
Dwifa dan Athar masih sibuk dengan buku bacaan ditangan mereka, saling khusuknya keduanya tidak menyadari waktu mereka sudah 3 jam berada disana.
"Athar kita keasyikan jadi ke sorean nie," ucap Dwifa bergegas membereskan dan mengambil buku yang di pinjam.
"Oke sayang, kamu ambilah beberapa buku nanti pakai kartu aku saja, aku biasa ke sini," ucap Athar membereskan buku yang mau di pinjam.
Setelah selesai keduanya pun menuju ke mobil, Namun naas suara cacing di perut Dwifa menghancurkan segalanya.
"Maaf Athar, perut di cacing minta jatah makan," ucap Dwifa sambil cengengesan.
"Oke baiklah kita makan tempat yang biasa aku makan disana, dan pasti cocok dengan lidah kamu karena salah satu nya chef dari Indonesia kenalan aku," ucap Athar.
Mobil pun laju dengan kecepatan sedang, saat Athar menoleh Dwifa sudah terlelap tidur.
"Sudahlah nanti dibangunkan jika sudah sampai disana," gumam Athar.
Mereka pun sampai di parkiran Resto X dan memarkir mobilnya, Athar pun membangunkan Dwifa ;
"Dwifa, bangun sebentar Yook, kita makan dulu sudah sampai nie," ucap Athar.
Dwifa pun mengucek matanya dan berusaha untuk bangun, namun Athar langsung memegang pacar nya dengan hati-hati.
"Maaalu dilihat orang, " ucap Dwifa dengan muka malu-malu.
"Ingatlah Dwifa, setelah kita menyelesaikan misi papa kita akan menikah," ucap Athar.
Keduanya pun duduk ditempat yang kosong dan pesanan mereka sudah datang karena Athar mengenal chef-nya.
"Kok makanan kita sudah datang secepat itu," ucap Dwifa keheranan.
" Iyaa yaa sayang hebat yaa, kamu muji laki-laki lain di depan aku," ucap Athar mencubit pipi Dwifa.
"Ih mana laki-laki yang dihadapan ku sekarang itu kamu," ucap Dwifa celingukan.
"Oh iyaa yaa sayang, tapi chef nya teman dekat ku, makanya makanan kita sudah datang,"ucap Athar salah tingkah.
Dwifa pun langsung makan tanpa memperdulikan Athar yang salah tingkah. Namun Dwifa ingat sesuatu.
"Athar, kamu sudah belikan untuk Kyira belum," ucap Dwifa.
"Sudah dong sayang, malah aku beli kan untuk kita bertiga biar pagi kalian nggak perlu masak, hanya perlu masak nasi nanti pagi aku numpang makan disana saja," ucap Athar.
"Ohw baguslah kalau gitu Athar," ucap Dwifa.
Keduanya pun meneruskan makan mereka.
Kyira yang berada di apartemen masih sibuk dengan tugas perkuliahan, lagi-lagi ponselnya berbunyi.
__ADS_1
"Hallo Tuan putri, ingatkah dengan ku, Bagaimana kabarmu? aku merindukan mu loe," ucap Zion.
"Ih dari kemarin kamu menghubungi terus, kamu itu siapa sih?" ucap Kyira mulai kesal.
"Coba tebak, aku laki-laki yang menyebalkan bagimu saat kamu pertama kali kuliah," ucap Zion.
Kyira pun mulai berpikir tanpa bersuara.
"Hey Tuan Putri, ingat nggak kenapa jadi tidak ada suara sih," ucap Zion.
'"Iyaa aku masih di sini, lagi mikir kamu itu siapa?, sudah deh jangan buat tebak-tebakan aku lagi pusing dengan tugas kuliah," ucap Kyira curhat.
"Begini saja kamu kirim di wa, lalu kita video call nanti aku bantu," ucap Zion.
"Oke mau lihat kamu bisa nggak ngerjainya," ucap Kyira.
Kyira pun mengirim soal yang sulit dijawab oleh Kyira. Beberapa saat kemudian, Zion pun menghibur Kyira. Dan mereka video call, Zion sengaja tidak menampakkan dirinya dengan memakai topeng.
"Hai Tuan Putri, gimana paham nggak dengan yang aku kirim atau mau aku jelasi?" ucap Zion.
"Oke jelaskan," ucap Kyira.
Zion pun menjelaskan kepada Kyira dengan pelan-pelan agar dia memahaminya. Dan benar dugaan Zion tidak perlu waktu lama Kyira sudah bisa memahami yang diajarkan oleh Zion.
"Baik, thanks atas bantuannya. Tapi kamu siapa agar aku bisa berterima kasih padamu," ucap Kyira.
Zion pun membalikkan panggilan video menjadi panggilan telpon.
"Oke baiklah kita bertemu di kampus dan aku akan traktir kamu karena sudah membantu ku," ucap Kyira.
"Oke Kyira, sampai ketemu kembali, karena sekarang aku sedang sibuk, aku tutup dulu panggilan nya ya," ucap Zion mematikan ponsel kamera dia capek menutup muka nya dikala dia masih dikantor padahal ingin sekali melihat muka Kyira.
***
Pagi pun tiba.
Dering ponsel Kyira kembali berbunyi.
"Argh nyebelin banget sih, pagi-pagi ada yang bangunin," ucap Kyira kesal.
Saat dilihatnya tidak jadi marah karena yang menelpon adalah Albert sahabat dekatnya.
"Hy kyira, maaf yaa bangun pagi kamu, kamu tidak akan memarahi ku kan," ucap Albert.
"Kalau orang lain pasti aku omelin, karena kamu yang menelpon mana mungkin lah aku marah sama kamu, gimana Albert ada apa?" ucap Kyira.
"Lusa, aku ke Austria, " ucap Albert.
__ADS_1
"Waah beneran, Albert titip belikan mie instan aku kangen banget, disini males keluar karena nggak ada teman di ajak ke mini market, kalau sama kamu nanti aku bebas meski masih menutup muka sih," ucap Kyira kegirangan.
"Oke kalau begitu aku tutup lagi yaa, see you later Kyira," ucap Albert langsung mematikan panggilan telpon.
Kyira pun bangun dari tempat tidurnya dan terkejut melihat meja nya sudah tersaji makanan.
"Hay Kyira morning," ucap Athar sambil menyiapkan minuman untuk mereka bertiga.
"Morning Athar dan Dwifa..." ucap Kyira.
"Hayoo Kyira makan bersama," ucap Dwifa.
"Ini disajikan buat aku juga," ucap Kyira bingung.
"Iya dong..." ucap Athar.
"Baiklah, terima kasih mari kita makan," ucap Kyira.
Setelah semuanya selesai Kyira pamit duluan karena harus ke kampus, Athar dan dwifa pun membereskan dapur Kyira. Setelah selesai keduanya pun beranjak ke perpustakaan tempat mereka semalam.
****
"Aargh akhirnya rebahan jugaa,"' ucap Kyira.
Ting nong.
Ternyata Dwifa yang datang ke apartemen nya.
"Eeh Dwifa, gimana udah ketemu misi nya?' ucap Kyira penasaran.
"Iyaa Kyira, sedikit lagi kami menemukannya dan saatnya istirahat, makanan aku taruh dikulkas untuk kita makan pagi tapi kalau kamu makan saja, aku istirahat duluan yaa Kyira," ucap Dwifa pamit langsung ke kamar..
"Oke lah karena Dwifa udah pulang, aku juga harus istirahat," ucap Kyira langsung tertidur.
***
Hari itu pun tiba.
Seperti biasa ketiganya sarapan bersama, malah punya canda tawa semua tentang hal lucu bagi mereka. Kyira pun pamit lebih duluan karena ada urusan mendesak ke kampus.
Sesampainya di kampus, betapa terkejut Kyira dari segala sisi datang 3 laki-laki sekaligus, dari sisi kanan ada Albert, sisi kiri ada Dion dan di hadapan ada Zion.
"Yaa ampun tiga pria bertemu dalam satu waktu, bisa-bisa berantem ketiganya," ucap Kyira dalam hati.
"Hai kalian semua, bisa kah aku ke kampus duluan," ucap Kyira sambil tersenyum kecil.
"Tiidak boleh, kamu harus pilih yang mana di antara kami bertiga," ucap ketiga nya kompak.
__ADS_1
"Naah itu ada profesor," ucap Kyira menunjuk ke arah berlawanan dan dia berlari sekencang -kencangnya meninggalkan mereka dalam kebingungan.
🍁💐💐💐🍁