
Leta dan Mike tidak berhenti nya berbicara apalagi mereka sudah jadian. Tanpa disengaja pun mereka duduk berdampingan di pesawat. Yang harusnya Mike berangkat nanti sore, tapi karena suatu dan lain hal Mike bertukar dengan orang lain.
"Leta, apakah kamu kembali kuliah dulu atau istirahat setelah sampai di rumah," ucap Mike bertanya.
"Seperti nya izin kuliah dulu deh, karena lelah setelah perjalanan jauh, kalau kamu gimana Mike?" ucap Leta bertanya.
"Aku ingin dekat kamu lah," ucap Mike menggoda Leta.
Leta hanya tersenyum malu dengan sikap Mike. Keduanya pun tampak bahagia atas canda tawa mereka.
Leta dan Mike pun beristirahat di dalam pesawat tersebut.
***
Meisya menyusuri kawasan kampus sendirian ketika ditinggal oleh Leta. Meisya masih belum memiliki teman, mana kala juga Leo tidak menyukai dirinya. Sehingga beberapa mahasiswa yang tahu pun menghindarinya.
Namun, Meisya tidak memperdulikan nya. Dia tetap saja menjalankan aktivitas nya seperti biasanya.
Saat Meisya menuju ruangan kelasnya. Dia bertemu dengan Kyira, Kyira hanya diam mematung ketika bertemu tatapan dengan Meisya. Begitupun dengan Meisya terdiam dalam bisu, satu sama lain tidak menyapa satu sama lain.
Kyira dan Meisya pun di ruangan sama. Tapi mereka tidak saling peduli. Hingga datanglah kehadiran Dion yang memecahkan keheningan. Namun, Dion malah duduk tertib tanpa bersuara.
Semua mahasiswa di ruangan tersebut bingung dengan tingkah Dion. Dion pun fokus dengan perkuliahan yang sedang berlangsung, tapi mahasiswa yang lain yang tidak fokus dengan tingkahnya yang banyak diam.
Setelah selesai perkuliahan nya, Kyira pun keluar dari kelas dan di kejar oleh Dion.
"Kyira, bisakah kita bicara sejenak," ucap Dion.
"Bisa," ucap Kyira.
Kyira dan Dion pun keluar dari ruangan perkuliahan tersebut. Mereka memilih berbicara diluar kelas agar lebih leluasa.
Keduanya pun duduk di bangku taman kampus tapi berjarak duduknya.
"Silahkan Dion kamu mau bicara apa?" ucap Kyira.
"Kamu memaafkan aku kan," ucap Dion memelas.
"Aku sudah melupakannya Dion, jadi kamu jangan takut ya, aku pun sudah memaafkan mu, jadi jangan berpikir yang tidak-tidak," ucap Kyira mencoba menenangkan Dion.
Dion pun kembali ke ruangan kampus, karena ada panggilan dari temannya. Dion pun meminta izin dengan Kyira untuk pergi sejenak.
__ADS_1
Kyira pun mengizinkannya, Kyira menikmati kesendirian dengan membaca buku di tangan sambil bahunya di sandarkan pada bangku panjang tersebut.
Saat sedang asyik dari samping tempat duduk ada yang berbisik.
"Kyira, maafin saya," ucap Meisya meminta maaf.
Kyira pun bangun dari matanya yang tadi tertutup.
"Ehm kamu Meisya, ada apa minta maaf," ucap Kyira.
"Aku mengakui kesalahanku, maka maafin aku," ucap Meisya meminta maaf dengan tulus.
"Kalau begitu kamu minta maaf saja secara langsung, agar yang lain tahu kamu tulus meminta maaf nya," ucap Kyira menjawab.
"Apa? sampai segitu nya kamu membencinya ku Kyira," ucap Meisya.
"Aku tidak membencimu, tapi aku tahu kamu memerlukan permohonan maaf itu agar kamu bisa memiliki teman kan," ucap Kyira menjawab.
"Baik, akan aku penuhi keiinginanmu," ucap Meisya ingin melangkah.
"Stop Meisya, kalau niat kamu tidak tulus meminta maaf maka yang lain akan mengetahuinya, jadi saran aku yang tulus meminta maaf nya, karena yang mereka tahu aku Kyira tidak pernah membuat malu kampus dan juga nama teman-teman ku," ucap Kyira kembali menjawab.
"Baiklah aku akan melakukannya dengan tulus melalui radio kampus," ucap Meisya menuju ruang kontrol kampus.
"Mei, tidak perlu kamu serius meminta maaf itu sudah cukup bagi saya," ucap Kyira menarik tangan Meisya.
Meisya pun langsung memeluk Kyira dan menangis dengan sebenarnya, dia sudah menyadari kesalahannya. Sehingga hanya air mata yang berbicara saat itu. Saat Kyira mau berbicara, Meisya sudah duluan bicara.
"Kyira, aku benar-benar minta maaf saya di kampus ini hanya study kasus saja, karena kuliah ku sebenarnya di tempat lain, tapi terima kasih atas pembelajaran nya, sangat berarti bagi ku," ucap Meisya masih memeluk Kyira.
Keduanya pun berpelukan satu sama lain. Meisya menangis di pundak Kyira, dia sangat menyesal dan merasakan kesepian tidak ada teman. Karena hal itu lah dia merenungkan semua kesalahannya.
"Kyira, aku izin dulu ya pulang duluan, aku ke kampus hanya menemui dirimu saja," ucap Meisya melepaskan pelukan mereka berdua.
Meisya pun pergi begitu saja meninggalkan Kyira. Melihat hal itu Dion Bahagia keduanya sudah berbaikan.
Dion pun berbalik ke ruangan kelas.
Meisya pergi meninggalkan Kyira.
Kyira pun kembali ke ruang kampus.
__ADS_1
Dering ponsel Kyira pun berbunyi.
"Yaa Hallo Ma," ucap Kyira gembira.
"Eeh mama, bahagianya bisa melihat wajah indah dan tawa mu ma," ucap Mama Kyira.
Mama dan Kyira pun banyak berbicara. Selain keduanya karena rindu sudah lama tidak bertemu. Membicarakan juga hal lainnya. Hingga membuat Kyira terdiam langsung.
"Ma, aku dengan Albert hanya berteman saja, bagaimana mungkin kita menikah," ucap Kyira menjawab.
"Tapi kalian sudah cocok sayang," ucap Mama Kyira.
"Ma, please urusan pernikahan masih lama, aku tidak tahu jodohku siapa? untuk saat ini fokus ku hanya kuliah, jadi biarkan aku fokus menyenangkan diriku," ucap Kyira menjawab.
"Bukan gitu sayang, mama sayang banget sama kamu, tapi Albert laki-laki baik kalian juga sudah lama berteman kan," ucap Mama Kyira.
"Yaa sudah ma, kalau begitu, jika tidak ada lagi yang dibicarakan aku off duluan," ucap Kyira mendengus kesal dengan mamanya.
Panggilan pun terputus.
Kyira pun mulai berpikir tentang hal itu.
Kyira sebenarnya menyukai Albert, akan tetapi ego nya lebih dipentingkan nya. Karena dia tidak ingin salah melangkah.
Apa lagi Albert adalah sahabat terbaiknya.
Kyira berpikir jika mereka menikah maka hubungan nya dengan Albert bisa jadi renggang nantinya.
Kyira berpikir sesuatu yang belum waktunya. Sehingga membuat pikirannya semakin kacau. Hingga dia pun berteriak dengan kuat. Setelah Kyira menyadari nya dia pun segera menutup mulutnya. Karena sekarang dia tengah berada di kampus. Sehingga orang pada keheranan dengan sikapnya.
Dion yang balik lagi ke tempat tadi, terkejut dengan sikap Kyira. Dia bingung dengan tingkah Kyira yang seperti itu. Dion mau menghampiri tapi terjegat oleh hatinya yang menolak, untuk tidak menganggu kehidupan Kyira lagi. Dion pun kembali berbalik.
***
Leta dan Mike sampai di Indonesia.
Keduanya pelukan untuk melepas rindu, karena mereka harus berpisah untuk beberapa hari. Selain Leta ingin beristirahat, dia pun belum berkeinginan untuk ke kampus besok harinya.
"Mike, sampai ketemu lagi yaa," ucap Leta.
"Oke Leta," ucap Mike melambaikan tangan.
__ADS_1
Keduanya pun kembali ke tempat jemputan masing-masing. Mike dan Leta sengaja belum memperkenalkan hubungan mereka dengan kedua orangtuanya karena untuk di rahasiakan.
🍁💐💐💐🍁