
Meisya dan Dion terlelap dalam tidur panjangnya. Keduanya tidur di ruangan masing-masing meskipun dalam satu lokasi yang sama.
Hingga pagi pun menjelang, Meisya bangun lebih awal dengan pakaian yang sudah di sediakan oleh Dion. Meisya hanya tersenyum kepada Dion yang memberikan pakaian untuk nya.
Selesai mandi Meisya pun mengambil pakaian tersebut dan dilihatnya Dion sudah tidak di ruang tamu.
"Ehm Dion kemanakah ya? tapi aku mandi saja dan berpakaian dulu deh, agar nantinya bisa mencari dia, ponsel ku di cas dulu kalau gitu," ucap Meisya mengambil cas dan mematikan ponselnya.
Meisya pun masuk ke dalam kamar mandi, setelah beberapa menit dia pun keluar dan mengenakan pakaiannya. Setelah usai dia pun memakan sarapan yang sudah di sediakan oleh Dion di atas meja.
Satu jam kemudian...
Meisya pun keluar dari hotel tersebut, namun naas ada beberapa bidikan kamera ke wajahnya. Meisya terkejut sudah ada beberapa orang yang memfoto dirinya.
"Ya ampun, kenapa bisa ada memfoto sih, atau jangan-jangan aku akan kena gosip lagi nie, jika papa tahu bakal gawat nie," ucap Meisya dalam hati dan pergi menuju lift.
Meisya pun mengenakan jaket yang diberikan oleh Dion semalam, Meisya pun mengendap pergi diam-diam. Lagi-lagi dia di cerca berbagai pertanyaan.
Hingga Dion pun datang untuk menyelamatkan kan Meisya.
"Tunggu Dion, kamu sekarang Idol terkenal jadi wanita yang bersama mu semalam siapa?" apakah dia pacarmu atau wanita yang kami beli?" ucap wartawan tersebut menyebut kata-kata kasar.
Meisya yang mendengar hal itu sebenarnya ingin marah, akan tetapi Dion menjawab dengan tegas.
"Saya yang meninggalkan pacarku di saat dia benar-benar menyayangi ku, saat ini dan ke depannya kami akan bertunangan dalam waktu dekat, dan kami tidak satu kamar hotel, semalam kami hanya beberapa jam saja di sana, sebab saya pergi dan dia sedang sakit, jadi apa yang salah dengan hubungan kami?" ucap Dion bicara dengan tegas.
Wartawan tersebut pun ribut, masing-masing dari mereka pun meliput perkataan Dion yang mengatakan bahwa dia akan bertunangan dengan wanita yang berada di sampingnya sekarang.
Meisya yang mendengar hal itu hanya mendengus kesal atas pernyataan Dion yang tidak masuk akal.
[Ih ini semua gara-gara Dion, awalnya pacar bohongan sekarang malah tunangan, aduh bagaimana aku harus bicara dengan papa nantinya] teriak Meisya dalam hati.
__ADS_1
Situasi dalam mobil.
Meisya memilih diam atas kejadian pagi ini, begitupun dengan Dion bingung harus bicara apa?
Hingga Dion sendiri yang berkata pada Meisya.
"Meisya, maafin saya ya atas semua ini, jika hal ini terdengar oleh keluarga ku pasti kita akan segera ditunangkan maka kita turuti saja jika itu terjadi," ucap Dion memohon.
"Ti-dak, aku bakal di marahi papa ku habis-habisan, bagaimana aku menghadapi papa ku nanti, pasti akan ada yang nge tag sosial media ku, jadi gimana dong?" ucap Meisya panik.
"Aku akan tanggung jawab semuanya, dan yang pasti aku janji akan menjaga kamu, jika perlu kita ke Indonesia meminta restu dari papa mu," ucap Dion dengan nada serius.
"Ya, mau gimana lagi Meisya? semua berita sudah tersebar, maka kita harus melakukan nya, jika tidak reputasi ku akan di pertaruhkan," ucap Dion memohon.
Meisya hanya terdiam saja, dia harus berpikir harus menjelaskan pada papa dan mama nya sebelum berita itu akan tersebar.
Sesampainya di depan apartemen Meisya, Dion hendak mengantarnya akan tetapi di tolak langsung oleh Meisya, karena Meisya tidak mau akan terjadi kegaduhan lagi.
[Argh, apa yang telah ku perbuat, kemarin Kyira sekarang Meisya, bagaimana semua ini?.aku baru saja naik daun sudah ada gosip dimana-mana, argh bisa gawat ini] ucap Dion teriak dalam hatinya.
Dion pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga tanpa di sadari nya dia sudah melebihi ambang batas hingga terjadi sebuah kecelakaan tunggal, untungnya Dion hanya terluka saja dan jatuh pingsan.
Dion pun di bawa ke rumah sakit terdekat oleh orang-orang yang melihatnya. Kuat dugaan Dion tengah frustasi karena pacarnya belum memaafkan dan meminta mereka bertunangan akan tetapi pacarnya tidak menghiraukan.
Di apartemen nya Meisya.
Meisya mencharger ponselnya, setelah mandi dan makan yang sudah di masaknya satu jam yang lalu, dia pun rebahan tanpa melihat apapun.
Padahal ponselnya terus saja berbunyi dari orangtuanya dan orangtua Dion. Akan tetapi keberadaan Meisya tidak ada satu orang pun yang tahu, karena Meisya sering pindah-pindah apartemen, dan dia mengganti namanya yang lain di resepsionis.
Meisya pun lelap dalam tidurnya tanpa tahu di luar sana heboh tentang dirinya, bahkan Meisya tidak tahu bahwa Dion mengalami kecelakaan.
__ADS_1
Pagi pun menjelang.
Saat Meisya hendak bangun dari tidurnya, dia pun tiba-tiba merasa pusing dan kepalanya terbentuk sudut meja dan keningnya berdarah.
Seorang teman yang mengetahui keberadaan Meisya mencoba teriak, akan tetapi Meisya tidak mendengarnya, hingga temannya meminta tolong kepada petugas apartemen untuk mencari tahu, karena pemilik apartemen memiliki beberapa keahlian tentang membobol kode apartemen mereka pun masuk.
Teman Meisya yang bermana Dina pun langsung mencari keberadaan Meisya, betapa terkejut dirinya melihat Meisya tidak sadarkan diri.
Dina pun memeriksa nadi Meisya dan melihat ponsel Meisya yang sudah charger penuh. Dina pun meminta bantuan pihak apartemen untuk membopong Meisya ke dalam mobilnya.
Dina pun mengambil beberapa helai pakaian Meisya serta nantinya meminta kode yang diketahui oleh pemilik apartemen tersebut.
"Terima kasih ya Pak, sudah menolong teman saya sampai dibawa ke mobil," ucap Dina pada pemilik apartemen yang kebetulan hari itu sedang berada di apartemennya.
Dina pun mengemudi kan mobilnya dengan kecepatan sedang, tanpa Dina sadari bahwa rumah sakit yang di tuju sama dengan Dion. Sesampainya di rumah sakit Meisya pun segera masuk ke ruang inap.
Setengah jam kemudian, dokter pun keluar dan menyatakan bahwa Meisya hanya sedang stress dan kepalanya hanya terbentur suatu benda saja. Mendengar hal itu Dina jadi tenang atas yang menimba temannya.
[Ehm, sepertinya Meisya tidak mengetahui tentang banyak orang yang mencari-cari nya, mending ponselnya jangan di aktifkan, jika dia sembuh baru aku kasih ponselnya] gumam Dina dalam hati.
Sore pun menjelang, Meisya sadarkan diri, perawat yang sudah mempersiapkan makanan untuk Meisya di letakkan nya di atas meja, karena ada Dina yang menjaganya, saat melihat Meisya sudah sadar. Dina pun langsung memeluk Meisya.
Meisya bingung dengan keberadaan Dina, sehingga Meisya sendiri pun menceritakan semua yang terjadi.
🍁🍁🍁🍁
penasaran !!!
like, comment, gifta dan vote ya😘
terima kasih🎉
__ADS_1