
Kyira dan Dwifa pun bangun lebih awal karena keduanya harus menyiapkan sarapan buat mereka berempat. Saat keduanya menyiapkan sarapan tersebut pintu hotel pun di ketok. Dan ada Athar yang sudah bangun lebih dulu.
"Lah kok lebih bangun lebih awal, mana Albert, kan mau ngantarkan kalian dulu,"ucap Kyira.
"Ehm semalam Albert begadang hingga jam 2 pagi, dia bangun untuk beribadah setelah itu tidur lagi, sepertinya benar-benar lelah thu dia," ucap Athar.
"Dwifa tinggal di sajikan dan dibereskan ya agar kita makan bersama," ucap Kyira bergegas ke kamar hotel Albert.
"Oke siap," ucap Dwifa di bantu oleh Athar.
Kyira pun mencoba membangunkan Albert dengan cara yang tidak biasa.
"Tooolongg...." teriak Kyira ke telinga Albert.
Albert pun langsung bangun dan berdiri mendekati Kyira.
"Apa Kyira?, kamu ada apa kamu baik-baik kan? terus kenapa kamu di sini? Athar dimana?" ucap Albert tidak ngomel terus dengan setengah kesadaran.
Kyira pun kesal karena Albert belum bangun juga sehingga dia ke kamar mandi dan mengambil air untuk di siram ke wajah Albert.
"Byuuur...." air pun sampai ke muka Albert.
"Aaargh...." Siapa sih yang menyiram air ke muka?" ucap Albert geram.
Kyira pun bersembunyi ketakutan karena melihat kemarahan Albert. Albert pun berusaha bangun dari tidurnya dan mandi serta mencuci muka setelah itu dia pun ingin keluar namun dilihatnya seseorang tengah meringkuk di bawah meja makan.
"Hey, siapa disana?" ucap Albert mulai mendekat.
Kyira pun memberanikan diri dan berdiri.
"Kyira, ngapain kamu disana? ayo berdiri lah" ucap Albert.
Kyira pun berdiri sendiri dan ingin pergi dari hotel itu dan di tariknya.
"Kyira, apakah tadi kamu yaa yang menyiram aku?" ucap Albert menyelidik.
"Ehm iyaaa," ucap Kyira terbata-bata takut.
"Oke, Kyira maafin aku tadi yaa, aku tidak serius berkata kasar dengan kamu?" ucap Albert mendekati.
Albert pun memeluk Kyira, dan terus meminta maaf. Karena dia tidak pernah membentak Kyira, hal itu lah membuatnya syok.
"Kyira, please maafin aku ya," ucap Albert.
"Iyaa, tapi jangan bentak lagi kayak tadi," ucap Kyira merengek.
"Iya janji maafin aku ya Kyira," ucap Albert.
Albert pun mendiamkan Kyira dulu agar tidak terlihat menangis. Kyira pun mencuci muka agar tidak terlihat menangis.
__ADS_1
Keduanya pun keluar dari hotel tempat Albert tinggal.
Mereka pun makan bersama, meskipun Kyira habis nangis tadi namun karena kebersamaan mereka memudar kan segalanya.
"Hayoo Albert, kita antar mereka ke bandara," ucap Kyira.
"Oke, let's go..." ucap Albert".
Mereka pun mengantar Dwifa dan Athar ke bandara. Sesampainya di sana setengah jam yang lalu, mereka pun saling melambaikan tangan satu sama lainnya.
Saat Kyira dan Albert ingin berangkat, dering ponsel Kyira berbunyi :
"Yaa Hallo Abang Zion. Oh iya saya lihat oke baiklah" ucap Kyira.
"Albert, kamu pulang duluan saja, Abang Zion nanti jemput aku ke sini kita sudah janjian," ucap Kyira.
"Oke baiklah, kabari jika nanti perlu sesuatu," ucap Albert.
Mobil Albert pun meninggalkan tempat tersebut. Beberapa menit kemudian datanglah Dion dengan mobilnya.
"Hay Kyira, mari masuk ke dalam mobil kita akan jalan ke tempat yang kamu sukai," ucap Zion.
Kyira pun banyak bicara keduanya saling berganti bicara terkadang ada canda dan tawa nya.
"Oh iya Kyira, apakah aslinya kamu seperti ini?" ucap Zion.
[Cewek mungil ini begitu banyak hal kejutan yang kamu berikan padaku, cukup melihat mu bahagia maka aku akan bahagia] gumam Zion dalam hati.
Sesampainya di tempat yang dituju oleh Zion dan Kyira.
"Maa syaa Allah cantiknya..'"ucap Kyira pada pemandangan yang berada di depannya.
"Yup, apakah kamu menyukainya Kyira?" ucap Zion.
"Syuka banget, terima kasih yaa Abang Zion, tolong dong fotokan sebagai kenangan pernah kesini," ucap Kyira memberikan ponselnya.
Ceklek... ceklek (bunyi kamera)
"Cantik dan manis," ucap Zion repleks.
"Tadi Abang bilang apa?" ucap Kyira mengambil ponsel sambil melihat hasil foto tadi.
"Kyira, bolehkah foto berdua sebagai kenangan," ucap Zion.
"Boleh, kita minta tolong dengan orang lain saja" ucap Kyira.
"Maaf Kak, boleh foto tolong foto kan kami pakai ke dua ponsel ini," ucap Kyira.
__ADS_1
"Baik," ucap seseorang.
Cekleek... ceklek... bunyi suara kamera.
Setelah selesai keduanya menyusuri tempat itu.
"Kyira, kamu percaya nggak aku baru kali ini kesini," ucap Zion.
"Argh, masa' sih, hehe aku kok gak percaya," ucap Kyira.
"Hehe, dasar Kyira... Kyira," ucap Zion tersenyum kecil.
Setelah selesai menyusuri tempat tersebut mereka pun mencari tempat makan.
"Kyira, kita cari tempat makan Yook, aku lapar banget nie," ucap Zion.
Mereka berdua pun berjalan menuju parkiran dan langsung mengendarai mobil tersebut.
Bruuuum.... (suara mobil)
Beberapa menit kemudian, mereka sampai tempat yang mereka tuju.
Zion meminta menu dan menyuruh Kyira memilih makan dan minum apa?, setelah selesai menu pun diberikan kepada pelayan.
"Bang Zion, kamu percaya dulu aku pernah jadi pelayan loe," ucap Kyira.
"Wah kok bisa, coba Abang mau denger dari kamu," ucap Zion.
"Oke, dengerin yaa bang," ucap Kyira.
Waktu awal kuliah dulu, Kyira melakukan kesalahan jadi papa tidak mengirim uang ke Kyira. Padahal saat itu Kyira lagi butuh banget uang, mau minjam sama teman malu. Akhir nya singkat cerita aku dapat kabar bahwa ada cafe yang membutuhkan pelayan selama seminggu. Menurut aku kan lumayan Thu, karena saat itu lagi membutuhkan. Hingga selesai satu Minggu kerja, aku berfoto dengan teman kerja ku. Mulai saat itu aku sangat menghargai berbagai profesi, waktu di Indonesia ada beberapa profesi yang ku pandang rendah. Sekarang tidak lagi, karena manusia itu pejuang keluarga entah dia sudah menikah atau pun masih single. Bukan hanya jadi pelayan loe Bang, Kyira juga mencuci piring segunung itu yang tidak pernah Kyira lakukan di rumah. Sehingga ketika aku bercerita dengan kedua orangtuaku mereka seperti tidak percaya. Namun, setelah di konfirmasi kebenaran mama dan papa berdecak kagum dengan aku. Dan aku dapat uang tambahan deh.
"Bang Zion, kok diam saja," ucap Kyira.
"Kan lagi mendengar kan kamu cerita Kyira," ucap Zion.
"Yaa begitu saja sih Bang cerita ku hehe," ucap Kyira.
Mereka berdua pun menikmati kebersamaan itu dengan canda dan tawa menyelimuti percakapan keduanya. Tidak terasa mereka pun sampai di tempat tinggal Kyira.
"Makasih Ya bang hari ini, aku bahagia banget," ucap Kyira.
"Yaa, sama-sama hati-hati di jalan yaa," ucap Zion.
Keduanya pun terpisah satu sama lain. Saat Kyira menuju rumah nya.
Plak...plak... (bunyi tamparan mendarat ke pipi Kyira).
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1