Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 59-Pertemuan 4


__ADS_3

Kyira, Dwifa, Albert dan Athar berjalan ke tempat yang di tuju oleh mereka berempat. Meskipun tujuan tersebut buat dirinya dengan Kyira, namun karena Sahabatnya ingin mengajak kekasihnya mereka pun bersama-sama menikmati pemandangan yang indah nantinya.


Ketika sampai ke tempat itu Dwifa berteriak sangat keras karena tempat yang mereka kunjungi sungguh indah.



Dwifa meloncat-loncat kegirangan. Athar hanya tersenyum melihat tingkah Dwifa yang tak biasa. Kyira dan Albert pun berjalan menyusuri pinggiran tempat itu, Kyira menghirup udara yang sangat sehat disana.


Mereka berdua pun duduk disana, tanpa bicara dalam beberapa menit. Karena Kyira ingin merasa hidup di alam bebas meskipun sejenak.


"Kyira, apakah kamu menyukai nya?" ucap Albert bertanya dan menyenderkan tubuhnya di kursi tersebut.


"Yups, aku menyukai semua dengan kejutanamu, biasanya kalau orang lain hanya mengajakku ke tempat yang biasa, tapi berbeda dengan sahabat ku kejutan nya selalu istimewa," ucap Kyira memeluk Albert.


"Hei Nona Kyira, kamu itu udah punya pacar, jangan peluk sembarangan tahu," ucap Albert memegang kening Kyira dengan telunjuknya.


"Ehm pacar boongan juga, lagian Albert belum punya pacar, jadi punya kita semua lah, kenapa kamu belum punya pacar," ucap Kyira bertanya.


"Kan kemarin sudah aku jawab Nona Kyira," ucap Albert.


"Ehm, mungkin aku lupa, hayoo jawab," ucap Kyira manja.


"Aku tidak memiliki waktu untuk menyukai seseorang, karena waktu ku dipergunakan untuk menjalankan bisnis Papa, dan lagian sudah ada yang harus aku beri perhatian padanya, jika aku mencintai orang lain maka cinta itu akan teralihkan," ucap Albert.


"Lalu siapa wanita itu? Apakah dia lebih cantik dari aku? Apakah dia bisa bela diri seperti aku? Apakah dia lebih kaya dari aku? atau Apakah dia lebih cerdas dari aku?" ucap Kyira dengan muka cemberut.


Albert tertawa mendengar ucapan Kyira yang tidak pernah di dengarnya bicara seperti itu sehingga baginya itu hal yang lucu. Kyira pun mendekat dan memukul dada bidang Albert.


"Iih kenapa kamu malah tertawa sih di saat muka ku cemberut," ucap Kyira manja.


"Iyaa aku jawab, tapi jangan dipukul dong, sakit Kyira kalau sering dipukul, aku jawab yaa, stop mukulnya," ucap Albert.


"Lalu siapa wanita nya aku penasaran," ucap Kyira mendengus kesal.


"Ehm siapa yaa?" ucap Albert tersenyum kecil.


Kyira pun mengejar dirinya, Albert terus menghindar hingga hampir saja Kyira terjatuh ke danau tersebut. Albert pun mengambil tangan Kyira secepat mungkin dan mereka berpelukan di atas tanah. Albert pun berusaha berdiri, Kyira pun menangis.


"Hey Nona Kyira, kenapa kamu menangis sih?" ucap Albert bingung.


Kyira terus saja menangis, Athar dan Dwifa bingung melihat tingkah keduanya. Albert pun memberik kode pada Athar bahwa mereka akan pergi sejenak dan akan kembali. Athar pun memahami kode tersebut.


"Oh iya sayang, Albert sama Kyira itu saling mencintai kah, kok perlakuan mereka seperti melebihi sahabat," ucap Dwifa menyelidik.


"Iya benar, mereka saling suka, tapi satu sama lain takut mengungkapkan fakta bahwa mereka saling menyukai satu sama lain," ucap Athar.

__ADS_1


Keduanya hanya menatap Kyira dan Albert dari jauh.


"Kyira berhenti menangis nya, kamu kenapa sih?" ucap Albert bertanya.


"Aku takut kalau tadi jatuh ke danau," ucap Kyira sedih.


"Kan nggak jadi, yaa udah kita beli minum yaa karena minuman yang di bawa Athar tadi lupa aku minta nya," ucap Albert.


Kyira hanya mengiyakan keliatan dia masih syok dengan kejadian tadi. Hingga keduanya pun duduk santai di sana menikmati makanan disana lagi-lagi Kyira masih menanyakan hal yang sama.


"Jadi, wanita itu siapa Albert?" ucap Kyira menatap Albert menunggu jawabannya.


"cuuup" ciuman pun mendarat ke kening Kyira.


"Wanita itu yang barusan aku cium keningnya," ucap Albert.


Kyira terdiam beberapa saat. Dia tidak menyangka kalau Albert tidak berpacaran karena dirinya.


"Hey Nona Kyira, kamu melamuni apa? hayoo kita kembali ke tempat Athar mereka ngajak kumpul kembali," ucap Albert membuyarkan lamunan Kyira.


"Ohya baiklah," ucap Kyira gelagapan.


Kyira dan Albert pun kembali ke tempat semula. Setelah sampai mereka berempat mencari tempat duduk menikmati makanan yang dibawa oleh Athar.


"Iyaa bener, aku juga penasaran," ucap Kyira menimpali.


"Misinya kita intinya kalau kita bisa memecahkan misi Papa, kita boleh tunangan atau yaa menikah gitu," ucap Athar tersenyum.


"Oh, jadi ceritanya kalian mau nikah muda," ucap Kyira.


"Hehe nggak juga sih," ucap Athar


Dwifa hanya tersenyum saja melihat percakapan ketiganya. Baginya itu hal biasa karena mereka bertiga sudah lama bersahabat. Malah Dwifa beruntung bisa mendapatkan sahabat tanpa memandang kasta.


Perjalanan mereka berempat pun berlanjut ke tempat yang lebih indah lagi.


"Maa syaa Allah, cantiknya Kyira," ucap Dwifa.


"Iyaa bener banget," ucap Kyira ikut terpesona juga.



"Ayoo jalan, kalian berdua jangan di sini saja," ucap Athar menggandeng tangan Dwifa.


"Lah aku di gandeng siapa dong?" ucap Kyira.

__ADS_1


"Ayoo aku gandeng kamu yaa," ucap Albert.


"Baik, terima kasih," ucap Kyira.


Mereka pun menyusuri taman yang terkenal di Austria tersebut. Mereka pun mengabadikan moment tersebut begitu pun dengan Albert yang biasanya tidak mau di foto, meminta Athar untuk memfoto dirinya dengan Kyira.


"Kyira, kita berfoto berdua yaa, buat kenangan,"ucap Albert.


"Oke..Hayoo Athar fotoin kita," ucap Kyira.


ceklek...ceklek..cekleek... (bunyi kamera)


Setelah selesai mereka pun beranjak dari tempat tersebut. Dering ponsel Kyira pun berbunyi


"Yaa Hallo. Ada apa Bang Zion?" ucap Kyira.


"Nanti malam jadi nggak," ucap Zion.


"Ehm Bang di tunda dulu yaa karena aku lagi kumpul sama teman," ucap Kyira.


"Oh iya Kyira, nikmati perjalanan mu dengan temanmu lain kali saja yaa kita bertemu lagi karena aku harus pulang sekarang," ucap Dion..


"Ohw secepat itu Bang," ucap Kyira.


"Kenapa? kamu kangen dengan aku" ucap Zion menggoda Kyira.


"Idiih siapa juga yang kangen dengan Bang Zion, geer," ucap Kyira.


"Hahaha, oke baiklah kalau begitu, see you Kyira," ucap Zion langsung mematikan panggilan tersebut.


"Siapa Kyira yang menelpon?" ucap Albert.


"Oh Abang Zion, dia pamit pulang ke Kota nya karena ada suatu urusan," ucap Kyira.


Karena waktu sudah menuju sore, mereka pun balik ke hotel karena jarak tempuhnya lumayan sehingga perlu waktu berjam-jam sampai ke hotel mereka.


Sesampainya di hotel.


Mereka pun beristirahat.


Kyira dan Dwifa tidur di hotel Athar, sedangkan Athar dengan Albert.


Mereka pun terlelap dalam tidurnya. Perjalanan panjang sangaat melelahkan bagi mereka berempat. Sehingga tidurlah solusinya.


🍁💐💐💐🍁

__ADS_1


__ADS_2