
Mama dan papa Kyira menjenguk orang tua Albert. Albert masih dalam keadaan terbaring karena kurangnya cairan dalam tubuhnya.
"Sayang, ini sudah mama bawakan semua yaa, kamu bisa jaga dirimu dan jangan lupa makan serta cemilan sudah mama bawakan, kalau Albert belum sadar dan adik-adiknya belum pulang nanti malam papa dan mama ke sini yaa sayang," ucap mama Kyira.
"Siap ma, terima kasih," ucap Kyira.
"Bagaimana ceritanya bisa dapat kabar VIP sebesar ini?" ucap papa.
"Sebelum Albert pingsan dia sudah memesan ruangan VIP pa, jadi sekaligus saja saya bilang letakkan saja Albert satu ruangan dengan orang tua nya, agar mudah mereka saling melihat satu sama lain," ucap Kyira.
"Yaa sudah sayang, papa dan mama pulang dulu," ucap mama mencium kening anaknya.
"Iya pa dan mama, terima kasih," ucap Kyira.
"Buka lah makanan yang dibawa kan oleh mama itu, kamu juga harus sehat jaga orang sakit," ucap papa.
Mama dan papa Kyira pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Kyira pun menyantap makanan yang dibuatkan oleh mama nya.
"Isi rantangnya banyak kali isinya, argh mama tahu saja kalau anaknya suka ngemil," ucap Kyira dalam hati.
Malam pun tiba, Kyira beberes untuk persiapan mandi. Setelah selesai beberapa menit, Kyira pun keluar dengan posisi telah berganti pakaian.
Dering ponselnya kembali berbunyi.
π" Ya Hallo Athar," ucap Kyira.
π"Bagaimana keadaan Albert sekeluarga? maaf Kyira aku belum bisa kesana, karena aku sama Dwifa baru sampai rumah dari luar kota," ucap Athar menjelaskan.
π"Mama dan papa Albert sudah melalui masa kritis kok, akan tetapi Albert?" ucap Kyira terhenti.
π"Kenapa dengan Albert?" ucap Athar penasaran.
π"Albert pingsan, kata dokter dia kurang cairan kemungkinan kurang minum dan tidak makan seharian, mungkin karena mendengar orang tuanya tabrakan deh," ucap Kyira.
π"Jadi yang jaga mereka siapa? dan dimana adik-adiknya Albert?" ucap Athar bertanya.
π"Sekarang aku yang menjaga Albert dan orang tuanya, adik-adiknya Albert sedang dalam perjalanan," jawab Kyira.
π"Okey Kyira, nanti malam aku ke sana sama Dwifa ya, kamu mau minta di belikan apa?" ucap Athar bertanya.
π"Makanan yang enak yaa, sepertinya martabak telor enak itu hihi, nasi goreng juga yaa tapi makannya harus bersama dengan kalian juga ya," jawab Kyira dengan gelak tawanya.
π"Kamu serius apa bercanda sih Kyira?" ucap Athar bingung.
π"Aku sudah makan kok, tadi papa dan mam habis dari sini, belikan saja cemilan ya, martabak telor enak juga tapi intinya makan bersama kalian juga," ucap Kyira.
π"Oke nanti kita mampir ke mini market, terus ada yang kurang nggak yang di bawakan oleh mama mu," ucap Athar bertanya kembali.
__ADS_1
π"Nah kebetulan kamu nanya, belikan aku odol dan sikat gigi ya selain itu sudah ada semua," jawab Kyira.
π"Baiklah kamu jaga kesehatan yaa Kyira," ucap Athar.
π"Terima kasih sahabatkuβΊοΈ," ucap Kyira menjawab.
Panggilan pun terputus.
Kyira pun kembali memegang ponselnya, dan terkadang mengamati orang tua Albert dan juga Albert.
"Semoga semuanya kembali sehat ya, papa dan mama nya dengan Albert dan keluarga nya," gumam Kyira dalam hati.
Kyira pun tiduran di antara sisi nya setelah dia melaksanakan ibadah sholat. Saat dia tertidur sekitar setengah jam yang lalu, datanglah Athar dan Dwifa.
Kyira yang mendengar orang berjalan langsung sigap berdiri.
"Kalian siapa?" ucap Kyira masih tertutup matanya dengan kain di matanya.
Dwifa pun membuka penutup mata.
Kyira pun bisa melihat keduanya.
"Oh kalian berdua, silahkan lihat dulu keluarga nya Albert, gue cuci muka dulu ya," ucap Kyira pergi meninggalkan Dwifa dan Athar ke kamar mandi.
Athar dan Dwifa pun memandang orang tuanya Albert dan juga Albert.
"Sayang, kita temani Kyira apa di sini? aku kasihan melihat nya," ucap Dwifa berkata.
"Okey deh," jawab Dwifa.
Kyira pun keluar dari kamar mandi.
"Kalian berdua sehatkan," ucap Kyira duduk.
"Kyira, hayoo kita makan di meja itu," ucap Athar.
Dwifa pun mempersiapkan makanan yang mereka bawa.
"Kyira apa yang bisa kami bantu? kasian melihatmu sendirian," ucap Athar.
"Nggak perlu Athar, kalian malam ini menemani aku saja, aku sudah sangat senang kok," ucap Kyira.
"Hayoo kita makan bersama Kyira," ucap Dwifa.
"Baik kalau begitu, " ucap Athar.
Mereka pun makan bersama dengan menyantap makanan yang lezat di lidah Kyira. Canda tawa ada di sela pembicaraan mereka. Bahkan, Kyira sangat menyayangi Athar sebagai sahabat serta calon istrinya.
"Kabarnya kalian tahun depan akan menikah? benarkah demikian," ucap Kyira bertanya.
__ADS_1
"Iya Kyira in syaa Allah, kami sekarang sedang fokus dengan karier dulu, meskipun nantinya seiring berjalannya waktu," ucap Athar.
Keduanya pun tertawa kembali, ada-ada saja pembicaraan mereka mengantarkan humor tersebut.
Karena sudah malam Dwifa dan Athar pamit keluar ruangan tersebut.
"Kyira kita pamit ya kamu jaga diri ya," ucap Dwifa memeluk Kyira.
"Kyira kabari yaa jika Albert sudah sadar, besok pagi aku dengan Dwifa usahakan datang jika sempat," ucap Athar pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Terima kasih," ucap Kyira.
Kyira pun menutup pintu tersebut, dia pun kembali istirahat. Karena cuacanya dingin Kyira pun naik ke atas kasur yang sudah dia sediakan oleh pihak rumah sakit untuk Kyira.
Kyira pun terlelap dalam tidurnya.
Pagi pun menjelang.
"Hoaaaammm," ucap Kyira meringankan gerakan tubuhnya.
Kyira tidak menyadari sedari tadi Albert melihat dirinya, begitupun dengan kedua orangtua Albert yang sudah sadar setelah Albert.
"Kyira, sudah bangun kah?" ucap mama Albert.
Kyira pun melihat jam dengan sigap dan melihat sekitar.
"Astaghfirullah, jam 9 pagi, eeh Tante dan oom juga Albert kalian sudah sadar yaa," ucap Kyira sambil tersenyum malu.
"Kyira, terima kasih yaa sudah merawat kami semua, terus dokter juga sudah di sini kok, kami tidak berani membangunkan mu, bahkan kata perawat kadang kala kamu bangun untuk melihat kondisi kita, Tante jadi terharu," ucap mama Albert.
"Hehe, Tante dan oom serta Albert, Kyira ke kamar mandi dulu yaa untuk cuci muka nanti kita teruskan bicaranya," ucap Kyira masuk ke kamar mandi.
Kyira pun masuk kamar mandi.
"Aduh malu banget deh, aku lupa kembali tidur di kasur, malah tidur di bawah, ehm malu banget, dilihat oleh Albert juga pula, malu nya nggak ketulungan," gumam Kyira kesal.
Setelah selesai Kyira pun berganti pakaiannya sekaligus dia mandi, barulah dia keluar.
"Tante dan Om jadi kata dokter gimana kondisi kalian saat ini?" tanya Kyira.
"Sudah stabil Kyira, begitu pun dengan Albert, Oh setelah Tante dan om sudah baikan, kita bersiap untuk melamar kamu ya," ucap mama Albert.
"Apa? Tante nggak salah, tunggu Tante teman kuliah menghubungi," ucap Kyira mengambil ponselnya.
Kyira pun berbicara dengan temannya, setelah selesai Kyira berpamitan untuk mencari tempat khusus sendiri untuk zoom.
"Tante, Kyira izin sebentar yaa nanti kita lanjutkan pembicaraan nya," ucap Kyira pergi begitu saja.
Albert tertidur kembali setelah dia melihat Kyira, baginya sudah cukup melihat Kyira sehat.
__ADS_1
πΌπΌπΌπΌπΌ