
Menuju ke swalayan.
"Kyira, hayoo kita ke swalayanya," ucap Albert.
"Iya bentar, dikit lagi yaa Albert, maklum aku lapar banget hihi," ucap Kyira sambil tersenyum.
Kyira pun bergegas menyelesaikan makannya, setalah selesai mereka pun pergi ke swalayan untuk membeli bahan-bahan tersebut.
Kyira menunjukkan bahan-bahan yang mau dibeli, apapun yang ditunjukkan oleh Kyira selalu salah, Albert hanya tersenyum saja dengan Kyira yang tidak tahu apapun.
"Kyira, kamu tidak tahu bahan sayur yang aku list ini," ucap Albert bertanya.
"Hihi, kalau boleh jujur, aku tidak tahu menahu tentang perdapuran, kan selama di rumah kan selalu ada bibik yang ke pasar gitu," ucap Kyira sambil tersenyum pada Albert.
"Baiklah, nanti aku kasih tahu nama-namanya agar kalau berumah tangga suami kamu nggak ngomel kalau kamu tidak bisa memasak," ucap Albert sambil ingin menjelekan nama bahan-bahan tersebut.
"Kan calon suaminya kamu Albert," ucap Kyira sambil berjalan saja.
Albert ke selek mendengar ucapan Kyira, Kyira pun berjalan saja tanpa tahu Albert tertinggal di belakang karena harus minum. Kyira pun baru menyadari kalau Albert tidak ada.
"Lah kok Albert nggak ada," ucap Kyira bertanya pada dirinya sendiri.
Albert pun berjalan menemui Kyira, Kyira pun melihat keberadaan Albert.
"Albert, kamu tadi dimana? kok baru nongol sekarang," ucap Kyira bertanya.
"Maaf, tadi aku minum sejenak Kyira, hayoo kita cari bahan-bahan nya lagi," ucap Albert.
Keduanya pun menyusuri Swalayan tersebut, sekaligus Albert menjelaskan pada Kyira. Kyira mengangguk saja atas penjelasan dari Albert, meskipun dia terkadang tidak memahami.
Setelah selesai mereka pun mengantri di kasir, Albert menyuruh Kyira untuk menunggu diluar saja, Kyira pun mematuhinya. Lalu, mereka pun kembali ke rumah. Setelah itu, Kyira pun bersiap ke kampus.
Kyira pun bersiap-siap keluar bersama Albert untuk menemaninya ke kampusnya. Albert hanya mengantarkan Kyira saja, sebab pertemuannya dengan klien dimajukan.
"Kyi, saya ada pertemuan dengan klien, jika urusanmu dengan kampus selesai segera hubungi aku ya," ucap Albert pada Kyira.
"Kamu ngga mau turun dulu, hayoo temani dong," ucap Kyira sambil tersenyum.
"Sorry ngga bisa Kyira, lain kali aku akan mengantarmu sampai ke dalam kampus ya," ucap Albert berjanji.
__ADS_1
"Baiklah janji yaa Albert," ucap Kyira dengan wajah lesu.
"Kamu kenapa lesu gitu?, nie makan permen lolipop kesukaanmu," ucap Albert memberikan lolipop kepada Kyira.
Kyira pun bahagia atas hadiah itu, Albert pun pamitan menemui kliennya tersebut. Karena jarak yang ditempuh lumayan menguras waktu.
Kyira pun sampai dikampus dan berbicara dengan beberapa teman yang dikenalnya. Setelah selesai Kyira pun keliling kampus dengan memasang headset ditelinganya. Lama sampai 2 jam Kyira di kampus, sebab sedari tadi dia sudah menghubungi Albert. Namun, Albert belum juga muncul untuk menjemputnya.
Kyira pun mencoba ke perpustakaan untuk baca-baca disana. Saat dia masuk ke dalam ruangan perpustakaan, dering ponselnya pun berbunyi.
kriiiiing....kriiiing...
"Ya Hallo," ucap Kyira jutek.
"Kyi, keluar lah dari kampus, gue udah di depan kampus," ucap Albert.
"Oke aku ke sana sekarang," ucap Kyira berjalan menuju Albert.
Kyira pun menuju gerbang kampus dan didapatinya Albert tengah menjemputnya dengan tampilan keren.
"Yaa ampun, ganteng banget apakah ini Albert," ucap Kyira dalam hati.
"Kamu ganteng Albert, andai kamu menyukaiku, tapi nggak mungkin karena kita sahabat," ucap Kyira sambil menutup mulutnya karena sadar sudah mengatakan sesuatu hal yang ngga penting.
"Bilang apa kyi?" ucap Albert sambil melepaskan headsetnya.
"Nggak apa-apa, mari kita berjalan saja mencari taxi," ucap Kyira.
Albert tidak berniat naik taxi, malah mengajak Kyira naik angkutan umum, Kyira pun hanya mengikuti saja meskipun baru kali ini dia naik angkutan umum.
Setelah mereka sampai di depan mall, Kyira tengah tertidur.
"Ya ampun nie anak, apa yang dikerjakannya sampai tertidur beginie? apakah tugas pertamanya begitu banyak hingga tertidur," ucap Albert sambil mengendong kyira.
Albert pun mencari tempat duduk dengan pencahayaan yang sedikit.
Albert pun bersandar pada bangku dan meletakkan Kyira tidur disampingnya.
__ADS_1
Sekitar 1 jam keduanya tertidur di kursi panjang itu. Kyira pun terbangun, saat Kyira terbangun dia memandang wajah gantengnya Albert saat tidur. Kyira pun berfoto cantik dengan Albert saat dia tertidur. Saat dia keasyikan memfoto wajah keduanya bertemu, keduanya pun kikuk dan tidak berkata-kata apa-apa.
"Hayooo Kyira tunggu apa lagi? kita mau membeli bahan makanan untuk masak malam ini, karena masih ada yang kurang kita beli tadi pagi," ucap Albert.
"Oke siap, berarti kamu periksa tadi itu ya Albert," ucap kyira.
"Iya, masih ada yang kurang," ucap Albert.
Mereka berdua pun bergegas menuju mall. Saat sampai di mall dan ditempat bahan makanan, banyak hal yang dibeli oleh Albert bukan hanya sayur mayur, buah-buahan serta daging yang dibelinya, semua bahan hampir sama dengan yang di Indonesia, Kyira hanya mengikuti Albert saja, dan meminta belikan cemilan, Albert pun membolehkan asal sewajarnya saja. Saat pembayaran Kyira langsung menyodorkan kartunya dan berkata.
"Aku saja yang bayar, kan tadi pagi sudah membuat sarapan buat aku," ucap Kyira berkata.
"Oke," ucap Albert.
Setelah selesai membeli bahan tersebut, mereka pun meletakkan bahan-bahan tadi ke dalam mobil yang mereka sewa setelah selesai membeli keluar dari mall. Di pikir Kyira selesai ternyata belum kelar.
"Kyira, kalau kamu lelah istirahat saja di mobil," ucap Albert.
"Aku lapar, mobil siapa ini apakah kamu menyewanya," ucap Kyira sambil sakit perut karena belum makan.
"Yaa ampun Kyira, kenapa kamu ngga bilang dari awal, iyaa mobil itu aku sewa, agar kalau kamu tidur bisa puas, hayoo kita cari makan buat kamu," ucap Albert.
Tanpa pikir panjang lagi Albert pun mengandeng tangan Kyira mencari makanan halal. Setelah sampai dia memesan makanan yang akan dipesankan, namun sebelum disiapkan albert memberikan satu roti sebagai penganjal. Kyira pun memakan roti tersebut dengan lahapnya, Albert yang melihat itu hanya merasa bersalah.
"Kyira, maafi aku ya, aku tidak tahu kalau kamu lapar," ucap Albert sangat menyesal.
"Yaa nggak apa-apa, tapi lain kalin jangan suka marah-marah sama aku ya," ucap kyira sambil melahap sisa roti.
Makanan yang dipesan pun sudah datang, Kyira pun menyantap makanan tersebut. Albert benar-benar merasa bersalah atas perbuatannya tersebut.
Kyira pun melahap makanannya dengan sangat nikmat, Albert bersyukur Kyira melahap makannya dengan sangat nikmat.
"Kalau lapar saja sudah kayak orang kesurupan, dikampus tadi dia nggak makan apa ya?" gumam Albert dalam hati.
🍂🌷🌷🌷🍂
Like and comment ya😊
Terima kasih😊
__ADS_1