Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 28-Kebersamaan


__ADS_3

Pagi pun menjelang. Suasana kota pertama kali di pagi dilihat oleh Kyira. Kyira merasa kaku pertama kali di kota ini, namun dia beruntung ada Albert yang selalu menemaninya. Kyira pun selalu menghubungi Albert ketika memerlukan sesuatu.


Hingga pagi pun tiba.


"Ehm, aku di rumah ngga pernah sendirian, apa yang harus ku lakukan yaa?" ucap Kyira.


Kyira pun menghubungi Albert meskipun melalui telpon setidaknya Albert bisa menemaninya.


"Albert temani aku di telpon yaa, aku ngga biasa pagi begini kalau ngga ditemani atau ya ada makanan di depan mata hihi," ucap kyira dengan nada tersenyum..


"Aku kesana ya Kyira nemani kamu, aku khawatir dengan nada suaramu yang tersenyum begitu," ucap Albert berlari menuju kesana.


"Ehm nggak perlu Albert, kamu cukup selalu bersuara atau kita bercerita karena aku curi dengar tadi kamu juga memiliki pekerjaan di Austria untuk bertemu klien," ucap Kyira.


"Ehm baiklah-baiklah, aku akan menyanyi dan bercerita untukmu, gimana mau ngga?" ucap Albert.


"Aku mau mendengarnya," ucap Kyira seperti anak kecil yang dibacakan dongeng sebelum tidur.


Albert pun membuat beberapa guyonan, dan itu membuat Kyira tertawa bahkan yang awalnya dia senyum nggak jelas menjadi penasaran dengan guyonan atas cerita yang dibuat oleh Albert tersebut. Tidak lama Albert membuat Kyira tidur, cukup waktu 30 menit untuknya membuat kyira tiada suara lagi. Albert pun masih mengaktifkan telpon tersebut karena dia ingin memastikan Kyira baik-baik saja. Sambil dia menemani Kyira melalui telpon, Albert pun melakukan pekerjaan yang belum usai. Albert tipekal laki-laki yang serius dalam melakukan sesuatu, bahkan dia tipekal laki-laki yang hanya menyukai satu wanita dalam hidupnya selain mamanya yaitu Kyira. Entah sejak kapan Kyira adalah bagian hidupnya, meskipun mereka hanya bersahabat tapi bagi Albert itu sudah lebih dari cukup.


(Baru juga pagi tidur lagi, alasan buat dia tidur lagi, ehm jam dia bangunnya ya kira-kira)gumam Albert.


Albert pun tenang karena tiada lagi suara apapun dari telpon tersebut. Albert pun memutuskan jaringan telpon tersebut.


Pagi pun menjelang menuju siang.


Albert beraktifitas seperti biasa sarapan serta dia sudah membuat agenda selama 2 minggu di Austria.


Bel apartemenmu berbunyi.

__ADS_1


Saat Albert membuka pintu, Kyira langsung memeluk Albert. Albert bingung dengan tingkah Kyira.


"Hey Kyira, kamu kenapa? kok nangis sih," ucap Albert sambil menghapus air mata Kyira.


"Itu Albert, itu Albert," ucap kyira memainkan tangannya seperti meminta sesuatu.


"Duuuh yang jelas Kyira, hayoo kita duduk dulu dan ini roti makanlah dulu baru kita bicara lagi," ucap Kyira.


Kyira tidak berbicara apapun, dia pun langsung memakan roti yang disajikan oleh Albert. Albert terkejut dan bingung dengan sikap Kyira. Dia pun menunggu jawaban kyira setelah dia selesai makan roti dan susu yang dibuat oleh Albert.


Kyira pun selesai makan.


"Ehm Albert, aku minta maaf yaa tadi menghabiskan sarapan kamu, sebenarnya aku nangis tadi karena lapar, aku ngga biasa masak, jadi bingung tadi mau melakukan apa?" ucap Kyira merasa bersalah karena sikapnya terhadap Albert.


"Heheh, ngga apa-apa Kyira, nanti aku ajarin kamu masak yaa, sekarang kamu udah kenyang belum?" ucap Albert menahan tawa karena tingkah Kyira yang ternyata menangis karena lapar.


"Udah kenyang Albert, aku besok ada urusan ke kampus pukul 09.00 pagi, jadi besok bisa kah kamu menemani ku, aku belum terbiasa di negara ini," ucap Kyira dengan wajah memelas.


"Oke siap Albert, kalau begitu aku mau mandi, dan bersiap-siap ya," ucap Kyira bergegas.


"Oke, jangan lupa ruangan kamu dibersihkan, kamu kan wanita ngga mungkin berantakan dong tempat tidurnya," ucap Albert mengingatkan, Albert melakukan itu karena dia tahu betul kalau Kyira tipekal wanita yang manja maka dari itu orangtuanya berpesan kepada Albert agar mengajarinya segala hal.


"Heheh siap-siap, akan saya lakukan, Albert please ajarin aku banyak hal ya, tahu sendiri kan kalau di rumah mama selalu menyediakan apapun," ucap Kyira meminta dengan sangat.


"Oke siap tuan putri, asal menuruti semua yang aku ajarin nanti ya dan jangan membantah apapun," ucap Albert.


Kyira pun beranjak ke apartemennya mandi dan beberes karena yang dipikirkannya ketika bangun adalah makan, karena Kyira belum bisa melakukan apapun sendiri. Sehingga Kyira terpaksa menemui Albert, baginya Albert adalah tempat solusi yang akan dia dapatkan.


"Seandainya Albert jadi pacar aku, apakah dia akan baik begitu ya," ucap Kyira dalam hati tapi dia terus melawan hatinya bahwa hubungannnya dengan Albert hanya berteman saja.

__ADS_1


Albert pun berteriak pada Kyira bahwa mereka harus ke mini market, sebelum itu harus mencatat dulu keperluan selama satu Minggu.


Kyira pun menuju Albert segera datang ketika dipanggil, Kyira bingung jika nantinya di tinggal oleh Albert nggak mungkin dia harus beli makanan diluar. Karena hal itulah dia meminta bantuan Albert untuk mengajarinya masak.


Albert pun menyuruh Kyira mencatat barang belanjaan yang akan di pesan, banyak drama yang terjadi dari Kyira tertidur di atas catat, dari Kyira bengong mencatat apa yang di suruh Albert.


Hingga pada titik terakhir Kyira kembali tertidur.


"Ya ampun nie cewek, capek beneran kayaknya perjalanan kemarin, dari tadi bangun tidur, bangun tidur, nggak capek apa dianya," gumam Albert meninggalkan Kyira yang tertidur di Sofanya.


Albert pun mengambil leptop dan mengerjakan tugas perusahaan di depan Kyira, agar jika Kyira bangun mereka bisa berangkat ke swalayan membeli keperluan belanja.


Lama kiranya Kyira masih terlelap dalam tidurnya, hingga siang pun menjelang, Albert pun memasak seperti biasanya, Kyira pun belum terbangun dari tadi. Hingga tepat pukul 13.30 siang Kyira terbangun dari tidurnya, dia cuci muka dan segera sholat. Setelah selesai Kyira kembali rebahan, dan di tarik oleh Albert.


"Hey Kyira, ngapain kamu tidur lagi? makan siang dulu hayoo," ucap Albert menarik lengan Kyira.


"Iiih aku nggak mau Albert, aku ngantuk beneran, lagian juga aku tahu ini sudah siang, nanti kalau aku makan kamu nyuruh aku ke swalayan sendiri kan, aku nggak bisa sendirian," ucap Kyira menjawab.


"Yang mau menyuruhmu ke swalayan sendirian siapa? kan nanti ada aku yang menemani kamu, sekarang makan ya terus kita pergi sama-sama, okey Kyira," ucap Albert sambil tersenyum.


"Beneran yaa temani aku, baiklah aku akan makan," ucap Kyira sambil duduk dan makan.


Kyira pun menghabiskan makan siangnya.


🍂🌷🌷🌷🍂


Bagaimana kelanjutannya??


Like and comment ya😊

__ADS_1


Terima kasih😊


__ADS_2