Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 75 - LDR


__ADS_3

Kyira dan Albert pun menikmati hari-hari mereka berada di Indonesia bersama keluarga besar mereka berjalan bersama-sama.


Hingga hari di mana keduanya berjalan bersamaan dan saling bicara satu sama lainnya.


"Kyira, apa rencana mu setelah perjalanan jalan-jalan ini? bukankah kamu harus kembali ke kampus lagi nantinya, atau mau kembali ke Indonesia," ucap Albert bertanya serius.


"Ehm, biar di sana saja deh, tapi kalau begitu kita akan LDR ya," ucap Kyira bertanya dengan muka cemberut.


"Iya lah, nanti kalau ada waktu luang atau aku jadwal kan bisa ke sana, kamu nggak apa-apa kan, biasanya juga bisa kamu sendiri," ucap Albert menjawab.


"Ehm, iya lah aku bisa sendiri, aman pokoknya yang penting kamu harus selalu berkabar saja," ucap Kyira.


Keduanya hanya bicara beberapa menit setelah itu terdiam, lebih tepatnya mereka berdua banyak bicara di dalam hati.


[Ehm, kok canggung yaa ketika bicara dengan Kyira yang menjadi istriku] gumam Albert dalam hati.


[Aduh, dulu jadi sahabat Albert aku lugas bicara dengan nya, sekarang jadi tunangan nya malah canggung] gumam Kyira.


Saat keduanya sedang melamun datanglah Zean dan Xie yang mencairkan suasana. Keduanya mampu mencairkan kebekuan di antara keduanya, sebab mereka lebih banyak diam daripada bicara.


"Hey kalian berdua jangan diam begitu dong, ayo kita bermain bersama jangan diam saja kalian berdua," ucap Xie sambil tersenyum.


Kyira dan Albert hanya tersenyum saja melihat tingkah Xie, mereka pun hanya menatap Zean dan Xie bermain.


Hingga keduanya mengajak Kyira dan Albert untuk bermain, tanpa sengaja keduanya saling pandang memandang, yang mana hampir saja Kyira terjatuh sehingga Albert yang memegang Kyira agar tidak terjatuh.


Kyira pun kembali merapikan diri, karena dia malu dengan sikapnya.


Setelah sekeluarga melakukan perjalanan, mereka pun pulang, hanya saja Kyira dan Albert memilih mobil yang berbeda atas suruhan dari kedua orang tua mereka.


Kyira dan Albert hanya menurut saja, mereka pun berada di mobil yang sama, Kyira pun tertidur karena dia sangat mengantuk. Kepala Kyira hampir saja menyentuh kaca, sehingga Albert memegang kepala Kyira agar bersandar di bahu nya.


"Kyira, sebisanya aku akan membahagiakan mu menjadi istriku, akan tetapi aku bingung bagaimana menghilangkan kecanggungan kita berdua dengan situasi yang begitu cepat seperti ini?" gumam Albert dalam hati.


Setengah jam kemudian, Albert mengantarkan Kyira ke rumahnya, untung nya mama nya ada di depan pagar sehingga mama Kyira yang memapah anaknya.


"Terima kasih ya Albert, sudah mengantarkan Kyira," ucap mama Kyira.


"Iya Tante sama-sama, kalau begitu Albert permisi pulang dulu ya," ucap Albert pamit pergi.


"Iya hati-hati," ucap mama Kyira.


Albert pun masuk ke dalam mobilnya, dan mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi.



Di tempat berbeda.



Tari dan Veto bersama dalam menyelesaikan proyek mereka, bahkan keduanya selalu menghabiskan berdua di dalam apartemen Tari.



"Sayang, kamu capek nggak kita tidur yook," ucap Tari merayu Veto untuk segera tidur.



"Hayo sayang, aku beres-beres dulu ya, setelah itu kita tidur," ucap Veto.



Akan tetapi karena mengantuk Tari pun sudah tertidur sangat pulas, hingga Veto pun memindahkan Tari ke tempat tidur.


__ADS_1


Pagi pun tiba.



Tari bangun lebih awal dan dia menyiapkan sarapan buat Veto.



"*Morning* sayang," ucap Tari membangunkan Veto dengan memegang bahunya.



Veto pun menarik tangan Tari dan sekarang berada di pelukannya.



"Sayang seperti ini sebentar saja," ucap Veto memohon.



"Baiklah," ucap Tari.



"Oh ya sayang, kamu mau nggak kita bertunangan lebih awal atau menikah sekaligus, karena aku ingin memiliki kamu seutuhnya," ucap Veto bertanya pada Tari



"Memang nya kamu sudah siap menjadi seorang suami, akan tetapi sekarang kan kuliah ku tinggal sidang sekali lagi, setelah itu kita pikirkan lagi bagaimana?" ucap Tari memberikan opsi.



"Baiklah aku akan menunggu waktu itu tiba, karena aku tidak mau kalau kita harus sering LDR, bagi ku kamu itu jiwa semangat ku Tari," ucap Veto sambil kening Tari.




"Tenang sayang, setelah kamu wisuda, aku akan menyusul mu setengah tahun dari itu, aku hanya ingin kamu bersama ku di saat aku menyelesaikan lapor akhir nanti," ucap Veto mengatakannya.



"Baik deh, hayo sayaang kita makan, aku sudah sangat lapar," ucap Tari kepada Veto.



"Baiklah Tari sayang," ucap Veto bangun malah menggendong Tari ke meja makan.



"Argh Veto, aku bisa jalan turunkan aku," ucap Tari dengan suara manja nya.



"Nggak apa-apa sayang, lagian aku juga olahraga angkat kamu kok, mau memperkirakan olahraga ku selama ini udah cukup atau belum begitu loe sayang," ucap Veto dan mereka sudah berada di meja makan.



Tari dan Veto pun makan bersama, menikmati masa-masa kebersamaan mereka, meskipun Veto lebih muda dari Tari akan tetapi dia mampu bersikap dewasa dengan Tari, belajar dari pengalaman lalu mengajarkan Veto bagaimana menyikapi wanita sehingga dia hanya mampu memberikan kenyamanan kepada wanita yang saat ini dicintainya.



Malam pun telah berlalu, angin bertiup sangat kencang. Manusia terlelap dalam tidurnya, akan tetapi ada kegamangan di antara dua insan yang tengah berada di dalam kemacetan di malam itu.


__ADS_1


"Ih menyebalkan, kemacetan ini membuat ku sangat kesal," ucap Leta mendengus kesal.



Saat kemacetan bisa di atasi, mobilnya pun berjalan, akan tetapi tiba-tiba mobilnya berhenti.



"Argh, kesialan apa yang membuat ku kena bertubi-tubi begini?" teriak Leta dengan penuh emosi.



Tiba-tiba ada mobil berhenti dua orang pria turun dari kendaraan nya, dan berpura-pura ingin membantu Leta. Leta pun mengiyakan saja, karena dia tidak tahu bahwa dua pria tersebut berniat jelek terhadapnya.



"Seperti nya wanita ini bisa kita ajak senang-senang," gumam siasat dua pria tersebut.



"Nona sepertinya mobil anda tidak bisa diperbaiki loe, dan juga ini jalanan sepi, bagaimana kalau ikut kita saja?" ucap dua pria tersebut masih dengan cara lembut.



"Argh, tidak perlu, nanti juga mobil derek datang kok, terima kasih ya," ucap Leta.



Dua pria tersebut pun memaksa Leta masuk ke mobil mereka, akan tetapi tiba-tiba dari belakang ada serangan menendang salah satu tubuh pria tersebut, Leta pun segera mundur.



Lelaki tersebut pun menghajar habis-habisan dua pria mabuk tersebut, mereka pun sempoyongan dan segera menjauhkan mereka dari Leta.



Saat lelaki tersebut membuka maskernya dan membuka jaketnya serta memberikan jaketnya Leta langsung memeluknya dan langsung menangis.



"Leta, aku sudah di sini, kenapa kamu masih menangis begitu?" ucap Mike bertanya.



Mike pun segera menelpon mobil derek menuju ke tempat lokasi mereka.



Mike pun mengajak Leta duduk di dalam mobil, karena suasana malam itu sangat dingin.



"Kamu kemana saja Mike selama ini? kamu bilang sedang perawatan, emangnya perawatan apaan sih?" ucap Leta bertanya.



"Lihat wajahku sekarang, aku sedang kena jerawat dan juga aku sakit jadi harus pemulihan sayaang, lagian yang kamu telpon itu aku loe, bukan orang lain, jadi aku mendeteksi GPS kamu lah," ucap Mike menjelaskan.



Mereka pun kembali baikan, dan mobil derek pun datang, Mike mengantar Leta ke rumahnya.



❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


like dan comment ya, jangan lupa bunga, vote dan gift nya makasih 😘


__ADS_2