
Kyira dan Zion pun pergi dari tempat tersebut karena sudah menikmati selama perjalanan. Kyira sangat bahagia bisa ditemani Bang Zion dan Albert secara tidak langsung.
Kyira pun pulang dengan hati bahagia meskipun dia harus menghadapi kembali permasalahan tersebut, karena masalah itu harus dihadapi setidaknya aku mendapatkan ketenangan.
"Bang Zion terima kasih yaa sudah mau menemani ku," ucap Kyira tersenyum kecil.
"Okey sama-sama," ucap Zion.
Kyira menyaksikan pemandangan indah sepanjang jalan.
(hanya ilustrasi)
Di sepanjang jalan mereka menyusuri bunga dan rerumput yang sangat hijau dan cantik. Kyira pun membuka atas mobil ingin merasakan udara segar siang menjelang sore hari.
Zion yang melihat Kyira yang menciptakan dunianya sendiri merasa bahagia. Bahwa Kyira sudah kembali bersemangat menghadapi dunia yang begitu kejam ini.
Maka dari itu Zion memiliki slogan 'Lebih baik menindas daripada ditindas" karena Zion pernah merasakan hidup dalam hinaan orang. Maka cukup itu saja dan cukup bagi dirinya saja yang selalu di hina orang lain. Karena dia tidak ingin hal itu terulang dengan orang yang dia sayangi.
Zion awalnya hanya seorang anak yang tidak diakui oleh keluarga ayahnya, sehingga ayahnya hanya dia dan ibunya. Ayah dan Ibunya membesarkan Zion dengan penuh kasih sayang, sehingga Zion beranjak remaja kala itu dan terpaksa harus meneruskan perusahaan kecil yang dibangunkan oleh ayahnya kala itu usianya baru 15 tahun sehingga Zion remaja kala itu belajar lebih awal dari lainnya.
Karena ayah dan ibu nya terkadang sakit-sakitan karena hal itu lah yang membuat bangkrut perusahaan ayahnya. Namun, tetap di pertahankan Zion. Dengan meminjam uang kepada bank dengan sertifikat mereka kala itu, Zion yang menyelesaikan masa SMA nya kalau itu hanya sampai di situ karena dia harus fokus ke perusahaan ayahnya. Sedangkan Ibu nya akan melahirkan adiknya kala itu. Ujian itu terus membayangi keluarga tersebut, hingga kehadiran adiknya perempuan membuat semua berjalan baik.
Karena hal itu lah Zion tahu bagaimana rasanya di remehkan dan tidak di perdulikan sama sekali bahkan tidak ada yang menghiraukan atau pun membantu dikala susah.
Mobil pun sampai di apartemen tempat Kyira tinggal di depannya sudah Albert yang menjaga Kyira.
"Kyira, bangun kita sudah sampai," ucap Zion menepuk pundak Kyira.
Kyira pun bangun dari tidurnya dan mengucek matanya, ternyata benar sudah sampai. Dia pun keluar dengan mata masih setengah kesadaran.
"Terima kasih yaa Bang Zion untuk hari ini," ucap Kyira pergi meninggalkan Zion.
Dan Zion menatap Kyira dari kejauahan. Zion dan Albert saling bekerja satu sama lain, sejak Kyira di tampar hingga banyak hal negatif yang dia hadapi keduanya membantu Kyira dari belakang, hal itu pun sengaja tidak di beri tahukan ke Kyira agar tidak menyinggung nya sama sekali.
__ADS_1
Kyira pun di bantu Albert menuju apartemen nya. Setelah sampai di kamarnya. Albert pun pergi meninggalkan Kyira, karena dia hanya memantau Kyira pulang dengan aman dan selamat.
Kyira pun sangat nyenyak dalam tidurnya bahkan terdengar seperti mendengkur.
Albert yang mendengar itu sebelum keluar hanya tersenyum saja.
Pagi pun tiba.
Kyira bangun seperti biasa, menggosok gigi lalu masak dan menyiapkan sarapan lalu mandi dan berpakaian serta menyiapkan bahan perkuliahan hari ini.
Saat semuanya selesai.
Kyira siap menyapa pagi dunia dengan penuh semangat meskipun akan banyak ujian hari ini.
Saat Kyira berada di lantai bawah, sudah ada Bang Zion yang siap mengantarkannya.
"Hayoo Kyira, masuk saja ke mobil," ucap Zion mengeluarkan kepalanya dan melambaikan tanggan ke Kyira karena dia heran ada orang berseragam.
Kyira pun masuk ke mobil dan bertanya sesuatu kepada Zion.
"Hanya penjaga saja, hayoo kita ke kampus kamu sekarang," ucap Zion tanpa banyak bicara.
Beberapa menit kemudian sampai di kampus.
Kyira pun berpamitan dengan Zion, Zion pun menyuruh anak buahnya untuk memantau perkembangan Kyira dari kejauahan jangan sampai ketahuan kalau dia dilindungi.
Kyira menyusuri koridor kampus dengan tenang. Tidak ada keributan besar yang terjadi padahal viralnya kemarin tapi seperti tidak ada apa-apa.
Ketika Kyira duduk tenang di bangkunya. Leta dan Meisya mendekatinya.
"Benaran salut kita sama kamu Kyira, di kampus ini hal seviral itu langsung nggak ada lagi dikemudian harinya, kamu dekat sama siapa sih?, dan denger kabar kamu sudah putus dengan Dion, duuh kasian wajar sih jika kemarin kamu tidak ke kampus, malu akan di kejar fans nya Dion," ucap Leta berbicara sinis.
"Iya Kyira siapa sebenarnya di belakang kamu sih?, kita makin penasaran dengan dunia kamu, kita seakan-akan ingin merebut milikmu itu," ucap Leta sambil memegang dagu Kyira.
Kyira masih posisi diam dan tidak menghiraukan kedua nya. Mereka mengomel sepanjang itu, hingga dosen pun memasuki kelas dan keduanya pergi dari kelas Kyira.
__ADS_1
Kyira pun kembali fokus dengan perkuliahan nya. Dia pun belajar seperti biasanya, setelah pelajaran usai. Kyira bertanya dengan teman-teman tentang materi atau tugas yang lalu. Kyira pun kembali belajar, namun dia sekarang lebih memilih belajar di tempat yang lain.
Setelah pergi ke perpustakaan, Kyira pun pergi ke taman kampusnya. Di sana terdapat tempat duduk yang biasa di gunakan untuk mahasiswa berdiskusi, bisa juga dijadikan tempat berswa foto.
Dering ponsel Kyira pun berbunyi.
"Ya Hallo, gimana kabar kamu disana?" ucap Albert.
"Baik dong, Albert lagi dimana sih sekarang kok sama dengan tempat ku sekarang," ucap Kyira celingak-celinguk.
"Yups, coba Kyira berbalik badan," ucap Albert mengarahkan ponselnya ke Kyira ketika berbalik.
Kyira pun langsung membalikkan badannya. Dia terkejut ada Albert di sana. Kyira pun menemui Albert dengan penuh bahagia.
"Albert, beneran kamu kah itu, kita mau jalan-jalan kah hari ini," ucap Kyira menemui Albert dan mereka berbicara.
"Tunggu Kyira....."
Suara itu terdengar dari belakang, ternyata Dion yang memanggil Kyira.
"Kyira, aku mencarimu dimana-mana, tapi tidak aku dapati dirimu, aku perlu bicara denganmu Kyira," ucap Dion memohon.
"Tak perlu," teriak Albert.
"Biarin Albert, saya akan bicara dulu dengan Dion, okey," ucap Kyira.
"Tidak bisa, nanti dia akan menyakiti mu lagi" ucap Albert kesal.
"Baiklah, kamu duduk di sini kami akan bicara di sana, jadi kamu bisa memantau kami, okey Albert sahabatku," ucap Kyira merayu sahabatnya agar mengizinkannya berbicara dengan Albert.
Kyira dan Dion pun duduk di sebuah kursi panjang dan berjarak. Dion pun menjelaskan semuanya dan meminta maaf, dia pun sudah melakukan klarifikasi, bahwa Kyira dan Dion sudah putus karena tidak ada kecocokan. Kyira pun menerima permintaan maaf Dion.
Setelah selesai berbicaralah. Kyira pun menemui Albert, mereka pun pergi meninggalkan Dion. Albert pun menghidupkan mesin mobilnya setelah Kyira sudah memasuki mobilnya.
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1