Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 34-Salah paham


__ADS_3

Kyira pun menghubungi admin tersebut, setelah dia merasa cocok dengan no name. Kyira pun menyelesaikan administrasi yang dilakukan hanya sekali.


Di tempat lain.


Albert mendapatkan panggilan yang tidak diketahui namanya.


"Yaa Hallo nie siapa dan ada perlu apa?" ucap Albert ketus.


"Apakah benar ini tuan no name yang pernah masuk ke akun kenalan serius?" ucap admin tersebut.


"Ehm yaa benar saya tuan no name, kenapa yaa kiranya?" ucap Albert bertanya


"Beginie tuan, akun anda ada yang mau mengajak kenalan dengan nama Ira, kami sudah mengirimkan jika tuan ingin lanjut silahkan mengirimkan biaya admin kami tunggu hingga sore ini, silahkan di pikirkan kembali," ucap Albert.


"Baiklah, nanti saya hubungi lagi, saya akan baca dulu perjanjiannya," ucap Albert bingung.


"Ehm, masa' sih ada yang mau kenalan dengan gue padahal semuanya bohong, tapi daripada gue galau dan mengejar Kyira terus juga gue nggak nyatain cinta buat pusing, kenapa nggak coba kenalan serius itu aja ya, yaa lumayan kalau ditanya bilang saja sudah ada, jadinya nggak ribet lagi kalau orang banyak tanya," ucap Albert beberapa menit, setelah itu dia pun mengirimkan biaya admin dan mereka berkomunikasi hanya dengan aplikasi itu sehingga satu sama lain tidak saling mengenali.


Keduanya pun terhubung di aplikasi tersebut, namun satu sama lain belum berani chatt duluan. Karena Albert merasa laki-laki, maka dia pun menghubungi Kyira duluan.


Dalam chatt percakapan di aplikasi Kenalan Serius.


"Hai Ira, panggil saja aku dengan sebutan tuan meskipun pekerjaanku tidak jelas, dan tidak penghasilan besar," ucap Albert membuat guyonan dengan akun no name.


"Hai juga tuan, haha masih enak anda dong tuan memiliki pekerjaan meskipun belum jelas, sedangkan aku hanyalah seorang mahasiswa yang masih meminta uang dari orangtua," ucap Kyira yang menyamar dengan nama Ira.


"Ohh kamu mahasiswa toh, waah lebih muda dari gue dong, kalau gue umur 25 tahun," ucap Albert.


"Ohw kalau gue 18 tahun, jadi apakah tuan mau jadi pacar daring aku?" ucap Kyira bicara dengan jelas.


"Selama kita hanya komunikasi melalui ponsel dan di malam hari aku mau saja jadi pacar daringmu, karena jika malam terkadang aku sibuk terkadang juga nggak," ucap Albert bicara dengan lugas.


"Jadi benarkah kita jadian mulai malam nie, dan kiranya ada perjanjian atau bagaimana?" ucap Kyira senang.


"Iya mulai malam nie kita jadian, tapi perlahan ya Ira satu sama lain kita memahami karakter masing-masing, terus juga kalau kamu menginginkan sesuatu katakan padaku jangan dipendam, anggap saja aku abangmu jika kamu ingin curhat," ucap Albert menjelaskan.

__ADS_1


Albert dan Kyira pun sepakat satu sama lain. Malam itu mereka pun beristirahat dengan tenang.


"Ehm entah kenapa gue merasa kenal baik dengan tuan no name, tapi masa' sih gue bisa sesenang ini padahal gue kan tipekal orang yang susah dekat dengan orang lain," gumam Kyira dalam hati sebelum tidurnya dimulai.


Begitupun dengan Albert.


"Kok bisa aku sesenang itu dengan seorang wanita selain Kyira padahal dia adalah cinta pertama gue, apakah gue sudah menerima wanita lain hadir dalam hidup gue selain Kyira," ucap Albert dalam hati.


Keduanya pun saling bicara satu sama lain dengan hati mereka, mereka hanya merasa dekat satu sama lain. Padahal keduanya tidak kenal sama sekali walaupun keduanya memang saling mengenal.


Keesokan harinya.


tingnong... tingnong...


begitulah bunyi bel pintu Kyira...


"Siapa sih pagi-pagi bangunin aku, padahal baru saja tidur,"gumam Kyira ngedumel.


Dia pun membuka pintu dengan langka yang gontai dan rambut yang berantakan.


"Eeh Albert, ngapain elo mau kesini, baru saja mulai tidur udah ganggua saja," ucap Kyira sambil garuk-garuk rambutnya.


"Gue masuk dulu ya, baru kita bicara, ehm sungguh kebiasaan mu Kyira selalu mengajak orang bicara di pintu," ucap Albert sambil meletakkan makanan di atas meja makan Kyira.


"Waah makanan, enak nie terima kasih yaa Albert," ucap Kyira ingin mengambil makanan namun di cegah oleh Albert.


"Elo cuci muka dulu deh, ileran tau iih dasar elo Kyira, bisa nggak sih bersih sedikit jadi cewek, jangan pecicilan gitu," ucap Albert.


Kyira pun berlari cuci muka dan merapikan rambutnya.


"Nah gitu dong kan cantik meskipun belum mandi, jadi gue enak melihat nya," ucap Albert sambil tertawa kecil.


"Lagian yaa Albert pacar gue juga nggak tahu penampilan gue ginie," ucap Kyira menyombongkan diri bahwa dia sudah move on dari Veto.


"Siapa pacar elo?" jadi penasaran gue, tinggal dimana? orangnya seperti apa? kalau cari cowok itu yang jelas, jangan sembarang gitu Kyira," ucap Albert dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Dia nggak nyebutin namanya karena kami hanya komunikasi online, dan aku nggak mau ketemuan juga trauma dengan masa lalu, dan bisa nggak Albert kalau bicara itu jangan dengan nada yang tinggi," ucap Kyira mengatakan.


"Oke-oke deh kalau gitu, aku minta maaf sudah berkata dengan nada tinggi,sekarang segera makan lalu mandi terus siap-siap ke kampus, gue juga ada kerjaan ketemu klien, jadi tidak bisa menunggu kamu lama," ucap Albert.


"Oke deh, makasih yaa Albert atas makanannya, kamu silahkan saja pergi duluan, aku bisa berangkat sendiri," ucap Kyira dengan muka cemberut.


"Kyira, dengerin aku dulu kamu jangan marah begitu," ucap Albert.


"Keluar sekarang!" ucap Kyira dengan suara lantang.


Albert pun keluar dari apartemen Kyira, Kyira pun mandi setelahnya dia pun bersiap untuk ke kampus setelahnya baru makan.


Sedangkan Albert terdiam dengan sikap lantang dan keras dari Kyira.


(Tidak biasanya dia membalas dengan nada tinggi, iya sih wajar jika dia menjawab dengan nada tinggi, aku juga begitu tadi dengannya, argh sudahlah fokus dulu dengan klien papa) gumam Albert dalam hati.


Setelah selesai sarapan Kyira tidak mengejar waktu, jadi dia lebih memilih naik bis menuju ke sekolahnya. Saat itu Albert melihat Kyira dari belakang.


"Kok aku merasa ada Albert yang mengawasi ku, argh bodoh amat dengan dia, aku kesal dengan sikapnya, mengatakan aku jorok dan lain-lain, aku nggak jadi kagum dengan dia," gumam Kyira dalam hati.


Saat dirinya bersantai dalam bis tersebut, tibalah di sekolah nya.


"Argh, akhirnya sampai juga di sekolah, saatnya menikmati hari-hari dengan belajar," gumam Kyira dalam hati.


Keduanya pun kembali ke aktivitas masing-masing.


Ponsel Kyira pun berbunyi, ada pesan masuk yang datang.


💌"Kyira, maafin jika ada perkataaan ku yang menyinggung, jadi aku berharap kamu bisa memaafkan aku, apapun mau kamu, aku aku balas," ucap Albert dalam pesan tersebut.


Kyira tidak memperdulikan pesan tersebut, dia pun masuk kelas dan fokus belajar.


🍂🌷🌷🌷🍂


Like and comment ya😊

__ADS_1


Terima kasih😊


__ADS_2