Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 80 - Isu tunangan


__ADS_3

Dion sibuk dengan konsernya sedangkan Meisya sibuk dengan perkuliahannya. Keduanya masih sibuk dengan urusannya masing-masing tanpa mereka ketahui kedua keluarga Meisya dan Dion sedang mengadakan sebuah pertemuan di Indonesia.


Karena kebetulan keluarga Dion tengah berliburan sekaligus mereka menjalin silaturahmi keluarga Meisya.


Ketika orang tuanya sudah berada di Indonesia, Dion terkejut dengar kabar bahwa orang tua nya bertemu dengan Meisya.


Sehingga Dion pun mencari keberadaan Meisya ke kampusnya, akan tetapi tidak ditemukan, bahkan kata teman kampusnya bahwa mereka sudah selesai kuliah.


Dion pun terus menghubungi Meisya berkali kali. Hingga dia dapati panggilan WhatsApp tersebut berubah menjadi dering, karena Meisya baru mengaktifkan ponselnya dia pun mengangkat telpon dari Dion.


📱" Ya Hallo Dion, ada apa sih? kamu sibuk banget menghubungi aku, aku nggak bisa di ganggu sekarang," ucap Meisya langsung mematikan panggilan tersebut.


Dion pun tidak sempat berbicara saat dia menelpon balik malah di blokir balik.


"Ih Meisya buat kesal saja sih, aku kan tidak ganggu dia, ini hal yang sangat penting, tapi kalau di dengar tadi sepertinya dia berada di sekitar mall deh, sepertinya aku tahu di mana tempatnya," ucap Dion langsung menuju mobilnya.


Dion pun sudah sampai di mobilnya dan segera menuju Meisya.


"Meisya tunggu aku disana, kamu ya memblokir ku lihat saja nanti," teriak Dion kesal dalam hati.


Di tempat lain.


Meisya berada di ruang bioskop dia pun mensilent ponselnya agar ketika menonton tidak di ganggu. Setelah dua jam mereka selsai menonton Meisya tertawa dan bahagia melihat film tadi sehingga mereka masih membicarakan film tersebut.


Akan tetapi saat Meisya terus saja bicara, di belakangnya ada Dion yang mendengar nya, Meisya memang wanita random dia berjalan mundur untuk menghilangkan kejenuhan.


"Brukkk..." tubuh Meisya hampir jatuh ke lantai hingga di pegang oleh Dion.


Yang menyaksikan hal itu tersipu malu, bahkan teman-teman Meisya tersenyum melihat adegan tersebut seperti di dalam film.


"Wah romantis banget seperti di dalam film tadi," ucap Nana bergumam.


"Iya kok bisa pas Dion memegang punggung Meisya ya," ucap Wina tersenyum bahagia.


"Ih, kalian bicara apa sih? lagian juga nggak tahu kalau Dion ada di sini," ucap Meisya tersipu malu.

__ADS_1


"Semuanya, aku bawa Meisya pacar ku, aku sangat merindukannya, boleh kan," ucap Dion kepada teman-teman Meisya.


"Boleh banget, asal..." belum selesai teman Meisya bicara, Dion sudah memberikan uang kepada mereka.


"Ambil saja buat kalian makan ya, saya pamit dulu," ucap Dion melambaikan tangan dan menggandeng tangan Meisya.


Meisya bingung dengan tingkah Dion yang tiba-tiba, dia pun mendengus kesal atas sikap Dion.


"Kenapa, kamu kesal dengan aku karena menganggu kesenangan kamu? tahu nggak ada hal yang lebih penting dari apapun, asal kamu tahu Meisya," ucap Dion bicara dengan nada serius.


"Kruuukkk...." suara perut Meisya.


Dion pun mendengar hal itu dan langsung mengajak Meisya mencari tempat makan yang aman dari jangkauan dari netizen.


Setelah sampai Dion pun langsung memesan dua porsi makanan favorit Meisya dan dirinya.


"Meisya, maaf ya aku tidak tahu kalau kamu lapar," ucap Dion merasa bersalah.


"Ehm tidak apa-apa kok Dion, sebenarnya selesai dari bioskop tadi memang rencana kita mau makan juga sih," jawab Meisya.


Dion memahami kode tersebut, mereka pun berdiam selama proses makan, sebenarnya Dion sudah tidak sabar ingin mengatakan akan tetapi jika hal itu diinginkan Meisya maka dia hanya menuruti nya saja.


Setengah jam pun berlalu, Meisya duduk dengan santai menikmati jus mangga serta cemilan yang ada di atas meja.


"Katakan saja Dion, kamu mau mengatakan hal apa?" ucap Meisya bertanya saat itu dia sedang meminum jus mangga.


"Orang tua kita saling bertemu di Indonesia bahkan yang aku dengar mereka ingin mengadakan pertunangan kita," ucap Dion mengatakan kebenaran.


"Blusss...." minuman yang di minum oleh Meisya menyembur ke muka Dion.


Dion hanya pasrah saja, Meisya pun menyadari dan mendekati Dion serta mengelap mukanya dengan tisu.


"Maaf Dion, aku tidak sengaja, terus bagaimana dengan kita? aku belum siap mau tunangan, apalagi menikah dengan lelaki yang tidak aku cintai, mana juga kamu seorang idol, aku takut banget dengan para fans mu itu," ucap Meisya mengatakan dengan kesal.


"Iya nggak apa-apa asal kamu ganti rugi nantinya, argh pakaian ku jadi kotor," ucap Dion melepaskan jaket yang dikenakannya.

__ADS_1


"Ih ngapain melepaskan jaket di sini sih Dion, malu tahu," ucap Meisya menutup wajahnya.


"Sudahlah deh, kamu juga pasti akan jadi istri saya, lagian juga buka mata kamu Meisya, aku masih ada kaos putih, buka saja mata kamu," ucap Dion dengan nada serius.


Meisya pun membuka matanya secara perlahan, benar adanya bahwa Dion mengenakan kaos putih.


"Sini kasih aku biar aku cuci," ucap Meisya mengambil jaket Dion dari tangannya.


"Hehe, cocok jadi calon istriku, sabar dan tidak banyak bicara," ucap Dion tersenyum manis.


"Idih kata siapa? aku hanya bertanggung jawab dalam hal ini, terus bagaimana bisa orang tua kita bisa saling komunikasi begitu?" ucap Meisya mulai penasaran.


"Aku juga tidak tahu, sepertinya di dalam rumah mu selalu ada yang memantau mu deh, kan negara kita lumayan jauh, lagian juga aku nggak pernah tag kamu," ucap Dion menjelaskan.


"Aha, aku tahu harus bertanya sama siapa?" ucap Meisya langsung mengambil ponselnya.


Meisya pun langsung menghubungi Vito, langsung di angkat Vito karena dia sedang memegang ponselnya.


📱"Iya ada apa?" ucap Vito bernada cuek.


📱"Ya ampun, bisa nggak nada bicara kamu biasa saja, aku hanya ingin bertanya," ucap Meisya.


📱"Semua gara-gara kamu tahu nggak Meisya, kata papa dan mama kalau kamu bertunangan maka aku juga Tari akan bertunangan, walaupun kami memiliki niat tapi bukan dalam waktu dekat juga," ucap Vito mendengus kesal.


📱"Ya kok aku di salahkan, jadi benaran ada yang datang menemui papa dan mama bahas pertunangan aku," ucap Meisya bertanya.


📱"Iya barusan keluarga tersebut pulang, pokoknya kamu harus bilang sama papa dan mama, kalau aku dengan Tari masih mau menyelesaikan kuliah karena aku sedang fokus sedangkan Tari sedang fokus dengan pekerjaan barunya," ucap Vito.


📱"Iya Baiklah, terima kasih atas informasinya, aku tutup ya," ucap Meisya langsung menutup panggilan tersebut.


Meisya pun terdiam saat menutup telponnya, dia pun langsung menutup wajahnya dan meletakkan kepalanya di atas meja.


Dion yang melihat hal itu bingung harus berkata apa. Karena dia pun tidak bisa berbuat apapun jika orang tua nya yang bertindak.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


like, comment, gift dan vote ya😘


__ADS_2