Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 36- Jalan-jalan


__ADS_3

Kyira pun terus mengomelinnya, karena saat dia fokus tidak suka diganggu. Dion pun hanya diam saja ketika diomelin oleh Kyira.


"Kyi, kalau kamu ngomel terus tambah cantik loe, aku suka dengan omelanmu, mau sampai sore ataupun di omelin di ponsel aku nggak apa-apa, aku paling suka dengan wanita ngomel," ucap Dion sambil melihat salah tingkah Kyira.


Kyira pun berlalu meninggalkan Dion begitu saja. Dion hanya menggelengkan kepalanya karena sungguh dia sudah jatuh cinta dengan Kyira.


"Andai kamu bisa aku gapai dan ku jadikan pendampingku sungguh sempurna hidup ini, mama ku sosok yang tidak banyak bicara, sejak kepergian papa, mama yang harus memimpin perusahaan, karena hal itu lah sulit menemukannya mengomel, kecuali jika kembarannya Dena yang berulah," gumam Dion dalam hati.


"Ehm kenapa lagi itu Dion mandang aku dari tadi buat risih saja, huuu sementara ini harus ditunda dulu deh baca bukunya, sepanjang baca buku digangguin melulu, gimana bisa fokus kan? niatku ke perpustakaan mau belajar bukan main pandang-pandang," ucap Kyira sambil ngedumel.


(Author ingat sebuah lagu "pandangan pertama awal kita berjumpa, seolah-olah hanya impian yang beradu, sampai-sampai aku tak sadar dibuatnya)🎶 hiburan sikit yaa hehe.


...Lanjut ****...


Disaat dirinya mengomel sendiri, My Only sebutan kekasih onlinenya menelpon.


"Argh gue ditelpon My Only , tapi tumben ya menelpon duluan," ucap Kyira kegirangan sambil angkat telpon dengan cepat.


"Hay my only, gimana kabarnya?" ucap Kyira dengen gelagap.


"I'm good and you honey ?" ucap Albert dalam suara samaran meskipun keduanya belum mengetahui satu sama lain.


"Ohw syukurlah, aku juga baik kok, aku tutup dulu yaa my only," ucap Kyira langsung menutup.


(Ehm, cewek ini serius nggak sih punya kekasih, gue nelpon kasih perhatian, malah langsung dimatikan, tapi dari pembicaraan nya sepertinya dia gugup deh, heheh ada-ada aja) gumam Albert tersenyum, dia pun hendak menghubungi Kyira sebab Albert sudah berada di depan kampus Kyira.


"Argh, aku rindu dengan Kyira, mending telpon dia saja lah, kira-kira dia lagi apa jam begini?" ucap Albert langsung menghubungi Kyira.


"Yaa ampun aku gugup mendenger suaranya," gumam Kyira dalam hati.


Kyira pun kembali ke aktivitasnya. Kembali dering ponselnya berbunyi.

__ADS_1


"Ya Albert, ada apa?" ucap Kyira.


"Elo lagi apa sekarang?" ucap Albert bertanya.


"Ehm, aku sekarang sudah diluar ruangan, kenapa memangnya Albert?" ucap Kyira kembali bertanya.


"Aku sekarang ada di gerbang, bisa kah temui aku dulu," ucap Albert menjelaskan.


"Tunggu bentar, beres-beres dulu nie nanti aku ke gerbang menemui Albert," ucap Kyira kegirangan karena kedatangan Albert.


(Hore jalan lagi, kira-kira aku mau di ajak kemana yaa sama Albert) gumam Kyira berlari menuju Albert.


Kyira pun menyelesaikan urusannya. Entah kenapa Albert menemuinya lebih awal. Setelah semuanya selesai Kyira pun segera menemuinya.


"Sebenarnya ada urusan apa sih dia datang lebih awal, apakah benar dugaan ku mengajak jalan-jalan lagi," gumam Kyira dalam hati.


"Albert kita mau kemana?" ucap Kyira.


"Oke lah kalau begitu," ucap Kyira dengan senang hati.


Keduanya pun pergi bersama menaiki kendaraan yang sudah di sewa oleh Albert. Kyira bahagia sekali dijemput lebih awal, karena jarang-jarang Albert bisa menjemput dan mengajaknya jalan-jalan seperti ini. Biasanya sibuk dengan kerjaannya dan tugas sekolah yang masih dikerjakannya meskipun jauh dari sekolahnya.


"Kyira, satu minggu lagi aku kembali ke Indonesia, kamu jaga diri yaa disini dengan baik, jika nanti aku kesini menemui klien ku nanti aku kabari lagi ya," ucap Albert sambil fokus mengemudi.


"Ohw cepat banget ya kamu nemani aku nya, jadinya nggak ada dong yang ngomelin aku, dan ngajak aku jalan-jalan lagi," ucap Kyira mendengus kesal.


"Hehehe, bukannya kamu nggak suka sifat cerewetku, kan bagus jika aku tidak berada di sekitarmu, jadi tiap hari nggak kenal omel kamunya," ucap Albert bercanda dengan Kyira.


"Iyaa sih aku ngga suka sifat cerewetmu, tapi kan kalau ngga ada yang cerewet denganku, siapa lagi yang mengatur aku? terkadang aku masih perlu diarahkan," ucap Kyira mulai ekspresi sedihnya.


"Lah kok malah mukannya manyun, kita mau jalan-jalan ni mumpung aku ada waktu buat kamu, jangan manyun ya Kyira sahabatku tersayang," ucap Albert sambil menyentuh pipi Kyira yang sedang manyun.

__ADS_1


Kyira pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Ehm beneran cuma sahabatan doank, apakah gue nggak pantas buat Albert sehingga dijadiin teman saja?" ucap Kyira dalam hati masih perasaan cemberut nya.


Beberapa jam kemudian.


Mereka pun sampai di tempat tujuan mereka.


Albert pun mencari tempat yang sangat disukai Kyira.


"Waah pemandangannya indah banget Albert, makasih yaa, gimana caranya kamu bisa masuk kesini, dengar kabar harus memesan dulu sebelum makan disini," ucap Kyira panjang lebar sambil memandang pemandangan pantai dari dalam resto yang didindingnya hanya ditutupi kaca tebal yang tampak terlihat pantai dengan ombaknya.


"Yaa melalui relasinya papa, relasinya papa merekomendasikan tempat-tempat wisata di sini, jadi sekaligus saja mengajak mu jalan-jalan, dan juga kan buat mu refreshing juga dari kegiatan belajar selama beberapa hari ini," ucap Albert sambil memesan makanan.


Kyira tidak memperdulikan Albert bicara apa, namum dia bergumam dengan dirinya sendiri.


"Kalau Albert lebih lama disini, aku merasa tidak merasa kesepian lagi, kalau dia tidak ada yang menemani ku siapa?" gumam Kyira dalam hati.


Kyira pun sadar ketika pelayan menanyakan menu kembali.


"Albert tahu yang aku suka, jadi pesan kan saja yang biasa ya, terima kasih Albert," ucap Kyira pada Albert.


"Iya Kyira sama-sama," ucap Albert sambil tersenyum.


Albert pun memesankan menu yang biasa dimakan oleh Kyira. Kyira tipekal orang Indo yang tidak terlalu suka dengan makanan yang berbeda dengan seleranya.


Mereka berdua pun menikmati pemandangan dan makan bersama. Keduanya asyik dengan pembicaraan yang diselingi tawa dan candaaan. Ekspresi Kyira selalu berubah ketika bersama Albert, kenyamanan yang diberikan Albert sungguh sudah melebihi sahabat, akan tetapi berat bagi Kyira berpisah dengan Albert.


Kyira terus saja bergumam dalam pikirannya ketika makan dan bicara, seolah-olah dia tidak rela Albert pergi meninggalkannya. Namun, wajah juga sih di Indonesia kan statusnya masih pelajar. Tidak bagus jika dia lama berada disini.


Tak terasa waktupun sudah menunjukan sore hari. Saat keduanya harus kembali ke apartemen mereka. Albert dan Kyira pun selesai mereka pun kembali ke parkiran dan menuju ke apartemen mereka.

__ADS_1


🍂🌷🌷🌷🍂


__ADS_2