Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 21-Kehilangan


__ADS_3

Meskipun Kyira sudah melakukan aktifitasnya seperti biasa namun dia masih mengingat kenangan bersama Veto. Dia pun tidak dapat menghubungi Veto.


Saat Kyira sudah sampai di sekolah terdengar kabar bahwa Veto sudah pindah sekolah, hal itu mereka dapati dari wali kelas Veto. Hal itu membuat Kyira penasaran.


"Pak Senu, apakah benar Veto sudah pindah sekolah dan dimana sekolahnya?" ucap Kyira bertanya.


"Iya benar, tapi Bapak tidak tahu dimana dia pindah sekolah Kyira?" ucap Pak Senu menjawab.


Leta pun sudah melakukan hal yang sama.


"Kemana gue harus mencari Veto. Veto gue kangen sama loe," gumam Leta dalam hati.


Leta sudah mengetahui bahwa Veto sudah pindah sekolah,makanya Leta terus saja mencari keberadaan Veto. Namun, semuanya nihil tidak ada info apapun tentang Veto.


Kyira sendiri pun terduduk lemas di kursi taman, dia tidak menyangka karena putus dengannya membuat Veto frustasi dan benar-benar meninggalkannya.


"Semoga saja Veto di luar sana bisa lebih bahagia," gumam Kyira terkejut dengan sikap Veto yang keluar dari sekolah.


Meisya di rumah terus bertanya kepada mama nya tentang keberadaan Veto.


"Ma, pasti ini semua mama yang uruskan, terus Veto kemana ma, Meisya mau minta maaf, jika papa tahu ini ulahku pasti aku dimarahi sama papa, hayoo mama bantu aku bertemu dengan Veto," ucap Meisya sambil menangis.


"Dengerin mama ya, Veto sekarang di suatu tempat, dia juga ingin menyendiri tiada satu pun yang tahu, mama saja tidak mengetahui keberadaannya. Jadi beri waktu dia satu tahun untuk menenangkan pikirannya," ucap Mama menjelaskan pada Meisya.


"Apaaa???? satu tahun, baiklah mama, jika papa mau menghukum ku aku siap, asal mama katakan pada Veto maafin aku, aku tidak akan mengulanginya lagi," ucap Meisya penuh dengan penyesalan.


"Iya jika Veto nelpon mama lagi, akan mama sampaikan," ucap mama.


Meisya terdiam membisu karena dia pasti akan di hukum sama papanya. Bagaimana tidak meskipun Veto anak tiri papa, tapi papa menyayangi Veto sebagai anak kandungnya sehingga papa sangat marah alasan Veto menghilang penyebab nya Meisya.


Meisya terus saja merenung atas semua sikapnya. Rasanya penyesalan jelas saja ada dalam dirinya. Dia tidak berpikir bahwa Veto sangat menyayangi Kyira, Meisya hanya menyesal dan terus saja menyalahkan dirinya.


...*****...


"Kak Tari, bolehkah Veto minta bantuan lagi," ucap Veto bertanya.

__ADS_1


"Bilang saja, kakak lagi ngerjai tugas nie, kamu mau nya apa? kalau Kakak bisa bantu pasti akan dibantu," ucap Tari sambil mengetik.


"Bolehlah Veto menggunakan dapur dan..." ucap Veto bertanya.


Belum selesai Veto bicara langsung dijawab oleh Tari.


"Boleh loe pakai, kita kan statusnya penyewa dan bos, jadi suka-suka loe, tapi ingat peraturan kita ya," ucap Tari mengingatkan.


"Baik Kak, terima kasih, Veto ingat kok peraturan yang sudah kita buat," ucap Veto menuju ke dapur.


Veto pun melakukan aksinya memasak, karena dulu saat ayahnya masih hidup dan tinggal di luar negeri, Veto biasa memasak karena kedua orangtuanya sibuk bekerja. Bagi nya memasak adalah hal yang menyenangkan.


Tari yang melihat keahlian Veto berdecak kagum dengan remaja yang berumur 15 tahun itu. Tari pun kembali fokus dengan tugas perkuliahannya. Hampir saja dunia nya teralihkan dari Veto yang sedang memasak.


Setelah beberapa jam bergelut dengan dapur, makanan pun tersaji di meja makan.


"Kak hayoo makan, coba cicipi masakan yang ku buat," ucap Veto kepada Tari yang tengah bergelut dengan tugasnya.


Tari pun bangun dari tempatnya mengerjakan tugas dan ke ruang makan.


"Ohya Kak, baru pertama kali aku memasuk buat orang lain selain keluargaku, boleh dong Kak Tari, makan bersama itu lebih enak daripada sendiri," ucap Veto berkata.


"Terus pacar kamu gimana?" ucap Tari di sela makan mereka.


"Kami sibuk sekolah kak, mantan pacarku dulu tipekal cewek suka belajar, jadi dianya jarang makan, aku terkadang memaksanya buat makan, meskipun kadang-kadang aku juga begitu dulunya, kadang dia yang membawa kan makanan buatkh," kenang Veto mengingat masa lalunya dengan Kyira.


Veto pun kembali teringat kebersamaan mereka. Sehingga tanpa terasa air mata menetes di wajah Veto.


"Yaa sudah, itu hanya masa lalu, hayoo kita terusi makannya, maaf yaa Kakak membuat kamu bersedih," ucap Tari.


"Iya Kak, tidak apa-apa kok, mari kak kita teruskan makannya," ucap Veto.


Mereka pun menghabiskan masakan Veto. bagi Tari yang tipekal jarang makan menyukai masakan Veto.


"Ohya Veto ginie aja, biar kk yang beli bahan makanan, terus terserah kamu buat nya, karena bumbu-bumbu sudah lengkap semua di dapur, bagaimana pendapatmu?" ucap Tari bertanya.

__ADS_1


"Oke kak, kita sepakat ya, jadi Veto tak perlu keluar kontrakan kakak, karena Veto belum mau menampakkan diri ke dunia," ucap Veto tersenyum.


"Haha okelah aman itu, tugas kamu hanya memasak saja, masalah yang sewa tunggu mama kamu transfer saja," ucap Tari menjelaskan.


"Oke Kak, terima kasih ya," ucap Veto.


Keduanya pun menyelesaikan makanan mereka yang belum usai. Setelah usai Veto pun mencuci piring, Tari ingin membantu namun tidak diperkenankan oleh Veto.


" Kakak terusi saja tugasnya, nanti aku ke sana untuk istirahat juga," ucap Veto mengambil alih cucian piring.


"Baik," ucap Tari meninggalkan dapur dan kembali berkutat dengan tugas kuliahnya.


Setelah selesai cuci piring, Veto pun beristirahat sejenak sebelum kembali ke kamarnya. Tari pun selesai dengan tugas kuliahnya.


"Kak Tari ini teh hangat buat kakak dan cemilannya," ucap Veto menyajikan.


"Wah, kamu luar biasa, sejak kapan kamu pandai memasak, kakak makan yang makanan yang kamu sajikan," ucap Tari langsung memasukan ke mulutnya


"Iya Kak silahkan, ehm aku banyak belajar ketika bersama dengan papa waktu nemani papa ke luar negeri kak," ucap Veto mengenang kebersamaan saat dengan papanya dulu.


"Papa mu sakit karena apa dan usia berapa kamu ditinggalkan oleh papa mu?" ucap Tari bertanya.


"Saat usiaku 11 tahun kak, papa meninggal karena komplikasi, sangat terpukul saat papa sudah tidak ada, bahkan mama yang sangat terpukul mencoba menenangkan aku, jadi kebersamaan dengan papa waktu itu sangatlah berharga bagi ku, walau usia ku saat itu masih sangat muda ketika mengikuti papa, tapi papa dengan sabar selalu mengajariku," ucap Veto mengenang kebersamaan dengan papanya.


"Terus apakah mama mu menikah lagi?" ucap Tari bertanya.


"Nah itu lah, ternyata papa sudah mempersiapkan semuanya, papa memiliki sahabat yang sudah lama sendiri setelah ditinggalkan istrinya, jadi papa meminta temannya untuk menikahi istri nya, awalnya sahabat papa tidak menerima, namun lambat laum jodoh pun berpihak pada mama dan papa tiriku sekarang, mereka menikah ketika papa sudah meninggal satu tahun yang lalu," ucap Veto menjelaskan.


"Ohw begitu, intinya kamu harus kuat sekarang ya Veto, hayoo kita istirahat sudah malam ni," ucap Tari.


Keduanya pun larut dalam pembicaraan yang hangat dan setelahnya mereka kembali ke kamar masing-masing.


🍂🌷🌷🌷🍂


Like and comment ya..😊

__ADS_1


__ADS_2