Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 23-First Kiss


__ADS_3

Mengingat moment itu.


Tari benar-benar melongo dengan sikap Veto barusan. Bagaimana mungkin Veto yang berumur beda beberapa tahun darinya merenggut ciuman pertama nya.


"Uuh Veto telah mengambil hak nya, padahal gue niat nolong dia, malah begitu tingkahnya," gumam Tari dalam hati.


"Aduuuh, kalau di marahi oleh Kak Tari gimana ya?" ucap Veto.


Setelah ciuman tersebut keduanya tanpa kikuk berbicara. Veto ngga berani bicara duluan begitupun Tari tidak ingin memulai pembicaraan.


Tari hanya menulis pesan di atas meja, sejak Veto memiliki ponsel Tari tidak pernah meminta nomornya terlebih dia lebih nyaman bicara ketika di rumah saja.


"Duuh gimana yaa memulai pembicaraan dengan kak Tari, ini semua salah aku, sejak putus dengan Kyira tidak punya lagi rasa dengan wanita namun sejak kehadiran Tari dalam hidupnya cinta itu kembali datang padanya, namun dia takut cinta itu akan ditolak bahkan hilang, bagaimana bisa aku bisa sembuh secepatnya itu" gumam Veto dalam hati


Di tempat lain.


Tari terus menyeka bibirnya.


"Busyet dah ciuman pertama gue di embat oleh Veto, anak yang masih remaja, meskipun beda beberapa tahun, ngga tega dan ngga rela gue, kayaknya gue harus kasih pelajaran ke Veto agar dia tidak macam-macam dengan aku," ucap Tari dalam hati.


Tari wanita cantik rambut panjang lurus, rapi dan cerdas serta memiliki sifat pemilih meskipun demikian rasa kepeduliannya tinggi terhadap sesama. Tari tidak memiliki pacar, bahkan teman-temannya tidak pernah mengajak jalan-jalan karena Tari suka belajar, kerjaannya hanya berkutat dengan buku.


Jadi, tiada yang mau berteman dengannya. Hanya beberapa teman yang mau mendekatinya itupun hanya bertanya tentang mata kuliah yang sulit mereka pelajari. Tari seperti asisten dosen terkadang dosen yang memiliki urusan atau pekerjaan memberikan amanah kepada Tari.


Sore pun menjelang.


"Duuh Kak Tari bentar lagi datang, bagaimana bilangnya kalau semua makanan ini permintaan maaf, apakah Kak Tari bakal marah ya atau nanti aku di usir, argh aku ngga mau di usir dari tempat ini, karena sudah nyaman disini," ucap Veto dalam hati.


Pintu pun terbuka...


cekreeeekkk....

__ADS_1


Saat dlihatnya di meja makan penuh dengan makanan...


"Vetoooo keluaaar sekarang," ucap Tari sambil teriak memanggilnya.


"Iyaaa Kak bentar," ucap Veto.


Veto pun datang dan menghampiri Tari.


"Yaa Kak Tari, makanan ini atas permintaan maaf kelakuan ku kurang sopan kemarin," ucap Veto ketakutan.


"Oke gue maafin, tapi syaratnya menyusul yaa," ucap Tari mendengus kesal.


"Oke baiklah kalau begitu," ucap Veto tertunduk lesu.


Veto dan Tari pun kembali seperti biasa kecanggungan keduanya telah sirna. Namun jauh di dalam lubuk hati Veto, dia benar-benar mencintai Tari. Namun, karena Tari menolaknya dia pun hanya mengikuti saja.


Di dalam kamar.


"Uuuh, lelah banget dari kegiatan kuliah hari ini, ehm selama 1 tahun ini hidupku sesuai dengan harapanku tanpa hubungan percintaan membuatku tentram, maafi aku Veto, aku tahu kamu menyukaiku, namun aku belum bisa menerima sosok laki-laki yang pantas berdampingan dengan saya karena saya memiliki traumatik dengan laki-laki, laki-laki yang pernah ku sukai selingkuh dan melakukan hubungan haram di depan mataku, alasannya berselingkuh karena aku tidak pernah memberikan kewajiban sebagai pacar, layaknya beberapa orang yang melakukannya, bukan aku sok suci tapi aku memiliki impian yang ingin ku gapai," gumam Tari dalam hati.


Tari pun keluar dari kamarnya segera..


"Ada apa Veto?, yaa ampun tangan kamu berdarah, segera bersihkan dengan air mengalir nanti kak Tari ambil kotak P3K," ucap Tari dengan panik.


Setelah menemukan kotak P3K Tari pun membersihkan luka goresan dari pisau sambil ngomelin Veto kenapa hal itu bisa terjadi. Setelah selesai.


Veto pun tiba-tiba memeluk Tari...


"Hey, lepaskan kamu kenapa?" ucap Tari menggoyangkan tangannya agar pelukan itu di lepas.


"Kak Tari, sebentar saja aku ingin memelukmu, please," ucap Veto.

__ADS_1


Tari pun berhenti meronta dan hanya menuruti Veto. Veto pun semakin erat memeluk Tari. Setelah Tari lengah Veto mencium kening Tari.


"Kak Tari terima kasih atas kenyamanannya, dan maaf aku memeluk serta menciummu karena aku mulai menyukai kakak, terkait kakak menyukai apa ngga aku hanya bilang maaf, Veto izin ke kamar dulu, buah di atas meja makan buat kakak sudah aku kupasi," ucap Veto meninggalkan Tari.


Tari hanya menggangguk saja denger perkataan Veto.


"Aku juga nyaman Veto atas keberadaanmu," ucap Tari dengan tersenyum.


Veto pun kembali ke kamar dan memikirkan hal yang telah dilakukannya, Veto benar-benar menyukai Tari. Namun, Tari belum bisa membalas semuanya, sebab Tari terlalu fokus dengan kegiatan kampusnya.


Flashback.


Pernah suatu ketika, saat Tari sampai di depan rumah ada seorang pria yang mengganggunya. Veto pun terlihat dia pun memukul laki-laki tersebut, lelaki itu pun sadar jika dia salah memeluk orang. Pria tersebut pun meminta maaf.


Mendapatkan hal itu Tari menangis, dan menceritakan semua pada Veto. Bahwa dulu dirinya pernah berpacaran akan tetapi dia mendapat pacar yang kurang sopan terhadap dirinya, sehingga Tari enggan menjalin hubungan dia takut hal itu akan terjadi lagi.


Saat itu Veto belum memiliki perasaan apapun, hingga dia merasa nyaman atas keberadaan Tari di sisinya. Tari tidak pernah sekalipun bertanya tentang masa lalu ku, dia menerima apa yang ku ceritakan, hal itu lah yang membuatku nyaman bersama nya.


Lama kelamaan keduanya bisa berkomunikasi hingga terkadang interaksi mereka bukan lagi sekedar teman.


Pernah suatu ketika Tari sakit demam tinggi akan tetapi tidak berkeinginan ke rumah sakit. Veto lah menjaga dan merawatnya, bahkan melebihi siapapun, sejak itulah kedekatan di antara keduanya sangat terlihat.


Tari pun merasa nyaman dengan keberadaan Veto. Begitu pun sebaliknya, satu sama lain saling tergantung. Jika Tari berada di luar, pasti selalu ingat dengan Veto dan membelikan makanan buatnya.


Begitupun Veto ketika membeli barang di online, dia pasti akan mengingat Tari. Karena kedekatan keduanya lah, bunga-bunga cinta bertaburan di hati mereka. Meskipun keduanya terus mengelak, akan tetapi sangat terlihat jika keduanya suka salah tingkah ketika berbicara.


Veto yang duluan menyukai Tari, namun Tari belum bisa menerima Veto meskipun Veto belum mengungkapkan perasaan padanya. Ada trauma tersendiri makanya Tari belum bisa menerima kehadiran lelaki manapun. Bahkan, teman kampusnya ada yang menyukai Tari. Akan tetapi, Tari belum bisa move on dengan trauma masa lalu, yang terkadang masih saja di ingatnya.


Penasaran Bagaimana kisah cinta keduanya akankah keduanya jadian??


Kita tunggu saja episode selanjutnya☺️

__ADS_1


🍂🌷🌷🌷🍂


Like and comment ya😊


__ADS_2