
Di dalam apartemen masih menunggu kedatangan Albert, Kyira sungguh terpesona dengan kisah Albert. Bahkan, dia tersenyum sendiri dan merasa kagum dengan Albert.
(Argh, dia hanya sahabatku mana mungkin kami bisa bersama, dia pasti memilih wanita yang sepadan dengannya, dengan karakter Albert seperti itu pasti banyak wanita yang mendekatinya dan menyukainya, sedangkan aku hanyalah wanita Lebel sahabat, lagian juga kami hanya bisa bersahabat tanpa hubungan lain selain itu) gumam Kyira masih dalam lamunan.
Saat Kyira dalam lamunan, Albert sudah di apartemen Kyira. Albert pun menemui Kyira di apartemennya mereka pun makan bareng saat mereka makan bersama saling bicara dan bercanda satu sama lain sehingga dalam percakapan tersebut timbullah perasaan yang tidak dijelaskan satu sama lain.
Albert malah mengusik Kyira yang tengah melamun, Kyira pun menyadari hal itu dan mereka pun kembali berbicara satu sama lain, tentang berbagai hal yang mereka alami di masa lalu.
Saat mereka asyik ngobrol panggilan video call dari Athar.
"Hay, kalian berdua lagi ngapain thu?? iih ngga ngajak lagi makan bareng dengan gue ya, ketika di Indonesia saja kalian tidak begini, dasar sahabat menyebalkan kalian berdua," ucap Athar mendengus kesal.
"Hihi, ini gue lagi makan bareng sama anak orang, lagian juga mana bisa ngajak kamu yang ada di Indonesia dan mengantarkan makanan ke kamu kita beda negara," ucap Albert sambil tertawa.
"Iyaa nie Athar gue lagi nikmati makan enak masakan Albert, keren loe dianya pintar masak, rasanya mau di masak tiap hari oleh Albert, sungguh candu masakan yang dibuat oleh Albert," ucap Kyira sambil memperlihatkan dia makan.
"Hahaha, kalian berdua itu dah cocok deh jadi pasangan, ungkapin aja satu sama lain, kalian berdua sama-sama ada perasaankan, hayoo ngaku saja, jangan berdiam diri begitu, kalau suka ya katakan saja lah," ucap Athar tersenyum.
Keduanya terdiam membisu mendengar ucapan Athar.
"Heheh garing yaa obrolan gue, sorry, yaa udah lanjutin aja yaa makan-makannya gue off dulu karena ada urusan mendesak, semoga kalian berdua selalu bahagia ya, sampai bertemu kembali Kyira dan Albert," ucap Athar langsung mematikan panggilan video tersebut.
Mereka berdua hanya menjawab seadanya ketika Athar izin off dari panggilan tersebut karena keduanya terdiam atas pernyataan Athar. Keduanya terkejut Albert mengatakan hal tersebut.
Kyira dan Albert pun kembali makan.
"Ohya Albert, sebenarnya kesibukan selama beberapa hari ini apa sih?, seperti nya sangat menyita waktu kamu, bahkan terkadang aku menelpon pun susah untuk dihubungi," ucap Kyira penasaran.
__ADS_1
"Ehm yaa sibuk nemuin klien papa di Austria,kebetulan ada beberapa klien papa ada disini, jadi yaa sekaligus aja menemanimu dan menyelesaikan tugas dari papa," ucap Albert menjawab.
"Ohw seperti itu, baiklah semoga kamu selalu ada waktu buat aku," ucap Kyira sambil tersenyum manis.
Di dalam hati Albert.
(Kyira, please berhenti berlaku manis denganku, kamu terlalu cantik untuk ku miliki, bahkan aku takut jika mencintaimu, dunia kita sudah di cekal hanya sebagai persahabatan, jadi berlakulah layaknya seorang sahabat pada umumnya) gumam Albert dalam hati.
Setelah usai keduanya pun membereskan meja makan.
Saat kyira mencuci piring, piring itu pecah dan Kyira mencoba mengambil pecahan piring tersebut. Albert yang mendengar itu langsung refleks dan menuju Kyira.
"Kyi, yaa ampun kamu terluka, kotak P3K kamu dimana?"ucap Albert sambil mengambil kotak P3K.
Kyira yang melihat sikap lembut Albert langsung terpanah dan jatuh cinta pada Albert, tapi Kyira trauma untuk pacaran lagi karena Veto pacarnya pertama sudah mengkhianatinya.
"Awwww......" ucap kyira kesakitan.
Di dalam hati Kyira.
(Ya ampun, hati wanita mana yang nggak luluh, langsung jatuh cinta jika diperlakukan lembut seperti ini, waah Albert mah luar biasa memperlakukan wanita dengan sangat baik) gumam Kyira dalam hati.
Saat Albert mencari pecahan beling di kulit jempol Kyi, dia pun berteriak sakit pertanda pecahan beling itu masih di dalamnya. Albert pun perlahan mengeluarkan pecahan beling tersebut. Kyira hanya bisa menahan rasa sakit itu, dan luka nya pun di balut oleh Albert.
Saat Kyira hendak membereskan piring yang belum selesai dicuci, Albert melarangnya untuk melakukan hal itu. Kyira pun hanya melihat Albert membersihkan dapurnya.
"Kalau Albert jadi suamiku betapa beruntungnya diriku, pasti aku akan dijadikan ratu bagia hidupnya, argh sadar Kyira kamu siapa ngapain ngehayal yang nggak penting" gumam Kyira dalam hati sambil senyum-senyum.
__ADS_1
Saat Albert ingin menghampiri Kyira yang tengah tersenyum, ponselnya pun berdering.
"Hai Pa, gimana kelanjutnya?" ucap Albert.
Albert pun berbicara banyak dengan papa nya, dia selalu membawa note kecil disakunya. Di situ lah terdapat catatan penting di dalamnya, lama jua Albert telponan dengan papa nya.
Albert pun memberi kode pada Kyira bahwa dia berbicara dengan papanya tentang hal yang penting. Kyira hanya mengamati Albert dari kaca tersebut.
Panggilan telpon pun terputus. Albert melihat Kyira dengan posisi membaca buku.
"Kyi, gue pergi ke apartemen gue ya karena ada tugas dari papa,dan ini sangat mendesak, nanti kita lanjut lagi yaa bicaranya," ucap Albert melepas ponsel dari tangannya.
"Baik, terima kasih yaa Albert sudah mengajari masak dan membereskan dapurku, aku bahagia hari ini, makan dan masak semua kamu lakukan," ucap Kyira tersenyum manis.
"Sama-sama nanti lain kali, aku ajarin kamu masak yang lain ya dan perhatikan saja saat aku memasak, agar kamu terlatih melihat dulu untuk sekarang, baru nanti kita mencoba mencicip masakan kamu," ucap Albert tersenyum pada Kyira.
"Siap bos laksanakan, smeoga tugas papa mu segera di selesaikan, dan jaga kesehatan yaa Albert," ucap kyira sambil tersenyum.
Albert pun pamitan dengan Kyira dan memberi tahu beberapa catatan di atas kulkasnya karena dia mencatatkan beberapa masakan yang mudah dimasak.
Kyira pun langsung berlari memeluk Albert. Albert yang melihat tingkah Kyira hanya terkejut melihatnya.
"Heheh, makasih yaa Albert buat hari ini, aku bahagia banget," ucap kyira sambil tersenyum bahagia.
"Oke sama-sama, luka mu di obatin yaa kalau masih perih dan pedih, ke depannya hati-hati ya Kyira," ucap Albert pada Kyira.
Kyira pun hanya menjawab dengan senyuman saja. Albert bingung dengan tingkah Kyira. Dia pun bergegas menuju apartemennya karena banyak hal yang harus dilakukan sehingga tidak ada waktu untuk memikirkannya. Keduanya pun saling melambaikan tangan satu sama lain.
__ADS_1
🍂🌷🌷🌷🍂
Like and comment ya