Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 50-Masa lalu Nea


__ADS_3

Teo pun menghubungi Nea, Nea pun mengangkat telpon itu tapi tidak ada suara Dari ponsel tersebut. Teo pun menelpon Dion.


"Dion, kamu tahu nggak keberadaan pacarku dimana sekarang," ucap Teo.


"Ohw Nea, mungkin sekarang mereka berada di Kota C gedung C, segera kesana saja. Nea tidak ada tumpangan pulang Thu, gue titip sepupu gue ya Teo," ucap Dion kepada Teo.


"Okey," ucap Teo mematikan panggilan nya.


Teo pun segera ke tempat yang dituju, setalah sampai beberapa menit yang lalu. Dia amati dari kejauahan, wanita yang dicintainya tengah mencari taxi. Selang berapa lama datanglah laki-laki yang menggodanya.


"Hai cewek cantik," ucap laki-laki tersebut sambil memegang rambut Nea.


Teo pun berlari dan menghajar pria tersebut...


"Kalian breng*** menggoda wanita ku," ucap Teo, kedua laki-laki itu pun begitu saja karena terbawa suasana mabuk.


Nea pun memeluk Teo sambil menangis.


"Sudah Nea, aku ada disini berhenti menangis nya, kita masuk mobil yaa," ucap Teo menenangkan pacarnya.


Setelah mereka masuk ke mobil, terpaksa Teo menepi kan mobilnya karena mau menghubungi Dion.


"Dion, sekarang kamu ada di apartemen kamu nggak, agar aku bisa antar Nea," ucap Teo menceritakan kronologis yang terjadi.


"Teo, tolong jagain Nea, nggak apa-apa sementara di apartemen kamu dulu karena aku sedang tidak berada di apartemen," ucap Dion.


"Oke siap, kemungkinan besok dia pulangnya nanti aku kabari," ucap Teo.


Teo pun kembali mengendarai Mobilnya agar cepat sampai di apartemen nya. Nea masih termangu atas kejadian tersebut setelah menangis dia lebih banyak diam.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen, Nea meringis menangis. Melihat hal itu Teo mengendong Nea. Teo pun memandikan Nea agar dia merasa Segeran, benar saja Nea sadar dengan dirinya ketika di guyur air. Nea pun menatap Teo dan berkata " makasih sudah menjaga ku, nanti siapo pakaian ku yaa," ucap Nea tertunduk lesu.


Teo pun memberikan pakaian kepada Nea di kamar mandi. Nea pun memakai di dalam kamar mandi. Teo hanya ingin menjaga Nea tanpa berpikir apapun. Karena kesehatan Nea lebih penting dari rasa rindu nya.


Nea pun keluar dari kamar mandi dan berbicara lirih kepada Teo " sayang tempat tidur dimana aku ngantuk," ucap Nea pandangan kosong.


Teo pun menggiring Nea menuju kamar tamu yang sudah di sediakannya " terima kasih yaa Teo, aku ingin istirahat boleh kan," ucap Nea tersenyum dengan tatapan kosong.


"Baiklah, jika ada apa-apa panggil aku yaa," ucap Teo menutup pintu kamar Nea.


Keduanya pun tidur di tempat masing-masing. Namun Teo terbangun dengar teriakan yang sangat keras dari kamar sebelah. Teo pun bergegas menemui Nea.


"Jangan sentuh aku, aaargh ! pergi dari sini," ucap Nea dalam mimpi.


Teo mencoba membangunkan Nea, namun kesadaran Nea belum juga bangun. Dia terus meringis ketakutan.


"Pergi!!! jangan dekati aku, menjauh !!


Teriak Nea menggelar di kamar tersebut namun tidak terlalu kuat karena di bungkam Teo dengan ciuman. Teo pun menyiratkan air ke muka Nea, Nea pun terbangun dan bingung dengan keadaan dirinya.


Nea pun meminum air putih yang diberikan oleh Teo. Teo pun penasaran dengan Nea, sebenarnya apa yang membuat begitu takut, sejak kejadian semalam dia diganggu Nea tidak berhenti merasa takut. Nea pun menceritakan kronologis dari trauma nya.


Flashback.


Berawal sejak Nea SMA, kala itu Nea bermain ke rumah teman-teman nya. Nea bahagia bermain dengan teman-temannya, suatu ketika Nea tersesat hingga dia bertemu dengan bapak-bapak kala itu kejadiannya sekitar pukul 5 sore waktu itu. Karena dia tersesat dia meminta tolong kepada seorang Bapak kira-kira usia 40 tahunan. Jadi Nea dituntut sampai hampir ke perkampungan, tapi terbesit niat jelek ke Nea sehingga Bapak tersebut memukul pundak Nea.


Nea pun tersadar setelah beberapa menit badannya terasa sakit. Bapak tersebut menyeringai penuh dengan senyuman.


"Ternyata anak kota cantik dan mulus yaa" ucap Bapak separuh baya memegang paha halus nan putih milik Nea, Nea teriak ketakutan dia terus saja melawan. Bapak tersebut malah asyik mempermainkannya dengan terus mengelus paha putih nya. Serasa sudah membuat Nea putus asa,Bapak tersebut pun berbicara.

__ADS_1


"Segera hubungi orang tuamu, katakan jika ingin kamu hidup maka bawa uang 100 juta di tukar dengan nyawa mu yang berharga ini," ucap bapak tersebut dengan tertawa terbahak-bahak.


Nea pun segera mengambil ponsel tersebut dan berbicara dengan voice note kepada orang tua nya. Orang tua Nea pun langsung kerja sama dengan pihak polisi dan menghubungi teman-temannya apakah benar Nea menghilang. Singkat cerita atas kerja sama dengan teman-temannya Nea ditemukan dalam keadaan benar-benar frustasi, perlu waktu 1 bulan menyembuhkan luka trauma nya. Sehingga ketika ada seseorang yang mengganggunya pikirannya mulai Buyar dengan tatapan kosong. Hingga sekarang trauma itu sulit dihilangkan walau sudah bertahun-tahun yang lalu.


"Begitulah kira-kira Teo cerita dari ku, apakah kamu merasa jijik dengan ku karena tubuh sudah di pegang oleh orang lain," ucap Nea merunduk.


Teo pun mendekatkan dirinya ke Nea dan memeluk Nea "sayang bapak tersebut hanya menyentuh paha mu sayang, tidak dengan yang lainnnya, jika benar membuat mu trauma maka bagaimana bisa dihilangkan trauma itu, aku siap membantu mu," ucap Teo berbicara serius.


"Teo jadikan aku istrimu, aku tidak mau dengan laki-laki manapun, aku takut dekat laki-laki selain Bang Dion, sejak bertemu denganmu semuanya berubah kamu tidak membuat ku takut, tapi karena hal itu aku ingin kamu menjadikan aku seutuhnya agar orang tua ku tidak mendesak terus," ucap Nea.


"Baik sayang, hal ini akan saya bicarakan dengan Dion, karena kamu tahu sendiri aku sudah di usir oleh keluarga jadi aku tidak memiliki harta apapun untuk di pamerkan ke orangtuamu," ucap Teo.


Nea pu memeluk Teo dengan sangat erat. Setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing.


"Apakah aku ambil saja perusahaan di cabang tersebut aku ambil alih, agar aku bisa menikahi Nea?" ucap Teo dalam lirihnya.


Teo pun mengambil ponselnya dan menghubungi papa nya.


"Yaa Hallo Pa, gimana kabarnya? aku setuju menghandle perusahaan papa di cabang tapi aku memiliki permintaan?" ucap Teo mencoba memberi penawaran.


"Papa baik kok, papa suka dengan penawaran, kamu menginginkan apa?" ucap papanya Teo.


"Saya sudah memiliki pacar rencananya kami ingin menikah, dan bantu saya dalam urusan menikah," ucap Teo.


"Hal itu sangatlah gampang, tapi kamu harus meningkatkan laba di perusahaan cabang dalam waktu dua bulan, dan waktu dua bulan itu Abangmu Sean akan menikah, Bagaimana apakah kamu menerima permintaan papa," ucap Papanya.


"Oke deal Pa, saya akan melakukannya mulai besok ke perusahaan cabang," ucap Teo.


Malam itu pun Teo mempelajari beberapa tentang strategi saham dan semacamnya guna mempertajam kembali pengetahuannya.

__ADS_1


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2