Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 78 - Satu kamar


__ADS_3

Dion terus saja mengejar Meisya, Meisya merasa bingung harus berbuat apa-apa. Meskipun hubungan Dion dan Kyira saat ini sebatas teman, tapi dia selalu membujuk Kyira untuk membantu nya berduaan dengannya.


Hingga suatu hari Kyira pertama kali kuliah, Dion pun mencoba akrab kembali dengan Kyira, padahal di samping Kyira ada Meisya, sehingga dia membuat Meisya tidak nyaman bicara dengan Kyira.


Kyira yang melihat tingkah keduanya hanya menggelengkan kepala saja. Hingga Kyira pun berbicara.


"Kalian berdua ini ada apa sih? kalau mau bicara maka bicaralah," ucap Kyira tegas.


Kyira pun mengandeng kan tangan keduanya, Kyira pergi begitu saja. Tangan Dion dan Meisya masih berpegang erat karena Kyira berpesan jangan melepasnya sebelum dia sampai ke kelasnya, sedangkan tiba di kelasnya lebih kurang 5 menit sampainya, hingga keduanya harus bertahan dengan kondisi demikian.


[Argh, kenapa juga sih Dion sih buat Kyira kesal, aku kan ada mata kuliah yang dia paham walau tidak berkuliah lagi, hingga lidah Meisya keluh ingin bicara] gumam Meisya dalam hati.


[Argh, bakal benci beneran Meisya dengan aku, bagaimana ini aku salah sih? aduh gimana minta maaf nya yaa?] gumam Dion dalam hati.


Keduanya masih terdiam satu sama lain, hingga Meisya sendiri yang berbicara.


"Akhirnya 5 menit berlalu, ya sudah begini saja Dion, aku mau jadi pacar kamu, akan tetapi please jangan mengekor, aku juga punya kebutuhan juga berbicara dengan yang lain," jawab Meisya dengan tegas.


"Oke deal, kamu sendiri yang mengiyakan pernyataan cinta ku, jadi kita pasangan, tugas ku yaitu mengantar dan menjemput mu selebihnya nanti kita pikirkan lagi, aku pergi kalau begitu," ucap Dion pergi begitu saja dengan hati yang bahagia.


Meisya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dion atas pernyataan nya tersebut, karena dia pun tidak habis pikir dengan tingkah Dion yang senang luar biasa begitu.


Meisya kembali ke aktivitasnya memasuki kelasnya, karena jurusan Meisya dan Dion sangatlah berbeda. Hanya Dion yang sibuk selalu menuju ruangan Meisya.


Hingga sore pun menjelang, Meisya sudah banyak diskusi dengan Kyira. Kyira pulang lebih dulu karena harus bersih-bersih apartemen nya, sedangkan dirinya ingin membeli beberapa keperluan buat mengisi kulkasnya. Hingga ada mobil yang mengklakson.


"Sore sayang, ayo aku antar," ucap Dion mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil.


"Baiklah aku masuk, daripada kamu membuat keributan lagi," ucap Meisya.

__ADS_1


Meisya pun masuk ke dalam mobil Dion. Dion pun terus mengajak Meisya bicara, sedangkan Meisya menjawab seperlunya saja.


Tiba di sebuah mall, Dion pun mengikuti Meisya, padahal Meisya sudah bilang untuk tidak mengikuti nya. Meisya pun luluh saat Dion meminta dirinya untuk ikut.


Saat di tempat seafood terlihat cumi-cumi dan gurita bergerak-gerak membuat Dion tiba-tiba duduk terjatuh. Meisya yang melihat hal itu pun mendekatinya.


"Dion kamu kenapa? aku nggak suka makanan seafood kok, aku hanya melihat ikan dan ayam saja yang di sebelahnya," ucap Meisya mengkhawatirkan Dion.


"Ehm, aku takut melihat cumi-cumi dan gurita," ucap Dion dengan terbata-bata.


"Ya sudah kamu nunggu dibagian sayur sana, nanti aku ke sana ya, aku mau milih ikan dan ayam dulu," ucap Meisya memegang tangan Dion untuk berdiri agar berpindah tempat.


Tangan Dion terlihat gemetar dan memerah melihat kedua hewan tersebut. Dion pun menghindari dua hewan tersebut. Meisya meneruskan belanjaan nya.


Setelah selesai dia pun menuju ke bagian sayur mayur dan buah-buahan. Setelah semua dipilih dia pun menuju bumbu dapur dan cemilannya. Dion hanya membantu mendorong belanjaan Meisya.


Di tatapnya lekat bahwa Meisya cocok buat dirinya yang ditinggal orangtuanya. Dion hidup dengan keluarga papa nya, setelah dewasa Dion mandiri hingga menjadi tenar seperti sekarang.


Barang belanjaan pun di bawa oleh keduanya. Setelah sampai parkiran belanjaan Meisya di masukkan ke garasi mobil Dion. Setelah mereka masuk ke dalam mobil, perut Dion pun berbunyi.


"Hihi, perut kamu berbunyi Dion," ucap Meisya tersenyum.


"Ya sudah baiklah, kita cari makan ya, kamu mau nya dimana?" ucap Dion bertanya.


"Yang ada makanan yang menyehatkan saja," jawab Meisya.


"Oke aku paham dengan lidah orang Indonesia, kita restoran langganan ku saja kalau begitu," ucap Dion melaju ke tempat tersebut.


Setelah tiba di restoran mereka pun memesan makanan sesuai selera masing-masing. Hingga teman Dion pun menghampiri pemilik restoran tersebut.

__ADS_1


"Hey Dion, ini kah gebetan baru mu itu, wah cantik juga, kapan nie mengundang kita, kita semua sudah tahap pertunangan semua loe, gue 1 bulan lagi menikah, nanti ajak yang pacar kamu," ucap Jay berbicara pada Dion.


"Oke nanti aku perkenalkan calon istriku pada kalian, pastinya aku akan datang ke pernikahan elo Jay," ucap Dion dengan tersenyum.


"Oke kalau begitu nikmati saja makanannya, karena ada adik ipar di sini free buat kalian, saya permisi dulu ya Dion, nikmatilah makan malamnya," ucap Jay melambaikan tangannya.


Dion pun balik melambaikan tangan kepada Jay, keduanya tersenyum satu sama lain. Meisya meneruskan makannya.


Setelah mereka selesai makan malam, hujan pun melanda, untung saja mobil mereka di letakkan di bagian bawah parkir dan ayam serta ikan berada di tempat yang aman agar tidak busuk.


Meisya bingung dengan hujan deras yang melanda dia disertai dengan angin. Dion pun mengajak Meisya mengikutinya.


"Hayo, kita ke hotel dekat restoran ini, semoga saja masih ada kamar hotelnya, karena kamu mengantuk dari tadi, aku tidak tega melihat mu begitu," ucap Dion membujuk.


"Tapi benaran ya, kamu tidak akan menyentuh ku atau berpikir macam-macam," ucap Meisya mulai menjauh.


"Iya tenang saja," ucap Dion melangkahkan kakinya menuju resepsionis, naas semua kamar hotel sudah terisi penuh, hanya ada satu kamar dan itu satu-satunya Dion pun mengambil kunci kamar tersebut.


Meisya pun mengernyitkan keningnya.


"Meisya masuklah, kamu tenang saja, aku tidur di sofa dan kamu tidur di kamar saja, jika ada apapun bilang saja," ucap Dion menyuruh Meisya masuk lebih dulu.


Meisya pun langsung masuk kamar tersebut dan Dion pun rebahan di sofa. Tidak ada pembicaraan apapun setelah nya, Dion pun terlelap dalam tidurnya karena dia sudah sangat lelah dengan ponselnya yang di charger.


Meisya keluar dari kamarnya karena ingin minum air, hingga Meisya hanya menatap Dion dari kejauhan.


[Laki-laki ini memang menepati janjinya] gumam Meisya mengambil air putih dan kembali ke kamar serta menguncinya.


Penasaran, tunggu episode nya ya🤭

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


like dan comment, gift dan vote terima kasih 🤭


__ADS_2