
Meisya melakukan hal yang membuat Dion menggelengkan kepalanya. Dia pun mendekati Meisya dan menghentikan yang dilakukannya.
"Meisya, hentikan semua ini, kalau kamu tidak ingin pertunangan ini, maka telpon orang tua mu sekarang," ucap Dion mengatakan.
"Kamu tidak tahu Dion, papa dan mama ku malah senang kalau aku segera menikah, jadi mereka tidak menanggung malah karena tingkah ku yang tidak baik, tapi itu dulu sekarang aku sudah berubah, akan tetapi papa dan mama tidak mempercayai hal itu, bahkan Vito pun sudah menjelaskan tapi masih saja mereka tidak bisa menerima hal tersebut," ucap Meisya mengatakan dengan lugas dengan air mata yang menetes.
Tanpa sengaja Dion mendekat dan memeluk Meisya, Meisya ingin menolak akan tetapi Dion malah mengucapkan kata-kata yang membuatnya tenang.
"Maafkan aku Meisya, kalau bukan karena saya, mana mungkin kamu akan jadi seperti ini, maka terima saja keputusan ini, aku pun tidak bisa membantah kedua orang tua ku, bahkan papa dan mama ku akan memberikan harta mereka jika aku menikah karena aku harus menjadi pewaris dari perusahaan, maka ketika aku sudah move on kembali mereka sangat bahagia, jadi Meisya aku katakan dengan tegas, mari kita bertunangan lebih dahulu," ucap Dion mengatakan dengan lembut.
"Tapi bagaimana dengan para fans kamu yang fanatik? aku takut mereka akan melukai atau semacamnya," ucap Meisya merasakan ketakutan.
"Haha, kamu wanita yang sangat lucu Meisya, kamu hanya perlu menjadi pendamping aku, kalau di antara kita sudah ada rasa suka maka cukup katakan saja, meskipun aku belum sepenuhnya percaya dengan perasaan ku yang cepat sekali berubah," ucap Dion mengatakan.
"Baiklah aku akan menerima semuanya," ucap Meisya sambil menghapus air mata dan masih dalam pelukan Dion.
Dion pun tersenyum dengan jawaban Meisya, dia pun melepas pelukan tersebut, dan keduanya bersepakat satu sama lain. Meisya pun sudah merasa tenang setelah mendengar penuturan dari Dion.
Meisya pun kembali ke kelas sedangkan Dion harus kembali ke studio untuk menyelesaikan tugasnya.
"Di-on," teriak Meisya.
Dion pun memalingkan wajahnya dan berkata ;
"Iya ada apa? kamu kangen aku ya," ucap Dion sambil tersenyum dan tertawa.
"Nanti, boleh kah aku ke studio, dan makanan kesukaan mu apa?" ucap Meisya mengatakan dan berlalu pergi dengan memberikan kode agar Dion chat dirinya.
Dion yang baru pertama kali melihat Meisya inisiatif di awal jadi terkejut karena nya. Bukan karena hal itu saja, Dion merasa Meisya sudah memulai menerima dirinya.
__ADS_1
Dion pun tersenyum Bahagia tentang hal itu, bahkan dia tidak terpikir kalau Meisya akan menerima nya begitu cepat.
Hingga suatu hari Dion mendengar bisikan dari kedua orangtuanya.
"Jadi gimana pa?" ucap mama malam itu di saat keduanya ngobrol.
"Secepatnya saja kita nikahkan keduanya tunangan lalu menikah, agar Dion tidak lagi membuat kita malu dan juga dia juga pantas dengan Meisya anak yang badung seperti itu," ucap papa menjawab kala itu.
Keduanya pun kembali ke kamar, setelah mereka bercerita di ruang tamu. Dion pun kembali ke kamar dan mengunci ke kamar nya hendak menghubungi Meisya, agar dia tidak menyetujui pertunangan ini.
Meisya pun mengangkat panggilan tersebut.
📱"Iya Hallo Dion, ada apa malam menelpon?" ucap Meisya bertanya basa basi.
📱"Meisya, kamu jangan menerima pertunangan ini," ucap Dion berkata tegas.
📱"Kenapa kamu jadi putus asa begitu Meisya?" ucap Dion bertanya.
📱"Aku tidak putus asa Dion, aku hanya mengatakan sesuatu yang harus aku katakan, lagian juga aku sudah bisa mencari uang sendiri, tanpa diketahui oleh siapapun, jadi jika kamu mau memutuskan pertunangan ini tidak apa-apa, kan aku sudah jahat di mata orangtua," ucap Meisya mengatakan dengan lugas.
📱"Tapi Meisya, kita berdua hanya alat saja untuk orang tua kita, memangnya kamu mau menikah dengan pria yang tidak ada waktu buat kamu," ucap Dion bertanya.
📱"Sejak aku tidak di anggap oleh orangtua ku dan di anggap ngabisin uang saja, sejak itu aku mulai menguatkan diriku, jadi Dion semua keputusan ada pada mu, untuk beberapa hari ini jangan ganggu aku dulu, karena mau fokus ujian," ucap Meisya mengatakan sambil rebahan.
📱"Baiklah akan aku pikirkan ke depannya, aku tutup dulu ya," ucap Dion langsung mematikan panggilan telpon tersebut.
Setelah selesai telpon tersebut Dion pun berpikir panjang tentang hubungan mereka jika jadi pasangan. Dion memang menyukai Meisya tapi belum taraf cinta, sedangkan Meisya baru belajar menerima dirinya. Saat Dion berpikir keras dia pun terlelap dalam tidurnya.
Hal yang sama terjadi pada Meisya, dia pun berpikir bahwa wajar jika Dion tidak menerima pertunangan tersebut, setelah memikirkannya Meisya pun beristirahat karena dia sudah menemukan jalan keluar untuk berbicara dengan Dion besok harinya.
__ADS_1
Di malam yang sama, akan tetapi di tempat yang berbeda.
Leta dan Mike bertengkar dengan hebat, keduanya saling cemburu satu sama lainnya. Mike cemburu dengan Leta akibat pakaian yang dikenakan nya terlalu seksi sehingga mengundang lelaki lain menciumnya. Mike pun meninju wajah orang tersebut.
Mike pun dilerai oleh orang sekitar dengan Leta juga. Setelah emosi Mike mulai mereda, Leta mencoba berbicara dengan Mike akan tetapi malah di acuhkan oleh Leta.
"Mike, kamu lihat aku, jika kamu nggak lihat aku, maka aku akan melepaskan semua pakaianku di sini juga," ancam Leta dengan menangis.
Mike pun luluh dengan perkataan Leta, Mike pun memandang wajah Leta. Leta pun meminta maaf padanya, sebenarnya dia tidak memiliki niat berpakaian seksi hanya saja pakaian luarnya terkena air yang sangat basah sehingga membuat nya harus membuka pakaian tersebut.
Setelah Leta menjelaskan semua, Mike hanya diam saja tanpa berkata apapun, Leta pun memegang tangan Mike dan kembali bertanya padanya.
"Mike katakan pada ku, apa yang harus ku perbuat agar kamu tidak lagi memarahi ku?" ucap Leta bertanya.
" Jadilah istriku, ratu di rumah ku, kamu masih bisa berkuliah, bekerja akan tetapi tidak boleh ke dunia malah seperti ini, jika kamu mau kita bisa buat pesta sendiri di rumah, aku tidak mau banyak lelaki yang memandang tubuh mu, karena aku tidak suka, aku saja tidak berani menyentuh tubuhmu," ucap Mike mengucapkan dengan tegas.
"Apa menikah? ta-pi aku masih banyak belum bisa, apakah kamu mau bersabar tentang hal itu Mike?" ucap Leta bertanya.
"Selama itu kamu Leta, aku menerima semuanya, kita menikah bukan kesempurnaan yang dicari akan tetapi kita saling melengkapi satu sama lain," ucap Mike dengan tersenyum.
Leta pun langsung memeluk Mike, keduanya pun kembali baikan. Leta pun mengajak Mike ke klinik yang di dekat tempat tersebut. Keduanya bahagia sudah kembali berdamai.
🍁🍁🍁🍁
Note: *Jika ada permasalahan diselesaikan ya, jangan berlari*
like, comment, vote dan gift 🤭
makacih🍁
__ADS_1