
Kyira pun sudah di dalam pesawat, dia merasa bahagia sudah sampai disana. Tapi hatinya berdesir mengingat seseorang dalam hidupnya.
"Andai saja hari-hariku disana bersama seseorang, ehm Albert gue kangen loe, teman gue satu itu sudah cuek, mana ngangeni lagi, iih baru saja nggak ketemu berapa menit sudah keingat saja, kalau di dengarnya pasti geer deh," ucap Kyira ngomel sendiri.
Di saat Kyira ngomel sendiri, dari samping :
"Hay..." ucap Albert membuka buku yang menutupi wajahnya.
Sontak saja Kyira kegirangan dan tiba-tiba memeluk Albert dan menciumnya tanpa sengaja.
"Hey, ini di pesawat loe ngga malu apa? kayak lama ngga ketemu saja, tadi kan kita sudah ketemu, ciyee ngomongin gue di belakang, kangen loe sama gue, argh nggak nyangka Kyira bisa kangen sama gue," ucap Albert sambil tersenyum dan menjahili Kyira.
"Iiih Albert (sambil memukul dada bidangnya), maaf, habisnya aku bahagia banget ada sahabatku disini, jadi repleks saja memeluk dan mencium mu, kamu tidak marah kan, nah terus ngapain kamu disini," ucap Kyira bertanya.
"Iya gue anggap itu hadiah dari loe, karena menemani loe kan,tapi jangan suka mukul gitu Kyira, walau aku berotot kan badan ku juga manusia tahu," ucap Albert tersenyum
"Iya maaf, Albert, sampai kapan nemani gue di Austria, ehm aku berharap nya lama, kan beradaptasi tempat yang baru perlu teman juga kan," ucap Kyira sambil tersenyum memandang Albert.
"Ehm belum pasti, aku udah izin sama papa, kabarnya ada job disini tapi nunggu perintah dari papa dulu, eh Kyira sudah mandang gue gitu geli dilihati sama elo," ucap Albert mulutnya di majukan.
Di hati Albert.
(Ya Tuhan wanita di depan ini adalah orang yang paling aku sayang setelah orangtuaku, aku sangat mencintai nya, aku merawat persahabatan ini agar selalu bersamanya)
"Eh, kalau lama kan aku bisa ditemani, setidaknya seminggu gitu ya," ucap Kyira memohon.
"Heheh... Kyira... Kyira.. sekolahku gimana?" aku masih study di Indonesia, dan ini tergantung dengan kolega papa, aku kesini kan ada tugas dari papa menemui klien yaa sekaligus menjaga kamu lah begitu," ucap Albert menjawab.
"Kenapa ngga jadi pengawal aku aja?"ucap Kyira sambil senyum menggoda.
__ADS_1
"Nggak mau jadi pengawal, mau nya jadi pendamping hidup kamu, agar selamanya menjagamu," ucap Albert spontan.
"Hahaha, ngga mungkin lah, loe thu laki-laki paling sempurna yang pernah gue kenal, bahkan gue denger loe laki-laki misterius yang hebat diluar sana, mana mungkin wanita biasa kayak gue berdampingan sama loe yang sudah biasa menghadapi orang lain," ucap Kyira menjawab panjang lebar.
Albert dan Kyira pun berbicara dengan berbagai topik. Terkadang ada tawa, kesal dan canda disela pembicaraan mereka. Setelah habis pembicaraan keduanya, keduanya pun terlelap dalam tidurnya. Namun, ada hal aneh yang dilakukan oleh kyira pada Albert. Kyira memeluk erat lengan Albert dengan kuat seolah-olah itu guling nyaman baginya. Albert pun sulit memindahkan lengannya. Albert pun sebisa mungkin tetap menjaga posisi itu dalam lelapnya.
Saat Kyira terbangun dia terkejut lengannya Albert malah dipegangnya erat seperti guling.
"Aduuuh, kasian banget lengan Albert, pasti keram gara-gara gue, maafin gue yaa Albert, sebagai gantinya gue cium loe aja yaa," ucap kyira diam-diam mencium keningnya Albert.
Albert sebenarnya sudah bangun, tapi memang sengaja mau lihat isi hati kyira aja tentang dirinya sendiri, ternyata dugaan Albert tidak meleset Kyira tidak berubah dengan dirinya. Wanita yang menjadi cinta pertama hingga tiada yang tahu bahwa dia mencintai Kyira, karena sosok Kyira perubahan karakter Albert yang dulu cuek pada orang lain berubah menjadi fleksibel dengan orang lain.
Kyira pun pergi ke toilet untuk cuci muka. Sedangkan Albert bangun dan memercik air sedikit ke muka nya. Dan memulai mendengarkan musik ke telinganya dengan menutupkan buku di muka nya.
Kyira pun usil dengan Albert, dia pun mencoba membuka buku tersebut. Saat dilihatnya mata keduanya saling memandang satu sama lain sama-sama berbicara dalam hati, pandangan keduanya tidak bisa lepas dalam hitungan beberapa menit. Hingga ada pengumuman bahwa merek Akan sampai ditempat pemberhentian pertama untuk dipindahkan ke pesawat lainnya. Keduanya pun terhenti sejenak, untuk membereskan barang-barang mereka.
Pemindahan pesawat pun diberlakukan, karena penumpang VIP, Kyira mengambil tetap duduk yang berdua, saat Albert mencari sesuatu bingung mau duduk dimana. Kyira pun menawarkan untuk duduk di dekatnya.
"Nie bisa ada penghalangnya kok, kamu ngga mau duduk dekat dengan aku, apa takut nanti pacar kamu marahi aku?" ucap Kyira dengan muka cemberut.
"Aku ngga punya pacar Kyira, baiklah aku duduk disamping kamu, tapi berhenti cemberutnya ya, aku ngga suka kamu cemberut, wajah cantik dan manismu itu hilang di telan bumi," ucap Albert mencubit pipi Kyira.
"Iiih Albert sakit tahu, aku sudah besar masih saja mencubit pipi ku, iya aku tersenyum sekarang," ucap Kyira memasang muka tersenyum.
"Kyira kita berandai nie, kamu tinggal jawab ya," ucap Albert bertanya.
"Oke aku akan menjawabnya," ucap Kyira siap.
"Bagaimana perasaan kamu jika menjadi pasangan aku?" ucap Albert bertanya.
__ADS_1
Untuk sesaat Kyira terdiam dan memandang lekat wajah Albert.
Di dalam hati Kyira.
(Albert elo itu laki-laki sempurna, beruntung nya wanita yang mendapatkan elo, kalau gue mana mungkin, pintar enggak, cantik hanya setengah, baik juga nggak terlalu).
"Hey, jangan melamun, hayoo jawab," ucap Albert membuyarkan lamunan Kyira.
"Hehehe, mana mungkin gue ambil bagian jadi pasangan elo, kan sudah aku bilang sebelumnya wanita yang menjadi elo itu pasti beruntung itu saja jawaban gue, hayoo deh tidur ngantuk aku," ucap Kyira langsung tertidur.
Albert terdiam dengan jawaban Kyira. Albert bingung mau nya Kyira apa atas dirinya. namun, Albert tidak menghiraukan itu, dia tetap sabar menghadapi pujaan hati nya yang tidak tahu isi hatinya.
Albert pun hanya memandang wajah cantik Kyira. Keduanya pun selesai dengan perdebatan mereka. Keduanya memiliki dua sisi yang berbeda-beda mengisi satu samal lain. Padahal keduanya memiliki perasaan yang sama, namun belum meyakini jika itu perasaan cinta. Sehingga keduanya hanya menyimpan perasaan itu, keduanya pun tidak mengerti sejak kapan mereka saling jatuh cinta. Yang sekarang fokus keduanya terhubung satu sama lain sebagai sahabat begitulah pemikiran keduanya.
Bagaimana kelanjutannya mereka di Austria ya?
Apakah Albert akan lama di sana?
Nantikan episode selanjutnya.
🍂🌷🌷🌷🍂
Penasaran...
Kita tunggu saja episode selanjutnya..
See you para pembaca...
Like and comment ya😊
__ADS_1
Terima kasih😊