Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 30-Belajar Memasak


__ADS_3

Kyira pun menyantap makanan tersebut dengan lahapnya. Albert yang melihat itu hanya menggeleng-geleng kepala, karena dia tidak pernah lihat Kyira seperti ini.


"Kamu udah selesai makannya atau masih di sini aja, aku keliling ada yang mau dibeli," ucap Albert.


"Iuaa aku disini aja, capek keliling Albert," ucap Kyira sambil tersenyum.


"Benaran ngga mau ikut," ucap Albert.


"Nanti aku telpon kamu jika udah selesai, kamu terusi saja belanja nya," ucap Kyira.


Kyira pun menyantap kembali makanannya, Albert pun hanya tersenyum melihat kyira seperti itu.


"Biasanya itu anak kalau dimarah dikit ngga sensitif tapi kenapa sekarang sensi nya naik," gumam Albert dalam hati.


Albert pun kembali ke mall, karena ada beberapa barang yang ingin dibelinya. Setelah selesai dengan barang yang dibelinya, Kyira nongol tepat di pintu keluar mall.


"Hay Albert," ucap Kyira sambil mengambil barang yang dibeli Albert.


"Lah kamu kok disini, emang sudah selesai makannya, aku bermaksud tadi meletakkan barang dulu baru jemput kamu di tempat makan tadi," ucap Albert.


"Sudahlah, tadi bermaksud mau maksud nunggu di dalam tapi ingat ponsel ku habis baterai jadi nunggu kamu disini deh," ucap Kyira.


Mereka berdua pun menuju parkir mobil dan meletakkan barang yang dibeli oleh Albert.


"Yaa, kok penuh dibagian belakang, aku mau tidur karena ngantuk banget," ucap kyira mengeluh.


Albert pun memindahkan barang-barang sebagian ke belakang dan yang menyopir nya orang sewaan karena Albert lagi fokus ke sesuatu.


Mobil pun melaju dengan pelan.


Kyira pun tidur tenang di belakang dengan tenang namun hampir selalu terjatuh.


"Iih nyebelin banget sih, gimana mau nyenyak tidurku? kalau hampir terjatuh begini," ucap Kyira kesal.


"Pak, tolong menepi dulu saya mau duduk dibelakang saja," ucap Albert kepada sopirnya.


Lalu Albert pun pindah ke kursi belakang.

__ADS_1


Albert menyuruh Kyira tidur dipangkuannya agar dia tidak terjatuh lagi. Kyira pun menuruti saja karena pasca selesai makan dia benar-benar ngantuk. Kyira pun tidur dipangkauan Albert. Bagi kyira itu hal biasa sebelum mereka ke negara ini. Namun, hal itu berbeda ketika keduanya memiliki perasaan yang sama tapi tidak ingin mengungkapkan.


Setengah jam pun telah dilalui, mereka pun sudah sampai di apartemen. Albert meminta Pak sopir untuk membantu barang bawaan mereka dan Albert ingin mengendong Kyira. Kyira sungguh tidak menyadari digendong oleh Albert, mungkin jika dia mengetahuinya akan malu.


Kyira pun diletakkan di apartemennya dan Albert meletakkan beberapa pasokan makanan yang mereka beli. Saat Albert ingin pergi ke dapur, Kyira tiba-tiba saja memeluk dirinya.


"Ma, Kyira mau minum haus banget, tolong ambilkan ya ma," ucap kyira bergumam dalam posisi tidur berjalan.


Albert pun mengambilkan minum dan mengajak duduk Kyira. Saat itu Albert memberikan minum dan memercikan sedikit air ke mukanya, terbangunlah Kyira dalam mimpi.


"Lah, kok gue duduk di sofa samping kamu Albert," ucap Kyira bingung.


"Mana saya tahu, kamu tadi mimpi berjalan, terus bisa ngga lepaskan tangannya, aku mau bereskan bahan-bahan ini di dapur," ucap Albert.


"Benarkah, saya ngomongin apaan? adakah yang salah," ucap Kyira intograsi Albert.


"Nggak ada, kalau udah selesai mimpinya, cuci muka kita belajar masak okey, gue tunggu ya," ucap Albert berdiri dan menuju ke dapur.


"Oke siap," ucap Kyira.


Kyira pun mencuci muka. Albert pun menyiapkan makan malam buat mereka berdua. Setelah selesau Kyira pun menemui Albert, Kyira pun memperhatikan dan membantu meskipun kebanyakan yang membuatnya Albert. Kyira pun disuruh mengiris bawang saat mengirisnya.


Albert yang melihat itu langsung mencari kotak P3K yang tidak jauh dari pandangannya dan dia langsung mengobati Kyira.


"Yaa ampun Kyira, kamu itu aku suruh ngiris bawang bukan ngiris jari kamu, kan jadi terluka sekarang, hati-hati yaa jari terawat gini kena luka jadinya," ucap Albert mengomel.


"Maaf Albert, aku baru 2 kali ini melakukannya makanya sejak dulu kena iris juga jadi nggak berani megang pisau," ucap Kyira


menjelaskan


"Baiklah, nanti kita belajar cara mengiris ya, kamu bantu aku hal lain aja," ucap Albert.


Kyira pun membantu mencuci sayur dan menanak nasi, hal lainnya dibuat oleh Albert.


"Albert, nanak nasinya kayak ginie apa?" ucap Kyira bertanya.


"Udah bener sih, kamu lupa colokan ke listriknya," ucap Albert mempraktekkan.

__ADS_1


"Oh gitu baiklah, aku paham sekarang," ucap Kyira mengangguk.


"Jadi kalau kamu suka sayur lebih baiknya di rebus aja kayak gini, terus kalau kamu ingin menumis tinggal di campurin dengan bumbunya aja," ucap Albert memberikan contoh pada Kyira.


"Ohw kayak gitu," ucap Kyira sambil mengamati Albert.


"Iyaa, simple kan Kyira," ucap Albert sambil menggerakkan tangannya untuk memasak.


"Ohya Albert kamu bisa memasak begini sejak kapan," ucap Kyira bertanya.


"Sejak aku berumur 10 tahun kala itu, mama tengah sakit sedangkan papa kerja di luar kota jadi kami harus berhemat kala itu papa belum memiliki perusahaan seperti sekarang ini, hingga perekonomian mulai membaik saya menyukai rutinitas memasak dan belajar dengan sungguh-sungguh, makanya papa paling suka masakan mama atau aku jika yang memasak, makanya di rumah tidak ada pembantu bagian masak karena papa lebih suka masakan yang dibuat olehku dan mama, hal itu masih terjadi hingga sekarang" ucap Albert menceritakan kepada Kyira, Kyira yang mendengarnya hanya kagum pada sosok sahabatnya yang dia cintai saat ini dalam diam.


"Waah kereeen deh, terus napa nggak buka restorant kalau gitu, masakan yang kamu masak enak semua hihi, malah beberapa jenis masakan yang jarang aku temui malah," ucap Kyira terus bertanya karena penasaran.


"Ada kok di Indonesia, malah kita pernah kesana dengan Athar juga," ucap Albert menjelaskan pada Kyira.


"Seriuuus, nama resto nya apa?" ucap Kyira penasaran.


"Sunbig nama resto ku," ucap Albert sambil meletakkan sayur ke dalam piring.


"Beres semuanya, kita bisa makan sekarang atau nanti malam saja makannya," ucap Albert bertanya pada Kyira.


"Heheh, kita mandi aja dulu Albert, baru makan gimana," ucap Kyira menawarkan.


"Oke nanti gue ke sini ya, gue ke apartemen dulu kalau gitu," ucap Albert.


Kyira masih terposana dengan kisah Albert tersebut hingga dia tersipu malu.


(Aduuh, jadi lelaki kok sempurna banget sih, andai saja dia bukan sahabatku, sudah aku pacari sejak dulu, tapi kalu dipikir kenapa Albert belum pacar hingga sekarang yaa, apakah ada orang yang dikaguminya) gumam Kyira dalam hati.


🍂🌷🌷🌷🍂


Bagaimana kelanjutannya??


Bisakah Kyira memasak karena sudah di ajarin oleh Albert.


Like and comment ya😊

__ADS_1


Terima kasih😊


__ADS_2