan ke Kyira tentang topik hangat yang dibicarakan oleh orang sekarang.


"Ada platform yang terpercaya dan cocok mencari pacar, kali saja kamu dapat pacar dari online, kamu kan hanya mencari online," ucap Dita sambil memperlihatkan platform tersebut ke Dita.


"Oke deh, nanti gue lihat lagi dan terima kasih Dita sudah memberi tahu gue, tapi elo sudah pernah coba kah dan apakah itu berhasil,"ucap Kyira bertanya karena penasaran.


"Hahaah, gue sih pernah, sekarang gue sedang pacaran dengan seseorang dari sosial media, bersyukur yang dikatakan semuanya real tidak ada kebohongan," ucap Dita menjelaskan.


"Baik Dita, nanti gue coba deh, pengen juga punya pacar online, karena sudah tramuma pacaran bertemu di nyata itu," ucap Kyira pada Dita.


"Oke Dita, terima kasih, hati-hati saja, semoga lancar urusan mu," ucap Kyira pada Dita.


Keduanya pun berpisah, dan saling melambaikan tangan satu sama lain.


Kyira pun berjalan sambil mengamati ponselnya. Saat dia berjalan tabrakan dengan seseorang.


bruuuukkk....


"Oh ponselku, iih siapa sih yang menjatuhkan ponselku," ucap Kyira panik dengan ponselnya dan mengomel begitu saja.


"Maaf nanti aku akan ganti ponselmu," ucap Dion berbicara dengan Kyira.


"Heheheh, gak apa-apa kok, nie ponsel ku baik-baik saja kok, lagian nggak mau ponsel baru nanti di Service saja kalau begitu," ucap Kyira menjawab.


Kyira pun berlalu pergi meninggalkan Dion.


"Hahaha, baru kali ini, aku ngomong nggak diperdulikan sama sekali, siapa cewek itu? biasanya minta ganti rugi atau caper gitu, lah ini lihat muka gue saja hanya sekilas saja, " ucap Dion penasaran dengan Kyira.

__ADS_1


Kyira pun masih bergelut dengan ponselnya. Bahkan ketika Dion berteriak memanggil dirinya Kyira tidak berkutik sama sekali.


"Hey wanita tomboy berpakaian jaket warna hitam dan bertopi hitam, stop?" ucap Dion berteriak kepada Kyira.


Kyira pun memandang sekitarnya, mungkin dia mengira bukan dirinya. Namun ketika Dion mendekat dan memukul bahunya dia pun menyadarinya.


"Hey, kamu ngga dengar yaa, aku berteriak tentang dirimu, tapi malah acuh saja, capek tahu mengejar kamu dari sana," ucap Dion menjelaskan.


"Jaadi, kamu manggil aku, aku pikir ada orang lain selain aku yang berpakaian seperti ini, makanya aku berjalan saja, lagian juga kita tidak saling kenal," ucap kyira sambil tersenyum.


"Nie buku kita tertukar, kamu pergi saja malah ngga periksa buku kita tertukar," ucap Dion mengomel.


"Hahaha, kamu cowok tapi suka mengomel lucu deh, baiklah terima kasih ya," ucap Kyira sambil memberikan buku Dion.


"Gue lagi marah sama kamu, malah dibilang lucu, gimana sih kamu jadi cewek?" ucap Dion memberikan buku yang ditangannya.


"Karena urusan kita sudah selesai, berarti aku duluan ya, mau ketemuan dengan teman segera nie, ada hal yang mendesak," ucap Kyira pergi.


"Tungguuu, tapi siapa nama kamu, boleh kan aku tahu nama kamu," ucap Dion pada Kyira.


"Namaku Kyira, jadi panggil saja Kyira okey," ucap Kyira sambil melambaikan tangannya.


"Oke deh," ucap Dion membalas lambaian tangan tersebut.


(Kyira, suatu saat aku bisa menaklukan hatimu, tunggu saja Kyira) gumam Dion dalam hati


Kyira pun pergi begitu saja meninggalkan Dion yang penuh tanda tanya.


🍂🌷🌷🌷🍂


Bagaimana kelanjutannya??


Tunggu episode berikutnya yaa...


Like and comment ya😊


Terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2