
"Kyi...ra... Kamu kenapa senyum-senyum dari tadi?" ucap Albert.
"Andai kamu jadi pacarku pasti bahagia, tapi maalu sahabat jadi pacar kalau putus susah komunikasi lagi," gumam Kyira dalam hati.
"Heyyyy," ucap Albert sambil tepuk pundak Kyira.
"Yaaa... Yaaa ada apa?" ucap Kyira gelapan.
Dering ponsel Kyira pun berbunyi.
"Hallo Bang Dion. Ada apa sore menelpon?" ucap Kyira bertanya.
"Heheh. Gue kangen saja sama loe, karena padatnya jadwal hari ini jadi nggak ngeliat loe serasa dunia gue sepi," ucap Dion sambil ketawa.
"Ihw apaan sih?kan dunia belum berakhir sekarang, mana ada dunia sepi," ucap Kyira nada bicaranya cuek.
"Hahaha. Galak banget sih jadi cewek, ohya Kyira, bolehkah aku mengejarmu lagian kamu belum punya cowok kan,"ucap Dion dengan pede nya.
"Ada kok, kami belum ketemuan saja masih di online karena kesibukan masing-masing," ucap Kyira dengan ekspresi serius.
Mobil pun rem mendadak.
"Awww..." ucap Kyira dengan keras.
"Bang Aku tutup dulu yaa sekarang di dalam kendaraan, nanti kita sambung lagi ya," ucap Kyira langsung mematikan.
"Oke baiklah. Semoga kamu baik-baik saja ya," ucap Dion.
"Kenapa sih Albert rem mendadak? Apakah ada sesuatu?" ucap Kyira.
"Ehm ngga ada kok, mungkin aku lelah saja," ucap Albert.
Kyira pun sesaat tertidur.
"Apa?? Kyira telah memiliki pacar, berarti ke depannya sudah ada yang menjaganya, aku pun harus menjaga jarak," begitulah pikiran Albert tentang Kyira.
__ADS_1
Albert pun mengendarai mobilnya dengan pelan tanpa kesal apapun. Albert hanya kesal saja dengan dirinya entah karena permasalahan apa?. Seolah-olah dunia hancur akan ucapan Kyira padahal Albert sudah lama melepaskan perasaanya pada Kyira.
Setelah sampai di apartemen Albert diam seribu bahasa, bahkan Kyira sebal dengan tingkah Albert.
"Al. Tunggu. Kenapa muka kamu manyun begitu, salahku apa sih?" ucap Kyira bingung dengan tingkah Albert.
"Nggak apa-apa? Gue lagi kesal saja sama diri gue sendiri, ohya Kyira ke depannya kamu harus bisa jaga diri ya, karena kamu sudah punya pacar jadi aku lega kamu tidak sendirian lagi di kota ini," ucap Albert sambil pamit duluan ke apartemennya.
"Kok aku merasa kalau Albert memiliki cemburu yaa besar sama hubungan kekasih online ku, padahal kan kami saja belum bertemu," gumam Kyira dalam hati.
Kyira pun berberes kamarnya, serta menyelesaikan beberapa tugas kampus yang harus diselesaikan.
Begitu pun dengan Albert yang masih berkutik dengan komputernya karena dia baru saja dapat pemberitahuan dari papa nya untuk menyelesaikan sesuatu. Albert pun kembali fokus dan mengesampingkan perasaannya yang tengah kacau. Meskipun albert memiliki sebuah problem dia masih bisa menyelesaikan tuganya dengan baik. Sifat Albert ini lah yang sangat disukai oleh papanya, sifat yang profesional dalam pekerjaan tidak ada baperan dalam pekerjaannya. Bahkan semua klien yang diurus oleh Albert, semuanya terpana atas presentasenya.
Di tempat yang berbeda.
"Athar. Ada yang ingin menemui kamu," ucap mamanya.
"Oke ma. Tunggu sebentar," ucap Athar.
"Hai Dwifa. Gimana kabar kamu?" ucap Athar.
"Heem Athar sebelumnya aku minta maaf datang ke rumahmu tiba-tiba, tapi aku perlu bantuanmu," ucap Dwifa.
"Apa yang bisa aku bantu untukmu Dwifa?" ucap Athar.
Dwifa pun menceritakan semuanya kepada Athar. Athar terkejut dengan ceritanya, dia pun berusaha mencari solusi yang terbaik atas permasalahan itu. Karena Dwifa sudah menjadi yatim piatu sejak kecelakaan orangtuanya. Namun Dwifa mendapatkan beasiswa menjadi mahasiswa kedokteran. Pertemuan keduanya ketika Dwifa memiliki semuanya masih SMP. Dwifa gadis favorit kala itu disukai semua orang berbeda dengam Athar laki-laki lemah yang suka sakit-sakitan. Namun, Dwifa selalu bersamanya mereka berteman hingga kelas 3 SMP. Hingga musibah merenggut keluarganya Dwifa pun di asuh oleh bibi dan pamannya hingga sekarang.
"Itulah solusinya untuk sementara ini, namun aku harus bertanya dengan orangtuaku dulu untuk peminjaman uang tersebut," ucap Athar.
"Aku akan berusaha membayar hutangku athar dan kamu meminta apapun dariku agar aku tidak menikahi lelaki bejat dengan 2 istri itu," ucap Dwifa menjelaskan.
"Baik nanti aku hubungi lagi yaa, nie no ponselku, aku berada di rumah ini lah ngga kemana-mana jadi kamu bisa datang kapan saja," ucap Athar.
"Terima kasih Athar atas bantuannya, aku akan bantuanmu hari ini," ucap Dwifa.
__ADS_1
Setelah Dwifa pergi meninggalkan rumah Athar. Mama Athar menemuinya dan bertanya.
"Sayang, mama tidak pernah melihatmu sebahagia ini siapa wanita itu?" ucap mama.
"Dia adalah Dwifa wanita pertama yang Athar cintai hingga sekarang, sebenarnya Athar tahu kalau Dwifa sedang kesulitan dan menderita, sengaja Athar tidak membantu karena tidak mau membuatnya membenciku sebab karekter Dwifa itu keras kepala, ma Athar ada permintaan jika mama menyetujuinya," ucap Athar.
"Apa sayang? Kamu mau minta apa papa dan mama akan mengabulkannya?" ucap mama.
"Ma, Dwifa memerlukan uang 20 juta untuk melunasi hutang bibi nya di rentenir itu bayarnya dalam minggu ini lah, bisa kah mama pinjamkan dan satu lagi bisa kah Athar menikahi Dwifa, Athar ingin menyelamatkannya dari bibi dan pamannya yang jahat," ucap Athar menjelaskannya.
"Mama bisa membantunya, tapi terkait menikahi kami yakin tentang hal itu," ucap mama memberikan penekanan.
"Saya yakin ma, tapi untuk sementara ini, sekarang Athar ingin pedekate dulu dengan Dwifa tanpa memaksanya," ucap Athar.
"Baiklah sayang, selama kamu bahagia papa dan mama akan mengabulkannya," ucap mama.
Athar pun memeluk mamanya. Meskipun athar memiliki saudara laki-laki yang masih di SMP tapi orangtuanya tidak pernah mengesampingkannya. Orangtuanya tetap berlaku adil meskipun Athar dengan kondisi suka sakit-sakitan.
Athar pun membicarakan keperluan Dwifa kepada orangtuanya. Namun, papa nya tidak menyetujui untuk menikah di usia muda.
"Kalau kamu memang mencintai Dwifa maka ada satu caranya," ucap papa Athar.
"Apa Pa? " ucap Athar.
"Kamu sejak sekarang magang di perusahaan Papa karena jurusanmu linear dan sesuai yang diinginkan perusahaan. Dwifa besok sore temui mama dan papa di rumah," ucap papa langsung pergi meninggalkan mama dan Athar.
Athar pun mendekati mama nya untuk mengetahui hal apa yang akan dibicarakan oleh papanya. Namun, mama nya memilih diam karena hanya papa nya yang akan membicarakan langsung dengan Dwifa.
Athar pun hanya menghubungi Dwifa bahwa besok dia di suruh ke rumah, uang sudah di transfer oleh orangtuanya dan diberikan langsung ke rentenirnya sehingga Dwifa hanya mengikuti instruksi itu.
🍂🌷🌷🌷🍂
Bagaimana kelanjutan kisah Athar dan Dwifa?
Kira-kira apa yaa yang akan diputuskan oleh papanya athar untuk Dwifa...
__ADS_1
Comment di kolom komentar ya😊