
Kyira pun tidak berkeinginan untuk ke kampus. Karena luka di wajahnya masih sangat membekas. Kyira pun berjalan ke mall dengan Albert. Namun, saat mereka keluar dari apartemen dan Albert masih di belakang dia melihat Leta dan Meisya mendatang Kyira.
"Mau ngapain kalian kesini?" gertak Kyira.
"Ehm kita mau minta maaf dan lagian juga kita sudah diberi hukuman oleh Veto," ucap Meisya dengan memalingkan wajahnya.
"Iyaa kita berdua minta maaf," ucap Leta kesal.
"Kalian pikir semudah itu minta maaf, kalian tunggu saja panggilan dari pihak kepolisian saya sudah melapor ke pihak polisi," gertak Kyira.
"Apa yang harus kita lakukan agar kamu puas dan mencabut panggilan tersebut?" ucap Leta mulai ketakutan.
"Mudah kok, tapi kenapa Meisya tidak mau bicara, atau mau nunggu surat panggilan buat kalian berdua," gertak Kyira.
"Ya, katakan saja apa yang harus kita lakukan?" ucap Meisya dengan muka geram.
"Kalian berdua harus saling tampar agar merasa kan yang aku rasakan saat ini," ucap Kyira.
"What's? elo gila Kyira kita kan sudah minta maaf," ucap Leta.
Dan Meisya langsung menampar Leta dengan menampilkan muka masam kepada Kyira. Leta terkejut dengan hal itu dan dia pun melakukan hal yang sama. Kyira pun mendekati keduanya.
"Kalian dengar yaa, saya tahu alasan kalian ke sini dan berkuliah disini, jadi sedikitpun jangan berulah, kalau kalian masih melakukan yang menjijikan kan ini, saya pasti kan kalian tidak bakal betal tinggal di sini, taapi itu bukan ancaman karena gue bercanda," ucap Kyira meninggalkan kedua wanita tersebut.
"Hey Kyira, elo pikir cantik dan cerdas bisa membuat para lelaki menginginkan elo, mereka hanya mau tubuh elo saja, hehe dasar cewek munafik," ucap Meisya geram.
"Apaaa??? , mu-na-fik, haha nggak salah yang elo bicarakan, elo sendiri kenapa menyukai saudara tiri elo sendiri? sorry ya gue mau pergi ke kampus, sampai ketemu di kampus, ohya kalau kalian menyukai Dion, silahkan mendekati dirinya," ucap Kyira pergi begitu saja.
Meisya pun menarik tangan Kyira, tanpa sengaja Kyira melakukan putaran balik badan dan membuat tangan Meisya kesakitan.
"Lepasin tangan gue.." ucap Meisya marah.
__ADS_1
"Adab yang baik itu, bicara dengan baik bukan malah mencekam tangan saya, elo pikir gue Kyira yang dulu bisa di tindas... no...no... nona manja... kata penyanyi itu "aku yg dulu bukanlah yg sekarang" nah elo paham kan lirik itu, jaadi stop mengancam dan menganiaya gue seperti dulu kalau nggak kita sama-sama masuk penjara," gertak Kyira melepaskan tangan Meisya.
"Awww, dasar cewek breng*** elo tunggu saja nanti elo yang gue bikin bertekuk lutut minta maaf atas kejadian hari ini," ucap Meisya marah.
Meisya dan Leta pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Veto dan Albert yang melihat dari kejauhan bertambah kagum dengan keberanian Kyira.
"Wanita pemberani, sejak kapan dia bisa menggertak orang lain," ucap Veto dan Albert dalam hati.
Veto pun meninggalkan tempat itu, baginya Kyira sekarang adalah masa lalunya. Begitupun Albert harus pergi karena dia tadi memang sudah pergi duluan sebelum Kyira membalas hinaan Leta dan Meisya.
Pinn.....Pin... (bunyi klakson mobil)
"Kyira ! Hayoo masuk aku jemput kamu ke kampus," ucap Albert.
"Loe, bukannya tadi kamu udah pulang duluan," ucap Kyira.
"Haha, iya sih tapi tadi aku mini market dulu malam ini mau stay di hotel saja karena ada misi dari papa, jadi beli cemilan deh," ucap Albert pura-pura tidak tahu.
Sesampainya di kampus, Kyira pun melambaikan tangannya ke Albert. Tampak ada seseorang yang melihat hal cemburu luar biasa siapa lagi kalau bukan Dion. Dion pun menemui Kyira.
"Kyira siapa laki-laki tadi?" ucap Dion cemburu.
"Maaf Dion, aku lebih lama mengenal Albert daripada kamu, dan dia itu sahabat dekat ku dari Indonesia," ucap Kyira berbicara tegas.
"Tapi kalau kamu di antar orang lain, apa kata orang tentangku?" ucap Dion mendengus kesal.
"Hehe, kamu lucu Dion (menyeringai), aku ini hanya boneka kamu kan, aku tahu loe saat aku ditampar oleh Leta dan Meisya, aku tahu kamu berada di samping mini market itu, tapi mengapa kamu tidak membantuku atau setidaknya menyelamatkan ku?, kamu malah asyik melihat ku ditampar di ke dua pipi sekaligus, dan malah yang memberi pelajaran kepada Meisya dan Leta justru mantan pacar aku," ucap Kyira mendengus kesal.
Dion pun mengejar Kyira menjelaskan semuanya. Namun, dihardik oleh Kyira dia lelah dengan sikap orang yang memanfaatkannya saja.
"Kyira, di dekat parkiran ada wartawan jika aku ke sana, maka masalah makin merunyam bahkan kamu akan jadi sasaran media," ucap Dion menjelaskan.
__ADS_1
"Kamu pikir keinginan aku jadi sasaran media, lihat saja hot Line di sosial media bahwa pacar kamu di tampar oleh fans kamu sendiri," ucap Kyira marah.
"Kyira, aku bisa menyelesaikan semuanya, tapi dengerin semuanya," ucap Dion.
"Maaf Dion, di media itu pasti akan tertulis bahwa aku sudah memutuskan hubungan atas kemauan fans mu, dan so pasti itu akan menjadi booming serta bisa meningkatkan popularitas mu," ucap Kyira berlari meninggalkan Dion.
Dion berusaha mengejar Kyira, namun tidak di dapatinya. Kyira pun menuju kamar mandi dan memakai Hoodie nya serta memakai masker agar dirinya tidak terlihat. Kyira pun menangis dengan sejadinya, padahal dia ke kampus untuk mengumpulkan tugas karena hari ini tidak ada perkuliahan.
Setelah Kyira selesai dengan menangis dan dihapusnya agar tidak terlihat menangis. Dia pun menuju ke ruangan dosen untuk memberikan tugas. Ibu Nani selaku dosennya memberikan nasehat kepadanya dan itu seperti nasehat mamanya.
"Kyira, kamu sabar yaa apakah pipi mu baik-baik saja sekarang?, beritanya sekarang sudah turun bisa jadi nanti hot Line, kamu jaga diri ya, jika memerlukan bantuan Ibu telpon saja," ucap Ibu Nani langsung memeluk Kyira.
"Terima kasih Bu atas bantuannya, Kyira izin pamit dulu yaa Bu Nani, permisi," ucap Kyira.
Kyira pun berjalan santai seperti biasanya, dia pun masuk ke kamar mandi pria dan segera berganti kostum pria, Kyira sudah mengantisipasi hal ini sehingga dia sudah membuat persiapan. Ketika keluar tiada yang mengenalnya sama sekali, hingga dia merasa lega sudah sampai di gerbang kampus.
Hingga sebuah mobil mengklason nya.
"Kyira, masuklah ke dalam mobil," ucap Zion.
Kyira yang mendengar suara Bang Zion menoleh ke belakang, dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Bang Zion, bagaimana kamu bisa tahu kalau itu aku," ucap Kyira bertanya.
"Kyira, sekarang kamu ganti pakaian dengan pakaian yang aku belikan, kita akan berjalan tanpa satu pun orang yang tahu dengan dirimu, dan kamu tenang saja sahabatmu Albert sudah mengetahui nya saya meminta izin padanya untuk menjaga mu, saat berita itu keluar hal pertama yang ku lakukan menemui Albert dan kami sudah buat rencana meskipun eksekusinya itu saya, kamu tidak keberatan kan," ucap Zion bertanya.
"Hehe, tidak dong malah aku bahagia, kalian berdua selalu membantuku," ucap Kyira.
Kyira pun berganti pakaian sementara itu Zion menunggu di luar mobil.
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1