
Leta dan Mike meninggalkan ruang seminar tersebut. Mike mengajak Leta makan bersama. Saat memilih makanan Leta sedikit bingung, Mike pun memahami kesulitan Leta. Dia pun memilih kan makanan yang di sukai oleh Leta. Hingga Leta penasaran dengan sikap Mike.
Leta dan Mike pun makan bersama. Keduanya asyik bercanda dan tertawa bersama. Bahkan, terkadang Mike curi-curi pandang ke Leta.
Leta yang melihat hal itu hanya terdiam memandang malu saat mata keduanya saling bertemu satu sama lain.
Setelah selesai kedua nya makan. Mereka pun berdiri dan ingin kembali ke rumah. Namun, keinginan Leta di cegah oleh Mike.
"Leta?" Ucap Mike teriak.
Leta membalikkan kepalanya dikala Mike memanggil namanya.
"Ada apa?, bukannya kita harus pulang ya," ucap Leta dekat dengan mobil Mike.
" Kita pergi ke suatu tempat dulu ya, sebelum aku mengantar kamu ke rumah," ucap Mike sambil membuka kunci mobil.
Mike pun mengajak Leta ke suatu tempat yang sangat indah hingga membuat Leta terpana dengan suasana siang kala itu. Mike pun melaju kan mobilnya untuk mencari parkiran. Karena mereka harus berjalan menuju area yang ingin di kunjungi.
"Leta, kita jalan-jalan yaa hari ini ke tempat dimana kamu menyukainya yaitu di alam," ucap Mike mengemudi sambil fokus mencari parkiran.
"Iyaa aku suka, semoga aku bisa menjalaninya," ucap Leta tersenyum.
Mike pun mendapatkan tempat parkiran. Namun, dia tercegat saat melihat Leta memakai high heels.
Mike pun membuka bagasi mobilnya dan memberikan sepatu kets pada Leta yang sesuai dengan ukurannya.
"Leta, kamu pakai sepatu kets ini yaa, ukurannya pas buat kamu kok, ini punya sepupu ku yang beberapa hari dititip disini," ucap Mike menjelaskan.
Leta pun menerimanya dan memakai sepatu tersebut. Saat Mike ingin memakaikannya dicegah oleh Leta.
"Mike, aku punya tangan untuk melakukan nya," ucap Leta sambil memakai sepatu tersebut.
"Leta, apakah aku tidak boleh memperlakukan orang yang ku senangi dengan pelayanan terbaik," ucap Mike.
"Ehm, sudah mari kita jalan," ucap Leta berjalan meninggalkannya Mike.
Mike hanya terdiam dengan Leta yang tidak menjawab pertanyaannya. Hingga mereka berdua pun sampai ditempat tujuan mereka.
__ADS_1
Sebuah area yang menegangkan bagi yang tidak menyukai ketinggian. Awalnya Leta aman-aman saja meniti jembatan gantung tersebut.
(ilustrasi)
Tiba-tiba tangannya gemetar begitu saja. Mike yang melihat hal itu langsung mendekat ke Leta.
"Kamu kenapa Leta?, bukankah kamu tidak takut dengan ketinggian makanya aku mengajakmu," ucap Mike memegang tangan Leta yang sudah mendingin.
"Ehm, aku nggak pernah berjalan setinggi ini, mungkin hanya gemetar saja, tapi tanganku di pegang sampai di ujung, aku takut berjalan sendiri," ucap Leta masih memegang tangan Mike.
"Baiklah kalau begitu, kita berjalan pelan yaa Leta," ucap Mike lembut.
"Oke Mike, terima kasih yaa," ucap Leta sudah stabil.
Leta dan Mike berjalan bergandengan tangan. Mike tidak tahu harus berkata apa lagi?. Desiran hatinya gundah gulana ingin mengatakan cinta. Hingga mulutnya tidak mampu menyimpan perasaan itu yang begitu lama. Namun, saat Mike ingin mengatakan malah Leta tiba-tiba terpesona dengan pemandangan yang berada di depannya.
"Mike pemandangan di depan indah banget yaa, kamu sudah berapa kali kesini Mike? Ucap Leta bertanya.
"Ehm, baru juga kali ini kok, dengan kamu saja, kita kan bentar lagi mau balik ke Indonesia, besok siang aku berangkat nya," ucap Mike menjawab.
"Ehm....," ucap Mike.
Saat Mike ingin menjawab, seseorang hampir saja menabrak Mike kalau dia tidak mengelak.
"Maaf yaa, saya tidak sengaja," ucap seorang ibu-ibu.
"Iih lagi bicara serius di halangin orang saja, buat sebel banget sih," ucap Leta mendengus kesal.
"Hihi, sudah nanti aja bicara nya, kita sampai di ujung dulu yaa," ucap Mike berbicara lembut.
Leta pun hanya menampakkan wajah cemberutnya, saat Mike berkata begitu. Mike bingung dengan perubahan sikap Leta.
"Kamu kenapa sih Leta, cemberut begitu?" Ucap Mike.
"Yaa habis, aku bicara nggak boleh disini," ucap Leta berjalan saja meninggalkan Mike dan melepas genggaman tangan Mike.
__ADS_1
Mike hanya mendiamkannya saja, namun tidak jauh beberapa menit Leta sudah duduk kembali ketakutan.
Mike pun menuju tempat Leta yang tidak berjauhan dari dia berjalan.
"Leta, hey ini aku," ucap Mike duduk dan memanggil namanya.
Leta pun langsung memegang tangan Mike dan berbisik sesuatu.
"Mike, aku suka kamu, suka kamu, aku takut di sini tadi goyang-goyang, kamu juga kenapa jauh dari aku?" Ucap Leta masih memegang tangan Mike.
Mike dan Leta pun kembali berdiri kembali, Leta masih memegang tangan Mike sangat erat seolah-olah tidak ingin jauh darinya. Mike merasa bahagia karena dia bisa berduaan dengan wanita yang di sukai sejak dulu, namun Mike bingung harus berkata apa? Karena Leta sudah mengatakan lebih dulu, harusnya kan laki-laki yang berkata duluan.
Pikiran itu terus menghantui Mike, hingga Mike senyum sendiri dengan kekonyolannya harus berbuat apa agar Leta terkesan dengan pernyataan cintanya. Karena Leta tipekal wanita yang berbeda, bahkan menyukainya saja mustahil bagi dirinya yang terlihat culun bagi orang lain.
Mereka pun sampai di ujung jembatan tersebut, banyak beberapa orang mengabadikan moment ketika sampai di ujung. Begitu halnya dengan Leta yang sudah sibuk memfoto, tanpa diketahui oleh Mike, Leta memfoto Mike dari jauh.
"Leta, kamu suka nggak perjalanannya," ucap Mike tersenyum.
"Suka dong selagi sama kamu, ohya kamu tidak menjawab pernyataanku di atas jembatan gantung tadi, apakah kamu sudah memiliki pacar di Indonesia?" Ucap Leta tersenyum nakal.
"Aku juga menyukaimu Leta malah sudah lama, tapi aku malu mengatakannya, bahkan aku bingung harus melakukan agar kamu terkesan dengan pernyataanku," ucap Mike.
"Jadi kamu menyukaiku, beneran Mike," ucap Sheila bahagia langsung loncat ke arah Mike.
Mike pun memegang tubuh Sheila dengan kuat, dia takut jika Sheila akan terjatuh.
Cuuup.... ( ciuman pun mendarat di pipinya Mike).
Mike terkejut dengan sikap Leta.
Leta begitu agresif sedangkan dirinya begitu lambat. Hingga yang melakukan semuanya Leta yang lebih dulu. Leta pun tidak mau turun dari pangkalan Mike. Hingga Mike mencari tempat duduk agar mereka bisa bicara sambil duduk.
Mike pun mendudukkan Leta dengan perlahan, malah Leta tidur di pangkuannya.
"Leta, apakah kamu tidak malu melakukan hal ini di umum?" Ucap Mike menutupi sebagian tubuh Leta dengan jaketnya.
'Hehe, aku tahu kamu menyukai hal-hal yang baik, tapi sesekali nggak apa-apa ya My Mike, kita kan baru jadian, dan aku sangat bahagia bisa menyatakan perasaan pada lelaki yang ternyata menyukaiku sejak lama, makanya aku sangat bahagia, maka dari itu biarlah sejenak ya," ucap Leta tiduran dalam pangkuan Mike.
__ADS_1
Mike hanya tersenyum melihat tingkah Leta. Mike pun menikmati angin semilir yang begitu sejuk dari alam terbuka di sekitar mereka.
🍁💐💐💐🍁