
Albert pun kembali ke hotel dengan di temani Kyira. Akan tetapi Albert tidak memperdulikan sama sekali Kyira. Kyira tersiksa dengan sikap Albert. Hingga Kyira memohon pada dirinya.
"Albert, katakan apa yang harus aku katakan? jangan mendiamkan aku," ucap Kyira menangis.
"Cukup Kyira, kamu fokus saja dengan perkuliahan mu, aku baik-baik saja, silahkan kamu kembali ke apartemen mu," ucap Albert mengusir.
"Kamu mengusir aku Albert, kamu tega dengan aku," ucap Kyira sambil menangis.
"Kyira, bukan kah kamu mau kebebasan, saat ini aku perlu perawatan, kamu calon istriku tapi masih memilih tinggal jauh dari ku, jadi untuk apa kita menikah," ucap Albert mengatakan dengan nada lembut.
"Akan tetapi kenapa harus membatalkan pernikahan? bukankah kita bisa LDR, bahkan dulu kamu pernah bilang," ucap Kyira.
"Iya dulu aku pernah bilang, akan tetapi perasaan ku dari dulu tidak pernah pudar sehingga aku hanya ingin di samping mu, dan sekarang aku mulai sadar ternyata cinta saat itu semu, sebab saat aku ingin memiliki mu seutuhnya kata LDR bagi ku tidak bisa," ucap Albert mengatakan dengan jujur.
"Tapi Albert," ucap Kyira ingin mengatakan sesuatu.
"Kyira kembali lah, aku mau istirahat, aku bisa sendiri kok," ucap Albert mengusir.
"Aku tidak akan kemanapun, aku akan di sini menemanimu," ucap Kyira memohon.
"Kyira, jangan sampai aku berkata kasar dengan mu, pulang lah besok kan kamu harus kuliah, aku tidak mau karena aku cidera membuat mu membolos kuliah," ucap Albert dengan nada lembut.
Isak tangis datang dari Kyira, tiada hentinya dia menangis. Albert yang tidak pernah melihat Kyira menangis pun terenyuh melihat calon istrinya menangis, dia pun mengajak Kyira duduk di sampingnya di atas sofa.
Kyira tidak bergeming sama sekali, air mata nya tidak berhenti menangis sehingga matanya hampir bengkak karena tidak berhenti menangis. Albert pun yang mengalah duduk di lantai berusaha mendekati Kyira dan memeluknya.
"Kyira, jangan menangis lagi, aku menyuruhmu pulang untuk belajar bukan untuk mengurus ku sakit, kan kamu tidak pernah mengurus orang sakit," ucap Albert mengatakan dengan jujur.
Kyira makin menangis histeris Albert mengatakan kalau dirinya tidak pernah mengurus orang sakit. Memang benar Kyira tidak pernah mengurus orang sakit, paling hanya menjaga, makanya Albert menyuruh Kyira buat pulang. Hingga Kyira pun diam dan tiba-tiba berdiri begitu saja dengan memegang Albert agar duduk di sofa.
Setelah itu tanpa berkata apapun Kyira pergi membawa tas nya, Albert bengong melihat sikap Kyira yang terlihat aneh dan dengan tatapan kosong.
"Stop, Sayang kembali lah ke sini, kamu jangan pulang, temani aku, aku tidak mau kamu pulang dengan tatapan seperti itu nanti kamu nyasar lagi," ucap Albert khawatir.
Kyira tidak memperdulikan, untuk membangunkan fokus Kyira, Albert pun menghempaskan tongkatnya. Kyira pun tersadar dari lamunan kosongnya.
__ADS_1
Kyira pun tersadar akan tetapi hanya menatap saja, Albert memahami tatapan kosong tersebut, hal itu pernah terjadi pada Kyira kala dia remaja hampir saja di perkosa. Tatapan kosong itu sama seperti itu, Albert pun teriak dengan sekencang-kencangnya.
Kyira pun sadar sepenuhnya, Kyira pun mencari sumber suara tersebut.
"Kaa-mu Al-bert, a-pakah a-ku menyakiti mu?" ucap Kyira mendekati Albert dengan memegang wajah Albert dan berkata dengan terbata-bata.
Albert pun langsung memeluk Kyira, dia sangat khawatir atas kejadian ini. Tangisan yang tiada berhenti ternyata memicu trauma masa lalu nya.
Albert pun segera menghubungi dokter kenalannya, dokter pun tiba sekitar 10 menit setelah Albert menelpon. Dokter pun memberikan resep kepada Albert.
Dokter pun pulang, Albert pun bingung harus bagaimana karena dirinya tidak ingin jika Kyira di sentuh laki-laki lain, Albert hanya tidur menyamping di samping tubuh Kyira.
Karena Albert pun tidak bisa berlama jika berdiri. Albert pun hanya bisa menatap Kyira dengan tatapan sedih. Setelah itu Albert pun tertidur.
Selang beberapa jam Kyira tertidur, Kyira sudah sadar sepenuhnya. Kyira menangis melihat kaki Albert, dia pun memeluk Albert dengan erat. Albert terbangun karena Kyira memeluk nya dengan erat sebab hampir saja dirinya tidak bisa bernafas.
"Sayang, kamu kenapa?" ucap Albert menatap wajah Kyira dalam pelukannya.
"Aku ingin kamu menikahi, dan aku akan ikut kemanapun kamu pergi, aku minta maaf atas keegoisan ku Albert, aku mencintaimu?" ucap Kyira dalam tangisnya.
"Intinya aku ingin bersama mu dalam kondisi apapun," ucap Kyira memukul dada bidang Albert.
Albert pun hanya tersenyum dengan sikap manja Kyira. Albert pun mengiyakan.
Setelah dari kejadian itu, Albert pun membantu mengurus kepindahan Kyira sebelum mereka pergi dari negara tempat Kyira kuliah.
Setelah semua admin aman, dan Kyira hanya menunggu surat pindahan dari kampus mereka berdua pun segera menuju bandara kembali ke Indonesia.
Kyira tidak henti-hentinya memeluk Albert, kadang Albert ingin ke kamar mandi saja Kyira mau ikut, akan tetapi karena Kyira mengerti Kyira hanya menunggu di luar. Albert dan Kyira atas kebersamaan mereka.
Hingga waktu berjalan begitu cepat. Pernikahan mereka di langsung kan sesuai rencana. Kyira dan Albert pun menikah dengan nuansa serba biru muda, semua teman-teman Kyira dan Albert pun datang.
Begitupun dengan Meisya dan Dion yang sudah bertunangan lebih dulu, begitu pun dengan Leta dan pasangannya dan Vito dengan pasangan nya. Semuanya berbahagia dengan kebersamaan pasangan masing-masing.
Setelah pernikahan usai, kedua pun di berikan hadiah bulan madu. Kyira dan Albert bahagia dengan kelancaran pernikahan mereka.
__ADS_1
Waktu terus berlalu keduanya pun berbulan madu di Bali, tempat yang selalu jadi favorit para wisatawan manapun. Tanpa terkecuali kedua insan yang mabuk asmara atas hubungan mesra mereka.
💦"argh sayang, aku menyukai semua sentUhan mu itu, memBuatku nyaman," ucap Kyira dengan nada mesra.
💦"Iya sayanG, saya aku pelan ya, kamu harus kuatKan diri ya," ucap Albert mulai memegang kendali.
💦"Iya suamiku, aku akan selalu menuruti nya, asal bersama mu, aaargh," teriak Kyira nyaman dengan seNtUhan suaminya.
Keduanya melakukan layaknya hubungan suami istri, karena baru pertama keduanya melakukan beberapa kali dalam sehari. Sehingga Kyira merasa badannya terasa sakit luar biasa.
Waktu terus saja berlalu, walau setiap rumah tangga selalu saja ujian mereka mampu menghadapi nya bersama.
Hingga waktu melahirkan pun tiba, Kyira pun di larikan ke rumah sakit, selang beberapa jam Kyira pun melahirkan normal dengan bayi kembar. Kedua keluarga tersebut berbahagia karena Kyira melahirkan bayi kembar.
Albert pun mencium kening istrinya dengan mesra.
"Terima kasih istriku, sudah melahirkan buah hati kita, aku menyayangi kalian," ucap Albert mencium kening nya dengan lembut.
"Iya suamiku, aku pun mencintai kalian," ucap Kyira dengan senyum bahagia.
Mereka pun berbahagia, walau namanya rumah tangga akan selalu ada ujian.
🍁🍁🍁🍁🍁
Terima kasih teman-teman sudah support novel ku, jangan lupa mampir ke novel lainnya ya.
Like, comment, gift dan vote ya..
Note : **Apapun masalah kalian sekarang, saya yakin kita bisa melewatinya, yakinlah Sang pencinta begitu menyayangimu sehingga hanya kamu yang bisa menghadapi masalah tersebut.
intinya jangan jauh dari Sang Pencipta ya, semangat selalu ya para pembaca ku setia.
Ambil yang baik nya saja setiap yang dibuat oleh penulis, sampai bertemu di novel lainnya.
Baca ya novel ku lainnya, cek di profil ya🤭
__ADS_1
Terima kasih, sarangheo ❤️🤭**