
"Siapa yang menamparku," ucap Kyira menoleh.
"Apaa? Leta" ucap Kyira.
"Iiyaa, gue yang nampar elo, elo cewek mura*** yaa gonta ganti cowok, elo nggak mikir perasaan Dion apa?" ucap Leta marah.
"Sudah Leta, elo napa nampar Kyira, kan bisa kita tanya baik-baik," ucap Meisya melerainya.
"Eeh dengar yaa, urusan kehidupan gue hanya gue yang jalani kalian jangan ikut campur," ucap Kyira mengelus pipi nya merah habis di tampar.
"Plakk... (bunyi tamparan dari tangan Meisya)
"Uftz, sorry Kyira tangan gue kelepasan nie, dan itu tamparan dari gue dari Veto, kita sudah mengiklaskan elo dengan Veto tapi kenapa elo nggak balikan sama dia, kenapa elo cemburu dengan kita atau elo merasa kalau Veto hanya pantas sama elo," ucap Meisya.
"Ingat yaa Kyira, nggak selamanya laki-laki akan mengelilingi elo, suatu saat mereka juga satu persatu ninggalin elo, dan elo jangan merasa cantik deh," ucap Leta geram
"Kenapa diam?, pipi cantiknya jadi merah gara-gara kita ya, atau kamu mau melapor sama cowok kamu, hahaha dasar tukang ngadu," ucap Meisya tertawa.
Tanpa sengaja Veto melihat keributan tersebut. Meskipun Dion melihat dari kejauahan dia tidak berani keluar karena ada wartawan yang memfoto Kyira.
"Hey, apa yang kalian lakukan di sini Leta dan Meisya? kenapa pipi mu Kyira? kalian yang menampar nya, keterlaluan!!" ucap Veto membalas tamparan kepada keduanya.
Plak... (bunyi tamparan )
"Pergi kalian dari sini!, satu lagi kalau kalian mengungkit masa lalu, semuanya itu salah gue yang tidak mampu memberi kepercayaan kepada Kyira, pergiii!!! " ucap Veto.
Keduanya pun pergi dengan menahan tamparan tersebut. Mereka tidak menyangka akan ditampar oleh Veto yang entah dari mana kedatangannya.
"Ayoo, Kyira aku antar ke rumahmu," ucap Veto memegang tangan Kyira namun di hindari oleh Kyira.
"Terima kasih bantuannya, tapi aku tak perlu belas kasian dari mu," ucap Kyira marah dan kesal langsung berlari menuju rumahnya.
Kyira membuka pintu apartemen nya dengan perlahan dan menangis sejadi-jadinya. Veto masih berada di depan apartemen Kyira.
"Kyira, buka pintunya aku bantu obati yaa, kalau kamu tidak mau bertemu aku, aku letakkan obatnya disana, aku akan pergi Kyira," ucap Veto.
__ADS_1
Veto pun pergi meninggalkannya Kyira, Dion yang melihat hal itu bingung harus menemui Kyira atau gimana?, tapi Dion langsung menelpon Kyira, Kyira pun tidak mengangkat telponnya. Dion khawatir dengan semua kejadian yang dia lihat. Saat dia ingin ke apartemen ada Albert yang ke atas gedung tersebut dia pun menarik diri.
Albert pun menggedor Pintu tersebut dan dia ingat dengan kode Kyira. Albert pun mampu masuk ke apartemen Kyira.
"Kenapa jadi gelap begini sih?" ucap Albert sambil menghidupkan Lampu.
Saat di lihat Kyira meringkuk menangis memegang pipinya. Albert panik bukan main, dia pun mengajak Kyira duduk di sofa. Kyira pun hanya mematung saja tanpa bersuara hanya menangis.
"Kyira kenapa dengan wajah kamu?, nah ini obatnya kita obati yaa," ucap Albert khawatir.
Kyira hanya mengangguk saja, Albert pun bantu mengobati Muka merah Kyira. Albert tidak berani untuk bertanya kecuali Kyira sendiri yang akan cerita.
"Kyira, kamu tidur yaa sekarang, aku janji nggak bakal kemana-mana," ucap Albert.
"Terima kasih," ucap Kyira menuju kamarnya.
Albert pun membantu Kyira sampai dikamarnya, namun tangan Kyira tidak ingin melepas Albert begitu saja.
"Albert, please temani aku," ucap Kyira menghapus air mata.
Kyira pun perlahan tertidur, Albert masih bingung hal apa yang membuat Kyira jadi begini. Dan kenapa dengan kedua pipinya. Beribu pertanyaan berbaris di kepala Albert.
Di tempat berbeda.
Veto pun mendatangi Leta dan Meisya di rumah mereka.
Meisya terkejut dengan kehadiran Veto yang berada di rumah mereka. Namun, Meisya mampu menghadapi saudara tirinya itu meskipun dia juga takut dengan gertakan Veto.
"Kalian berdua itu keterlaluan, kenapa masih mengusik hidup Kyira, dia saja tidak pernah mengusik hidup kalian, kalian berpikir nggak sih sebelum melakukan sesuatu," ucap Veto marah.
"Kalian paham nggak ! " ucap Veto menggertak.
"Lagian apa hubungannya dengan elo Veto, kalian kan sudah tidak berhubungan lagi kenapa elo masih peduli dengan dia," ucap Meisya.
"Gue makhluk sosial, kalau lihat orangain jahat sama orang lain jelas dong harus marah'," ucap Veto.
__ADS_1
"Gue berharap kalian minta maaf besok dengan Kyira, kalau tidak gue sendiri akan menggugat kalian, meskipun elo Meisya saudara tiri gue, kalau papa dan mama tahu kelakuan bejat loe, gue yakin mama akan menyuruh elo pulang, sebelum waktu itu tiba maka turuti yang saya bilang," ucap Veto geram.
"Enak saja kita nggak salah, lagian Napa juga Kyira banyak yang menyukai dia, mana idola nya kita sudah di pacarin dekat juga dengan cewek lain, kita kesal dengan tingkahnya yang sok cantik itu," ucap Leta.
"Pokoknya, besok saya akan kesini lagi, agar kalian mau minta maaf atau gue antar kalian ke kantor polisi setempat, dan Elo Meisya adik gue, gue berharap elo punya etika untuk minta maaf sama Kyira," ucap Veto geram.
Veto pun keluar dengan perasaan yang kesal,marah campur aduk sehingga perasaan hati sungguh hanya teringat tangisan Kyira yang di dengar tadi. Sungguh menyayat hatinya, tapi Veto hanya berharap semoga Kyira kembali sehat. Veto pun mengendarai motor dengan kecepatan sedang, dia tidak ingin terjadi apa-apa dengan dirinya.
***
Kyira dan Albert tertidur dengan pulasnya, hingga waktu pun telah berlalu begitu cepat.
Pagi pun menjelang.
Albert bangun lebih dulu memasak kesukaan Kyira dan kebetulan semua bahan ada di rumah Kyira. Albert pun membuat omlet kesukaan Kyira dengan bentuk yang sangat unik. Albert hanya Kyira segera tersenyum dan mereka bisa berpergian menghilangkan penatnya..
"Oooahmmm.." ucap Kyira menguap.
Kyira pun mencium ada aroma omlet. Kyira mengambil sesuatu yang bisa di gunakan untuk memukul seseorang.
Saat dilihatnya ada Albert yang lagi memasak.
"Kyira, kamu kenapa bawa bantal?" ucap Albert bingung.
"Kamu kenapa disini Albert" ucap Kyira bingung.
"Oh Iyaa, aku lupa Kyira sudah amnesia kejadian semalam, gimana dengan pipinya?" ucap Albert sambil menyajikan omlet.
"Ehm udah gak sakit Albert, cuma masih ada bekas sedikit sih," ucap Kyira memegang pipinya.
"Oke lupakan, sekarang kita makan yaa, hari ini kamu izin sakit saja dengan dosen mu, nggak mungkin kamu ke kampus yang pipi mu masih keadaan merah," ucap Albert.
"Ehm, iya yaa. Kayaknya ide yang bagus," ucap Kyira.
Albert dan Kyira pun menikmati omlet ditemani dengan teh hangat sungguh nikmat tiada tara. Keduanya bercanda tawa satu sama lain, untuk sekarang Kyira melupakan kejadian semalam.
__ADS_1
🍁💐💐💐🍁