
Malam pun tiba. Kyira rehat sejenak dan berpikiran akan jauh dengan orang tua nya. Saat dia asyik melamun, dering ponselnya berbunyi.
📞"Ya Hallo Albert," ucap Kyira menjawab.
📞"Kyira, kamu sudah mempersiapkan semuanya," ucap Albert bertanya.
📞"Iya dong, terima kasih ya Albert atas semua bantuannya," ucap Kyira.
📞"Hahaha biasa saja, aku dan Athar akan selalu ada buat kamu Kyira, yang penting kamu harus selalu bahagia, ingat di dunia ini masih ada yang peduli denganmu jadi jangan merasa sedih sendiri, paham kan maksudku," ucap Albert panjang lebar.
📞"Heheeh, iyaa bawel, pasti aku akan cerita jika terjadi denganku di sana, tapi aku yakin sana di Austria pasti ada orang baik kok," ucap Kyira menjawab atas bawelan sahabatnya.
📞"Intinya jangan melupakan kami sebagai sahabat mu, jangan nanti kamu melupakan kita yang lama, ingat yang baru saja nanti kamu," ucap Albert.
📞"Oke baiklah, saat nya kita tidur yaa Albert, gara-gara kamu aku jadi ngantuk nie," ucap Kyira.
Keduanya pun mematikan panggilan tersebut.
...*****...
Mentari pun memancarkan sinarnya.
"Ma, Kyira pergi ke sekolah dulu ya mau menyelesaikan beberapa dokumen dan ingin bertemu dengan teman-teman," ucap Kyira pada mamanya.
"Duduk dulu, papa dan mama sedang sarapan, ingatkan peraturan rumah, makan dan minum jangan cepat-cepat," ucap mama dengan tegas.
Kyira pun duduk, dan makan yang sudah disajikan di atas meja makan, kalau sarapan pagi yang menyediakan mamanya, karena papa ingin makanan mama yang masuk di pagi hari. Papa nya sangat berbeda dengan lelaki lainnya. Makanya Kyira sangat mengagumi papanya.
Setelah selesai sarapan, Kyira pun pamitan.
"Kyira bareng sama papa saja," ucap papanya.
Kyira hanya mengikuti saja, kalau tidak bakal di omelin papanya jika tidak menurut.
Beberapa menit kemudian sudah sampai di sekolahnya.
__ADS_1
Kyira pun menyelesaikan beberapa dokumen untuk keberangkatannya kali ini. Karena dia benar-benar serius ingin tinggal di Austria, tempat dimana yang dia inginkan.
Sebenarnya Albert tidak rela atas kepergian Kyira. Namun, semua demi kebahagiaannya maka Albert hanya mendukungnya saja.
Beberapa dokumen pun telah dirapikan Kyira. Kyira pun menuju ruang Direktur sekolah mereka, karena ada beberapa dokumen yang harus menyerahkan Kyira sendiri ditemani oleh Albert, Athar nggak bisa nemani karena ada tugas yang harus di selesaikan.
Keduanya selalu berjalan beriringan sehingga Albert di cap orang-orang sekitarnya merebut pacar orang. Tapi Kyira dan Albert tidak ambil pusing tentang hal itu karena yang mengucapkan juga Leta mantan selingkuh gelapnya Veto. Hal itu tidak menjadikan persahabatan mereka renggang karena gosip itu. Bagi mereka itu hanya duri di kehidupan mereka.
Akhirnya, dokumen yang di selesaikan pun beres. Kyira pun bergegas kembali ke rumahnya, karena masih ada beberapa urusan yang ditanyakan dengan papa dan mamanya.
...*****...
Setelah sampai di rumah, Kyira mendapati papa dan mama nya berada di rumah.
"Ma, apakah semuanya sudah beres?" ucap Kyira bertanya.
"Kalau mama mu yang mengurusinya papa yakin beres," ucap papa menjawab.
"Beres sayang, lusa kamu ke Austria ya, pokoknya di sana kamu harus bahagia," ucap Mama mencubit pipi anaknya.
"Awww sakit ma, aku sudah besar loe ma," ucap Kyira.
"Ohya iya benar yang mama bilang, aku hampir lupa," ucap Kyira menjawab.
Kyira menelpon Albert berharap bisa menemaninya jalan-jalan. Albert pun dalam hitungan 15 menit sudah sampai di depan pintu rumah Kyira.
Suara bel berbunyi.
"Eeh ada Albert, hayoo masuk," ucap papa Kyira.
Ketika mama Kyira melihat langsung ke dapur dan menyajikan makanan. Kyira yang melihat bersiap-siap. Papa dan Mama Kyira asyik mengobrol dengan Albert entah apa yang dibicarakan sehingga berbagai ekspresi datang dari wajah kedua orangtuanya.
Kyira yang melihatnya hanya tersenyum manis melihat keduanya. Kyira pun sengaja berlama-lama agar orangtuanya memiliki cukup waktu berbicara dengan Albert. Serasa cukup Kyira pun keluar dari kamarnya menuju ruang tamu.
"Hayoo Albert kita pergi," ucap Kyira berbicara pada Albert.
__ADS_1
"Oke, Tante dan om kami pamit dulu ya," ucap Albert pada kedua orang tua Kyira.
"Iya hati-hati ya, terima kasih Albert sudah menjaga Kyira selama ini," ucap papa.
"Oke Om, aman itu kami pamit dulu," ucap Albert sambil menyalim kepada orang tuanya.
Keduanya pun berpamitan dengan orangtua Kyira, begitulah Albert menunjukkan kesopanan kepada siapa saja. Sehingga orang lain segan nya, apa lagi jika orang tahu bahwa kedudukan Albert diperusahaan papa nya termasuk berpengaruh dalam memajukannya perusahaan papa nya tersebut.
"Albert, kamu ngga sibuk kan menemani aku, senggang kan," ucap Kyira panjang lebar.
"Hehe santai kyira, aku selalu ada waktu untuk kamu," ucap Albert.
Albert dan Kyira pun menaiki motor, karena Kyira ingin merasakan kenikmatan alam dari motor. Albert pun memasang lengkap alat pengamanan Kyira agar dia bisa memegang kendali atas Kyira, karena Kyira memiliki sebuah trauma dengan kendaraan motor.
Kyira dan Albert pun memutar mengelilingi kota dan tempat-tempat sejuk yang ingin didatangi oleh Kyira. Albert pun selalu menuruti kemauan Kyira, selain Kyira sahabatnya, dia sudah mengganggap Kyira calon istrinya meskipun Kyira tidak tahu kalau Albert memiliki hati untuknya.
Bahkan tanpa sepengetahuan Kyira, Albert selalu membuat pengamanan bodygourd untuk Kyira disaat dirinya sibuk dan tanpa Kyira tahu akan hal itu.
Begitulah Albert memendam perasaan yang mendalam terhadap Kyira. Kyira bahkan tidak mengetahui bahwa Albert mencintainya sejak lama sebelum Kyira dan Veto jadian.
Setelai usai perjalanan tersebut. Albert pun mengantar Kyira pulang ke rumahnya.
"Albert lusa, datang ke bendara ya jam 7 pagi, kebetulan kan hari weekend jadi kan ngga sekolah," ucap Kyira.
"Oke baiklah, tapi kalau gue jadi penumpang juga boleh ngga," ucap Albert sambil bercanda padahal dia sudah memesan tiket disamping tempat duduk kyira.
"Hahaha, boleh lah, jadi menyenangkan kalau ada yang menemani," ucap kyira dengan gelak tawanya.
Albert dan Kyira pun tertawa bareng. Orangtua Kyira bahagia melihat anaknya kembali bisa tertawa seperti dulu pasca putus dari Veto.
Tiga hari menjelang keberangkatan.
Kyira serta orangtuanya sudah sampai di Bandara begitupun teman-temannya sudah disana, begitupun dengan Albert dan Athar.
Kyira pun berpamitan kepada orangtua dan teman-temannya. Kyira pun bersiap berangkat, saat semuanya fokus ke Kyira. Albert berganti kostum agar tidak ada yang mengenalinya. Benar saja tidak ada yang mengenalinya atas penyamarannya tersebut. Albert pun lolos, namun dia masih berpakaian seperti itu agar membuat Kyira terkejut.
__ADS_1
🍂🌷🌷🌷🍂
Like and comment ya😊