
Dion pun tersipu malu atas sikap Kyira yang begitu manis. Padahal Kyira hanya memberikannya semangat, dan teman Kyira datang tepat waktu meskipun terlambat.
***Konser pun berjalan dengan heboh.
Bahkan para fans Dion sangat menyukai performa yang ditampilkan perdana oleh Dion.
Setelah selesai Dion pun istirahat, dan mencari Kyira sang pacar bohongan***.
Dion berteriak pada Nea yang mana lokasi tersebut sudah sepi hanya ada beberapa karyawan saja.
"Nea tahu kah keberadaan Kyira dimana sekarang, aku merindukan nya," ucap Dion celingak-celinguk mencari sosok Kyira.
"Oh saya melihat Kyira tengah beristirahat di ruangan kita," ucap Nea sambil membereskan busana yang di pegang nya.
"Oke thanks information Nea," ucap Dion berlari mencari keberadaan Kyira.
Dion pun mencari keberadaan Kyira dengan tergesa-gesa, saat di dapatinya di ruang istirahat Dion pun menatap kening Kyira.
"Bagaimana bisa wanita yang sukai bisa demam beginie," ucap Dion sambil menggendong Kyira menuju mobilnya.
Dion pun keluar dengan mengendong Kyira "Nea tolong telpon dokter dan temui di apartemen ku, dan please bawakan tas ku yang berisi semua peralatan ku di dalam mobil," ucap Dion berbicara cepat dengan Nea.
"Baik, tunggu sebentar aku pasti akan menyusul ke parkiran," ucap Nea.
Nea pun membantu seadanya saja barang-barang kepemilikan Dion. Dia pun bergegas karena kondisi Kyira sudah demam tinggi.
Dion pun mengendarai mobilnya dengan cepat namun perlahan agar tidak menggangu Kyira yang tengah terlelap tidur dalam sakitnya.
Sesampainya di apartemen, semua barang-barang tersebut pun dibawa seperlunya saja di tubuh Dion begitu pun tas yang dipakai oleh Kyira. Tampak Dion sangat khawatir dengan keadaan Kyira.
"Maaf dokter Budi, kami baru sampai," ucap Leon memopong tubuh Kyira di atas kasur dan segera diperiksa oleh dokter.
Dokter Budi pun memeriksa tubuh Kyira
"Pacar kamu sedang demam, sepertinya badannya sedang tidak fit ini resep silahkan diberikan sesuai dengan resepnya," ucap dokter Budi beranjak pergi.
"Baik dokter terima kasih, maaf saya tidak mengantar dokter," ucap Dion.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, saya permisi Dion," ucap dokter Budi.
Dion pun segera menelpon teman dekatnya..
"Teo, saya sudah kirim resep obat tolong belikan obatnya dan pesan beberapa makanan ke apartemen saya, uang saya sudah transfer sekaligus uang jajan buat kamu," ucap Dion.
'"Siap bos saya laksanakan," ucap Teo sahabat dekat Dion yang mau mengerjakan apa saja selagi ada upah jalan.
Dion bingung harus melakukan apa? saat dia bingung, bunyi bell datang dari apartemen nya. Dion pun melihat siapa yang datang? saat dilihatnya memang tepat, Nea yang datang.
Dion pun membuka pintu dan menyuruh Nea masuk ke kamarnya dan meminta mengganti pakaian tidur punya Dion untuk dipakaikan ke Kyira. Nea pun membantu Dion karena dia tidak ingin sepupunya dibilang mesum oleh Kyira. Karena memang Dion laki-laki yang tidak berani memegang tubuh seorang wanita.
Setelah selesai Nea pun keluar dari kamar tersebut
"Dion, semua barangmu sudah aku letakkan di atas meja dan foto saya yang menggantikan pakaian ke Kyira sudah saya kirim ke ponselnya, agar kamu tidak dimarahi pagi harinya," ucap Nea menjelaskan.
"Oke thanks," ucap Dion.
Saat Nea ingin pulang, bell pun kembali berbunyi ternyata Teo mengantarkan obat dan makanan yang di minta oleh Dion.
"Eits, bos tak perlu, free saja lagian Nea adalah sepupu mu kan itu kewajiban saya membantu keluargamu," ucap Teo langsung berpamitan.
Teo dan Nea terlihat malu-malu satu sama lain. Padahal keduanya dari keluarga konglomerat terpandang. Satu sama lain kabur dari rumah karena menghindari perjodohan.
"Nea, kamu duduk di depan saja, anggap aku seperti Abang bagi mu," ucap Teo bicara sesuka hati.
"Kalau begitu bisa kah Bang Teo pura-pura jadi pacarku," ucap Nea bicara lugas.
"Kenapa aku harus jadi pacar pura-pura mu Nea, apakah ada yang mencoba mengganggumu? " ucap Teo bicara serius sambil mengemudi.
"Bukan, orang tua ku menjodohkan aku dengan seseorang yang tidak ku sukai, jadi mereka menyuruh mata-mata untuk mencari aku dengan siapa aku berhubungan selama ini tidak ada laki-laki yang bisa ku ajak bicara karena selain aku tidak mengenalnya, aku juga perlu partner kerja sama yang unggul," ucap Nea menjelaskan.
"Baiklah, aku akan membantumu. Jelaskan saja pekerjaan ku apa? selama kamu memberikan uang lumayan untuk biaya hidup," ucap Teo berbicara sambil mengemudi.
"Oke deal, tapi saya tidak bisa memberikan uang banyak karena semua kartu ku di blokir oleh orang tuaku di blokir, pekerjaan ku sebagai penata busana itu lah hasil keringat sendiri," ucap Nea.
Mobil pun tiba-tiba terhenti, karena Teo melihat sesuatu.
__ADS_1
"argh ****.... " ucap Teo bicara kasar.
Teo pun menepikan mobilnya dan menarik nafasnya dalam-dalam. Nea yang melihat hal itu khawatir dengan Teo.
"Kenapa Bang Teo?, kamu melihat apa hingga harus menepi dan menarik nafas panjang?" ucap Nea sambil mengusap punggung Teo.
Teo pun menarik tangan Nea dan langsung berbalik dan memeluk tubuh Nea. Nea ingin memberontak tapi Teo berkata yang membuatnya berhenti meronta
"Nea, please sebantar saja. aku hanya ingin begini sebantar saja. Aku janji tidak akan bertindak apappun," ucap Teo sambil memeluk Nea dengan sangat erat.
Setelah cukup lama pelukan tersebut Teo pun melepas pelukan tersebut dan melepaskan tangan Nea. Namun kebalikannya Nea yang tidak ingin melepas tangan Teo. Sehingga Teo bingung dengan sikap Nea.
"Ayoo lepaskan, aku antar kamu pulang yaa nanti kalau Dion tahu kamu telat aku bisa dimarah," ucap Teo.
"Bang Dion nggak bakal marah, aku sudah bilang pinjam Teo untuk malam ini saja. Bang Teo bolehkah aku meminta sesuatu tapi kamu harus mengatakan setuju dulu sebelum aku mengucapkannya," ucap Nea berbicara sambil mata nya memandang muka Teo dari pelukan mereka.
"Baik katakan saja," ucap Teo penasaran.
"Ehm bilang setuju dulu dan tidak menolak baru aku katakan", ucap Nea mulai kesal.
"Iyaaaa Nea aku setuju dan tidak menolak," ucap Teo berbicara lembut.
"Oke deal, hari ini kita resmi pacaran, kamu tidak boleh dekat dengan wanita manapun, hanya boleh dengan ku," ucap Nea mengatakan hal itu dengan riang.
"Apaa pacar? kamu sadar nggak yang kamu katakan, lihat aku pria yang tidak memiliki masa depan apapun, bagaimana aku bisa membuat mu bahagia Nea," ucap Teo mengatakan Nea, mereka berbicara masih dalam pelukan.
Nea pun melepaskan pelukannya dan tertunduk lesuh. Teo yang melihat itu bingung dengan sikap Nea, dan kembali menarik tangan Nea.
"Kamu kenapa? kesal dengan ucapanmu, yang aku katakan benar Nea, laki-laki seperti ku tidak pantas buat mu," ucap Teo berbicara dengan nada lembut, Nea hanya tertunduk dalam diam dan berkata sekedarnya
Nea pun melepaskan tangan Teo dan berkata "mari antar aku pulang saja, aku lelah dan terima kasih sudah mengantarku," ucap Nea tertunduk lesu dan malu karena di tolak oleh pria yang disukai sejak lama oleh Nea.
Teo pun mengemudi kan mobil tersebut dengan perlahan, dia masih bergelayut dalam obrolan mereka tadi. Teo tidak menyangka akan di tembak perasaannya oleh orang yang tidak terduga "Nea" wanita yang sudah lama dia sukai, tapi malu karena Nea wanita yang baik dan pintar sehingga bagi Teo tidak pantas bagi dirinya.
Dalam perjalanan pun setelah insiden pernyataan perasaan tersebut keduanya diam dalam bisu hanya suara angin yang hilir mudik..
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1