Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 57-Pertemuan ke 2


__ADS_3

Kyira dan Zion pun menikmati malamnya yang indah. Di dalam mobil Zion bertanya kepada Kyira.


"Kyira saya di sini hanya sebentar sedangkan bagian saya hanya semalam, tidakkah itu tidak adil bagi ku," ucap Bang Zion.


"Hehe emangnya Abang mau berapa jam bersama ku?" ucap Kyira bertanya.


"Bukankah malam ini tidak termasuk hadiah yang kamu maksud malam kemarin di telpon," ucap bang Zion mengingatkan Kyira janji yang dibuat olehnya.


"Yaa aku ingatlah, masa' aku lupa," ucap Kyira.


"Oke besok malam kita ngedate hari ke-2 sebagai hadiah yang kamu janjikan, dan malam ini kamu mau kemana," ucap bang Zion.


"Hal yang belum pernah aku lakukan di kota ini, nonton bioskop tapi biarin orang nya banyak jangan berpikir untuk membooking," ucap Kyira mengancam.


"Hahaha... bagaimana kamu tahu niatan aku Kyira?" ucap Zion tertawa.


"Yaa tahu lah, aku juga mampu melakukannya, tapi karena aku di luar Indonesia jadi harus menjaga keuanganku jangan selalu meminta sama papa," ucap Kyira.


"Wah kamu anak orang kaya di Indonesia, tapi tidak serta Merta meminta kepada orang tua mu kenapa?" ucap Zion.


"Uuh sudahlah jangan di bahas, fokus saja dengan menyetir oke," ucap Kyira mengarahkan Zion untuk matanya fokus menyetir.


Zion pun kembali berfokus menyetir. Ada guratan kekaguman yang dipancarkan Dion dari percakapan mereka.


[wanita seperti dia memikirkan orang tuanya,sangat jarang terjadi apa lagi dia dari kalangan yang tidak biasa, aku sangat kagum dengan jalan pikiranmu kyira]


Sesampainya di mall, Zion pun memarkirkan mobil mereka. Zion pun memegang lengan Kyira agar tidak banyak yang mengenal dirinya.


"Bang Zion sakit kalau dipegang erat gitu," ucap Kyira.


"Baik kalau gitu, izinkan saya menggenggam tangan mu atau tidak boleh yaa," ucap Zion.


Mereka pun berjalan seperti biasanya. Menuju ke antrian dan keruangan tiket, saat dilihat hanya ada dua genre film romance dan horor. Karena Keduanya hal yang tidak di sukai oleh Kyira. Kyira pun berucap genre horor saja. Keduanya pun mengambil tiket genre horor.


Beberapa menit kemudian mereka pun memasuki gedung bioskop. Kyira lebih memilih pojok kanan belakang. Dia lebih suka di arah belakang karena pandangan gambar nya enak terlihat.

__ADS_1


"Kyira kamu tidak takut kan genre ini, yang milih kamu loe bukan aku," ucap Zion cerewet.


"Udah jangan bawel, nonton aja itu mau dimulai," ucap Kyira mengarahkan muka Zion ke layar bioskop.


[yaa ampun nie cewek, benar-benar bisa membuat ku salah tingkah, dengan berani yaa dia memegang muka ku yang bahkan tidak ada berani ketika aku berada di kota ku, tapi gadis kecil yang disampingku mampu mengaduk semua rasa yang ada, aduuh,jangan sampai aku benaran jatuh cinta pada nya] gumam Zion dalam hati.


Zion tampak khusus menonton horor tersebut berbeda hal nya dengan Kyira berbagai ekspresi yang terjadi padanya, dari ketakutan hingga tiba-tiba memegang bahu dan tangan Zion di kala takut.


"Aaaaaghhh," teriakan itu keluar dari mulut Kyira, Zion pun langsung berinisiatif memberikan minuman ke bibir mungil gadis di sampingnya.


Kyira meminum air tersebut bahkan lanjut dengan memakan. Setelah terasa bosan Kyira pun terlelap dalam tidurnya. Hingga film pun selesai dia pun belum juga bangun, dengan lembut Zion menyentuh pipi Kyira agar bangun dari tidurnya. Namun, Kyira belum juga bangun. Dengan terpaksa dia pun mengendong Kyira dengan meminta petugas menutup kepala kekasihnya dengan topi dan kacamata agar tidak ada yang mengetahui siapa yang di gendongnya.


Sesampainya di Mobil, Zion bingung meletakkan Kyira dimana, dia pun berinisiatif membawa Kyira tidur hotel dengan penjagaannya. Benar saja di samping mall tersebut memiliki hotel.


Sesampainya di hotel Kyira di letakkan di kasur dan diselimuti oleh Zion.


[manis juga nie Kyira kalau lagi tidur, argh kenapa juga aku terpesona dengan gadis mungil ini] ucap Zion menutup pintu kamar dan dia pun tidur di kamar sebelahnya.


Zion sangat menjaga Kyira, hingga dia mendengar pintu kamar terbuka, saat di lihatnya Kyira tidur sambil berjalan.


Kyira berjalan ke arah sofa tersebut dan tidur disana dengan nyamannya. Zion pun meletakkan Kyira kembali ke kamar tidurnya. Setelah di rasa aman tidurlah lah Zion.


Satu jam kemudian.


Kyira kembali berjalan dalam tidurnya, dan dia meletakkan dirinya sendiri ke ruang tamu dan tidur di lantai. Hal itu dilakukannya berulang hingga Zion pun mengunci Kyira dari dalam dan mengunci semuanya. Zion pun kembali tidur ke tempatnya.


Pagi pun tiba.


"Aaaaaghhh...." ucap Kyira berteriak.


Zion bangun dari tidurnya karena teriakan keras oleh Kyira.


"Kenapa Kyira?" ucap Zion.


"Kita dimana sekarang?, terus kenapa kamar ini berantakan? apakah semalam kita melakukan sesuatu yang memalukan," ucap Kyira mulai panik dan menutup dirinya dengan tangannya yang padahal Kyira memakai dengan pakaian lengkap.

__ADS_1


Zion pun mengambil ponselnya dan menyuruh Kyira melihat kejadian semalam, Kyira pun senyum malu-malu atas kelakuannya.


"Bang Zion maaf dan terima kasih, tapi bisa kah di obati tidur sambil berjalan," ucap Kyira dengan serius.


"Baik, aku akan mencari tahu tentang itu," ucap Zion melemparkan pakaiannya.


"Ini apa?" ucap Kyira bingung.


"Kamu lihat sendiri ya, saya tidak ingin masuk ke kamar kamu dengan keadaan berantakan seperti ini," ucap Zion menunjuk barang-barang yang berjatuhan akibat ulah Kyira tidur sambil jalan.


"Oke thanks," ucap Kyira.


Zion pun kembali ke meja makan dan menyiapkan sarapan mereka berdua. karena sarapan mereka sudah datang sehingga tinggal di sajikan.


Kyira pun selesai dari mandinya dan keluar dari kamar.


"Waah disiapkan makanan oleh Bang Zion, terima kasih bang Zion," ucap Kyira sambil makan.


"Kyira,. mau kah kamu jadi kekasihku tapi LDR, aku tidak masalah jika kami menjalin hubungan dengan pria lain, selama aku bersama mu, fokus mu hanya dengan ku," ucap Zion serius.


"Hahaha.,nbicara apa sih bang? percakapan Abang kayak yang di komik-komik aja, mana ada mau dijadikan yang kedua, lagian Abang tidak ada kekurangan apapun kan, pasti banyak yang menginginkan Abang di sana," ucap Kyira serius.


Kyira pun melanjutkan makannya. Keduanya tampak diam setelah pembicaraan tersebut.


"Thanks yaa bang Zion makanan nya, ohya satu lagi rahasia ku aku tidur berjalan yaa," ucap Kyira berjalan meninggalkan tempat itu.


[argh, gadis mungil itu sudah masuk ke dalam kehidupan ku, aku harus meyakinkan pada nya jika aku siap menjadi yang kedua]


Sesampainya di Kampus, Dion menghampiri Kyira.


"Semalam tidur dimana?" ucap Dion bertanya.


"Di rumah teman, aku duluan ya nanti kita lanjut lagi bicaranya," ucap Kyira berlari menuju ruangan kelasnya.


🍁💐💐💐🍁

__ADS_1


__ADS_2