
Albert dan Kyira pun pergi berdua saja, Kyira lebih banyak diam ketika di dalam mobil. Hingga Albert penasaran dengan sikap Kyira.
"Kyira, sebenarnya kamu kenapa?, adakah sesuatu yang kamu simpan dari ku," ucap Albert bertanya sambil mengemudi.
Kyira masih saja diam, bahkan dia lebih memilih tidur daripada hal lainnya. Albert pun hanya diam saja menatap Kyira dengan penuh tanda tanya.
Albert pun berencana mengajak Kyira ke tempat wahana permainan yang memerlukan waktu yang cukup lama satu perjalanan penuh.
Kyira sungguh menikmati perjalan mereka kali ini. Kali ini dia bersama dengan sahabat yang sangat menyayanginya, sehingga apapun itu Kyira sangat bahagia jika bersama Albert.
Dering ponsel Kyira pun berbunyi.
Kyira pun mengangkat telpon tersebut.
"Ya Hallo gimana Dina?" Ucap Kyira.
"Sekarang buka link yang aku kirim, dosen kita meminta untuk kuliah online," ucap Dina.
"Apaa? Baiklah Dina, terima kasih atas informasinya," ucap Kyira kepada Dina.
"Albert kita menepi sejenak yaa, aku mau kuliah online," ucap Kyira kepada Albert.
Albert pun menepi kan mobilnya.
Kyira pun fokus kuliah online di dalam mobil.
Albert pun keluar sejenak untuk melihat pemandangan di sekitar tempat mereka menepi.
Albert pun mengambil kameranya dan memfoto sejenak beberapa pemandangan yang indah di depan matanya. Karena Albert sangat jarang mengabadikan moment ketika dia berjalan, baru kali ini memiliki kesempatan itu pun ketika bersama Kyira.
"Apakah Kyira sahabatku atau jodohku?" Ucap Albert berkecamuk dalam hati.
Albert pun kembali berpikir selama persahabatan dengan Kyira, bahkan Albert baru menyadarinya sekarang bahwa dia benar-benar sudah jatuh cinta pada Kyira.
Namun, Albert belum punya keinginan untuk mengungkapkan mana juga banyak laki-laki yang menyukai Kyira. Sehingga Albert merasa kerdil di antara para pesaing lainnya.
Satu jam kemudian.
Perkuliahan Kyira pun selesai, Kyira pun berberes, lalu di carilah oleh Kyira keberadaan Albert dengan cara menelponnya.
"Albert kamu dimana sekarang, aku udah selesai ayoo kita lanjut?" Ucap Kyira.
Albert pun menemui Kyira.
__ADS_1
"Gimana kuliahnya Kyira?" Ucap Albert sambil menghidupkan mesin mobilnya
Mereka pun kembali menyusui jalan tersebut.
"Waah, aku baru melihat Albert kita sudah melewati tempat yang sangat indah, apakah kamu mengambil momen tersebut?" Ucap Kyira bertanya.
"Iya dong aku buat moment coba kamu ambil kamera di belakang," ucap Albert.
Saat Kyira mau ke arah belakang, Albert menoleh juga, pandangan keduanya pun bertemu satu sama lain dalam hitungan detik..
Namun, siapa sangka yang hanya hitungan detik mampu membuat keduanya salah tingkah?
"Ehm, sorry Kyira ini kamera nya coba kamu lihat," ucap Albert memberikan kameranya.
"Oh, terima kasih Albert," ucap Kyira.
Kyira pun melihat hasil jepretan Albert. Kyira terkagum dengan hasil jepretan Albert.
"Albert, nanti fotoin aku ya, kamu punya bakat jadi fotografer arah pencahayaan serta tata fotonya bagus banget," ucap Kyira.
"Oke baiklah Kyira, aku akan jadi fotografer kamu sesuai dengan keinginan mu," ucap Albert.
Di tempat Berbeda.
"Argh, aku kesal semua gara-gara Kyira," ucap Meisya kesal
Saat Meisya kesal, Leta mendapat pesan dari seseorang yang mengatasnamakan Dion.
Leta senyum-senyum sendiri mendapat pesan untuk bertemu dengan dirinya.
"Meisya, aku pergi dulu ya nanti kita berjumpa kembali," ucap Leta berpamitan dengan Meisya.
Leta pun memanggil taxi, dia pun pergi sesuai dengan petunjuk yang di dapatnya.
Beberapa menit kemudian.
Leta memasuki sebuah restoran yang cukup tertutup.
(ilustrasi)
Leta terkejut dengan sesuatu yang disajikan bukan hanya private room, dan juga design yang unik dan elegan.
__ADS_1
Langsung saja kita bicara.
"Saya Dion, dan saya ingin bertanya dengan anda, anda siapanya Kyira dan kenapa menampar mantan saya?," ucap Dion bertanya.
"Saya adalah fans anda bersama teman saya, karena kita tidak suka saja Kyira di sukai banyak orang, masa' sih wanita seperti dia banyak laki-laki yang menempel padanya," ucap Leta menampakkan keseksiannya.
Dion sedikitpun tidak terpengaruh dengan pesona Leta.
"Saya berharap anda tidak lagi menganggu Kyira, karena kami sudah putus dan saya memaafkan kalian sebab kalian fans saya makanya saya mengajak makan untuk hal ini," ucap Dion bicara seadanya.
Namun, bagi Leta ini sesuatu yang istimewa, baginya ini adalah hal yang luar biasa. Baginya makan malam dengan Dion sesuatu yang diluar nalar.
[Ternyata, pertengkaran ku dengan Kyira berbuah hasil, ini mah luar biasa] gumam Leta dalam hati.
Braaaakkkk.....
Bunyi gebrakan meja dari tangan Dion, membuat Leta terkejut dengan sikapnya.
"Jika, kalian berani berbuat dengan Kyira lagi, saya akan melaporkan kalian ke kantor polisi, saya sudah tahu semua tentang masa lalu Kyira, jadi saya berharap kalian jangan mengusiknya kembali dan kamu Leta sudah mentanda tangani kesepakatan ini jka kamu berulah maka surat ini akan menjadi Boomerang bagi dirimu sendiri," ucap Dion marah.
Leta dengan penuh kebingungan entah harus menjawab apa? Sesaat dia senang bertemu dengan Dion, tapi setelahnya menjadi menakutkan dia terjebak dalam bingkai pesona Dion.
"Jawab pernyataan saya Leta," ucap Dion berbicara tegas.
"Ba...ik..., saya akan melakukan sesuai perintah tidak lagi mengusik Kyira," ucap Leta terpaksa.
"Baiklah, karena kamu sudah menetapi janji, maka saya mengizinkan kamu untuk di restoran ini dan saya sudah membayar nya, kamu tidak boleh keluar kecuali sudah menghabiskan semua makanan di meja ini, mengerti!" Ucap Dion tegas.
"Paham Dion," ucap Leta terbata-bata.
"Ingat perjanjian hari ini, saya bisa saja memberi tahu pertemuan kita berdua di sini dengan Meisya sahabat kamu, dan pasti dia akan marah karena kamu tidak memberi tahunya, jadi rahasiakan pertemuan kita dan ikuti aturan yang kita sepakati," ucap Dion tegas.
Leta hanya menjawab dengan anggukan, dia sangat bingung dengan semua yang terjadi. Dia pikir ini akan berjalan lancar sesuai dengan keinginan nya. Nyatanya, dia dijadikan bidak oleh Dion.
Leta pun mengambil positifnya saja, meskipun dia menjadi bidak Dion setidaknya dia bisa lebih dekat dengan idolanya begitulah pikiran Leta yang sudah tergila-gila dengan Dion.
"Tidak apa-apa aku menjadi bidak Dion, berarti aku dekat dengannya, selama aku tidak menggangu Kyira maka dia akan menyukaiku dan aku harus selalu dekat dengan idola ku," ucap Leta mulai memikirkannya dan tersenyum sendiri.
Leta pun meneruskan makannya, karena Dion menyuruhnya menghabiskannya.
Hari itu Leta heran bercampur bingung jadi dia hanya menikmati saja meskipun ada ketakutan ketika berhadapan dengan Dion tadi. Membuat tubuh Leta gemetar atas sikap Dion tadi. Meskipun demikian Leta tetap menyukai Idolanya.
Leta sudah benar-benar terbius dengan pesona Dion.
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1