Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 58-Pertemuan ke-3


__ADS_3

Bermalam berduaan dengan Kyira bagi Zion hal yang sangat berharga, hingga dia tersenyum sendiri ketika mengingat moment dia mengendong Kyira ketika tidurnya berjalan.


[wanita itu sungguhlah unik, bagaimana bisa dia bisa mengaduk hati ku yang gundah gelanah seperti ini] gumam Zion dalam hati.


Sepanjang hari Zion benar-benar gelisah dengan pesona Kyira, dia pandangi foto saat dia tanpa sengaja memfoto saat Kyira tidur.


[argh... kenapa aku selalu memikirkan wanita ini? sepertinya harus melakukan sesuatu tapi apa ya] gumam Zion dalam hati.


Kyira fokus dengan perkuliahan namun dirinya pusing dengan keberadaan Dion yang terus mengganggunya.


"Kyira, aku ingin berbicara dengan mu" ucap Dion.


"Bicara saja, katakan mau mu apa?" ucap Kyira.


Kyira pun pindah tempat duduk, agar keduanya leluasanya berbicara nya.


"Kyira, kita hari ini mau kemana berjalannya?" ucap Dion bersemangat.


"Bukankah hari ini kamu ketemu fans kamu," ucap Kyira.


"Argh masa' sih," ucap Dion melihat jadwalnya di ponsel dan dering ponselnya pun berbunyi.,


"Yaa baik, aku akan ke studio dalam waktu 1 jam lagi," ucap Dion cemberut.


"Loe, muka kamu kenapa jadi di tekuk gitu," ucap Kyira tersenyum kecil.


"Ehm... Kyira apakah muka harus begini agar kamu bisa tersenyum dan tertawa?" ucap Dion mendengus kesal.


"Heheh, maaf bukan begitu, aku tahu dari jadwalku karena kemarin kamu sendiri yang mengatakan nya bahkan berkali-kali," ucap Kyira.


"Ehm gitu yaa, terus ngedate dengan aku kapan? kalau aku sibuk hari ini, pasti nanti malam kamu pergi lagi dengan Zion, iyaa kan ngaku deh," ucap Dion kesal.


Kyira pun berbisik ke telinga Dion


"Iya nanti malam aku ngedate lagi dengan Bang Zion, karena sudah janji dengan dia, besok juga dia akan kembali ke kotanya terus karena kamu sibuk sore ini aku minta ditemani oleh Albert teman aku, dan juga ingat kita pacar bohongan, aku sudah menjaga dengan baik bahkan ketika aku dengan temanku memakai topi, kacamata, dan mantel untuk melindungi dirimu agar kamu tidak banyak terkena gosip, jadi fokuslah dengan pekerjaan mu okey," ucap Kyira.


"Baiklah, aku akan menuruti semua perintah mu sayang," ucap Dion tersenyum terpaksa.

__ADS_1


Dion pun pergi begitu saja karena dia tidak bisa menemani Kyira ke toko buku hari itu. Tapi Kyira memang pacar yang baik dia selalu memberi semangat bahkan terkadang membawa kan makanan buat dirinya.


Dering ponsel Kyira pun berbunyi.


"Yaa Hallo... Kyira aku udah di depan gedung kampus, kesini nggih kita jalan-jalan lagi," ucap elang.


Kyira pun berlari menuju gerbang kampus menemui Elang. Namun, Elang melakukan sebauh kesalahan tanpa dia sengaja memeluk Elang. Elang pun repleks berusaha melepaskan pelukan Kyira.


"Kyira, turunkan tangannya banyak yang melihat, ingat kamu itu status dikampus ini kekasihnya Dion, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa?" ucap Elang memberi nasehat.


"Ehm iyaa...iyaa bawel... kayak mama saja, pagi ini dapat Omelan dari mama, ini juga dari kamu, itu mulut bisa nggak sehari saja nggak ngomelin aku," ucap Kyira ngomel juga.


"Iddiiih, lah itu mulut loe malah ngomelin gue," ucap elang menjulurkan lidahnya.


"iiih elang nyebelin.," ucap Kyira bibirnya di monyongin.


"Kyira kalau mulut kamu masih di monyongin, maau nggak aku cium nie..." ucap Albert menggoda Kyira


"Iiih..." ucap Kyira menjulurkan lidahnya.


Keduanya pun tertawa atas tingkah mereka, mereka berdua nyaman dengan hubungan ini meskipun hanya bersahabat lebih dari seorang kekasih.


"Ehm suprise , nanti kamu tahu sendiri yaa sahabat ku tersayang," ucap Albert.


"Ehm kejutan yaa, wah jadi penasaran deh," ucap Kyira.


"Ohya Kyira... Dwifa dan Athar, mereka sudah kembali ke Indonesia yaa atau masih di sini," ucap Albert.


"Aduuuh aku lupaa, hari ini mereka berangkatnya, aku telpon dulu," ucap Kyira mengambil ponsel dan menelpon Athar.


Dering ponsel Athar pun berdering.


"Yaa Hallo Kyira,. ada apa? kalian sekarang ada dimana udah berangkat belum, maaf yaa aku lupa kalau hari ini kalian berangkat ke Indonesia," ucap Kyira tidak berhenti menyesal minta maaf.


"Kyira, kita nggak jadi pulang hari ini, tadi tukaran dengan penumpang lain, jadi besok tiket kita berangkatnya dengan Dwifa, saya dengan Dwifa sekarang ada di Mall X, bisakah ke sini bersama elang," ucap Athar memohon.


"Oke kita akan kesana, tunggu yaa Athar," ucap Kyira.

__ADS_1


"Oke kami tunggu di sini yaa Kyira.," ucap athar.


"Athar tadi kamu bicara dengan siapa? apakah tidak apa kita meletakkan barang-barang disini?" ucap Dwifa bertanya.


"Nggak apa-apa sementara ini kita letakkan di hotel yang sama, nanti aku pikirkan bagaimana kita istirahat nya?, karena hotel cuma tersedia 1 tempat ini saja, tunggu Kyira dan elang datang yaa sayang," ucap Athar menenangkan Dwifa.


"Oke baiklah," ucap Dwifa duduk di atas sofa.


Beberapa jam kemudian.


Pintu pun di ketok.


Kyira pun memeluk Dwifa, karena sepertinya dia bosen selama di dalam hotel yang berdua saja dengan Athar. Karena dia tahu betul kedua orang ini tidak mampu mencairkan suasana padahal sudah punya Lebel pacaran.


"Hey Athar, rencana kamu mau kemana sampai besok kalian berangkat dan kok hotel nya cuma satu kamar saja," ucap Kyira sambil mengecek satu persatu tempat tersebut.


"Iyaa nie Kyira, gimana yaa?" ucap Athar bingung.


"Yaa udah ginie aja, malam ini Kyira dan Dwifa tidur di hotel ku saja, sedangkan aku tidur dengan Athar, kamar hotel ku tepat sebelah kiri maju 2 langkah dari tempat kita berada," ucap Albert.


"Iih ribet banget sih, bilang aja pakai nomor kali jangan pakai kode maju mundur segala," ucap Kyira kesal.


"Hahaha, nona Kyira, selalu saja memasang muka berbagai ekspresi kalau bicara dengan aku, kenapa kamu menyukaiku?' ucap Albert memandang mata Kyira.


Kyira salah tingkah dengan sikap Albert dan dijawabnya.


"Iyaa, aku suka, tapi kita hanya sahabat yang saling terhubung," ucap Kyira menjulurkan lidahnya.


"Duuh kalian berdua nie malah berantem, kayak sepasang kekasih saja," ucap Athar menyela pembicaraan keduanya.


"Oke deh, makasih Albert, berarti kita sekarang jalan-jalan kan, bosen di hotel," ucap Dwifa.


Kyira dan Albert hanya memandang satu sama lain, lalu keduanya membuang muka bersamaan. Karena ucapan Athar keduanya malu-malu atas pernyataan tersebut seperti kepiting rebus yang siap dimakan.


"Yups, kita jalan-jalan, saya sudah menentukan tempat nya, dan elo Athar beli makanan buat kita nantinya yaa," ucap Albert sambil mereka berjalan meninggalkan kamar hotel tersebut.


Keempat sahabat tersebut meninggalkan tempat tersebut dan mereka menuju tempat yang akan di tuju tempat bersantai. Mobil pun melaju dengan cukup kencang meskipun masih standar.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2