Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 22-Kehidupan Baru


__ADS_3

Veto sudah seminggu berada dikontrakkan itu bersama Tari. Keduanya bahkan tak pernah berantem, karena Tari tipekal orang yang nggak suka ikut campur urusan orang lain.


Setelah Selesai kepengurusan sekolah baru Veto lebih banyak beraktifitas di dalam rumah saja, meskipun keluar hanya sekitar perkarangan rumah saja. Karena Veto belum siap menerima keadaan di luar sana.


Tanpa terasa Veto sudah sebulan bersama Tari keduanya tanpa tidak mengganggu satu sama lain. Bahkan Veto yang sesekali memasak buat Tari, sebab Tari terkadang membeli makanan dari luar karena ingin saja. Namun, sejak kehadiran Veto, Tari sangat jarang memesan makanan online lagi sehingga pola sehat pun terukir dari balik wajahnya.


Sebenarnya sejak lama Veto mengagumi Tari. Tari wanita yang tidak banyak bicara, bahkan bicara hanya hal yang penting-penting saja. Bahkan dia pernah mendengar ketika Tari Video call dengan keluarga, Tari termasuk keluarga berada, tapi Tari saja yang mencoba hidup sederhana tanpa pembantu dan bebas melakukan apa saja. Karena mamanya Tari tipekal yang sangat cerewet dengan dirinya. sehingga Tari lebih memilih tinggal diluar.


Suasana keduanya tidak lagi canggung, namun karena keduanya tidak terlalu suka bicara jadi seperlunya saja sehingga di meja makan yang bersuara hanya piring, sendok dan gelas.


"Kak, Veto mau bicara boleh nggak jika di perkenankan," ucap Veto membuka pembicaraan.


" Boleh bicara saja, tapi kakak sambil kerjai tugas ya," ucap Tari sambil mengetik tugasnya di leptop.


"Kalau ada keperluan apa-apa seperti makanan aku nitipnya sama Kak Tari ya dan keperluan pribadi aku bisa online, hanya itu saja kak," ucap Veto menjelaskan.


Tari pun memutar badannya dan bicara serius.


"Kamu masih nggak mau keluar dari cangkang kamu itu, lagian kalau kamu merasa takut kan bisa pakai masker, lagian sekali-sekali menghirup udara segar kenapa nggak sih? agar kamu tahu dunia luar itu udah Wellcome denganmu," ucap Tari berbicara.


"Emangnya kak Tari mau nemani aku, terus jaga aku di saat diluar," ucap Veto bertanya.


"Baiklah,, karena aku menganggap kamu sebagai adik maka akan aku temani kemana pun kamu mau, selama aku bisa dan memiliki waktu, pasti akan aku bantu," ucap Tari menjawab.


"Makasih kak Tari, weekend ini yaa kita olahraga keliling kompleks, sudah lama nggak keluar juga akunya," ucap Veto dengan senang hati.


"Iya baiklah," ucap Tari menjawab seadanya.


"Kak Tari, apakah kaka sudah punya kekasih?" ucap Veto kembali bertanya.


"Nggak ada, pacar itu nggak penting, kalau dia lebih pintar dari gue baru gue mau, kalau nggak ngapain pacaran menghabiskan waktu yang berharga saja," ucap Tari menjawab seadanya.


"Kalau Veto sudah cocok belum kak dengan kakak, dan apakah sudah selevel dengan kakak," ucap Veto dengan suara kecil.

__ADS_1


"Bicara apa kamu tadi? hayo katakan saja, maaf kakak lagi fokus, jadi tidak dengar yang kamu bilang tadi?" ucap Tari sambil mengetik.


"Nggak ada apa-apa kok kak Tari," ucap Veto memalingkan pandangannya.


"Oke baiklah, kakak lanjut mengerjakan tugas ya," ucap Tari mengerjakan tugasnya.


Veto serba salah dengan sikapnya. Bagaimana mungkin dia bisa terposana dengan wanita lebih tua darinya meskipun terpaut 3 tahun. Veto benar-benar terpesona dengan sikap Tari begitu santai dan terus terang.


"Sepertinya aku nyaman dengan Kak Tari," gumam Veto dalam hati.


Tari tidak menghiraukan Veto sejak tadi memperhatikan dirinya. Karena Tari bergelut dengan materi perkuliahan jadi fokusnya di depan layar leptop.


Veto pun ke dapur menyiapkan cemilan kentang goreng untuk Tari.


"Kak Tari, aku meletakkan kentang goreng buat kakak yaa," ucap Veto meletakkan di atas meja belajarnya.


"Wah oke, terima kasih yaa Veto," ucap Tari dengan senyuman.


"Kak bisa nggak sih rehat sejenak dan makanlah terlebih dahulu," ucap Veto kesal dari tadi Tari bergelut di depan leptop.


Veto pun bingung bersikap gimana karena Tari tidak menurutinya. Bahkan masih acuh dengan dirinya.


Veto pun memberanikan dirinya langsung mencium Tari. Tari mendapat ciuman repleks itu pun terdiam, bahkan mereka bergelut dengen ciuma iti cukup lama. Veto pun malu dan berlari menjauh dari Tari, takut nanti Tari marah kepadanya sedangkan dirinya mulai memiliki rasa sayang pada Tari.


Veto pun mengambil leptop tersebut dan melihat yang dikerjakan Tari setelah dia melakukan ciuman tersebut. Tari cegegukan atas sikap Veto tersebut.


"Oke baiklah, kakak akan makan sekarang, letakkan leptop nya tapi, kakak mana bisa ambil di tanganmu dengan badanmu yang tinggi itu," ucap Tari mengiba.


"Makan dulu sekarang, nanti leptop aku turuni," ucap Veto bicara tegas.


"Nie aku makan, aku habisi sampai tak bersisa dengan nasi yang disajikan juga," ucap Tari sambil makan dengan nikmat sambil melihat leptop yang berada ditangan Veto.


Tari pun menghabiskan makanan tersebut tanpa bersisa sedikitpun, Veto pun memberikan leptop tersebut ke Tari di atas meja belajarnya. Veto pun mengambil piring tersebut dan langsung mencium Tari secara tiba-tiba.

__ADS_1


Tari yang mendapat serangan tersebut terkejut dengan sikap Veto. Dia hanya terdiam dengan sikap Veto yang tiba-tiba.


Veto pun pergi membawa piring tersebut ke dapur dan mencuci nya. Veto pun pergi ke kamarnya, Veto bingung dengan sikapnya pada Tari. Kenapa dia melakukan hal itu pada Tari.


"Aduh, pasti Kak Tari berpikir kalau aku laki-laki yang kurang sopan," ucap Veto memegang bantalnya.


Veto jadi serba salah dengan sikapnya terhadap Tari. Sedangkan Tari tidak mengambil pusing sikap Veto, dia pun melanjutkan tugasnya tersebut.


Tari masih sibuk dengan tugas perkuliahan, hingga malam pun tiba. Tari sudah menyelesaikan tugasnya. Tari teringat akan menemani Veto keluar, Tari pun menemui Veto ke kamarnya.


"Hey Veto, kamu mau ikut ke mini market nggak," ucap Tari memanggil.


"Mau kak, aku siap-siap kalau begitu," ucap Veto menjawab.


"Oke kakak juga mau siap-siap," ucap Tari.


Tari pun kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap. Tari pun membuat list keperluan dapur yang ingin di belinya dan keperluan pribadi. Setelah di rasa selesai, Tari pun keluar kamar dan sudah ada Veto di depannya.


"Hayoo Veto, jangan melamun begitu," ucap Tari mengajak Veto.


"Ohya kak keperluan dapur sudah kakak catat mau beli apa?" ucap Veto bertanya.


"Aman hayoo kita pakai motor saja," ucap Tari.


"Kok motor, kan bisa pakai mobil aku saja kak," ucap Veto.


"Kamu gimana sih? kalau ketahuan kamu tinggal gimana coba? kamu bisa mengendarai motor nggak," ucap Tari bertanya.


"Ehm aku bisa sih kak, tapi lupa takut nanti kita kenapa-kenapa?" ucap Veto.


"Oke lah, biar aku saja," ucap Tari.


Mereka pun mengendarai motor menuju swalayan yang terdekat.

__ADS_1


💐🌟🌟🌟💐


__ADS_2