Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 48-Jadian Nea & Teo


__ADS_3

Nea dan Teo terdiam seribu bahasa atas perasaan yang di ungkapkan, setelah pernyataan tersebut. Mobil pun terstop sementara karena lampu merah. Teo mencoba berbicara tapi Nea lebih memilih beristirahat daripada mendengarkan Teo. Sejak penolakan itu Nea tidak memiliki niat berbicara dengan Teo.


Lampu Hijau pun menyala, di lirik arloji Teo pukul 21.00. Teo pun menepikan mobilnya dan mencari restoran yang khusus berbicara berdua dengan Nea, dia pun sudah memesan dan membangunkan Nea yang terlelap sebentar.


"Nea bangun sudah sampai," ucap Teo.


Nea pun mengucek matanya "masih sih secepat itu bukankah setengah jam lagi sampai," ucap Nea turun tanpa memperhatikan jalan di depannya.


Teo pun mengandeng tangan Nea, namun Nea melepaskannya.


"Kenapa sih kamu pegang, aku bisa jalan sendiri?" ucap Nea.


Nea belum menyadari kalau mereka berada di restoran, karena kesadaran nya belum sampai. Sampailah mereka tempat yang sudah di reservasi oleh Teo.


Pintu itu pun terkunci, Nea lalu mencuci mukanya karena dihadapannya ada wastafel seperti dikamarnya. Saat dia membuka mata di depannya tersaji sebuah makanan dan sebuah tulisan yang romantis.


"Nea, maafkan aku tapi mau kah kamu menjadi pacarku," ucap Teo dalam ucapan kata tersebut.


Nea pun kembali mengucek matanya dan melihat dengan jelas tulisan tersebut serta memfotonya dan melihatnya dengan seksama.


Teo hanya tersenyum dengan tingkah Nea begitu. Teo pun duduk dihadapan Nea yang memperhatikan tulisan tersebut.


"Nea ada pilihan, di tangan kiri ku tidak ada apa-apa jika kamu memilih itu berarti menolakku, jika kamu memilih sendok sebelah kanan maka menerima ku," ucap Teo merunduk malu melihat mukanya yang lagi memerah.


Nea pun tersenyum dan tertawa.


"Teo kenapa menutupi muka begitu, aku akan menjawabnya tapi kamu harus tutup mata dulu." Ucap Nea.


Teo pun menuruti ucapan Nea.


Nea mengambil Sendok dengan perlahan dan makan begitu saja.


"Nea kamu sudah memilih belum sih, lama bener. Coba buka matamu Teo," ucap Nea sambil makan dengan sendok kepunyaan Teo.


Teo pun memeluk Nea yang berarti mereka jadian.


"Makan dulu Teo, aku lapar nanti saja kita bicara nya," ucap Nea sambil memakan seafood.


Keduanya pun menikmati makanan yang sudah disajikan. Saat semuanya selesai dering ponsel Teo pun berbunyi.


"Teo kamu antar Nea kemana, kenapa dia tidak ada di rumahku?" ucap Dion kesal.


Nea pun merampas ponsel tersebut "Bang Dion, izinkan aku sehari bersama Teo yaa" ucap Nea.


"Kenapa bersama Teo sih? kamu kan nggak punya hubungan apapun, kalian dimana Abang jemput kamu sekarang," ucap Dion khawatir.


"Abang Duon ku tersayang, aku sudah jadian dengan Teo, dia sekarang milikku, dia pacarku so ....

__ADS_1


Belum selesai Nea berbicara di ambil kembali oleh Teo..


"Sorry Dion, tadi kami lapar jadi makan dulu di restouran, tenang saja saya akan antar ke rumah kami membayar dulu," ucap Teo.


Nea pun mengernyitkan keningnya


"Teo, kita nggak bisa berduaan dong kalau begitu" ucap Nea kesal.


"Nea, Abang Dion sangat sayang sama kamu, besok kita bersama lagi ya, malam ini kamu istirahat yang cukup besok kan kerja lagi," ucap Teo berbicara lembut.


"Baiklah, demi Teo dan Abang Dion" ucap Nea dia pun hampir terjatuh karena ngantuk.


Teo pun mengendong Nea sampai di mobil.


"Bagaimana bisa aku menerima Nea sebagai kekasihku, padahal dulu begitu takut dekat dengannya, ternyata dia wanita yang manis dan baik, kenyataan yang ada dia judes kepada semua orang," ucap Teo dalam lirihnya.


Sesampainya di rumah Dion.


"Maaf Dion kami terlambat," ucap Teo sambil menggendong Nea dan disambut oleh Dion.


"Terima kasih yaa kamu sudah jaga si manja," ucap Dion.


Teo belum sempat bicara karena waktu sudah menunjukkan malam yang larut, sehingga dia harus pulang karena mama nya sedari tadi menelpon menanyakan kepulangan anaknya.


"Iya ma, Teo lagi diperjalanan pesanan mama sudah ada kok," ucap Teo memberikan keyakinan pada mama nya.


"Teo tolong jaga Nea ya, aslinya dia seorang yang sangat manja, sikap judesnya hanya ditunjukkan pada orang yang tidak mengenalnya, jadi jangan aneh jika sikapnya akan berbeda ketika kalian berdua, nanti kamu akan mengenali sendiri sifat uniknya," ucap Dion menempuk pundak Teo.


"Baik, saya akan mengingat itu Dion, terima kasih sudah merestui hubungan kami," ucap Teo berlalu pergi mengendarai mobilnya.


Dion pun masuk ke dalam rumah dan beristirahat sejenak. Saat hendak tidur ponselnya berdering.


"Duuh siapa sih?" ucap Dion melihat panggilan tersebut, dia terperanjat yang menghubungi Kyira.


"Kamu kenapa Kyira?" ucap Dion khawatir.


"Disini listriknya padam, aku takut gelap Dion," ucap Kyira meringis.


"Apakah aku harus kesana menemani kamu?" ucap Dion menawarkan.


"Tak perlu Dion, aku takut saja, aku punya trauma sendiri," ucap Kyira.


"Baiklah, sekarang kamu tidurlah aku temani kamu yaa disini kita sambil telponan," ucap Dion bicara lembut.


"Terima kasih Dion," ucap Kyira dengan suara parau karena kantuknya sudah tiba.


Setelah di rasa Kyira sudah tidur, Dion pun terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Pagi pun menjelang.


Sarapan sudah di sediakan oleh Nea. Dion pun turun dan terkejut dengan semua masakan Nea sepagi ini.


"Kamu mau kemana sudah cantik begini," ucap Dion mengernyitkan alisnya.


"Mau ketemu Teo lah, mau kasih makanan buat dia," ucap Nea.


"Memang kamu tahu rumahnya dimana?" ucap Dion bertanya.


"Ngak tahu, tapi kami sudah janjian ketemu dimana," ucap Nea.


Nea pun berpamitan dengan Dion dengan tergesa-gesa.


"Hati-hati Nea, kalau kamu terluka gimana?" ucap Dion berteriak.


Dion pun memakan sarapannya setelah selesai dia pun kembali ke kamar mengambil ponselnya sudah terisi penuh.


"Hay Kyira, kamu sudah makan belum," ucap Dion dalam panggilan video.


Dengan senyumannya Kyira menjawab ;


"Sudah kok, mau siap-siap ke kampus sekarang," ucap Kyira mengambil tas nya dan hendak pergi.


"Aku jemput kesana yaa, sekalian kita barengan ke kampusnya," ucap Dion sambil tangan mengatup seperti memohon pada Kyira.


Kyira pun berpikir cukup lama ;


" Ehm baiklah, karena semalam kamu sudah membantu aku, aku tunggu di halaman apartemen yaa," ucap Kyira menutup panggilan tersebut.


Dion pun bergegas berangkat menjemput Kyira sang pacar.


"Akhirnya bisa berduaan juga dengan Kyira," ucap Dion dengan wajah yang bahagia.


Beberapa menit kemudian.


"Hay, hayoo masuk Kyira," ucap Dion mempersilahkan Kyira masuk duduk di sampingnya.


Setelah selesai diperjalanan mereka pun berbicara ;


"Kyira bagaimana keadaan mu sekarang," ucap Dion bertanya sambil memandang wajah Kyira.


Dion mata mu fokus ke depan aku akan jawab pertanyaan mu ;


"Aku baik saja kok, semalam hanya takut saja karena gelap," ucap Kyira.


Pembicaraan pun terputus karena mereka telah tiba di kampus.

__ADS_1


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2