
Waktu terus berlalu dengan sangat cepat. Menit berganti dengan hari-hari yang cerah bagai bunga sakura yang berguguran. Kyira sudah menjalani pertunangan dengan Albert selama 2 bulan. Tiba waktunya pernikahan mereka tinggal menghitung hari.
Kyira masih sibuk dengan perkuliahannya padahal pernikahannya sudah dekat. Albert pun menjemput Kyira ke kampusnya tanpa diketahui oleh Kyira sendiri.
Kyira seperti mimpi melihat sosok Albert di depan matanya, dan dia pun mengelilingi tubuh Albert.
"Kamu benaran Albert kah," ucap Kyira bertanya.
"Hihi, dasar Kyira kamu memang lucu, hayo kita kembali ke Indonesia, kamu sudah janji loe kita pulang ke Indonesia, pernikahan kita menghitung hari, aku sudah izin dengan papa untuk tidak ke perusahaan, karena harus menjemput calon istri di kampusnya," ucap Albert mengatakan kepada Kyira.
"Hihi, tapi kan jauh dari Indonesia sampai ke sini," ucap Kyira mengatakan sambil keduanya berjalan.
"Kamu itu akan jadi istriku Kyira, jadi bagaimana pun aku harus menjaga mu, kita tidak pacaran sebelumnya hanya berteman, jadi tinggal di sesuaikan saja kan," ucap Albert sambil tersenyum.
Keduanya pun berbicara banyak hingga mereka tiba di parkiran tempat parkir mobil sewaan Albert.
"Kamu menyewa mobil ini," ucap Kyira bertanya.
"Iya dong, aku kan sudah janji mau mengajak kamu jalan-jalan dan sekarang sudah waktunya, sebab aku juga butuh liburan," ucap Albert sambil tersenyum.
"Aku juga, dan aku bahagia bisa liburan dengan calon suami ku," ucap Kyira jadi salah tingkah.
Wajah Kyira memerah sesaat dia mengatakan hal itu.
"Argh Albert, kamu selalu ada saja buat aku malu," ucap Kyira salah tingkah.
"Haha, yang lucu itu kamu Kyira, hayo lah kita jalan sekarang," ucap Albert.
Albert pun mengendarai mobil tersebut sesuai tempat yang mereka tujuh.
Beberapa jam kemudian, mereka sudah sampai tempat yang di tuju.
__ADS_1
"Terima kasih Albert," ucap Kyira bahagia.
"Iya sama-sama, hayo kita duduk dan berbicara secara serius," ucap Albert dengan nada serius.
"Memangnya mau membicarakan apa?" ucap Kyira mulai nada serius.
"Bisakah setelah kita menikah kamu pindah kuliah di Indonesia saja," ucap Albert bertanya.
"Apa? nggak mau, aku tidak bisa pindah karena sudah nyaman berada di sini," ucap Kyira memberontak.
"Baiklah, karena aku sudah tahu pilihanmu maka ada syarat yang akan saya ajukan pada kamu," ucap Albert mengatakan.
"Pertama, kita boleh menikah dengan status LDR tetapi setelah pulang kuliah kamu harus video call dengan aku sampai kamu ke apartemen, atau pilihan kedua pindah ke Indonesia," ucap Albert mengajukan persyaratan tersebut.
"Apa? jadi aku tidak boleh gitu bergaul dengan siapapun, jadi aku tetap terkekang dong kalau begitu," ucap Kyira mulai nada tinggi.
"Aku tidak melarang mu Kyira, akan tetapi aku hanya mengatakan bahwa kamu sudah resmi jadi tanggung jawab ku, aku mengabulkan semua keinginan mu, jadi aku pun mengajukan syarat tersebut, dan ingat kita berdua harus saling percaya satu sama lain," ucap Albert mulai santai karena menu mereka sudah sampai.
Keduanya nya berhenti untuk membicarakan nya sementara. Untuk sementara keduanya terdiam sambil makan menu yang ada dihadapan mereka.
Kyira cemberut dengan semua peraturan tersebut, ingin dia menolak akan tetapi orang tuanya sudah terlanjur menikah kan mereka berdua dalam waktu dekat.
Meskipun demikian Albert sudah membaca mimik wajah Kyira hingga Albert pun berkata.
"Kyira, jika kamu tidak menyukai peraturan ku, maka kamu bisa melakukan sesuatu agar pernikahan ini tertunda," ucap Albert mengatakan tiba-tiba.
"Ehm itu tidak mungkin Albert, aku tidak mau membuat dua keluarga malu karena tindakan ku," ucap Kyira mulai sadar.
"Jadi mau kamu sekarang apa Kyira, coba katakan?" ucap Albert bertanya sambil minum.
"Aku tidak mau di atur, kalau video call dengan kamu maka akan aku lakukan jika memiliki kesempatan, terus juga jangan sering telpon aku, dan juga kan waktu kita beda 6 jam jadi susah buat mencocokkan, kan kamu tahu sendiri Albert kalau aku tidak suka di atur," ucap Kyira mengatakan.
__ADS_1
"Baik, semua ucapan mu sudah aku rekam, jadi ucapan mu ini apakah harus aku sampaikan pada orang tuamu, agar jika nantinya terjadi sesuatu dengan mu disini, bukan salah ku," ucap Albert mengatakan.
"Tidak, jangan Albert, kenapa kamu berubah sekarang Albert? apakah kamu sekarang seolah-olah sudah jadi suami ku? jadi kamu mau mengatur hidupku begitu," ucap Kyira dengan nada emosi.
"Apa? kamu mengatakan bahwa aku," ucap Albert dan terdiam, kata-kata berhenti ketika Kyira mengatakan bahwa dirinya banyak mengatur dan menyinggung perasaan Albert.
Albert hanya terdiam sesaat, Kyira pun tidak memperdulikan Albert. Dan Kyira pun pergi meninggalkan Albert, saat Kyira keluar ada sebuah mobil yang kehilangan kendali hampir menabrak Kyira namun malah mengenal Albert.
Kyira melihat hal itupun histeris luar biasa. Albert pun dilarikan secepatnya di rumah sakit oleh sebuah ambulans yang datang dengan cepat.
Setelah beberapa hari Albert pun sadar dari kecelakaan tersebut setelah 2 hari lamanya, padahal pernikahan mereka tinggal 5 hari menjelang. Kyira masih berada di samping Albert. Albert pun hanya terdiam, dan dia terdiam saat melihat kakinya harus memakai tongkat penahan.
Kyira pun terbangun saat melihat Albert bangun dia pun memencet tombol, dokter pun tiba dengan cepat. Setelah melakukan pemeriksaan Albert diperbolehkan pulang, akan tetapi dia masih memakai alat bantu tongkat penahan dari rumah sakit.
Kyira ingin membantu, akan tetapi di tepis oleh Albert. Albert tidak banyak bicara, dia hanya terdiam saja. Kyira pun mulai teriak dengan keras atas perlakuan Albert yang cuek dengan dirinya.
"Kyira !!! bisa nggak kamu jangan teriak, berisik tahu, kamu cukup antar aku ke apartemen tersebut kunci mobil sewaan ada di tas kamu kan," ucap Albert karena dia ingat meletakkan di tas nya.
"Bukankah kamu belum menyewa apartemen, bagaimana kalau tinggal ditempat ku saja," ucap Kyira menawarkan.
"Tidak perlu, semua barang ku kan ada ada di bagasi mobil sewaan ini, jadi antarkan saja aku ke hotel, karena besok aku mau pulang dan membatalkan pernikahan kita," ucap Albert dengan tegas dan menuju ke mobil.
"Albert, kenapa kamu jadi egois begini? aku tidak pernah bilang kalau pernikahan kita tidak jadi," ucap Kyira mulai melamar bicara nya.
"Sudahlah, saat aku normal saja kamu tidak mau dengan ku, dan sekarang aku cacat, baik kalau pun kita menikah, dengan statusku cacat begini aku membebaskan semua, dan perkataan ku kemarin anggap saja tidak ada, kita menikah hanya karena menyenangkan orang tua kita," ucap Albert sambil menahan sakit mengatakan hal tersebut.
Kyira hanya terdiam, dia seharusnya bahagia ketika Albert membebaskannya. Akan tetapi entah mengapa dia merasa Albert semakin jauh darinya.
Mereka pun hanya terdiam selama perjalanan menuju rumahnya Kyira yang dia sewa.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Penasaran...
like, comment, gift dan vote ya🤭