Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 71 - Rumah Sakit


__ADS_3

Kyira menikmati liburan ujiannya di Indonesia, dia pun membuat beberapa rencana. Meskipun tidak tahu harus berjalan dengan siapa, baginya yang penting sudah membuat agenda.


Setelah usai menyusun agenda, Kyira pun mencari seminar yang berhubungan dengan perkuliahan nya, Kyira tipekal wanita yang sangat suka hal baru, baginya ilmu bisa di dapat di mana saja, bahkan terkadang ketika dia di mobil dia pun menyempatkan membaca. Hal itu lah yang membedakan Kyira dengan wanita manapun.


Saat dia tengah bersantai di rumah dering ponselnya berbunyi.


"Ehm yang nelpon Albert, argh aku sedang males berbicara dengan siapapun, aku chatt saja Albert nya nanti dia khawatir," ucap Kyira mengirim pesan ke Albert.


Dalam pesan tersebut, Albert menyampaikan sesuatu yang penting.


..."Kyira, angkat telpon ku sekarang ini sangat penting," ucap Albert....


Dering ponsel Kyira pun berbunyi.


πŸ“ž"Ehm akhirnya di angkat juga, kamu kemana saja sih," ucap Albert bertanya balik ke Kyira.


πŸ“ž"Sekarang kamu pergi ke alamat yang aku tuju, please ini sangat penting jadi aku harap kamu datang yaa Kyira," ucap Albert langsung mematikan panggilan.


Panggilan pun terputus.


"Ada apa sih dengan Albert sebenarnya? tunggu, bukankah ini alamat rumah sakit ya, siapa yang sakit?" ucap Kyira langsung meloncat pergi meninggalkan rumah.


"Tunggu, tunggu, kamu mau kemana sayang?" ucap mama Kyira.


"Heheh, maaf ada hal penting menemui Albert, Kyira pamit dulu yaa," ucap Kyira sambil mencium mama nya.


"Iya hati-hati sayang," ucap mamanya.


Kyira pun bergegas mengenderai mobilnya menuju rumah sakit yang dituju.


"Aduuh, kenapa nggak di angkat oleh Albert sih? sebenarnya yang sakit itu siapa sih?" ucap Kyira khawatir.


Sesampainya di rumah sakit yang dituju.


Kyira pun bertanya pada resepsionis, ditunjukan lah ke arah ruangan tersebut.


Saat dilihatnya hanya ada Albert seorang.


"Albert," ucap Kyira bertanya.


"Kyira, apakah aku akan menjadi yatim piatu?" ucap Albert menangis.

__ADS_1


"Yang di dalam siapa Albert? kenapa kamu bersedih? cepat katakan siapa yang di dalam? apakah papa dan mama kamu?" ucap Kyira. bertanya.


"Iya papa dan mama ku, adik-adik ku tengah dalam perjalanan," ucap Albert yang langsung jatuh ke lantai.


Kyira pun menatap kening Albert, benar dugaannya Albert mengalami demam. Albert pun di rawat dekat dengan orang tua nya.


"Albert hanya kurang asupan gizi, kemungkinan dia belum makan," ucap dokter.


"Baik dokter, terima kasih atas perawatan nya," ucap Kyira.


Kyira pun memantau orang tua Albert, sedangkan adik-adiknya belum ke rumah sakit karena suatu hal ada yang berada di luar negeri dan ada yang berada di luar kota.


Kyira pun bertanya pada dokter, karena perawatan orang tua Albert sudah selesai.


"Bagaimana dokter keadaan orang tua Albert?" ucap Kyira bertanya.


"Apakah kamu anak dari kedua orang tua ini?" ucap dokter bertanya.


"Saya kenal dengan mereka dokter, anaknya Albert yang pingsan tadi adalah sahabat dekat saya sedangkan adiknya belum bisa kesini karena berada diluar negeri dan luar kota," ucap Kyira menjelaskan pada dokter.


"Baiklah, kalau begitu anda temui saya ke ruang sekarang," ucap dokter tersebut.


Kyira pun terdiam mendengar pernyataan dokter.


Karena Kyira bingung dia pun menelpon mama nya.


Mama Kyira pun mengangkat telpon tersebut.


πŸ“ž"Iya sayang ada apa?" ucap mama Kyira.


πŸ“ž"Mama tolong dong bawakan pakaian aku 2 stek saja lengkap ya ma, terus kalau bisa selimut ya ma," ucap Kyira pada mama nya.


πŸ“ž"Kamu mau menginap dimana sayang?" ucap mama bertanya.


πŸ“ž"Orang tua Albert masuk rumah sakit ma, Albert pingsan kata dokter kurang tidur dan belum makan seharian kalau adik-adiknya saat ini tengah diperjalanan itu pun sampainya 1 hari sampai bukan hari ini," ucap Kyira pada mamanya.


πŸ“ž"Oke sayang, nanti papa dan mama ke sana yaa sayang, keluarga Albert seperti keluarga sendiri bagi papa dan mama, kalau begitu mama mau sampaikan dengan papa dulu, kebetulan papa mu sedang tidak sibuk," ucap mama.


πŸ“ž"Terima kasih ya ma," ucap Kyira menutup panggilan tersebut.


πŸ“ž"Iya sayang, mama tutup dulu ya mau menyiapkan pakaian ku," ucap mama langsung mematikan panggilan tersebut.

__ADS_1


Mama Kyira pun berbicara dengan suaminya. Papanya Kyira pun setuju untuk menjenguk keluarga nya Albert. Mama pun bersiap untuk berangkat di sana.


Albert belum sadarkan diri, kata dokter pun Albert perlu cairan agar tubuhnya bugar kembali. Saat Albert belum sadar, ponselnya pun berbunyi, terpaksa Kyira mengangkat nya.


πŸ“±"Eh kok Kak Kyira yang angkat, Abang Albert kemana?" ucap Zean dan Xie.


πŸ“±"Abang kalian pingsan, papa dan mama kalian sudah melewati masih kritisnya, kakak lihatkan ya," ucap Kyira menampilkan video call pada si kembar.


πŸ“±...(keduanya menangis melihat Abang mereka tergeletak tak berdaya).


πŸ“±"Zean dan Xie, kalian sudah berada dimana sekarang?" ucap Kyira bertanya.


πŸ“±"Kalau Xie perjalanan nya tengah macet kak, tidak tahu kalau Abang Zean gimana?" ucap Xie bertanya.


πŸ“±"Pesawat ku delay kak, karena suatu hal, kemungkinan sampai besok sore, aku pikir bisa sampai pagi, terus yang jagain, papa mama dan Abang Albert siapa ya kak?"ucap Zean dan Xie khawatir.


πŸ“±"Tentang hal itu kalian tenang saja, Kak Kyira akan menunggu Abang kalian di sini, masalah pakaian kakak dan tempat tidur, orang tua kakak tengah dalam perjalanan menuju kemari," ucap Kyira sambil tersenyum.


πŸ“±"Syukurlah, semoga Tuhan membalas kebaikan kakak, aamiin," ucap Xie.


πŸ“±"Jadi yang mewakili berbicara dengan dokter tadi kak Kyira," ucap Zean bertanya.


πŸ“±"Iya, nanti kakak jelaskan pada kalian kalau sudah sampai rumah sakit ya, intinya kalian berdua jaga kesehatan, in syaa Allah orang tua dan Abang kalian pasti sehat," ucap Kyira.


πŸ“±"Baik Kak, ohya Kak kita minta nomor ponselnya Kak Kyira ya," ucap Zean.


πŸ“±"Hey masa' nggak ada calon kakak ipar, nanti Xie kirim ke Bang Zean deh, kak kita tutup dulu ya, terima kasih kakak ipar," ucap Xie tersenyum.


πŸ“±"Terima kasih kakak ipar," ucap Zean menutup panggilan tersebut.


Panggilan pun terputus.


"Waduh, sejak kapan aku jadi kakak ipar mereka," ucap Kyira bingung.


Saat dirinya hendak duduk, dering ponselnya berbunyi.


πŸ“ž"Iya Hallo Pa," ucap Kyira bertanya.


πŸ“ž"Kirimkan nomor kamarnya papa dan mama sudah di rumah sakit," ucap papa.


πŸ“ž"Hehe kamar nomor 15 A ya Pa, maaf baru kabari," ucap Kyira.

__ADS_1


Papa dan mama nya pun menuju ruangan tersebut.


🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2