
Athar dan Dwifa pun makan malam bersama orang tua Athar di rumahnya. Dwifa belum bisa berkata-kata karena dinner nya tentang hubungan nya dengan Athar bukan pekerjaan.
"Setelah selesai makan, kita kumpul di ruang tamu yaa Athar dan Dwifa," ucap papa.
"Baik om," ucap Dwifa.
"Oke pa," ucap Athar.
Dwifa pun ingin bantu membereskan, namun mama Athar mencegahnya karena ada Bik Ninik yang bantu membereskan. dwifa hanya menuruti saja.
Saat di ruang tamu.
"Apaaa??, saya tidak setuju Pa menikah dini, bagaimana pekerjaan Dwifa," ucap Athar menolak tawaran papa nya.
"Tunggu Athar, papa mau denger pendapat Dwifa bagaimana?" ucap papa Athar.
"Saya setuju om," ucap Dwifa mantap.
Athar terbelalak mendengar jawaban Dwifa.
"Berarti Dwifa serius dengan hubungan ini, papa sudah mengatur semuanya, kalian berdua hanya menikah saja dengan begitu keinginan mama kalian akan terwujud di tahun ini," ucap papa Athar.
"Emang keinginan ku yang mana Pa," ucap Mama Athar heran dengan sikap suami nya.
"Hahaah, istri ku memang pelupa, baiklah aku kirim ke kamu ya sayang," ucap papa Athar.
Betapa terkejut mama Athar melihat 1.000 impiannya ketika mereka menikah, padahal catatan impian punya mama Athar sudah hilang sejak lama. Mama Athar sungguh terharu dengan sikap suaminya dan langsung memeluk suaminya.
Athar dan Dwifa yang melihat itu hanya tersenyum malu dan heran atas keduanya.
"Pa, terima kasih atas ingatan nya, berarti keinginan mama itu papa wujudkan tanpa sepengetahuan mama," ucap Mama Athar berlinang.
"Iyaa benar, tunggu ma. Athar dan Dwifa masih disini, nanti papa ceritakan kronologi buku impianmu ya," ucap papa memberikan arahan kepada Athar.
"Taapi pa, kalau aku disana otomatis aku harus kerja," ucap Athar.
"Hal itu tenang saja, termasuk pekerjaan buat Dwifa papa sudah atur semua, kalian sementara ini ikuti papa saja, karena papa sangat sayang dengan mama jadi harus mewujudkan keinginan istri papa," ucap papa panjang lebar.
Melihat orangtua Athar yang tetap romantis membuat Dwifa hanya menggelar senyuman indahnya.
"Sungguh beruntung mama Athar," gumam Dwifa.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu melamun?" ucap Athar menepuk pundak Dwifa.
"Eeeh nggak apa-apa, tapi tunggu dulu tadi kamu bilang sayang, jadi udah pintar bilang sayang-sayang yaa,"ucap Dwifa menggoda Athar.
"Hahaha... nggak..nggak, anggap saja aku nggak pernah bilang, ayoo aku antar pulang ke rumah," ucap Athar malu-malu.
Keduanya pun pergi meninggalkan rumah Athar.
Satu jam kemudian.
"Terima kasih yaa Athar, sudah antar aku ke rumah, apakah kamu nggak mampir lagi?" ucap Dwifa sambil turun dari mobil.
"Lain kali saja Dwifa, maaf ya sekali lagi," ucap Athar.
Dwifa hanya melambaikan tangannya ke Athar. Athar pun membalas balikan lambaian tangan Dwifa.
"Ehm sungguh membosankan di rumah tanpa ada Albert," ucap Kyira.
Kyira pun membenamkan badannya, sedangkan dengan kekasih online tidak ada hubungan sama sekali. sehingga membuat hidup Kyira jadi membosankan.
"Ehm coba hubungi Albert deh, di Indonesia sekarang pasti sudah malam," gumam Kyira dalam hati.
Dering ponsel Albert pun berbunyi.
"Hai Kyira, ada apa nie malam-malam video call dengan aku?" ucap Albert sambil menguap.
"Kangen saja sama Albert, kamu kapan kesini lagi, ohya aku ganggu tidur kamu lagi ya," ucap Kyira bertanya panjang lebar.
"Ehm nggak tahu kapan, nanti aku kabari lagi yaa, kalau kamu kangen miliki aku seutuhnya dong,"ucap Albert sambil tersenyum menutup mulutnya.
"Ehm mau miliki kamu seutuhnya tapi Dion ngejar aku terus disini, di kampus dia sudah melebelkan aku pacarnya kesel tahu dengan tingkah Dion, rasanya mau mukul itu anak-anak, cuma gara-gara dia menolong aku saat mau di copet orang" ucap Kyira panjang lebar.
"Hahaha, wah kamu cantik dong sampai Dion ngejar kamu mulu', tapi kan Dion memang ganteng mana pulak dia pintar, kan cocok dengan kamu yang moodyan," ucap Albert sambil menahan kantuknya.
"Iih kok kamu mendukung Dion sih, nyebelin tahu," ucap Kyira manyun.
"Yaa ampun, sudah lama tidak wajahmu yang manyun itu" ucap Albert tersenyum.
"Iih malah senang aku manyun, kamu laki atau apa sih, masa' nggak ada rasa suka dengan aku sedikitpun," ucap Kyira keceplosan dengan ucapan sambil menutup mulutnya.
"Ada lah, masa' nggak tapi kan aku udah bilang saat sekarang lagi fokus dengan bisnis papa jadi tidak ada waktu buat kenalan dengan wanita manapun, wanita yang dekat dengan aku hanya kamu Kyira lagian bersahabat juga baik kok, aku kan nggak perlu banyak perhatian," ucap Albert panjang lebar.
__ADS_1
"Ehm iyaa...iya, aku tutup dulu telponnya, kamu nyebelin Albert,"ucap Kyira manyun.
"Oke-oke, mau nya kamu gimana sekarang?" ucap Albert serius.
"Ehm apa yaa?" ucap Kyira mulai berpikir.
"Albert, papa ada hal penting bisakah kamu keluar kamar," ucap papa berteriak depan pintu kamar Albert.
"Oke Pa," ucap Albert balik teriak.
"Kyira, lain kali kita bicara lagi yaa, saya mau nemui papa dulu, bye Kyira" ucap Albert langsung mematikan panggilan tersebut dan meletakkan ponselnya di atas kasur serta langsung menemui papanya.
"Ehm Albert benar-benar nyebelin, tapi nggak salah dia juga sih jadi begitu," gumam Kyira.
Kyira pun kembali ke aktivitas nya. Begitupun Albert masih sibuk dengan urusan papanya. Albert menyelesaikan beberapa virus yang menyerah beberapa komputer perusahaan sehingga memiliki waktu untuk pengerjaan dia pun harus pergi malam-malam ke perusahaan untuk menyelesaikan nya.
Albert pun dan papa meningkalkan rumah untuk pergi ke perusahaan.
Β
"Meisya, loe ngapain disini," ucap Leta.
"Lah loe sendiri ngapain disini?" ucap Meisya nanya balik.
"Kalau gue mau kencan buta hehe tapi sepertinya tidak datang, jadi mau pulang," ucap Leta.
"Kalau gitu sama dong, ayoo kita ngobrol saja cari tempat lain buat ngobrol," ucap Meisya.
Keduanya pun pindah ke cafe tongkrongan yang biasa sehingga lebih santai dan tidak formal.
"Loe belum nemui pacar baru setelah dari Veto," ucap Meisya.
"Hahaha,belum sih, fokus sekolah di suruh orangtua jadi yaa harus nurut deh, kalau Mei sendiri gimana?" ucap Leta.
"Veto sekarang sudah menemukan kebahagiaan nya, gue pun sudah lama mengiklaskan Veto, sama juga fokus sekolah sebentar lagi kita kuliah jadi bisa cari pacar baru deh," ucap Meisya.
"Kalau ada cocok hahaha," ucap Leta tertawa.
"Benar juga yaa, tidak semudah itu mencari cowok potongan Veto hahah," ucap Meisya.
Keduanya pun berbicara panjang, sudah sangat lama keduanya tidak berbicara dan bertemu. Namun, keduanya dipertemukan pada moment yang pas.
__ADS_1
πππππ
Like and Comment yaβΊοΈ